
"Tahukah kalian apa alasanku mengundang semuanya kedalam Aula ini?" Tanya Zovarein mendadak, wajahnya yang terlihat datar dan serius itu membuat semua orang sama sekali tidak bisa membuka mulut.
"Kau!" Saut Zovarein menunjuk seseorang.
"Sa-saya?" Tanya seorang pemuda berkulit putih yang terlihat polos.
Zovarein mengangguk.
Seakan mengerti maksud Zovarein pemuda itu langsung mendekat pada Zovarein hingga pada jarak 1 meter.
"Topeng yang bagus, siapa yang melatihmu?"
?!
Pemuda itu tersentak namun wajahnya tetap biasa saja diluar meskipun didalam ada rasa terkejut yang sangat mendalam ia rasakan.
"Ap-apa yang anda bicarakan, saya.. tidak mengerti..." Jawabnya dengan gugup.
Melihat tingkah pemuda dihadapannya membuat Zovarein terkekeh, jelas pemuda dihadapannya sangat mengerti tentang apa yang ditanyakan Zovarein sebelumnya namun topengnya sangat tebal.
"Manusia memang menjijikan.." Gumam Zovarein dengan sangat pelan, namun ia sengaja membuat pemuda dihadapannya dapat mendengar perkataannya dengan jelas, sedangkan orang lain tidak dapat mendengar apapun yang ia gumamkan.
*Swushh...
Zovarein mengayunkan tangannya dengan pelan tepat dihadapan wajah pemuda itu.
!!
"Um.. wajahmu lumayan juga, darahmu merah dan kau pikir trik murahanmu itu bisa membodohiku?" Tanya Zovarein pada sebuah kepala diatas kedua telapak tangannya.
*Bukk!!
Tubuh pemuda itu jatuh kelantai dengan sangat keras hingga menghasilkan bunyi gedebuk yang nyaring dan menggema, darah merah bercucuran dari lehernya sampai membasahi lantai.
"Dia ini manusia dan lagi versi rusaknya, bermuka dua serta sangat sulit diajak berkomunikasi dan bernegosiasi, membunuhnya tanpa bertanya adalah pilihan yang tepat"
Sebelum beberapa orang mengajukan keluhan, Zovarein lebih dulu menjelaskan maksudnya.
"Ada beberapa lagi disini namun membunuh satu persatu sama sekali tidak efisien" Lanjut Zovarein.
Ia mengangkat tangan kanannya sejajar dengan kepalanya dan menjentikkan jarinya dengan suara yang sangat nyaring.
*BLASHH!!
*BLASHH!!
*BLASHH!!
__ADS_1
*BUKK!!
*BUKK!!
*BUKK!!
Sekitar 70 kepala bertumpuk dihadapan Zovarein sekarang dan mereka semua berdarah merah, hanya satu kepala paling atas yang memiliki darah hitam.
Tubuh mereka jatuh dengan keras kelantai sama seperti keadaan pemuda tadi, banyak orang yang panik dan ketakutan namun sama sekali tidak berani bersuara.
"Ketahuilah bahwa ketujuh puluh kepala yang berada dihadapan ku saat ini, berencana untuk menebar racun gas sewaktu pertemuan ini berjalan" Ucap Zovarein dengan senyum smirk nya.
"Apa kalian sudah mengerti kenapa aku mengumpulkan semua orang disini?!" Tanya Zovarein sekali lagi dan langsung dibalas dengan anggukan cepat oleh semua orang.
Zovarein sedang membersihkan pengganggu dan sampah, dia tidak pernah asal membunuh tanpa alasan, dan sekarang ada banyak manusia rusak dikediaman Gaios, jadi mau tidak mau dia harus membereskannya bukan? lagi pula para penghuni kediaman ini sangat bodoh.
Zovarein mengambil kepala berdarah hitam yang berada diatas dan memperhatikannya sekilas.
"Dia ini Ras Iblis tapi tidak ada bedanya dengan Manusia rusak, apakah kita punya jenis baru sekarang?" Zovarein melirik kesekitar.
Tidak ada yang menjawab bahkan untuk melirik kearah Zovarein saja mereka tidak sanggup, mereka hanya terus berfikiran 'Apakah aku akan tetap hidup?' atau 'Bagaimana ini apakah aku akan dibunuh?'.
"Huh.. bahkan rasa takut para iblis sekarang dapat mengalahkan keberanian dan kenekatan mereka, cuma 2000 Tahun dan sudah menjadi seperti ini.."
"Sepertinya benar kita memiliki jenis Iblis baru disini" Ucap Zovarein dengan nada penekanan.
"Kalian semua berdiri dan lihat mataku dengan baik-baik"
Mata Iblis Kehancuran Zovarein aktif dan pupilnya berubah menjadi Ungu serta memancarkan aura mencekam yang sangat kuat.
Mereka yang melihatnya langsung merasa berada sebuah jurang yang sangat dalam dan tidak diketahui seberapa jauh agar mencapai ujungnya.
Dari dalam sana mereka melihat sebuah kilatan ungu dengan aura kegelapan pekat disekitarnya, perlahan dan perlahan wujudnya mulai tampak dan terlihatlah Makhluk yang sangat mengerikan, wujudnya tidak diketahui dan bentuk serta jumlah kekuatannya tidak masuk akal
Setiap detiknya mereka seperti diinjak-injak oleh sesuatu yang sangat berat dan semakin berat setiap waktunya ketika sesuatu itu melihat kearah mereka dengan matanya.
"LENYAP!!"
*Whushh!!
...----------------...
...DEVIL KING OF TYRANY...
...----------------...
Kesadaran mereka kembali dan tidak ada yang dapat berdiri, semua terjatuh kelantai dengan bunyi gedebuk yang keras, mata mereka melotot dan mulut mereka terbuka lebar.
__ADS_1
Nafas yang terengah-engah dan tubuh yang bergetar hebat.
IntiMuasal mereka dibersihkan dan ingatan mereka sekarang mulai dipulihkan, nama Vencer Arsias dikepala mereka sekarang berubah menjadi Zovarein Thorias.
Sebisa mungkin mereka ingin bangun dan segera bersujud namun keadaan tubuh mereka tidak memadai, hanya penyesalan dan ketakutan yang dirasakan mereka saat ini.
Disaat para Iblis sedang tergeletak dilantai dengan kondisi yang sangat aneh, para Manusia yang masih berdiri justru kebingungan.
"Kalian itu keberadaan yang suci mana mungkin terpengaruh, sifat baik kalian itu sepertinya menurun dari situa Urion itu bukan?" Tanya Zovarein menatap mereka.
"Ke-kenapa anda tahu nama kakek saya?" Tanya seorang gadis yang terlihat berumur 15 Tahun.
"Aku mengenalnya dan kami sempat bertemu beberapa kali di Delsgade, dia sangat hebat dan begitu murah hati" Jawab Zovarein dengan sanyuman tipis.
——————
Disaat semua iblis itu sedang berjuang untuk bangun, Zovarein dengan tenangnya duduk dikursi meja kerja milik Ameth.
Dihadapannya ada Shin yang sedang berlutut dan Ameth yang sedang bersujud.
"Jadi.. apa yang kau temukan kali ini?" Tanya Zovarein padanya.
"Di Akademi Raja Iblis saya menemukan satu pecahan Kristal itu Paduka!" Lapor Shin dengan nada yang tegas, namun wajahnya terlihat berseri-seri.
"Apa kau memiliki rincian lokasi tepatnya?"
"Mohon maaf Paduka, meskipun sihir pertahanannya begitu lemah namun jumlah orang yang berjaga sangat tidak masuk akal, hamba tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk menyusup dengan kemampuan saya saat ini" Jawabnya.
"Begitukah.. ya, jangan berkecil hati dengan mengetahui lokasi pecahan itu saja sudah sangat bagus, lanjutkan tugasmu!" Ucap Zovarein menatap senang pada Shin.
"Baik!!"
*Swhush!!
Shin kembali menyatu dengan kegelapan setelah menyelesaikan laporannya.
"Ameth, kemana perginya pasanganmu? aku tidak melihatnya dikediaman ini.." Tanya Zovarein membuat wajah bawahannya itu memerah.
"I-itu.. dia sedang ada urusan dengan keluarga Gaios di Kerajaan lain Yang Mulia, jadi..."
"Baiklah aku mengerti, pergi rawat penghuni rumahmu ini, sepertinya mereka semua sudah bisa menggerakkan tubuh mereka" Ujar Zovarein sambil menatap keluar dari jendela.
"Baik!"
Ameth pun pergi dan hanya Zovarein seorang diri yang tersisa diruangan itu.
Matanya tertuju pada sebuah bangunan yang ukurannya sangat besar dan bersebelahan dengan Istana Kerajaan.
__ADS_1
Itu disebut Akademi Raja Iblis, tapi Zovarein tau kalau itu sebenarnya adalah Istana Kerajaan Iblis yang sebelumnya berada di Delsgade.
"Apa aku harus menyusup dan mengacau disana?"