
"Aku akan melamarmu setelah acra penobatan putra mahkota Li Hai Jin selesai nanti" Ujar putra mahkota Feng Xian.
"Kenapa?.." Ujar Xue Mei menggantung kata-katanya.
"Kenapa apanya?" Ujar putra mahkota Feng Xian. Dia sampai-sampai mengerutkan keningnya karena sangking penasaran dengan kelanjutan dari ucapan Xue Mei.
Sebelum melanjutkan perkataannya Xue Mei menghembuskan nafas kasar. "Kenapa kamu begitu menginginkanku menjadi milikmu. A...aku takut_" Sebelum Xue Mei menyelesaikan perkataannya, putra mahkota Feng Xian terlebih dahulu menyela omongan Xue Mei.
"Percayalah padaku aku tidak akan menduakan dirimu, Percayalah kamulah satu-satunya yang akan menjadi ratuku sekarang dan dimasa depan nanti" Ujar putra mahkota Feng Xian serius, tapi menurut Xue Mei perkataan putra mahkota Feng Xian itu terdengar seperti gombalan laki-laki didunia modern.
"Be.. benarkah? Tapi aku takut jika dimasa depan nanti kau bosan padaku dan cintamu padaku memudar nanti. Setelah itu kau mencari yang baru" Ucap Xue Mei sendu. Sebenarnya dirinya percaya dengan setiap perkataan putra mahkota Feng Xian.
Tapi disini Xue Mei hanya ingin
mengetes saja, seberapa setia putra
mahkota Feng Xian pada dirinya nanti.
"Dengarkan aku" Kata putra mahkota Feng Xian, tangan kanan yang terdapat gelang pemberian Xue Mei dengan lancang memegang
dagu Xue Mei mengangkat wajah Xue Mei
yang sedikit menunduk. "Disini, hanya ada namamu seorang. Percayalah!". Tangan kiri putra mahkota Feng Xian menggenggam tangan kanan Xue Mei yang terdapat gelang yang sama dengan milik
putra mahkota Feng Xian. Memegang dengan penuh kelembutan putra mahkota Feng Xian mengarahkannya pada dada sebelah kirinya. " Rasakanlah!, jantungku hanya berdebar secepat ini hanya saat berdekatan denganmu".
Pipi Xue Mei bersemu merah, Xue Mei bisa merasakan betapa cepat jantung putra mahkota Feng Xian berdetak seperti sedang lari maraton.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau merasakannya?"
Xue Mei hanya menganggukan kepalanya mengiyakan pertanyaan putra mahkota Feng Xian.
Kemudian dengan malu-malu Xue Mei menatap manik hitam putra mahkota Feng Xian. "Ya aku percaya padamu" Ujar Xue Mei. Seyum manis pun terbit diwajah Xue Mei, dimana seyum itu selalu membuat putra mahkota Feng Xian meleleh.
Putra mahkota Feng Xian pun ikut membalas seyum Xue Mei, lalu dengan sekali tarikan Xue Mei sudah berada dalam pelukan putra mahkota Feng Xian. Dengan erat putra mahkota Feng Xian mendekap Xue Mei, dirinya takut ada yang mengambil gadisnya itu.
"Aku mencintaimu" Ujar putra mahkota Feng Xian dengan penuh ketulusan.
"Love you too" Ujar Xue Mei menggunakan bahasa inggris.
Dimana itu membuat putra mahkota Feng Xian mengernyitkan alisnya, tak mengerti dengan apa yang Xue Mei katakan. "Lop.. lop apa?"
Xue Mei malah cengengesan didalam
"Love You Too Artinya 'Aku juga
mencintaimu'" Ujarnya dengan suara pelan. Tapi putra mahkota Feng Xian dapat mendengar perkataan Xue Mei
dengan jelas. Mendengar Xue Mei
mengatakan cinta padanya putra mahkota
Feng Xian semakin mengeratkan
pelukannya posesif.
__ADS_1
Mengingat kembali apa yang dirinya dengar dan lihat secara diam-diam membuat kaisar muda itu marah dan emosi, dirinya kalah star dari putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian sudah mencapai garis finis sedangkan dirinya masih di garis star. Baru saja mau mulai tapi dirinya sudah kalah duluan oleh putra mahkota Feng Xian.
"Tidak bisaku biarkan . Apapun yang sudah aku klaim sudah menjadi miliku tidak boleh ada seorang pun yang mengambil miliki .
Zang Xue Mei hanya milikku!"
Ujar kaisar muda itu mengklaim Xue Mei sebagai miliknya. Tangannya terkepal kuat menahan amarah yang meluap-luap. Dirinya tidak mau menghancurkan kamar yang ada di Kerajaan Li.
Ya dia adalah kaisar termuda kaisar Han Jing Yun. Kemarin setelah selesai acara penyambutan para kaisar, kaisar Han Jing Yun diminta untuk langsung beristirahat dan pagi ini dengan hati riang kaisar Han berniat untuk mencari keberadaan Xue Mei. Tapi siapa sangka ternyata sang gadis incarannya sedang berduaan dengan putra mahkota dari kerajaan Feng.
Selain kalah star ternyata dirinya juga kecolongan. Putra mahkota Feng Xian akan melamar gadis incarannya, wah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kaisar Han Jing Yun sangat murka saat mendengar percakapan Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian yang membahas tentang pertunangan dan ungkapan cinta. Semua itu membuat amarhnya berkobar hebat dan niat membunuhnya menjadi. Untuk saat ini dirinya sangat ingin membunuh putra dari kaisar Feng Yi San itu.
"Xin Ming cari kelemahan putra mahkota Feng Xian,dalam satu hari kau harus mendapatkannya? aku ingin membunuhnya secepatnya" Titah kaisar Han pada bawahannya. Dirinya tidak boleh gegabah dalam bertindak. Dirinya tahu seberapa hebat keterampilan beladiri putra mahkota Feng Xian, jadi kaisar Han harus mencari terlebih dahulu kelemahan putra mahkota Feng Xian sebelum menyerangnya.
"Titah diterima yang mulia kaisar" Dengan sekali kedipan mata Xin Ming sudah menghilang dari hadapan kaisar Han Jing Yun.
"Tunggu saja kau akan mati di tanganku. Berani-beraninya kau ingin mengambil milik kaisar ini" Ujar kaisar Han Jing Yun dengan penuh penekanan disetiap katanya. Seringai licik pun tak lupa terbit dibibir merah alaminya.
...Bersambung...
Alhamdulillah novel ini bisa tembus sampe 2 juta popularitasnya...
Aku gak nyangka banget bisa nyampe jutaan....
Padahal tadinya buat novel ini hanya iseng-iseng aja karena gabut....
__ADS_1
Jangan lupa kasih bunganya yang banyak ya.........