
Di meja makan keadaan sangat canggung, Xue Mei pun terlihat masih kaget saat melihat Li Yu Mei di kamarnya tadi.
Tadi Xue Mei yang masih tertidur pulas tiba-tiba dibangunkan dengan cara yang tidak biasa dari bibinya. Xue Mei terus menatap Li Yu Mei sinis karena kesal.
Saat ini di meja makan semuanya sudah berkumpul untuk sarapan bersama, putra mahkota Fang Xian duduk bersebelahan dengan Xue Mei.
Keadaan yang masih berduka membuat suasana di meja makan sedikit tidak nyaman. Xue Mei, Zang Jingqin dan Zang Yuki tidak lagi menangisi kematian jenderal Zang tapi mata mereka masih bengkak akibat kemarin menangis seharian penuh.
Semua orang makan dengan khidmat, tidak ada yang berbicara satupun.
Xue Mei dan putri Li Yu Mei saling melirik, lalu Xue Mei tersenyum sinis kearah putri Li Yu Mei, kemudian di balas seyum manis oleh putri Li Yu Mei.
Kecuali Zang Jingqin dia tidak ikut makan bersama karena keadaannya yang masih terluka parah dan masih lemas membuat dirinya harus beristirahat di kamarnya.
Setelah semuanya menyelesaikan sarapan pagi mereka bergeser ke ruang keluarga untuk membicarakan rencana kepindahan Zang Jingqin, Zang Yuki dan Xue Mei.
"Kalian berdua mau kan ikut bersama kami kekerajaan Li?" tanya Kaisar Li, memulai percakapannya dengan menanyakan kesedian Xue Mei dan Zang Yuki untuk ikut tinggal di Kerajaan Li.
Xue Mei dan Zang Yuki saling melirik. "Kami berdua akan ikut jika kakak juga ikut" Ucap Xue Mei.
"Kakak kalin juga akan ikut, kita akan melakukan pengobatan agar Jingqin bisa pulih kembali" Permaisuri Xue Jia menimpali.
Dengan menampilkan senyumnya Xue Mei menganggukan kepalanya. "Baiklah aku dan Yuki akan ikut"
"Sebelum kita berangkat lebih baik kita pergi ke istana Qin untuk berkunjung juga sekalian meminta ijin kepada kaisar Qin Luo untuk membawa kalian pindah" Ucap permaisuri Xue Jia, Permaisuri Xue Jia terus mengelus rambut Zang Yuki yang ada di sebelahnya.
"Baiklah, nanti kita pergi kesana siang hari" Ujar kaisar Li dan di setujui yang lain.
"Putra mahkota Feng, aku dengar kau sedang dekat dengan cucuku?" lanjut kaisar Li,l bertanya kepada putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian yang dari tadi hanya mendengarkan Yang lain sambil meminum teh yang disediakan untuknya. Langsung tersedak saat di tanya oleh Kaisar Li.
Uhuk.. uhukk.... Guan yang berdiri di belakang putra mahkota Feng Xian langsung maju dan memukul pelan punggung putra mahkota Feng Xian agar bisa bernafas kembali dengan lancar.
"anda tidak papa yang mulia?" Tanya Guan khawatir.
Putra mahkota Feng Xian hanya mengangkat tangan kanannya tanda dirinya baik-baik saja.
Setelah merasa lebih baik putra mahkota Feng Xian menatap wajah kaisar Li dengan full seyum di wajahnya, tapi senyumnya itu lebih keseyum bodoh, kikuk.
"Malunya... kenapa reaksiku terlalu berlebihan sih" Ujar putra mahkota Feng Xian dalam hati, malu dengan sikapnya sendiri di depan calon kakek mertua.
(Ada gak sih sebutan kakek mertua?? aku baru denger)
Kaisar terkekeh pelan melihat respon yang tidak biasa dari putra mahkota yang terkenal arogan dan dingin ini.
Sedangkan Xue Mei, menundukkan kepalanya malu dengan pertanyaan dari kakeknya dan semakin malu saat melihat kelakuan putra mahkota Feng Xian.
__ADS_1
"Ehem.. ehem" Putra mahkota Feng Xian berdehem pelan. Mencoba mengembangkan imagenya. "Benar saya sedang mencoba menjalin hubungan yang serius dengan Xue Mei" Putra mahkota Feng Xian menjelaskan dengan wajah serius.
"Benarkah? kalau begitu apakah anda ingin ke jenjang yang lebih serius dengan cucuku?" Kaisar Li berbicara dengan terus menatap kearah Xue Mei yang sejak tadi terus menundukkan kepalanya.
Putra mahkota Feng Xian ikut menatap Xue Mei dengan penuh cinta. "Sebenarnya saya sudah melamarnya berkali-kali tapi belum di jawab sampai sekarang". Putra mahkota Feng Xian berucap dengan lesu, dirinya berharap dengan cara ini bisa mengambil hati Kaisar Li dan mendukung hubungannya dengan Xue Mei.
" Wah tega sekali kau Xue Mei, dasar tidak punya perasaan, kau simpan dimana otakmu" Celetuk Li Yu Mei mengeluarkan kata-kata pedas pada Xue Mei, dirinya tak habis pikir dengan kelakuan keponakannya itu.
Xue Mei mengangkat kepalanya lalu menatap Lu Yu Mei yang sedang menatap tajam pada Xue Mei. "A.. aku kan harus memikirkan terlebih dahulu, karena menikah itu bukan permainan" Dengan gugup Xue Mei menjelaskan mengapa dia belum menjawab lamaran dari putra mahkota Feng Xian.
"Lagian, kenapa bibi juga belum menikah?umurmu sudah sangat matang untuk menikah" Xue Mei malah berbalik bertanya kepada Li Yu Mei.
Li Yu Mei yang diberikan pertanyaan dan seputar pernikahan oleh Xue Mei langsung terdiam dan wajahnya pun berubah menjadi sedih dan tatapannya menjadi sendu.
Permaisuri Xue Jia menyadari perubahan mimik muka putrinya langsung ikut merasa sedih. "Apa kau lupa Cucuku?, Sebenarnya 5 tahun lalu bibirmu memiliki seorang kekasih seorang jenderal muda di Kerajaan Li, tapi waktu itu terjadi pemberontakan di salah satu desa Kekasih bibimu ikut mengamankan di desa itu. Tapi sayang dia terbunuh oleh salah satu pemberontakan. Membuat binimu sampai sekarang belum mau lagi membuka hati untuk pria lain" Permaisuri Xue Jia bercerita, meski dirinya pun ikut sedih saat membuka memori kejadian 5 tahun lalu.
Xue Mei yang mendengar ucapan Permaisuri Xue Jia langsung merasa bersalah. "Maaf mungkin aku tidak ingat tentang kejadian itu"
"Sudah.. sudah kenapa jadi membahas masalalu" Rong yang sejak tadi hanay diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun mulai bersuara saat merasakan suasana menjadi sendu.
"Baiklah hari semakin siang,, kita akhiri obrolan hari ini, sekarang kita harus bersiap untuk pergi ke istana Qin" Kaisar Li menghentikan obrolan hari ini. Lebih baik bubar dari pada keadaan semakan sendu.
"Baiklah ayah" Li Yu Mei mengusap pipinya saat merasakan ada air mata yang lolos keluar. Li Yu Mei pun berdiri dan bersiap untuk meninggalkan ruang keluarga.
"Tunggu dulu bibi!" Xue Mei mencekal lengan Li Yu Mei mencoba menghentikannya. "Maafkan aku, aku melupakan memori tentang jejadian itu. Sekali lagi maafkan aku ya" Ujar Xue Mei dengan muka memelas.
Li Yu Mei terseyum. "Tidak papa, sudha ya bibi mau beristirahat sebentar sebelum pergi ke istana Qin"
Semua orang pergi dari ruang makan kecuali Xue Mei, putra mahkota Feng Xian dan Guan.
"Apa kau masih sedih?" Tanya putra mahkota Feng Xian dengan lembut pada Xue Mei.
Xue Mei yang sedang menatap pintu keluar langsung membalikan tubuhnya menghadap putra mahkota Feng Xian dengan menampilkan seyum manis. "Tidak, aku sudah lebih baik"
"Syukurlah" Putra mahkota Feng Xian mendekati Xue Mei lalu meraih kedua lengan Xue Mei. "Sepertinya kakekmu merestui hubungan kita, jadi kapan kau akan menerima lamaranku" putra mahkota Feng Xian mengecup bergantian kedua lengan Xue Mei.
Xue Mei menjadi gugup setiap kali putra mahkota Feng Xian menanyakan soal lamaran. "A.. aku_"
Putra mahkota Feng Xian mnatap lekat wajah cantik Xue Mei. "Apa lamaranku kurang mewah?. Jika begitu nanti aku akan melamarmu secara besar-besaran di kerajaan Qin dan Aku juga akan membawa ayahanda dan ibunda bersamaku untuk melamarmh secara resmi" Ujar putra mahkota Feng Xian dengan menggebu.
Jika boleh jujur dirinya sudha tidak tahan ingin memiliki Xue Mei seutuhnya.
Guan yang berdiri di pojok hanya bisa terdiam meski dalam hati sedang menjerit-jerit meratapi nasibnya yang selalu menjadi saksi kelakuan kedua sejoli itu.
"B..beri aku waktu seminggu lagi, setelah itu aku akan memberikan jawaban yang tidak akan mengecewakanmu"
Mendengar itu membuat putra mahkota Feng Xian menjadi bersemangat.
__ADS_1
"Benarkah, tidak mengecewakan berarti kau akan menerima ku" Merasa bahwa Xue Mei alam menerimanya putra mahkota Feng Xian langsung menarik Xue Mei kedalam dekapannya.
Xue Mei yang tidak siap menerima perlakuan putra mahkota Feng Xian Langsung merontah mencoba melepaskan diri. "K.. kau jangan terlalu percaya diri, belum tentu aku akan mengatakan 'iya' padamu Yang Mulia"
"Pokonya aku tidak mau mendengar kata 'tidak' dari bibirmu ini sayang!" Putra Mahkota Feng Xian melonggarkan pelukannya,setelah itu dia memegang bibir merah muda milik Xue Mei.
"Hey jangan memaksaku seprti itu aku tidak suka ya" Xue Mei membuang muka ke arah lain.
"Pokonya kamu harus mau menjadi permaisuriku sayang!"
"tidak mau"
"Harus mau!"
"Tidak mau"
"Harus!!"
"Tidak,,, tidak,, tidak,,, kau itu kenapa sih selalu saja memak_"
Cup
Sebelum Xue Mei menyelesaikan perkataannya langsung dibungkam dengan ciuman dari putra mahkota Feng Xian. Putra mahkota Feng Xian mengadukan benda tak bertulang itu tanpa ada niat untuk me*lu*atnya haya menempelkan nya saja.
Guan menggaruk pilar yanga ada di sebelahnya dengan menampilkan wajah tersiksa, prustasi dan tak berdaya saat melihat adegan didepannya.
Jiwa jomblonya memberontak saat melihat adegan yang di tayangkan secara live di depan matanya.
Putra mahkota Feng Xian melepaskan bibirnya sekaligus melepaskan pelukannya pada Xue Mei.
Dengan tersenyum miring putra mahkota Feng Xian memperhatikan wajah Xue Mei yang sudah begitu merah.
"Sudah selesai membantahnya?".
" Membantah apa dasar menyebalkan, gila" Lalu Xue Mei pun pergi dari ruang keluarga dengan berlari sekuat yang dia bisa sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
"Hahah... Lihatlah Guan dia sangat lucu dan menggemaskan" Putra mahkota Feng Xian tertawa senang setelah berhasil menggoda Xue Mei.
Guan berhenti menggaruk pilar lalu menghampiri putra mahkota Feng Xian. "Ya nona Zang memang sangat lucu dan menggemaskan di matamu" ujar Guan dengan sinis pada putra mahkota Feng Xian.
"Kau ini kenapa sih aneh sekali" Tanpa dosa putra mahkota Feng Xian bertanya seperti itu pada Guan.
" Terserahlah asal anda bahagia" Gumam Guan dalam hati pasrah jika harus terus mendapatkan asupan Vitamin U setiap hari nantinya jika taunnya sekaligus temannya nanti menikah dengan pujaan hatinya.
Setelah itu Guan pun pergi terlebih dahulu meninggalkan putra mahkota Feng Xian yang masih diam.
Bersambung......
__ADS_1
**Maaf empat hari aku gak up... masalahnya aku lagi gak ada ide... jadi kemarin habis jalan-jalan dulu mendinginkan pikiran yang udah negbul mikirin kelanjutan novel ini....
Jangan Lupa Like & Vite nya Guysss**