
Akhirnya rombongan Jenderal Zang telah sampai di Kerajaan Li setelah menempuh perjalanan satu hari.
Kaisar Li dan permaisuri Xue Jia pun telah menunggu kedatangan sang cucu tercinta di depan gerbang utama istana.
" Astaga pinggangku serasa mau patah seharian menaiki kereta kuda, jalanan yang tidak mulus membuat kereta ini bergoyang membuatku pusing dan mual. Lebih baik aku menaiki mobil ke sayangku. oh ya apa kabar dengan mobilku itu" Kata hati Xue Mei menggerutu setelah menuruni kereta.
Kemudian gerbang pun terbuka dan menampilkan istana megah kerajaan Li.
Kaisar Li juang dan permaisuri Xue Jia pun mendekati mereka setelah mereka berdua melihat rombongan mulai memasuki Istana.
"Salam kepada kaisar Li Juang dan permaisuri Xue Jia" serentak semua nya memberikan salam.
"Oh cucu-cucuku" Segera permaisuri memeluk Xue Mei, Zang Jingqin dan Zang Yuki.
Kaisar Li dan permaisuri Xue tidak membeda-bedakan cucu-cucunya meski cucunya adalah anak selir ,meskipun keduanya tidak menyukai selir-selir menatunya. tapi kaisar Li dan permaisuri Xue kurang menyukai Zang Ziyi karena sifatnya yang buruk.
Sedangkan kaisar memilih mendekati Jenderal Zang.
"Salam hormat kepada ayah mertua" ucap jenderal Zang memberikan hormat kepada mertuanya.
plakk
"Aduh"
Tak di sangka-sangka oleh jenderal Zang bahwa kedatangannya ke kerajaan Li akan mendapatkan pukulan di kepalanya dari mertuanya.
Ya benar kaisar Li tiba-tiba memukul kepala jenderal Zang dengan kuat.Meski sudah berumur kaisar Li masih tetap kuat.
__ADS_1
"Itu hukuman untukmu karena tidak memberitahuku tentang kesembuhan Mei'er" Tanpa dosa kaisar Li pergi dari hadapan jenderal Zang setelah memukul kepalanya.
Sedangkan Xue Mei terkejut dengan tingkah kakek dan ayahnya itu.
"Oh cucuku apa kau baik-baik saja hemm" segera kaisar Li memeluk Xue Mei yang telah ada di hadapannya.
" Saya baik-baik saja kakek.Kakek kenapa anda memukul kepala ayah?" Tanya Xue Mei formal kepada kaisar Li yang sedang memeluknya
"Abaikan saja dia, dia itu menantu kurang ajar, lebih baik kita masuk di luar sangat panas dan juga mei'er tidak perlu menggunakan bahasa formal,mengerti"
"Baiklah kakek" Ucap Xue Mei patuh.
Sedangkan jenderal Zang hanya bisa diam, dia selalu serba salah jika di hadapan mertuanya itu.
"Baiklah ayo masuk" kemudian permaisuri Xue Jia menuntun Zang Jungqin dan Zang Yuki.
Setelah mereka masuk ke. sebuah ruangan yang luas dan mewah mereka pun duduk di. kursi yang telah banyak di hidangkan beraneka ragam makanan.
"Ayo makanlah pasti kalian laparkan setelah menempuh perjalanan jauh"
"baik kakek" ucap Zang Jingqin
"Kami juga merindukan kalian berdua kakek, nenek" Ucap Zang Yuki bahagia.
Kemudian mereka berbincang-bincang melepaskan segala kerinduan yang telah sekian lama tak berjumpa.
Sedangkan Zang Jingqin lebih memilih diam.
__ADS_1
Senyum di wajah Xue Mei tak pernah luntur dia bahagia karena di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Hari sudah sore mereka pun bubar dan pergi ke paviliun yang di siapkan untuk mereka menginap di kerjaan Li.
Xue Mei pun sama dia juga pergi ke paviliunnya yang diikuti Wei di belakang dan di pandu oleh pelayan yang di siapakan oleh neneknya.
Saat Xue Mei sedang berjalan di lorong yang panjang menuju ke paviliunnya, dia samar-samar mendengar seseorang sedang bernyanyi.
Xue Mei penasaran karena lagu yang dia dengar tidak asing lagi di telinganya. Dia pun mendekati ke sumber suara itu.
"Nona mau pergi kemana" Tanya wei
"sstttt..diam lah ikut saja"
°Seberkas cahaya terang
Menyinari hidupku
Sesejuk embun-embun di pagi hari
Dambaan insan di dunia ini°
semakin dekat Xue Mei semakin jelas pula lagu yang di nyanyikan itu.
"Nike Ardilla"
Bersambung_______
__ADS_1
Maaf ya kalau masih banyak typonya....
Jangan lupa Like and Vote ^~^