
"Siapa kau" Dengan segera Pangeran Qin chen siaga dan mengeluarkan pedangnya.
Orang yang ditanya malah terkekeh pelan sebab orang itu mengunakan topeng di sebelah mukannya membuat pangeran Qin Chen tak mengenalinya.
"Sudahlah aku tahu siapa dia Chen, mau apa kau kesini?" Ujar Xue Mei menghalangi pangeran Qin Chen supaya tak menyerang orang itu sedangkan Xue Mei berbicara ketus ke sosok di depannya.
Yup Xue Mei tahu bahwa orang itu adalah putra mahkota Feng Xian, sepeti tak disengaja suara Putra mahkota Feng Xian sangat familiar karena Xue Mei hampir setiap malam memimpikan sosok didepannya membuat dirinya frustasi saja.
Segera Pangeran Qin Chen memasukan pedangnya kedalam sarungnya setelah diperintahkan oleh Xue Mei.
"Kau tahu siapa dia Xue Xue?" Tanya pangeran Qin Chen penasaran karena dia tak bisa mengenali sosok yang berdiri di depannya..
"Dia putra mahkota Feng Xian" jawab Xue Mei datar.
putra mahkota Feng Xian pun tersenyum karena dia sangat senang calon permaisurinya berhasil mengenalinya yang sedang mengenakan topeng menutupi sebelah wajahnya.
"Hah" Pangeran Qin Chen sedikit terkejut karena putra mahkota Feng Xian berani menyusup masuk ke mansion Zang.
"Ternyata permaisuriku bisa mengenaliku meski tertutup topeng aku sangat senang sekali"
kemudian putra mahkota Feng Xian mendekati Xue Mei dan pangeran Qin Chen.
"Aku sangat sedih dan marah padamu sayang karena kau berani berselingkuh dibelakangku" ucapnya lagi dengan berbisik di telinga Xue Mei.
Xue Mei membulatkan matanya. "Apa dia bilang aku selingkuh,,, Heyyy sejak kapan kau menjadi kekasihku dan menuduhku berselingkuh,,, dasar orang gila " jerit Xue Mei dalam hati dan mndelik sebal kearah putra mahkota Feng Xian yang berada di sampingnya.
"salam putra mahkota Feng Xian ada gerangan apa anda kemari?" tanya pangeran Qin Chen sopan kepada Putra mahkota Feng Xian yang sekarang sedang duduk tanpa dipersilakan seperti tuan rumah saja.
"Tentu saja aku kemari untuk menemui permaisuri, aku sangat merindukannya karena tak bertemu berberapa hari ini"
__ADS_1
"Hey jaga ucapanmu siapa yang kau jadi permaisurimu hah!!" bentak Xue Mei kepada putra mahkota Feng Xian dan menunjuk kearahnya, dia tak Terima diklaim milik orang.
Dengan keadaan emosi Xue Mei duduk kembali ditempatnya diikuti pangeran Qin Chen yang duduk berhadapan dengan putra mahkota Feng Xian.
Pangeran Qin Chen haya diam memperhatikan drama yang sedang terjadi didepannya.
"Tumben kau kesini memakai topeng?" Tanya Xue Mei penasaran sebab selama putra mahkota Feng Xian datang ke paviliunnya dia tidak pernah memakai topeng.
"Berarti putra mahkota Feng Xian sudah sering datang ke mansion Zang" Pangeran Qin Chen terkejut.
"Oh sial aku kalah banyak dengan orang didepanku"
"Tentu dan kenapa aku memakai topeng itu karena aku takut banyak orang akan terpesona dengan ketampananku" ucap putra mahkota Feng Xian narsis.
"cih!! Pede banget" cibir Xue Mei.
"Jangan seperti itu sayang memang itu kenyataannya, aku hanya akan mempersembahkan diriku hanya untukmu seorang" Ucap putra mahkota Feng Xian jujur, tapi itu membuat Xue Mei mual dengan tingkahnya yang narsis.
"Xue Xue apa putra mahkota Feng Xian tidak salah minum obat, kenapa tingkahnya sangat berbeda dengan saat di pesta waktu itu" tanya pangeran Qin Chen dengan berbisik kepada Xue Mei.
Xue Mei hanya mengangkat bahunya tak peduli.
"Hey kau jangan terlalu dekat dengan permaisuriku" terik putra mahkota Feng Xian marah dan cemburu melihat pangeran Qin Chen terlalu dekat dengan Xue Mei.
"Maaf ya putra mahkota Feng Xue Mei itu belum menikah kenapa kau mengklaim Xue Mei seperti itu" Pangeran Qin Chen mulai gerah dengan kelakuan putra mahkota Feng Xian yang mengklaim orang seperti barang dirinya tak terima.
Seketika suasana di sekitar taman semakin mencekam malam ini dingin ditambah dengan aura yang dikeluarkan putra mahkota Feng Xian semakin dingin saja.
pangeran Qin Chen juga mengeluarkan aura yang sama dinginnya membuat Xue Mei sedikit menggigil kedinginan.
"Hey kalian berdua lanjutkan saja aku sudah mengantuk" ucap Xue Mei kemudian berdiri dan melangkah pergi.
__ADS_1
"oh tidak jangan pergi Permasuriku" panggil putra mahkota Feng Xian, tapi Xue Mei tetap acuh dan terus berjalan menuju pintu kamarnya.
Seketika putra mahkota Feng Xian menatap pangeran Qin Chen dengan tajam.
"Ini semua salah kau, kau membuat Permasuriku pergi" ucapnya dingin kepada pangeran Qin Chen.
"Hey itu semua bulan salahku saja, itu juga salahmu terlalu meyebalkan" pangeran Qin Chen tak lagi berbicara formal dengan putra mahkota Feng Xian.
"kau_" putra mahkota Feng Xian akan marah tapi ucapannya dipotong oleh pangeran Qin Chen.
"Sudahlah bagaimana kalau kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Zang Xue Mei tak perlu sampai terjadi pertumpahan darah" ujar pangeran Qin Chen mecoba membuat kesepakatan agar mereka bersaing secara sehat tak sampai terjadi peperangan.
Seketika putra mahkota Feng Xian diam dia memikirkan apa yang diucapkan oleh pangeran Qin Chen.
"Aku tak setuju karena Xue Mei adalah milikiku tak akan ku biarkan orang lain memilikinya"
"Putra mahkota Feng Xian kau itu jangan egois biarkan Xue Mei sendiri yang memilih dia ingin menikah dengan siapa, bagaimana" pangeran Qin Chen tak akan menyerah untuk mendapatkan Xue Mei meski dia harus bersaing dengan orang hebat sekalipun. Dia kan terus bernegosiasi dengan putra mahkota Feng Xian agar mau taruhan.
"Baiklah jika aku menang Xue Mei akan menjadi milikku seutuhnya" kata putra mahkota Feng Xian percaya diri bahwa dirinyalah yang akan dipilih oleh Xue Mei.
"Tapi jika aku yang menang kau harus menjauhinya dan tak akan pernah mebam0aksn dirimu lagi di hadapannya"
"Baiklah aku setuju" ucap putra mahkota Feng Xian, kemudian terseyum licik.
"Baiklah"
setelah pembicaraan yang cukup menegangkan antara putra mahkota Feng Xian dan pangeran Qin Chen, segera keduanya pergi meninggalkan paviliun mawar dan kembali ke kediaman masing-masing.
Bersambung_______
jangan lupa like dan voteπππ
__ADS_1