RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Keluarga Gaios I


__ADS_3

Kini ia tiba diwilayah Barat dimana tempat ini adalah rumah bagi bangsawan dan bersih dari rakyat biasa, fakta ini cukup untuk membuat Zovarein mengerutkan kening.


"Rumah bagi bangsawan? yang aku tau tempat ini dulu adalah wilayah khusus untuk mereka yang tidak punya uang dan rumah"


"Setiap perumahan disini dulu adalah tempat dimana rakyat biasa diizinkan tinggal selama 5 tahun, agar dapat lebih fokus pada pekerjaan dan mencari nafkah, setelah 5 tahun mereka diwajibkan untuk membeli rumah diwilayah lain, karena masih ada banyak rakyat biasa tidak berkecukupan diluar sana, yang membutuhkan fasilitas itu"


"Dan sekarang mereka membuat ini menjadi sektor bangsawan? aku penasaran apa yang akan dilakukan LayNova kepada mereka ketika dia mengetahui ini nanti haha.."


Perkataannya barusan mengandung kerinduan yang mendalam, meskipun ia tahu dimana lokasi istrinya itu saat ini, dirinya masih belum bertindak karena tidak ingin membuat keluarga baru LayNova curiga, sedih, marah atau semacamnya.


Setibanya diperbatasan Wilayah Selatan dan Wilayah Barat....


"Berhenti!"


Seorang penjaga menghentikan langkah Zovarein, penjaga itu terus memandangi Zovarein dari atas sampai bawah dengan teliti.


"Dari keluarga bangsawan mana kau berasal?" Tanya penjaga tersebut.


"Apakah itu penting bagimu?" Tanya Zovarein dingin.


"Tentu saja! Hanya bangsawan yang bisa masuk kewilayah ini dan jika kau hanya rakyat biasa maka bermimpi lah!" Bentak Penjaga itu.


Meskipun ia sedikit kesal, Zovarein hanya menghela nafas dan dengan segera menunjukkan lencana berwarna keperakan dengan ukiran kepala banteng ditengahnya, lencana tersebut milik keluarga Gaios dan Zovarein tentu tau siapa yang dapat memiliki lencana seperti itu.


?!!


Penjaga tersebut memucat, kakinya bergetar dan matanya menatap kosong pada lencana perak ditangan Zovarein.


"Tu-tuan muda... maaf karena telah menghambat perjalanan anda.. sa-saya tidak sengaja..." Ucapnya sambil membungkuk.


"Tidak masalah.. apakah aku boleh masuk?" Tanya Zovarein dengan senyum kecil.


"Te-tentu saja boleh Tuan muda.. silahkan" Ucap penjaga itu gemetaran sambil mempersilahkan Zovarein untuk masuk.


Setelah punggung Zovarein sudah tidak terlihat lagi, penjaga itu langsung menampar wajahnya sendiri dengan sangat keras sambil mengutuk dirinya berkali-kali didalam hati.


"Dasar Bodoh!! Bodoh!! Bodoh!! aku hampir saja menyinggung salah satu Pemimpin cabang keluarga Gaios!! kalau bukan karena dia sedang terburu-buru pasti aku sudah mati sialan!!"


——————


Zovarein terus berjalan menelusuri wilayah itu, tidak ada tempat kumuh dan bangunan berlantai satu disana, semuanya memiliki luas dan tinggi yang sangat menakjubkan.


Bukan rasa takjub yang muncul pada wajah Zovarein saat melihat pemandangan indah dihadapannya, amarah dan kekesalan keduanya bercampur aduk.


Berjalan selama setengah jam akhirnya Zovarein tiba didepan gerbang masuk Kediaman Utama Keluarga Gaios, nama keluarga itu terukir jelas pada tembok.

__ADS_1


"Siapa kau!" Teriak penjaga gerbang yang sebelumnya terlihat melamun, hanya ia sendiri yang berada disana.


Meskipun begitu kekuatan penjaga ini terlihat lumayan dimata Zovarein, pada zaman ini penyihir tingkat 3 saja sudah dianggap sangat kuat dan tidak boleh disinggung juga sangat jarang adanya, dan secara kebetulan penjaga dihadapannya adalah penyihir tingkat 3 itu sendiri.


Meskipun ingin membuat masalah pada keluarga ini, Zovarein hanya akan melakukannya di dalam istana utama kediaman Gaios dan bukan diluar gerbang masuk jadi ia tetap memasang ekspresi datarnya.


Zovarein menunjukkan lencana perak berukiran banteng pada penjaga dan mulai memeriksa keaslian nya. Setelah memeriksa keaslian lencana itu penjaga tersebut langsung membuka gerbang tanpa menunda lagi.


"Maaf Karena telah menghambat anda Tuan!" Ujar penjaga itu membungkuk kan badannya.


"Tidak masalah" Jawab Zovarein acuh tak acuh.


Iapun memasuki wilayah kediaman itu dengan tenang dan sangat santai seakan ia datang kemari untuk berkunjung dan bukan membuat masalah.


...----------------...


...STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Tetua Nect, rencana kita sebelumnya hanya akan menguntungkan keluarga Utama sedangkan keluarga cabang akan diabaikan, toh mereka semua juga tidak ada ubahnya dengan darah campuran itu!" Seorang paruh baya mengejek.


"Tentu saja, kepala keluarga juga mengatakan kalau mereka semua hanyalah orang bodoh dan tidak berguna, belum pernah ada satu jenius lahir dari keluarga cabang selama ini dan tidak akan pernah, jadi percuma saja jika kita terus mengirim pasokan sumber daya" Balas Tetua Nect.


Diruangan rapat lebih tepatnya, mereka beberapa anggota Keluarga Gaios Utama sedang mengadakan pertemuan, tidak ada hal penting yang dibahas, mereka semua hanya sedang berusaha untuk menghibur diri karena bosan.


Semua yang dibicarakan hanya masa lalu dan pembicaraan yang tidak penting, kadang mereka tertawa dan saling mengejek, tidak ada satupun dari mereka yang tau kalau bencana sedang berjalan ke ruangan itu.


*BAMM!!


Pintu ruangan yang sangat besar itu meledak dan hancur berkeping-keping.


"Pembahasan yang sangat menarik yah... aku sampai ingin membantai kalian tanpa sisa..."


Seseorang dari balik asap berbicara, sedangkan para anggota keluarga Gaios yang sedang rapat masih belum dapat mencerna apa yang sedang terjadi.


Pintu ruangan dihancurkan? mereka sangat ingin tau siapa yang begitu bodoh hingga berani mengganggu waktu rapat mereka.


Asap memudar seiring waktu dan menampakkan seorang seorang pemuda dengan jubah hitamnya yang membuat ia terlihat misterius.


"Kukira siapa ternyata hanya orang dungu.." Ejek tetua Nect.


Sungguh ia tidak habis pikir seorang pemuda begitu berani mengganggu pertemuan mereka dan lagi sampai menghancurkan pintu ruangan.


"Anak muda, dari keluarga cabang mana kau? aku tidak pernah melihatmu diantara keturunan keluarga utama Gaios!" Bentak seorang pria paruh baya dengan wajah masam.

__ADS_1


"Keturunan keluarga utama Gaios? maaf tapi aku bukan bagian dari keluarga busuk itu" Balas Zovarein dengan ekspresi menghina diwajahnya.


"Kau-!!"


"Sssttt.. daging mati sepertimu tidak perlu berbicara" Ejek Zovarein sambil menempelkan jari telunjuknya dimulutnya.


"Omong kosong... daging mati itu adalah kau! ketahui tempatmu sebelum berbicara bodoh!" Bentak seorang di ujung kiri ruangan.


"Berbanggalah karena tempat mati mu berada dikediaman Utama Gaios!"


Orang yang berada didalam ruangan tersebut tidak lebih dari dua puluh iblis muda dan tua, tidak satupun dari mereka yang tidak menghina Zovarein.


"Kemana perginya penjaga pintu? cepat panggil mereka untuk menghapus sampah ini!" Teriak Tetua Nect.


Ia cukup heran karena sama sekali tidak ada penjaga yang datang padahal sedang terjadi keributan diruang rapat, dan juga kenapa tidak ada yang menghalangi pemuda itu?


Banyak pertanyaan muncul dibenaknya namun kemarahannya lebih mendominasi sehingga rasa penasarannya seketika lenyap.


"Kemana penjaga?!"


"Hei kau panggil mereka kesini!"


"Kenapa aku? harusnya itu tugasmu sebagai yang lebih tua!"


"Diam!!"


Lebih dari sepuluh menit mereka menunggu namun sama sekali tidak ada penjaga yang datang, suasana yang sangat kacau itu telah membuat kemarahan Tetua Nect semakin menjadi-jadi.


Setelah Tetua Nect membentak tidak ada satupun yang melanjutkan untuk saling berdebat, semua orang mulai menatap tajam pada Zovarein.


"Cih.. karena tidak ada yang datang maka akan kubunuh dengan tanganku sendiri! setelah ini para penjaga itu akan menerima akibatnya karena lalai dalam tugasnya!" Ujar seorang Pria paruh baya.


Ia berdiri dari kursinya dan langsung menginjak tanah dengan keras lalu berlari menuju Zovarein dengan tangannya yang dikepal dengan kuat.


"Mati!!"


*PLAKK!!


Bekas tamparan berwarna merah dengan bentuk lima jari terlukis di pipi kirinya dengan jelas, ia terlempar menabrak dinding ruangan dengan keras dan meninggalkan retakan yang cukup besar.


Tidak ada yang tau apa yang baru saja terjadi, bahkan pemuda dihadapan mereka tidak bergerak sama sekali bagaimana pria paruh baya itu terlempar?


Banyak pertanyaan yang muncul dipikiran mereka namun hanya Tetua Nect yang menyadari apa yang baru saja terjadi.


"Sangat Cepat !"

__ADS_1


__ADS_2