
Beberapa hari kemudian.
Di paviliun yang luas dan megah dan
memiliki taman yang luas dan indah
dipenuhi beraneka macam bunga.
Ada seorang pria dewasa sedang berbaring
di bawah pohon yang rindang
menikmati sejuknya angin di pagi hari.
pria itu memiliki wajah yangsangat tampan enak untuk dipandang,dengan posisinya berbaring saja di atas rumput sudah terlihat sangat mempesona dengan
tangan kanannya diletakan di atas kepalanya dan tangan kirinya memegang
kipas lipat, sungguh ciptaan Tuhan yang begitu sempurna, tapi sayang wajah tampan itu sedikit pucat karena dia sedang sakit parah dan tinggal menunggu ajal menjemput dia adalah pangeran Qin Chen.
Pangeran Qin Chen terus berbaring dia tidak tidur hanya sedang berpikir bagaimana jika dirinya mati terlebih dahulu dan meninggalkan ibunda tercintanya sendirian. ahh dirinya pusing memikirkan itu.
waktu kemarin saja ibunya selir Yue Mi terus saja menangis jika bersamanya meratapi takdir putra kesayangannya itu.
"Salam pangeran" tiba-tiba datang seorang pelayan wanita membuyarkan semua yang dia pikirkan.
pangeran Qin Chen pun terasa terusik,, tak lama kemudian dia membuka matanya yang tadi terpejam dan setela itu pangeran
__ADS_1
Qin Chen merubah posisinya
menjadi duduk.
Setelah itu pangeran Qin Chen pun menatap pelayan wanita yang mengganggunya tadi.
"Ada apa?" Tanya pangeran Qin Chen pada pelayan wanita itu.
"Ampun pangeran jika hamba mengganggu istirahat anda" pelayan wanita takut dia tersenyum saja menundukan kepalanya dalam-dalam.
"Ya tak apa, cepat katakan ada apa!!" Pangeran Qin Chen itu tak kejam dia adalah pangeran yang sangat baik dan ramah, dirinya masih bisa toleransi kepada pelayan yang berbuat kesalahan tak seperti
yang lain akan langsung menghukum pelayan itu tanpa ampun.
"Menjawab pangeran diluar ada nona Zang Xue Mei dia datang untuk menjenguk
Pangeran Qin Chen mengkerutkan keningnya heran. " Kenapa tidak kau tak langsung membawanya masuk hah"
"Maafkan hamba pangeran, hamba kira anda tidak ingin diganggu jadi hamba tak langsung mebawa nona Zang masuk" pelayanan itu bersujud meminta maaf.
"hufff cepat bawa dia kesini, aku tinggi di gazebo" perintah pangeran Qin Chen pada pelayan itu.
"ba-baik" dengan teebata pelayan itu langsung pergi.
Setelah pelayan itu pergi pangeran Qin Chen pun berdiri dan berjalan menuju gazebo yang dekat dengan taman ini.
"Bawakan teh dan cemilan untukku dan Xue Mei" Pangeran Qin Chen menyuruh pelayan yang selalu siaga di sisinya.
__ADS_1
"Baik pangeran"
tak butuh waktu laka pangeran Qin Chen pun sampai digazebo dan langsung duduk di salah satu kursi yang melingkari mejanya yang bundar terbuat dari batu Giok berwarna putih.
" Chen Chen" Xue Mei berteriak memanggil pangeran Qin Chen, dan disampingnya selalu ada Wei yang menemani kemanapun dia pergi.
"Hay" pangeran Qin Chen melambaikan tangannya menyapa Xue Mei.
"Teganya kau membuatku kepanasan diluar menunggu seseorang menyuruhku masuk huuh" setelah Xue Mei berdiri dihadapan pangeran Qin Chen dia langsung mengomel denagn wajah yang cemberut.
"Maaf ya mungkin pelayan itu baru.. Aku akan
membebaskanmu bisa kelaur masuk Paviliunku sesuka hatimu sekarang apa kau puas"
"puas paus.. oh yang Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu sekarang Chen?" tanya Xue Mei, kemudian Xue Mei duduk dan langsung menyambar kue yang telah disediakan pelayan di atas meja.
"aku baik-baik saja" jawab pangeran Qin Chen berbohong, pada kenyataannya dia selalu muntah darah pada malam harinya tidak ada yang tahu tentang itu.
"Syukurlah" Xue Mei pun senang jika temannya ini sembuh, dia menampilkan senyumnya yang sangat mempesona dan memberikan ketenangan pada siapapun lewat senyumannya.
******Bersambung....
jangan lupa like dan vote yaa******..
Pangeran Qin Chen lagi rebahan di bawah pohon ☺☺
__ADS_1