
Xue Mei pun kembali ke paviliunnya setelah menemani pangeran Qin Chen seharian,
Xue Mei merasa bosan
setelah berpisah dengan Pangeran Qin Chen. Kemudian ada sebuah ide melintas di pikirannya, Xue Mei berpikir akan pergi berjalan-jalan tapi
entah kemana.
"Pergi saja dulu nanti setelah keluar dari mansion ini baru pikirkan mau pergi ke mana" gumam Xue Mei pelan.
setelah itu Xue Mei pun bergegas menganti hanfunya dengan hanfu pria yang waktu itu dia pakai pergi ke pasar.
Wei yang berada di dalam kamar Xue Mei hanya melihat setiap gerakan Xue Mei
yang sedang mengganti hanfunya.
"Nona anda mau pergi ke mana?"
Tanya Wei yang selalu setia berada di sisi Xue Mei.
"aku mau pergi mencari angin segar"
ujar Xue Mei tanpa menoleh ke arah Wei karena dia sedang mengikat
rambutnya kuncir kuda di depan cermin.
"Kemana??? "
Xue Mei memutar bola mata malas mendengarkan Wei yang selalu
cerewet dan ingin tahu alias kepo, meski Xue Mei tahu bahwa Wei khawatir
pada nya.
"" Kemana saja yang penting mencari angin segar dan keluar dari mansion"
Xue Mei pun menyabarkan pedang yang berada di meja dekat meja
rias nya.
"Tapi kan anda baru saja pergi ke paviliun pangeran Qin" Wei heran apa nonanya
tidak lelah bepergian terus.
"Itu beda tadi aku hanya menemani Chen saja kalau kali ini akuau jalan-jalan sendiri,
ya sudah aku pergi dulu
__ADS_1
ingat jangan biarkan siapapun tahu aku pergi dari mansion Zang dan jangan
biarkan siapapun masuk ke kamarku" ucap Xue Mei panjang lebar
kemudian dia berjalan ke arah jendela kamarnya dan melompati jendela itu lalu pergi secara diam-diam
karena panjagaan mansion Zang
sangat ketat meski bukan istana raja.
semenjak selir Mu Fan, selir Xiao Ping dan Zang Ziyi m di eksekusi mati tempo hari Xue Mei merasa lebih tenang
dan tentram,
meski dirinya merasa kasihan pada Zang Yuki karena telah kehilangan ibunya.
ya semenjak ibunya meninggal
Zang Yuki jadi pendiam dan sering melamun tak ada lagi keceriaan
terpancar dari wajahnya. Xue Mei jadi merasa sedikit bersalah,
tapi yang lalu biar lah berlalu dia tak ingin lagi mengingat apa yang
sudha terjadi.
pintu gerbang belakang yang penjagaannya tak terlalu ketat dengan
berjalan kaki tanpa Menunggangi kuda.
Xue Mei baru mempelajari ilmu peringan tubuh dengan sang kakak
, jadi dia belum bisa menguasai ilmu tersebut.
"Akhirnya aku bisa kelaur dari mansion, terus sekarang aku pergi kemana" Xue Mei
berhenti di pertigaan jalan,
diaman jalan kearah kiri menuju kearah kerajaan, arah kanan menuju
ke pasar ibu kota dan lurus menuju kehutan.
hutan yang diberi nama
hutan Kayangan dimana hutan itu dirumorkan sangat berbahaya karena
banyak sekali hewan bias dan predatornya, tapi hutan kayangan itu juga
__ADS_1
terkenal akan keindahannya seperti di istana langit, kata penduduk sekitar.
"Emmm.... lurus saja deh sekalinya aku ingin berlatih menggunakan pedang
agar semakin mahir" Setelah itu Xue Mei
pun berjalan lurus menuju
hutan Kayangan.
Setelah berjalan kaki mungkin
selama dua puluh menit lebih akhirnya Xeu Mei pun sampai di perbatansan antara
hutan kayangan dan pemukiman penduduk.
Ya Xue Mei melihat
mungkin ada sekitar lima rumah penduduk tak jauh dari hutan kayangan.
Dengan langkahnya yang
tegas dan tanpa takut Xue Mei pun memasuki hutan kayangan.
Xue Mei terus berjalan menuju hutan kayangan lebih dalam.
Wah disini sangat sejuk sekali udaranya dan pohon-pohonnya juga sangat tinggi"
ucap Xue Mei takjub, Xue Mei menengadahkan kepalanya
melihat daun-daun
yang sangat lebat menghalangi cahaya matahari masuk ke hutan kayangan
haya sedikit sekali sinar matahari masuk melalui cela-cela
dedaunan yang tak cukup lebat.
"aku haus sekali, kenapa aku sangat bodoh tadi langsung saja pergi kesini tanpa membawa air minum"
Gerutu Xue Mei kesal pada dirinya sendiri karena tanpa ada persiapan dirinya maen pero aja ke hutan, sungguh kasian nasibmu Xue Mei, ckck.
***Bersambung.......
maaf ya dia hari kemarin gak up karena aku kemarin sibuk ngerjain tugas sekolah🙏🙏
Oh ya jangan lupa like dan votenya ya semuanya
__ADS_1
See you😘😘😘***