Putri Buta

Putri Buta
Eps 40


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka sampai di istana Qin, tepatnya di aula pertemuan kaisar dan para mentri dan jenderal.


Wushhh


Kedatangan Xue Mei, putra mahkota Feng Xian dan pangeran Qin Chen yang di bopong membuat seisi aula terkejut, kebetulan saat mereka sampai di sana sedang mengadakan


rapat.


"Segera panggilkan tabib untuk


pangeran Qin!" Perintah Putra mahkota Feng Xian kepada kaisar Qin Luo tanpa sopan.


Kaisar Qin yang melihat Putra keduannya terkulai lemas dan berlumur darah tentu saja kaget dan khawatir.


Segera kaisar Qin Luo berdiri dari singasananya.


"Kenapa Chen bisa seperti ini Putra mahkota Feng?" Tanya kaisar Qin, kemudian dia segera menghampiri ketiganya.


Semua orang di aula itu pun ikut berdiri, mereka masih terkejut. Disana juga ada


jenderal Zang Yuan.


"Nanti saja tanya jawabnya, yang lebih penting sekarang panggilkan tabib untuk pangeran Qin" Tanpa takut putra mahkota Feng Xian memerintahkan Kaisar Qin Luo.


Kaisar Qin Luo pun mengangguk mengiyakan perintah putra mahkota Feng Xian.


"pengawal segera panggilkan tabib untuk pangeran Qin" Turah Kaisar Qin Luo kepada para pengawal yang berada di luar aula.


" Feng Xian lebih baik sekarang bawa Chen ke kamarnya" Usul Xue Mei yang dari tadi hanya diam, dia masih shok dengan kejadian tadi.


"Baiklah, tunjukan jalan menuju ke kamar pangeran Qin" Putra mahkota Feng Xian kembali memerintahkan Kaisar Qin Luo untuk menujukan jalan.


Yaa, meskipun hanya seorang putra mahkota dan bukan seorang Kaisar tapi, putra mahkota Feng Xian sangat di hormati oleh 4 Kekaisaran lainnya.


"Baik, mari" Dengan perasaan cemas Kaisar Qin pun memimpin jalan menuju kamar pangeran Qin Chen. Segera Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian mengikuti langkah Kaisar Qin Luo dengan memboyong tubuh pangeran Qin Luo yang sama besarnya dengan tubuhnya.


"Ada apa ini Mei'er?, kenapa dengan pangeran Qin Chen? tadi saat kalian pergi kepasar keadaan pangeran Qin Chen masih baik-baik saja?" Pertanyaan beruntun berasal dari jenderal Zang Yuan. Jenderal Zang Yuan juga mengikuti menuju kamar pangeran Qin Chen diikuti menteri-menteri yang lainnya.


"Nanti jasa ayah, sekarang lebih baik kita obati dulu Chen, Dia tertembak anak panah yang beracun"


"Apa!" Serempak semua itu

__ADS_1


orang terkejut, tak biasanya pangeran Qin Chen terluka karena mereka tahu pangeran kedua itu sangat jeli dengan keadaan sekitar dan juga hebat dalam bela diri meski lebih hebat putra mahkota Feng Xian.


Tak lama kemudian mereka semua sampai di paviliun milik pangeran Qin Chen, segera putra mahkota Feng Xian masuk kekar pangeran Qin Chen dan membaringkan tubuh pangeran Qin Chen yang telah terkulai lemas dengan dara yang terus mengalir dari dada kirinya, panahnya telah dicabut oleh putra mahkota Feng Xian tadi sebelum pergi ke istana.


Tabib pun datang dengan tergesa-gesa.


"Salam yang mulia" tabib istana yang bernama tabib Yu Ming memberikan hormat kepada Kaisar Qin Luo.


"Segera obati pangeran kedua!!!" Titahnya setelah menerima salam dari tabib Yu.


"Baiklah yang mulia, kalau begitu saya mohon yang lainnya keluar agar saya berkonsentrasi memeriksa keadaan pangeran kedua" Pinta tabib Yu dengan sopan kepada orang-orang yang berada di kamar pangeran Qin Chen.


Dengan patuh semuanya keluar dari kamar pangeran Qin Chen termasuk Kaisar pun ikut keluar.


Tak lama kemudian , para selir, pangeran dan putri pun sampai dengan tergesa-gesa setelah menerima kabar bahwa pangeran keduaterluka parah.


"Yang mulia bagai mana keadaan putar kita" Tanya Selir agung, selir Yue Mi ibu dari pangeran Qin Chen dengan khawatir.


Selir agung Yue Mi adalah teman baik dari mendiang ibu Xue Mei.


"Tenanglah pasti Chen akan baik-baik saja" Kaisar mencoba menenangkan selir afunguka dan keluarganya yang lain.


"Tapi putraku huhuhuuuu" Selir agung Yue Mi menangis sesegukan doa sangat takut putra semata wayangnya kenapa-napa.


Xue Mei hanya diam dia sangat sangat khawatir terjadi sesuatu dengan sahabatnya.


"Jadi boleh saya tahu kenapa pangeran kedua bisa terluka putra mahkota Feng Xian" Kaisar Qin Luo bertanya kepada Putra mahkota Feng Xian dengan sopan, tentu saja Kaisar Qin sangat sopan karena dia takut menyinggung putra mahkota Feng Xian.


"Baiklah.... " dengan berat hati putra mahkota Feng Xian harus berbicara panjang lebar untuk menceritakan kejadian yang menimpa pangeran Qin Chen.


"Jadi seperti itu"


" apa. kau baik-baik saja putriku" kata jendela Zang seketika khawatir setelah mendengar cerita dari putra mahkota Feng Xian.


"Tidak papa ayah, tapi Chen yang terluka"


"Tenanglah pangeran kedua pasti baik-baik saja" jendela Zang menepuk pundak Xue Mei.


"Semoga saja" harap Xue Mei


Tapi tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa jadi ini semua gara-gara kau, karena kau kakak kedua terluka parah" Tuduh putri Qin Lian kepada Xue Mei dengan suara yang meninggi dengan penuh amarah.


"jika kakak tak melindungimu mungkin dia tak akan seperti ini" Ucap Putri Qin Yu dengan menujuk Xue Mei.


"Kakak tenanglah jangan asal menuduh seperti itu" Putri Qin Yuna mencoba menenangkan kedua kakak perempuannya.


"Diam kau Yuna" Bentak Putri Qin Yu.


"putri jaga sopan santun kalian berdua" Permaisuri Bai Xia menengur putri Qin Yu dan putri Qin Lian, permaisuri itu


sangat menjaga


sopan santun dan tatak rama, jadi siapa saj yang tak sopan akan dia hukum.


Seketika. keduanya pun terdiam.


"Maaf jika ini semua salah saya membuat pangeran Qin Chen terluka" Xue Mei mencoba meminta maaf dari pada melawan kedua putri keras kepala itu akan membuat masalah semakin runyam lebih baik dirinya meminta maaf lebih dulu, pikir Xue Mei.


"Nona Zang tak salah, tunggu saja Guan datang dan membawa pelaku yang sebenarnya" Putra mahkota Feng Xian angkat bicara membela Xue Mei dia tak mau permaisurinya disalahkan.


Semua orang yang ada disana pun tak berani berbicara karena takut menyinggung putra mahkota dari Kerajaan Feng ini.


"Yang mulia" Tiba-tiba Guan datang dengan menyeret pembunuh bayaran yang menembakan anak panah tadi.


Brekkk


Bunyi tubuh pembunuh bayaran bitu yang Guan lempar kearah putra mahkota Feng Xian.


"to tolong ampuni Sa saya" Pinta pembunuh itu dengan terbata, tubuhnya sudah babak belur di siksa oleh Guan.


Dengan dinginnya putra mahkota Feng Xian bertanya,


"Katakan siapa yang menyuruhmu mencoba membunuh nona Zang!!"


pembunuhan bayaran itu hanya diam.


"Ayo katakan" Kembali putra mahkota Feng Xian bertanya dengan nada rendah, tapi itu membuat orang-orang yang ada disana merinding.


"Tunggu dulu putra mahkota Feng saya tahu siapa pelaku yang sebenarnya"


Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa like & Vote


__ADS_2