
Sekarang kedua orang yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih itu sedang menikmati makan malam romantis di salah satu restoran terkenal di pusat kota kerajaan Li. Tadi Guan sendiri yang memesan ruang private untuk tuannya.
Xue Mei duduk berhadapan dengan putra mahkota Feng Xian dan Xue Mei masih malu-malu untuk menatap intens wajah putra mahkota Feng Xian. Xue Mei juga belum memberikan gelang couple nya.
"Kenapa?" putra mahkota Feng Xian bertanya sabil terseyum pada Xue Mei. Putra mahkota Feng Xian tahu bahwa Xue Mei sejak tadi sedang curi-curi pandang dengan dirinya.
Xue Mei menjadi gugup karena terciduk oleh orang yang sedak tapi dia pandang diam-diam. "Tidak ada apa-apa,,,hanya saja aku merasa canggung dan agak bingung". Xue Mei mencoba berbicara biasa saja, padahal dalam hati sedang menjerit-jerit saking gugupnya.
Dengan satu alis sedikit terangkat putra mahkota Feng Xian bertanya. " Canggung? bingung? maksudmu apa?"
Xue Mei menjadi salah tingkah sebenarnya kalau boleh jujur Xue Mei tidak tahh bagaimana menjalin hubungan yang lebih serius dengan lawan jenis, atau kalau di dunia moderen bisa disebut pacaran. Xue Mei canggung dan bingung bagaimana caranya bersikap pada putra mahkota Feng Xian, secarakan sebelum Xue Mei menjadi kekasih putra mahkota Feng Xian mulai malam ini dia selalu bersikap ketus pada pria itu.
"hmm?" Putra mahkota Feng Xian haya bergumam tak jelas menunggu jawaban dari kekasihnya itu.
"A..aku aku tidak tahu harus bersikap seperti apa didepanmu sekarang ini, karena setatus kita sudah berbeda tidak seperti dulu sekarang kita sepasang kekasih".Ucao Xue Mei jujur, berbicara pelan saat mengatakan 'sepasang kekasih' mengucapkan kalimat itu membuat Xue Mei menjadi salting dan malu sendiri.
Putra mahkota Feng Xian yang sibuk mengunyah makanan sambil mendengarkan Xue Mei berbicara langsung menghentikan aktivitasnya mengambil makanan. Dengan penuh cinta putra mahkota Feng Xian menggengam kedua tangan Xue Mei. "Aku tidak butuh kau melalukan itu semua, kau hanya perlu bersikap sewajarnya, jangan berubah menjadi orang lain tetaplah menjadi dirimu sendiri, tetaplah menjadi Xue Meiku yang apa adanya. Mengerti".
Ucapnya lembut.
Xue Mei mengeratkan pegangan putra mahkota Feng Xian,lalu terseyum tulus kepada putra mahkota Feng Xian. " Baiklah", Ucap Xue Mei dengan malu-malu. "oh ya aku punya sesuatu untukmu" ujarnya lagi.
Putra mahkota Feng Xian menjadi penasara. "Apa itu?" Tanyanya.
__ADS_1
Xue Mei mengangkat sebelah tangannya dan membiarkan tangan kanannya tetap di genggam putra mahkota Feng Xian. "Wei kemarilah"
Wei yang menunggu diluar segera masuk setelah sang majikan menyuruhnya masuk. "Ya nona, saya disini"
"Wei berikan kotak itu!"
Wei pun dengan sigap memberikan kotak yang berisikan gelang couple itu. "Ini nona" ujar Wei putih. "Kalau begitu saya mohon undur diri"
"hmm" Xue Mei hanya bergumam tak jelas mempersilahkan Wei kembali menunggunya diluar.
Putra mahkota Feng Xian menatap kotak kecil itu dengan penasaran dengan isinya. "Sebenarnya apa itu" putra mahkota Feng Xian kembali bertanya, sangking penasarannya.
Xue Mei haya terseyum, lalu tatapannya kembali fokus dengan kotak ditangannya. Xue Mei membukanya perlahan. "Ini akan menjadi tanda kalah kita memiliki sebuah ikatan yang sepesial, kau harus memakaikannya ya!"
"Kemarikan lenganmu!" Perintah Xue Mei pada putra mahkota Feng Xian.
"Yang mana, kiri atau kanan" ucap putra mahkota Feng Xian menggoda Xue Mei yang sejak tadi terlihat malu-malu.
"Terserah".Xue Mei malah berbicara ketus, sejak tadi Xue Mei merasa jantungnya berdebar takut kalau putra mahkota Feng Xian tidak menyukai pemberiannya.
Putra mahkota Feng Xian hanya terkekeh pelan sambil menyodorkan tangan kanannya. "Sebenarnya untuk apa sih ini?.." Putra mahkota Feng Xian kali bertanya setalah gelang couple itu terpasang. "Terus ini gambar apa?"
"Kamu itu cerewet sekali ya. Ini adalah gelang pasangan. Aku juga memakainya gelang yang sama dengan yang kau pakai dan ini bentuk hati" Meski sedikit keslahan karena sang kekasih terus bertanya, Xue Mei tetap menjelaskannya. "Di gelangmu tertulis namaku dan di gelang yang aku pakai tertulis namamu . Itu artinya kau harus tetap ingat bahwa kau memiliki seseorang yang harus selalu kau ingat dan jaga hatinya, jangan sesekali kah membuatnya sakit hati, begitu sebaliknya aku pun harus seperti itu" ujar Xue Mei berbicara panjang lebar.
__ADS_1
"Oh benarkah, aku sangat terkejut mendengar arti dari gelang yang kau berikan padaku ini. Aku janji akan selalu memakai gelang ini"
Keduanya terus berbincang sampai makanan yang disajikan tandas tak tersisa sedikitpun, setelah puas memanjakan perut masing-masing, Xue Mei pun diantar pulang oleh putra mahkota Feng Xian. Meski awalnya Xue Mei menolak untuk diantarkan.
"Sampai jumpa lagi sayangku" Dengan manis putra mahkota Feng Xian mengecup kening Xue Mei sebelum wanita itu memasuki gerbang istana Li.
Pipi Xue Mei pun bersemu merah, dia merasa malu karena banyak prajurit yang sedang berpatroli di gerabah. "Malu tahu, kenapa kau melakukan ini ditempat umum sih" ucap Xue Mei menggerutu kesal.
"Haha.. tidak apa-apa. Masuklah segeralah istirahat!"
Tangan yang saling bertautan itu pun dilepaskan Xue Mei. " Baiklah, kau pun segera kembali ya. Jangan keluyuran! ini sudah malam" ujar Xue Mei mengingatkan.
Dengan tertawa pelan putra mahkota Feng Xian berucap. " Memang aku pemuda yang tidak ada pekerjaan apa, keluyuran malam-malam"
"hmm.. ya sudah aku masuk dulu ya dah" Xue Mei pun memasuki gerbang yang sudah di bukakan tadi oleh prajurit, dengan terseyum dan melambaikan tangan tanda perpisahan Xue Mei pun menghilang dibalik gerbang yang telah ditutup kembali oleh para prajurit istana Li.
Setelah melihat sang kekasih telah aman berada di istana putra mahkota Feng Xian pun berbalik menghadapi kearah Guan. "Bagaimana?" Tanya putra mahkota Feng Xian singkat.
"Benar yang mulia dia orangnya, dia berencana untuk menjebak anda menggunakan nona Xue Mei" Balas Guan, memberikan jawaban yang membuat putra mahkota Feng Xian mengepalkan kedua tangannya erat, menahan emosi.
"Shitt.. Bajingan itu benar-benar sudah tidak bisa dimaafkan, aku akan pergi membunuhnya"
Bersambung.......
__ADS_1