Putri Buta

Putri Buta
Eps 86


__ADS_3

Dengan sangat antusias Li Yu Mei berusaha menghampal lirik lagu yang Xue Mei tulis. Dia tidak ingin mengecewakan sang keponakan dan Li Yu Mei pun menginginkan penampilan yang sempurna nantinya.


"Xue Mei kenapa kau memilih dia lagu sedih padahalkan ini acara pesta yang seharusnya kita menyanyikan lagu bahagia?". Tiba-tiba Li Yu Mei bertanya, dirinya merasa penasaran mengapa sang keponakannya itu memilih lagu sedih.


Xue Mei yang sejak tadi sedang mencoba menghayati dan mencoba memahami isi lagu ini. Agar nanti ekspresinya bisa cocok dengan lagunya. Tidak lucu jika lagunya sedih tapi ekspresi yang ditampilkan sang penyanyi senang, kan jadi aneh nantinya.


"Entahlah aku pun heran mengapa aku memilih lagu sedih padahal lagu bahagia banyak" Ujar Xue Mei. Dirinya juga merasa aneh kenapa memilih lagu tersebut.


"Ya sudah lah , tidak papa"


"Apa bibi sudah hapal liriknya" Tanya Xue Mei. Sebab sudah cukup lama Xue Mei menunggu sangat bibi mnghapal lirik lagu itu.


"Sudah" Jawab Li Yu Mei disertai anggukan.


Kedua wajah polos tanpa polesan make up itu saling melempar senyum. "Ayo buat pertunjukan spektakuler". Ujat keduanya bersamaan.


...******...


Tidak jauh dari gazebo tempat Xue Mei dan Li Yu Mei. Gerbang istana Li sudah terbuka lebar, menyambut kedatangan rombongan dari Kekaisaran Qin.


Di depan gerbang pun terlihat putra mahkota Li Hao Jin, Zang Jingqin bersama dengan para kasim dan pelayan menyambut kedatangan rombongan dari ketiga kerajaan sekaligus. Awalnya Zang Jingqin dan putra mahkota Li Hao Jin terkejut karena rombongan dari ketiga kerajaan itu bisa datang secara bersamaan. Padahal jarak tempuh menuju ke kerajaan Li beda-beda.


Para rombongan dari ketiga kerajaan itu datang menggunakan kereta kuda yang mewah dan megah. Saat mereka keluar dari kereta, penampilannya pun tak kalah menakjubkan. Para putri dan pangeran dari kedua kerajaan itu menggunakan hanfu yang sangat indah dengan ditambahkan sulaman benang emas disetiap sulamannya.


Kaisar Qin menatap dingin saat melihat kedatangan Kaisar Han Jing Yun yang hanya datang bersama para kaki tangannya.


" Salam yang mulia kaisar Qin". Sapa kaisar Han Jing Yun dengan senyum terpaksa nya. Meski kedua kerajaan ini saling bermusuhan tapi kaisar Han Jing Yun mencoba berbasa-basi dengan kaisar Qin.


Meski engga berbicara dengan lawannya Kaisar Qin tetap menjawab sapaa Kaisar Han meski terpaksa, demi tatak rama. "Salam" Ujar Kaisar Qin datar tanpa menoleh sedikit pun pada Kaisar Han.


Sedangkan Kaisar Feng yang melihat suasana yang sedikit agak kurang baik diantara dua Kaisar beda generasi itu mencoba untuk melerai kedua Kaisar itu.


"Salam Kaisar Han dan Kaisar Qin. Apa kabar sudah lama kita tidak bertemu" Sapa kaisar Feng ramah pada keduanya.


Saat mendengar Kaisar Feng menyapa, keduanya langsung berbalik melihat Kaisar Feng yang ada dibelakang mereka sedang terseyum ramah.


Kedua Kaisar itu pun ikut membalas seyum Kaisar feng tak lupa pula keduanya menyapa kaisar paling berkuasa itu.


Beralih pada pria tampan yang berdiri tak jauh dari ayahnya, dia sedang menggerutu kesal. Niat hati saat dirinya sampai di gerbang masuk kerajaan Li ingin langsung melesat pergi menemui sang kekasig malah dicegah oleh sang ayah. Dengan malasnya putra mahkota Feng Xian berdiri didekat sang ibunda sambil mendengarkan ketiga orang terhormat itu saling bercengkrama dipitu gerbang.


Putra mahkota Li Hao Jin datang datang menghampiri ketigarombingan itu sambil mendorong kursi roda sang keponakan.

__ADS_1


"Selamat datang di Kerajaan Li kami yang mulia Kaisar" Dengan ramah putra mahkota Li Hao Jin menyapa para Kaisar.


"Mari ikut kami menuju ke aula disana ayahanda Kaisar sedang menanti kedatangan anda semua" Ujarnya lagi mengajak semua rombongan untuk masuk kedalam istana. Tidak enakkan jika harus berbincang di depan gerbang seperti ini.


"Salam putra mahkota Li Hao Jin sudah lama sekali kami tidak melihat anda berada di Kekaisaran Li. Selamat atas penobatanmu" Ujar Kaisar Feng.


Saat putra mahkota Li Hao Jin menuntun jalan para kaisar dan rombongannya menuju instan. Tapi baru bebrapa langkah mereka berjalan tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang sedang berteriak.


"Bibi tangkap ayam itu aku akan memenggal kepalanya,,, berani-beraninya ayam bodoh itu menggangu latihan kita" Pekik Xue Mei berteriak kepada sang bibi yang berlari didepannya. Xue Mei berlari sekuat tenaga dengan membawa pedang milik prajurit penjaga, yang Xue Mei ambil paksa pedangnya dan pedangnya nanti akan Xue Mei guna untuk menguliti ayam sialan itu.


"Kemari kau ayam sialan!, akan kujadikan kau ayam geprek" Umpat Li Yu Mei kesal, karena sejak tapi mereka mengejar ayam itu tapi tidak tertangkap-tangkap. Membuat sang putri cantik itu tersulut emosi.


"Putri-putri jangan lari nanti kalian jatuh" Wei ikut berlari terbirit-birit mengejar majikannya yang sudah berlari membabibuta untuk menangkap ayam sialan itu.


Kenapa keduanya bisa mengejar ayam padahal tadi keduanya sedang latihan vokal.


Itu terjadi beberapa menit yang lalu.


...Flashback___...


Saat kedua tuan putri cantik jelita itu sedang berlatih untuk pertunjukan tiga hari lagi. Tiba-tiba terdengar suara gaduh tak jauh dari gazebo yang Xue Mei dan Li Yu Mei tempati sekarang.


Konsentrasi keduanya buyar saat mendengar suara-suara teriakan beberapa penjaga itu.


"Itu sepertinya berasal dari dapur kerajaan putri. Saya juga tidak tahu ada apa disana sampai bisa seribu itu" Ujar Suo Lan, menyahuti pertanyaan Xue Mei.


Xue Mei hanya menganggukan kepalanya paham, tapi saat Xue Mei akan kembali berbicara tiba-tiba seekor ayam gemuk berbulu putih terbang kearah gazebo.


Dan tanpa disangka-sangka ayam itu mendarat mulus dikepala Xue Mei dengan mulus, benar-benar ayam biadab.


Dengan wajah yang terkejut Xue Mei melihat kearah sang bibi. "Bibi kenapa kau diam saja ayo tangkap ayam di kepalaku ini!" perintah Xue Mei dengan berteriak cukup keras. Dirinya takut nanti ayam itu akan pup dikepalanya dan aroma rambutnya nanti akan berubah menjadi bau kotoran ayam. Membayangkannya saja membuat Xue Mei bergidik jijik.


Dengan seringai jahil yang terbit dibibir merahnya, Li Yu Mei pura-pura terkejut. "Xue Mei di kepalamu ada kotoran ayamnya" Ujar Li Yu Mei dengan lempeng.


"Benerkah" Tanya Xue Mei sedikit tak percaya.


Dengan menganggukan kepalanya Li Yu Mei meyakinkan snag keponakannya.


Xue Mei yang mendengar itu langsung melotot tak percaya, ekspresi wajahnya pun terlihat jijik campur amarah. "Ayam sia*an!" Jerit Xue Mei.


"Biar hamba yang menangkap ayam itu putri" ucapan Wei, sudah mengambil ancang-ancang untuk menangkap ayam yang tidak tahu sopan sabtu itu.

__ADS_1


Hap.... Bukannya berhasil tertangkap ayam itu malah terbang kembali dan dengan tak tahu dirinya ayam itu menginjak kepala Li Yu Mei dan kemudian pergi berlari sejauh mungkin. Ayam itu mungkin takut akan di sembelih nantinya.


Dengan wajah tanpa ekspresi Li Yu Mei langung bangkit dari posisi nyamannya. "awas kau ya ayan bodoh"


...Flashback end___...


Dari kejadian itulah sekarang mereka sedang main kejar-kejaran menangkap ayam gemuk itu. Gadis-gadis kesayangan yang mulia Kaisar Li itu tidak menyadari keberadaan para rombongan yang sedang memperhatikan mereka. Tidak mempedulikan sekitar keduanya khusu mengejar ayam kurang ajar itu.


"Akhhh tangkap bedebah itu, aku sangat kesal. Akan ku cincang kau ayam bodoh" Xue Mei kembali berteriak saking kesalnya dengan ayam gemuk itu yang tak tertangkap tangkap sejak tadi.


Para rombongan terkejut mendengar teriakan Xue Mei, mungkin mereka berpikir kenapa cucu Kaisar Li begitu bar-bar.


"Kenapa aku bisa jadi sebodoh ini sih" Ujar Xue Mei saat berhenti berlari. Dengan terengah-engah Xue Mei menyela keringat yang bercucuran di keningnya menggunakan lengan hanfunya.


"Kau berdiri disana dan aku disini. Kita kepung sama-sama" Intruksi Li Yu Mei. Nafasnya memburu saking capeknya dia berlari mengejar ayam sejak tadi.


Xue Mei pun mengangguk dan mengikuti apa yang sang bibi perintahkan tadi. Saat melihat ayam itu tenang kedua putri cantik itu mengepung ayam putih gemuk itu.


"Dalam hitungan ketiga kita tangkap sama-sama ayam itu"


"baik"


"satu…dua …tiga".


Hap..... akhirnya ayam itu berhasil tertangkap oleh tangan Xue Mei dan ayam itu memberontak mencoba melepaskan diri dari cengkraman Xue Mei.


Pet petok... petok


Suara ayam itu seperti menjerit meminta tolong pada siapapun untuk dilepaskan dari gadis cantik itu.


"Diam kau" Dengan kesal Xue Mei men jitak kepala ayam itu sekuat tenaga, sadis memang. Tapi menurut Xue Mei itu setimpal karena berani pup di kepalanya.


Xue Mei belum sadar bahwa sang bibi sedang mengerjai nya.


Merasa puas karena ayam itu telah tertangkap Li Yu Mei pun ikut mencekik ayam tersebut. Keduanya berubah menjadi kejam terhadap ayam putih itu.


"Xue Mei, Li Yu Mei apa yang kalian lakukan!?" Terdengar suara familiar memanggil kedua gadis cantik itu.


Seketika tubuh kedua gadis cantik itu membeku, mendengar suara putra mahkota Li Hao Jin.


...Bersambung...

__ADS_1


Maafkan daku yang bisa baru update hari ini.


Apalah daya ku bocah yang sok sokan buat nnovel ini saat kuota habis pasti mintanya ke emak, gak ada yang menafkahiku selain kedua orang tua ku.


__ADS_2