
Kerajaan Qin, Mansion Zang
Sianv ini cuaca sangat terik dan panas, di paviliun mawar Xue Mei sedang berlatih berpedang bersama dengan putra mahkota Feng Xian. Selama kepergian jenderal Zang dan Zang Jungkuk ke desa Anhui putra mahkota Feng Xian bersama dengan Guan selalu menemani Xue Mei dan Yuki di mansion Zang.
Xue Mei pun sudah mulia menerima keberadaan putra mahkota Feng Xian disisinya, meski pun Xue Mei beljm menjawab lamaran putra mahkota Feng Xian yang diucapkan tempo hari.
Putra mahkota Feng Xian pun tak menanyakan apa pun perihal lamarannya, dia akan menunggu sampai Xue Mei menerimanya tanpa merasa terpaksa.
"Sudah cukup untuk hari ini, kita lanjut di lain waktu" ujar putra mahkota Feng Xian mengakhiri sesi latihan berpedang hati ini.
Xue Mei terduduk di rumpun dengan terengah-engah dengan keringat bercucuran di kening dan leher Xue Mei membuat hanfu yang xue Mei kenakan basah oleh keringat. Xue Mei merasa dirinya masih harus berlatih lebih keras karena tadi saat berlatih dengan melawan putra mahkota Feng Xian dirinya terus kalah meski sudah mengerahkan seluruh kekuatannya. Sedangkan putra mahkota Feng Xian dengan santai menangkis setiap serangan yang diarahkan padanya.
"Ayo kita istirahat sambil makan siang bersma di gazebo" Ucap putra mahkota Feng Xian dengan tangan di ulurkan, berniat membantu Xue Mei berdiri.
Tanpa sungkan Xue Mei pun menerima uluran tangan putra mahkota Feng Xian lalu berdiri tegak. "Ayo, Yuki sudah dulu latihannya ayo kita makan siang dulu" Xue Mei berteriak memanggil Zang Yuki yang ikut berlatih dengan Guan sebagai pelatihnya.
"Baik kak" Dengan riang Yuki menghampiri Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian diikuti Guan dibelakangnya, Zang Yuki begitu bangga karena bisa berbagi tempat berlatih bersama orang hebat seperti putra mahkota Feng Xian.
Tapi dirinya juga merasa kurang suka pasar putra mahkota Feng Xian karena kejadian waktu itu saat dirinya tak sengaja mengintip kamar Xue Mei dan melihat putra Mahkota Feng Xian sedang mencium kakaknya.
Zang Yuki merasa cemburu melihat kejadian itu, dirinya merasa kalau putra Mahkota Feng Xian ingin merebut kakanya dari dirinya.
Kemudian keempatnya berjalan menuju gazebo dimana mejanya sudah penuh dengan berbagai menu makanan.
Wei pun ada disana bertugas melayani nonanya.
Setelah sampai di gazebo Xue Mei, putra mahkota Feng Xian dan Zang Yuki duduk dikursi masing-masing, sedangkan Guan berdiri dibelakang putra mahkota Feng Xian.
Kemudian dengan cekatan Wei mengambilkan makanan dan menaruhnya di piring yang terbuat dari lapisan perak, setelah merasa cukup Wei pun menaruhnya piring tersebut dihadapan Xue Mei.
"Terima kasih Wei"
"Sama-sama nona silakan nikmati makan siang anda"
Putra mahkota Feng Xian mengambil makanannya sendiri begitu pula dengan Zang Yuki.
__ADS_1
"Makanlah sayuran ini, ini sangat bagus untuk pertumbuhan mu agar cepat besar dan menjadi anak yang hebat nantinya" Kemudain putra Mahkota Feng Xian menaruh sayuran kedalam piring Zang Yuki.
Putra Mahkota Feng Xian sedang mencoba merayu Zang Yuki karena sejak pertama kali bertatap muka Zang Yuki selalu melihat putra Mahkota Feng Xian dengan kesal.
Jadi disinilah sekarang dirinya mencoba untuk lebih mengakrabkan diri dengan Zang Yuki agar kedepanya lebih mudah untuk membawa Xue Mei ke kerajaan Feng.
Kemudain Zang Yuki menatap wajah putra Mahkota Feng Xian "Terimakasih Yang mulia" ujarnya.
"jangan memanggilku seperti itu, aku akan menikah dengan kakakmu jadi panggil aku kakak ipar" Dengan pedenya putra mahkota Feng Xian berkata, dengan mata menatap Xue Mei penuh cinta.
"Uhuk.. uhuk" Xue Mei yang tadinya khusus menikmati makan siangnya langsung terbatuk mendengar perkataan putra mahkota Feng Xian.
Kemudain dengan sigap putra mahkota Feng Xian menyodorkan segelas air pada Xue Mei dan Xue Mei pun langsung menyambar gelas pemberian putra mahkota Feng Xian dan langsung meneguknya sampai tandas.
"Apa sih" Ucap Xue Mei dengan kesla dan menatap putra mahkota Feng Xian tajam.
Sedangkan yang ditatap hanya terseyum tipis kemudian kembali memakan makanannya.
Zang Yuki melihat interaksi antara kakaknya dan putra mahkota Feng Xian. "Apa benar kakak akan menikah dengan putra mahkota Feng Xian" Tanya Zang Yuki penuh selidik.
"Benarkah,,, tapi jika dilihat kalian itu selalu berduaan saja" Zang Yuki tidak percaya dengan ucapan Xue Mei, dia menyipitkan matanya saat melihat kearah Xue Mei.
"Ti...tidak, apaan sih Yuki" Ucap Xue Mei dengan gelagapan,pipinya merona malu. dirinya ketahuan lagi oleh Zang Yuki. Jika dirinya memang beberapa kali selalu berduaan dengan putra mahkota Feng Xian.
"Jangan dengarkan apa kata kakak mu, kita memang akan segera menikah" Putra mahkota Feng Xian berkata dengan santai kemudian terseyum lebar kearah Xue Mei.
Xue Mei mendengus kesal kemudain membuang mukanya melihat kearah lain agar tidak melihat wajah putra mahkota Feng Xian yang selalu menyebalkan.
tiba-tiba seorang perajurit datanya dengan tergesa-gesa kearah mereka.
"Salam nona besar , salam yang mulia putra mahkota dan slama tuan muda" Perajurit itu memberi hormat kepada ketiga orang yang sedang duduk.
Dari raut wajahnya perajurit itu terlihat ketegangan yang terpancar.
"Ada apa perajurit" tanya Xue Mei.
__ADS_1
"Coba tenang dulu, tarik napas dalam-dalam lalu buang" Xue Mei mencoba menenangkan perajurit itu yang terengah-engah.
Perajurit itu pun melakukan apa yang di perintahkan Xue Mei. Setelah merasa bahwa perajurit itu sudah tenang Xue Mei kembali mengulangi pertanyaannya.
"Ampun nona, hamba memberi kabar bahwa tuan besar dan tuan muda pertama sudah kembali kekerajaan Qin" Dengan kepala menunduk perajurit berbicara.
Xue Mei terkejut mendengar bahwa ayah dan kakaknha sudah kembali ke kerajaan Qin, tapi dirinya heran kenapa begitu cepat menyelesaikan kekacauan disana.
"Benarkah..Tapi kenapa ayah dan kaka begitu cepat sudha kembali ke kerajaan.
padahalkan setahuku membereskan pemberontak itu tidak mudah". Akhirnya Xue Mei pun mengatakan ke heranannya.
Putra mahkota Feng Xian hanya diam menyimak percakapan keduanya, dia merasakan Prasat buruk ketika melihat perajurit itu datang ke paviliun mawar.
"Tuan besar dan tuan muda berasa di istana Qin" Perajurit itu semakin dalam menundukan kepalanya. "Ta.. tapi tuan besar dan tuan muda mengalami musibah".
Xue Mei membulatkan kedua matanya, dirinya mulai merasakan ketidak berkesan dengan kabar berita yang dibawa perajurit itu.
"Musibah? musibah apa?"
"Tu.. tuan besar telah gugur di medan perang dan tuan muda mengalami kelumpuhan sementara" Tubuh perajurit itu gemetar saat mengatakan berita buruk siang ini.
"APA? A.. ayah..Ka..kakak" Mata Xue Mei seketika melotot saat mendengar kapar itu, tangannya langsung gemetar..
Bersambung.......
*Sebenarnya akutuh belum ngerasain rasanya jatuh cinta selama ini, bagai mana debaran jantung saat ada yang menyatakan cinta? atau merasa malam minggu pun belum pernah ðŸ˜ðŸ˜
jadi mau nulis adengan uwu uwu tuh kaya gak yakin gitu..
Jadi maaf yaa kalau selama ini kalau aku nls kurang romantis
atau gimana lah......
Kok aku malah curhat sih.....
__ADS_1
Ok jangan lupa like & vote nya yang banyak yah............. 🥀🥀🥀🥀*