Putri Buta

Putri Buta
Eps 37


__ADS_3

Xue Mei sangat senang dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, selama Xue Mei di kerajaan Li dia sangat di manjakan oleh kakek dan neneknya. Tapi Xue Mei merasa berat untuk berpisah dengan keluarga ibunya hari ini dia harus kembali ke kerajaan Qin karena ayahnya tiba-tiba dipanggil oleh Kaisar untuk segera menghadap, setelah tiga hari di kerajaan barat akhirnya Jendela Zang dan rombongan kembali kekerajaan Qin di pagi buta supaya cepat sampai di tujuan.


Xue Mei juga sangat senang bertemu dengan sang Idol Nike ardilla, waktu Xue Mei bersama Nike ardilla dia berduet. Mereka berdua menyayikan lagu Nike ardilla yang berjudul BARUKU SADARI, Xue Mei sangat menghayati saat berduet dengan sang idolnya.


Sekarang Xue Mei sedang berada didalam kereta kuda.


"Kau sungguh benci menaiki kereta kuda, ibu membuatku tersiksa" batin Xue Mei, dirinya merasa ingin menangis kencang saat ini baru setengah perjala Xue Mei sudah merasa mual dan pinggangnya serasa nyeri.


Zang Yuqi yang satu kereta dengan Xue Mei hanya memperhatikan kakaknya itu,dia tak menaiki kuda seperti jendela Zang dan Zang Jingqin katanya malas.


"Bersabarlah kak sebentar lagi kita sampai" Zang Yuqi merasa kasihan pada kakak perempuannya seperti tersiksa menaiki kereta kuda.


"Ayolah Yuqi aku sangat tersiksa menaiki kereta kuda sialan ini, tulang punggungku serasa mau patah" Rengek Xue Mei, sekarang posisi duduk Xue Mei sudah tak beraturan sekarang dirinya sedang tengkurap di tempat duduknya.


"Hehe... itu mungkin karena kakak beberapa tahun ini tak menaiki kereta kuda jadi seperti ini akibatknya"


"Mungkin" Xue Mei hanya mengiyakan saja, ya Xue Mei memang baru kalinya menaiki ini menaiki kereta kuda dan rasanya tak seperti yang dia bayangkan.


Dalam pikirannya menaiki kereta kuda itu menyenangkan seperti di dalam drama-drama yang ia tonton.


Beberapa jam kemudian langit sudah berubah warna menjadi gelap, rombongan jenderal Zang baru saja sampai di depan gerbang mansion Zang. Dapat Xue Mei lihat disana kedua selir ayahnya dan Zang Ziyi berdiri menyambut kedatangan mereka, tapi dia tahu kalau mereka hanya menyambut ayah dan kakaknya.


Saat Xue Mei akan menginjakan kakinya di tanah tiba-tiba tubuhnya oleng dan hampir saja terjatuh jika saja tubuhnya tak ditangkap oleh pangeran Qin Chen



(mungkin seperti ini Visualnya)

__ADS_1


"C chen" Ucap Xue Mei gugup karena jarak mereka sangat dekat, ginggs nafas pangeran Qin chen pun terasa hangat di wajah Xue Mei.


"Kau tak apa Xue Xue" Segera Pangeran Qin chen melepaskan pelukannya, dia merasa detak jantungnya semakin cepat saat dekat dengan Xue Mei.


Orang-orang segera bubar setelah melihat Xue Mei tak terluka, mereka takut mengganggu sepasang teman itu.


"A aku baik-baik saja Chen,aku hanya merasa kepalaku sedikit pusing mungkin karena menaiki kereta kuda seharian" Xue Mei masih kerasa Canggung dengan kejadian tadi.


"Baiklah ayo aku antar ke paviliunmu untuk beristirahat"


"emm" Xue Mei pun mengangguk dan berjalan di samping Xue Mei.


Wei mengikuti nonanya di belakang dia selalu berada di samping sang nona.


Setelah sampai di paviliun mawar Xue Mei tak langsung masuk ke kamarnya, Xue Mei malah pergi ke gazebo tempat favoritnya.



"Sekarang aku tak merasa pusing lagi"


"Tapi mungkin kau lelah" Masih tetap khawatir dengan Xue Mei..


"Kau tak lelah setelah melihat pemandangan di sekitar gazebo ini, seakan lelahku hilang terbawa angin"


"Hmm baiklah" Pangeran Qin chen mengalah dia tidak akan menang jika berdebat dengan Xue Mei.


"Oh ya kenapa kau bisa ada di sini Chen?" Tanya Xue Mei penasaran.

__ADS_1


"aku kesini untuk menyambut kepulanganmu" jawab pangeran Qin chen dia duduk di kursinya.


"So sweetnya" gumam Xue Mei.


"Apa?" Tanya pangeran Qin Chen, karena dia tak jelas mendengar gumaman Xue Mei.


"Hehe bukan apa-apa" jawab Xue Mei dengan cengengesan kemudian duduk disamping pangeran Qin Chen.


"Terimakasih karena sudah menangkapku tadi mungkin jika tidak ada kamu aku akan jatuh"


Pangeran Qin Chen hanya tersenyum dan menatap Xue Mei intens, yang dimana senyuman pangeran Qin Chen bisa membuat Xue Mei salah tingkah dan pipinya merona.


"Kenapa berterimakasih kita kan teman jadi harus saling membantu"


"Hemm baiklah"


Tiba-tiba angin disekitar gazebo menjadi kencang membuat pepohonan bergoyang, Xue Mei heran kenapa bisa ada angin kencang sedangkan malam ini cuacanya cerah bahkan rembulan pun bersinar indah.


"Permasuriku" Ucap seseorang dengan nada dingin.


Xue Mei yang mengenal siapa yang memanggilnya seperti itu membulatkan matanya.


"Kau.."


Bersambung_____


Jangan lupa like end Vote 🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2