
"Terimakasih atas apresiasi kalian hari ini dan sepertinya sudah cukup untuk malam ini, mungkin bisa di lanjut lain kali lagi" Ucap Xue Mei lantang, Xue Mei sedikit terengah-engah. Karena selain duet dengan bibinya Xue Mei juga bernyanyi solo tadi.
Yahh.... Para tamu undangan mendesah kecewa padahal mereka sangat menyukai dan menikmati suara keduanya. Tapi mereka juga harus menghormati keputusan keduanya.
Setelah mengucapkan salam penutupan leluasa gadis kesayangan kaisar itu menuruni panggung dan kembali ketempat duduknya.
"Kalian sangat hebat" Puji mantan kaisar Li Juang.
Xue Mei dan Li Yu Mei tersipu malu dipuji oleh sang kaisar. "Terimakasih kakek/ayah" kompak Li Yu Mei dan Xue Mei berterimakasih.
Setelah menerima pujian dari keluarganya Xue Mei melihat ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan kekasihnya. "Kakak putra mahkota Feng Xian perigi kemana?" Tanya Xue Mei dengan berbisik pada Zang Jingqin.
Zang Jingqin menunjuk kearah kiri Xue Mei tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dirinya cemburu kenapa adik perempuannya malah menanyakan pria lain padanya, otomatis dirinya sebagai kakak laki-laki seperti sedikit tersingkir.
Xue Mei melihat kearah yang ditunjuk kakaknya. Xue Mei dapat melihat di kursi lain dimana putra mahkota Feng Xian sedang berbincang bersama anggota keluarganya. Xue Mei menjadi ragu saat ingin menghampiri putra mahkota Feng Xian.
"Ah itu dia di sana. Tapi apa aku harus mendekatinya?, tapi di sana hanya anggota keluarganya saja. Aku malu... Bagian mana kalau mereka tidak menerimaku dengan bai" Batin Xue Mei. Dirinya resah memikirkan semua itu.
Pikiran nya sudah berkelana kemana-mana, dia takut nasibnya seperti wanita di film yang pernah ia tonton. Tidak diterima oleh keluarga sang pira dan berakhir mengenaskan.
Seperti bisa membaca pikiran adiknya Zang Jingqin pun berkata. "Datangi saja, tidak perlu ragu pasti mereka akan menerima mu dengan baik,aku mengenal keluarga Feng Xian mereka sangat ramah" Ujarnya dengan lembut.
Xue Mei membuang napas kasar. "Baiklah". Kemudian dengan sedikit ragu Xue Mei berdiri dan berjalan lurus menuju meja putra mahkota Feng Xian. Tapi baru beberapa langkah Xue Mei terhalangi oleh tiga nona bangsawan.
Otomatis langkah Xue Mei pun terhenti, melihat hal seperti ini Xue Mei merasa dejavu.
__ADS_1
Tiga nona bangsawan itu sedikit membungkuk memberi salam kepada Xue Mei, lalu Xue Mei pun membalasnya dengan sedikit membungkukkan badannya dan memasang senyum profesionalnya.
" Nona-nona ada apa gerangan menghampiri saya?" Tanya Xue Mei sopan tak lupa senyum pada tiga nona itu.
"Salam putri perkenalkan nama saya Gu Na'er putri dari mentri keamanan kerajaan Li, dan disebelah kanan saya adalah nona Yuan Ping putri dari Jenderal besar kerajaan Li dan yang terakhir adalah nona Yin Nian putri dari mentri pendidikan kerajaan Li" Ucap Gu Na'er panjang lebar mengenalkan gadis-gadis yang ada di sampingnya.
"Putri anda tadi sangat mempesona sekali. Kami sangat mengagumimu putri, saya sangat ingin belajar bernyanyi seindah dirimu" Ujar Nona Yuan Ping dengan penuh antusias sampai-sampai dia memegang lengan kanan Xue Mei dan menggoyangkan nya.
Xue Mei melihat kelakuan menjilat Yuan Ping membuatnya risih, Ya Xue Mei sejak tadi memperhatikan ketiga nona bangsawan ini. Dengan teliti Xue Mei mencoba memahami watak ketiga nona bangsawan itu.
Dan Lihatlah sekarang salah satu diantara ketiganya mencoba menjilatinya. "hufff... sungguh mengganggu" Xue Mei sudah biasa menghadapi wanita seperti ini di dunia moderen, mereka akan sok akrab pada dirinya dan numpang tenar saja.
"Terimakasih, atas pujiannya nona Yuan Ping" Ucap Xue Mei dengan sedikit dingin, senyumnya pun luntur melihat kelakuan nona Yuan Ping ini.
Yin Nian melihat mimik wajah Xue Mei yang berubah seperti tahu bahwa Xue Mei merasa tidak nyaman dengan kelakuan Yuan Ping, kemudian dirinya dengan sigap menarik Yuan Ping ke sisinya. "Maaf putri atas ketidak sopanan nona Yuan Ping sehingga membuat Anda tidak nyaman"
Yuan Ping hanya berdecak sebal dan mengomel dalam hatinya, kesal pada kedua temannya.
Tak jauh dari posisi Xue Mei, Putra Mahkota Feng Xian melihat interaksi Xue Mei dan ketiga nona itu pun langsung berdiri dan mendekati Xue Mei, dirinya tahu harus segera menjauhkan Xue Mei dari para nona itu.
Ketiga nona tersebut terkejut saat tiba-tiba putra Mahkota Feng Xian datang dan langsung memegang lengan kanan Xue Mei, begitu pula Xue Mei dirinya tak menyadari kedatangan laki-laki itu.
"Maaf aku harus membawanya" Ujar putra mahkota Feng Xian dingin, tanpa memberi salam putra Mahkota Feng Xian langsung membawa Xue Mei pergi dari ketiga nona bangsawan yang masih belum sadar dari keterkejutan nya.
Saat Xue Mei sudah menjauh dari mereka Gua Na'er pun tersadar, melihat ke kiri dan ke kanan kedua temannya itu masih menatap kosong kearah perginya Xue Mei dan Putra Mahkota Feng Xian. Dengan tak berperasaan Gu Na'er mencubit pinggang kedua temannya.
__ADS_1
Sett
Keduanya meringis karena cubitan yang diberikan Gu Na'er tidak main-main.
"Kau kenapa Gu Na'er,,, ini sakit tahu" Bentak Yuan Ping. Matanya berlinang dan tangannya tak diam terus mengusap pinggangnya yang merasa sangat perih, sudah dipastikan pasti besok bekas cuitannya akan membiru.
"Dasar cengeng" Ejek Gu Na'er.
"Sudahlah diam kalian berdua, lihatlah bahaya orang yang memperhatikan kita. Malu tahu" Meskipun merasa sakit di pinggangnya Yin Nian memilih diam, dan lebih baik menjaga image nya dari pada memaki teman laknat nya itu.
Akhirnya keduanya pun diam, mereka baru sadar ternyata banyak tuan muda dan Pangeran yang memperhatikan tingkah konyolnya.
...*****...
Di kursi yang diduduki oleh Pangeran Qin Li, pria tampan tapi masih dibawah ketampanan putra mahkota Feng Xian itu meremas cawan yang berisikan anggur merah itu.
Dirinya merasa tidak dianggap oleh Xue Mei. padahal sejak tadi dia selalu mencoba mencari perhatian pada Xue Mei. Seperti bersorak paling keras saat Xue Mei selesai bernyanyi berharap dirinya dilirik dan diberi senyuman manis oleh Xue Mei. Tapi itu hanya halnya saja.
Posisinya sekarang sama seperti Kaisar Han Jing Yun, putra mahkota Qin Li juga merasa sangat sangat lah cemburu pada putra mahkota Feng Xian. Serasa ingin membunuh pria yang sedang menggenggam dan memeluk Xue Mei posesif itu.
Dari pada semakin terbakar api cemburu putra mahkota Qin Li membuang muka kearah lain, dan tanpa sengaja tatapannya mengarah ke meja kaisar Han Jing Yun. Melihat gelagat dan tatapan kaisar Han itu putra mahkota Feng Xian pun mengikuti arah dari pandangan kaisar muda itu.
"Sepertinya aku akan memanfaatkan kaisar itu" Batin putra mahkota Feng Xian sambil menyeringai. Dia seperti mengerti bahwa kaisar Han itu juga menaruh rasa pada Xue Mei.
...Bersambung...
__ADS_1
Hay semuanya..... Semoga puasa kalian lancar yaa...
Jangan lupa kasih Like, vote dan bunganya buat author gemzinn ini yaaaa😂☺