
"Aaa.. Ahhhkkk!! Ampun A-ayaahh!! Tolong Hentik~aaaann!"
"Kakeekk!! Aku Tidak Akan Melakukannya lagi.. Jadi Ampuni Akkuuu!! Aahhhkk!"
Teriakan setiap komandan yang disiksa Oleh Ayah Kakek maupun Ibu mereka terdengar disetiap kediaman para Komandan.
Hanya kediaman Komandan Sihir Syliane yang tidak terdengar suara teriakan sama-sekali, karena sejak awal dia tidak pernah menghina Zovarein dan sudah membaca beberapa buku sejarah tentang pencipta beberapa sihir yang sangat hebat dan luar biasa di Delsgade.
Nama salah satu dari beberapa orang yang ia baca tersebut adalah Zovarein Thorias, Diceritakan bahwa Zovarein Thorias adalah Raja dari Raja Iblis yang pernah ada.. Tirani yang menghancurkan segala sesuatu yang tidak ia sukai dan memusnahkan segala halangan yang menghadangnya.
Siapapun yang berani memusuhinya 90% IntiMuasal dan Jiwa mereka akan dihancurkan hingga tidak dapat bereinkarnasi ataupun dibangkitkan kembali, dan hanya 10% kemungkinan mereka akan diampuni.
Saat Syliane membaca nama Keluarga Thorias pada nama Zovarein, ia berfikir pasti Beliau ada hubungannya dengan Yang Mulia Kaisar.
Namun ia tidak menyangka bahwa Zovarein Thorias Adalah Ayah dari Raja Iblis Elgard, Ia bersyukur karena saat diruangan rapat ia tidak menghina Ayah dari Tuannya sama sekali sehingga hanya dialah satu-satunya Komandan yang tidak dihukum oleh Keluarganya.
"Kerja Bagus Syliane, Ibu tau kau pasti tidak akan Asal Menyimpulkan dan menghina seseorang! Karena kau tidak mempermalukan Ibu sama sekali akan ibu beri hadiah Nanti!" Ujar Yurina Ibu dari Syliane yang sangat bangga memiliki Putri sepertinya.
"Y-ya.. terima kasih ibu"
***
"Jadi apa yang ingin kau bahas?" Tanya Zovarein sambil duduk disalah satu kursi yang ada diruangan rapat tersebut.
"Yah.. kalau ada Ayah kurasa ini bukan hal yang sulit, seperti yang Ayah katakan Rapat barusan sama sekali tida dibutuhkan" Ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apakah yang ingin kau bahas adalah Seseorang dengan Pakian pengemis yang menghasut Edward Belfuze?" Ujar Zova membuat Elgard terbelalak.
"Da-dari mana ayah mengetahuinya? padahal aku belum pernah mengatakannya pada ayah.."
"Jangan remehkan pengetahuan Ayahmu ini.."
Kemudian ia menjelaskan bahwa orang berpakaian seperti pengemis yang menghasut Edward Belfuze adalah seorang Kultivator yang berasal dari sekte Aliran hitam di Kekaisaran Belfuze.
Nama Sektenya adalah Sekte Gagak Hitam, Pemimpin Sekte mereka sudah berada di tahap Sky Immortal yang setara dengan Penyihir Agung.
__ADS_1
Pengikutnya yang paling Lemah berada ditahap Penguasa Langit, memang tidak seberapa tetapi Jurus yang mereka gunakan sangat kuat hal itulah yang membuat mereka menjadi Sekte Aliran Hitam terkuat di Kekaisaran Belfuze.
Seorang dengan pakaian pengemis tersebut adalah salah satu Tetua mereka yang berada ditahap Earth Immortal, satu tahapan dibawah pemimpin mereka, walaupun begitu perbandingan kekuatannya sangat besar.
"Kultivator yah.. cukup merepotkan juga, kalau aku mengerahkan Seluruh pasukan dan Komandan setidaknya Sekte mereka bisa hancur lebur, masalahnya adalah pemimpinnya- Kekuatannya hampir setara denganku jadi aku tidak boleh meremehkannya" Gumam Elgard.
"Huh.. apa yang kau Gumamkan? Satu Komandan Legendaris saja sudah cukup untuk meluluhlantahkan Sekte beserta pemimpin mereka, untuk apa kau mengirim pasukan lemahmu hanya untuk memusnahkan Sekte itu?"
Elgard melebarkan matanya saat mendengar Ucapan Ayahnya barusan..
"Kenapa reaksimu seperti itu? Kau pikir mereka menjadi Bawahanku karena keberuntungan? Jumlah mereka ada 10 Orang- Setiap orang dari mereka memiliki kekuatan yang setara dengan 10% kekuatanku yang berarti Kalau mereka digabungkan jadilah diriku yang kedua"
Setelah Matanya yang melebar sekarang Mulutnya yang terbuka lebar, ia tidak pernah menyangka kalau Kekuatan Komandan Iblis Legendaris akan melebihi kekuatannya sendiri.
"Ayah Ibu baru saja menghubungiku, katanya Ia akan Berkunjung Beberapa hari Lagi!" Ujar Rurina sambil menatap Ayahnya dengan mata yang berbinar.
"Itu berita yang sangat bagus.. Apakah kau ingin menyambutnya dengan sebuah kejutan?" Balas Zovarein.
"Uwahh!! Ide Yang Bagus Ayah! Aku akan memasakkan beberapa Menu kesukaan Ibu saat ia kembali nanti! dan Ayah akan kujadikan sebagai Hadiah!" Ujar Rurina.
"Yah Nantikan saja pasti Ibu akan sangat bahagia! Hahaha.."
Tok..tok..tok.. suara pintu ruangan itu diketuk seorang prajurit "Yang mulia! Mentri Pertahanan melaporkan tentang adanya pergerakan mencurigakan di perbatasan" Ucap Prajurit tersebut dari balik pintu.
"Kenapa Mentri Pertahanan yang melaporkan hal itu? Bagaimana dengan Rudof?" Ujar Elgard membuat Rurina dan Zovarein yang mendengar itu sedikit jengkel.
"Padahal kau baru saja memasuki usia dewasa tapi kepikunanmu sudah tumbuh rupanya Elgard, dan lagi langsung mencapai tingkat tinggi"
"Memangnya Pikun punya tingkatan?!"
...----------------...
...THE STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
__ADS_1
Perbatasan wilayah Manusia dan Iblis...
"Uwah.. banyak sekali apa mereka benar-benar ingin berperang?" Ujar Rurina saat melihat Lautan Manusia sedang bergerak menuju Wilayah Iblis.
"Jimat Pembatas!" Ujar Zovarein sambil melempar 5 jimat secara terpisah ke pembatas Antara Wilayah Iblis dan Manusia.
Whom~!! Sebuah Dinding Transparan yang sangat tipis muncul di pertengahan antara Wilayah Iblis dan Manusia.
Tung!.. Tubuh para prajurit yang hendak melewati perbatasan menabrak dinding transparan yang dibuat oleh Zovarein, berbagai macam serangan seperti tebasan pedang dan sihir dilepaskan pada dinding tersebut tapi tak satupun yang berhasil menghancurkannya.
"Ayah.. apa itu semacam jimat tingkat tinggi? baru pertama kali aku melihat yang seperti itu" Tanya Elgard sambil berjalan menuju dinding tersebut.
"Itu Jimat yang kuciptakan sendiri, selama Energi sihirku masih ada berapa kalipun dihancurkan dan diserang ia akan beregenerasi dan tetap berada disana sampai aku menariknya kembali."
"Heh.. Lumayan menarik juga, bisa kau ajarkan padaku cara memakainya? sepertinya ini akan sengat berguna untuk kedepannya"
DUAR!! BOMM! BAM!! dinding tersebut terus diserang tanpa henti oleh Prajurit Kekaisaran Belfuze bahkan para Komandan Perang mereka juga mulai menunjukkan diri dan menyerang Dinding tersebut, namun tidak ada perubahan yang terjadi.
Para Kultivator Sekte Gagak Hitam yang sebelumnya bersembunyi pun mulai ikut menyerang Dinding Transparan tersebut.
Setelah berjuang selama Beberapa jam mereka akhirnya telah membuat dinding tersebut retak, dengan sekuat tenaga mereka terus menyerang dinding tersebut hingga akhirnya hancur seperti kaca yang pecah.
Namun harapan mereka langsung dipatahkan begitu saja dengan kemunculan Dinding baru yang menggantikan Dinding yang sebelumnya.
Dan akhirnya Satu haripun berlalu dan mereka hanya terus menerus menghancurkan Dinding Transparan milik Zovarein sampai mereka kehabisan tenaga dan akhirnya kembali ke Kekaisaran Belfuze tanpa hasil apapun.
Orang yang terlihat seperti pengemis tersebut sangat murka saat mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh Murid Sektenya.
Ia langsung melesat menuju perbatasan Wilayah Manusia dan Wilayah Iblis dengan kecepatan tinggi, dengan segera ia menyiapkan Jurus Pukulan Penghancur Surga ditangannya dan langsung menerjang dinding tersebut dan menghancurkannya.
"Hanya dinding lemah seperti ini mereka sampai kesulitan? dasar orang-orang.. heh?.." Ia dikejutkan dengan Dinding yang kembali seperti semula setelah ia hancurkan.
Akhirnya ia mengerti kenapa Para murid Sektenya mengatakan ada sebuah dinding abadi transparan yang mengalangi perjalanan mereka, dan ia langsung menebak bahwa dinding tersebut adalah Sihir milik Komandan Pertahanan Kekaisaran Iblis.
Padahal sebenarnya itu hanya Jimat pembatas yang dibuat oleh Zovarein untuk menghalangi Pasukan Kekaisaran Belfuze agar tidak dapat menyentuh Kekaisaran Iblis.
__ADS_1
Lebih tepatnya ia memberikan ampunan bagi mereka agar tidak mati sia-sia.