Putri Buta

Putri Buta
Eps 5


__ADS_3

Setelah Xue Mei selesai membersihkan tubuhnya dari keringat yang menempel di badannya.


Sekarang dia sedang santai di Gazebo dengan memakan cemilan dan teh yang di siapkan oleh Wei.


"huuff.. aku sangat bosen, jika di duniaku mungkin sekarang aku sedang mengadakan konser atau apalah yang menyenangkan. Tapi disini aku hanya makan tidur setiap hari seperti itu" Xue Mei mengeluh dalam hati.


Xue Mei memejamkan matanya dan meminum teh yang ada di tangannya. "Aku sudah lama tidak bernyanyi apakah suaraku masih sama seperti dulu?" tanya Xue Mei pada dirinya sendiri.


Wei hanya memperhatikan nonanya dari samping, dia tahu kalau nonanya sedang memikirkan sesuatu. "Nona kenapa, apa anda ada masalah? " tanya Wei.


"Tidak ada aku hanya ingin bernyanyi"Ujar Xue Mei.


" nona apa anda bisa bernyanyi? "Wei kembali bertanya Karena dirinya tidak tahu kalau nonanya bisa bernyanyi.


" tentu saja aku bisa bernyanyi, apakah kau mau mendengarkannya" tawar Xue Mei.


"tentu nona hamba siap mendengarkannya"


"ehemm.. dengarkan dan hayati" Xue Mei terbatuk pelan untuk menetralkan suaranya.


*Selamat kuucapkan padamu


Wahay orang yang pernah paling aku sayang


Kulepas dirimu dengan ikhlas


Moga tuhan jagakan dirimu dan dia


Kudatang memberikan selamat


Walau langkah kaki gamang

__ADS_1


Untuk kamu aku datang


semoga dirimu bahagia*


Wei yang ada si samping nonanya sangat takjub dan terkejut mendengar suara nonanya yang sangat merdu dan suaranya sangat halus.


*Kulepas dirimu dengan ikhlas


semoga engkau dan dia bahagia


Dulu kita pernah berbagi rasa


Kini kita hanya teman biasa


Dulu kita bisa berencana


Tapi Tuhanlah yang menakdirkan


Engkau telah kurelakan


Pada Tuhan semua


Ku pasrahkan*


Sungguh indah dan merdu suara Xue Mei sehingga para pelayan dan penjaga yang ada di paviliun mawar bisa mendengar suara merdu Xue Mei.


Setelah Xue Mei selesai menyanyikan satu buah lagi dia melirik kearah Wei. "Bagai mana Wei apakah bagus? " Xue Mei menunggu komentar yang akan di berikan oleh pelayannya.


"wahh anda sangat hebat nona suara anda sangat bagus dan India didengar" puji Wei.


"ayo Wei kembali kekamar kau ingin istirahat" Xue Mei berdiri dan mengambil tongkat yang ada di sisinya.

__ADS_1


"baik nona, mari hamba bantu" Wei mengulurkan tangannya dan diterima oleh Xue Mei,mereka berdua berjalan dengan Xue Mei yang di gandeng oleh wei.


Memang ekting Xue Mei sangat luarbiasa sehingga tidak ada yang menyadari kalau dia telah bisa melihat.


Setelah sampai di kamarnya Xue Mei melepaskan tanganya dari tangan Wei. Xue Mei merebahkan tubuhnya di ranjang dan mulai terlelap untuk mengarungi dunia mimpi.


Wei pun keluar dari kamar nonanya karena takut mengganggu nonanya tidur.


Tanpa disadari oleh Xue Mei ternyata ada orang lain yang melihatnya sedang bernyany. Suaranya yang merdu membuat seseorang yang mendengarnya menjadi penasaran dan menghampiri asal suara tersebut.


Seorang pria dengan menggunakan hanfu berwarna biru laut sedang bersembunyi di atas pohon, dia tersenyum dan mengatakan kata-kata yang paling keramat di setiap novel. "Menarik"


Kemudian pria itu menghilang dari atas pohon. Entah kemana dia pergia hanya dirinya yang tau.


***


Disebuah kamar yang sangat luas, indah dan sangat mewah terdapat banyak barang yang dilapisi emas. Terdapat seorang pria tampan dimana Ketapannannya bisa membuat kaum hawa luluh dengan matanya berwarna hitam pekat dan tatapannya yang tajam tersirat kekejaman dan kebengisan, kulitnya yang putih, hidung mancung rahang yang kokoh dan badannya tinggi nan gagah.


Peria tampan tersebut sedang melamun, entah apa yang dia pikirkan.


"Guan" panggil pria tersebut kepada penjaga bayangannya.


Yang dipanggil pun segera menghadap entah dari mana datangnya."Hamba disini yang mulia" pengawal bayangan yang bernama Guan tersebut siap menerima perintah dari junjungannya.


"Apa kau tahu siapa gadis yang tadi sedang bernyanyi" pria yang disebut yang mulia tersebut bertanya kepada pengawalnya.


"Hamba menjawab, dia adalah Zang Xue Mei putri tertua dari jenderal Zang Yuan, jendral besar kerajaan Qin. Dari berita yang hamba dengar Zang Xue Mei kehilangan penglihatannya saat dirinya berusia 15 tahun tidak ada yang tahu apa penyeban Zang Xue Mei kehilangan penglihatannya" Guan menjelaskan dengan rinci tetang Xue Mei.


"Zang Xue Mei, apa benar dia buta? " Tanyanya kembali.


"Benar yang mulia"

__ADS_1


Pria tampan itu menyeringai, dirinya merasa tertarik dan tumbuh rasa ingin memiliki Xue Mei.


__ADS_2