
"Yang Mulia.. apa anda benar benar akan pergi hari ini?" Xi bertanya.
"Benar, maaf aku hanya bisa tinggal satu hari, ada banyak urusan yang harus aku selesaikan.. kapan-kapan aku akan berkunjung lagi" Jawab Zovarein tersenyum hangat.
Setelah berpamitan dengan Xi Zhou, Zovarein kembali menelusuri jalan setapak dihadapannya.
Sesekali ia berhenti ditempat yang ia kenali, berbicara dengan pemilik tempat itu lalu berpamitan seperti dikediaman Zhou, sudah banyak tempat dikunjunginya, dan akhirnya ia sampai di pertengahan wilayah timur setelah berjalan selama 2 Jam.
Ada banyak kediaman disekitaran, toko-toko kecil maupun besar masih terlihat tapi sudah jarang, tidak seramai di perbatasan.
"Haahh.. merepotkan, dibagian tengah ini hampir tidak ada bangunan yang aku kenali, semua posisi, ukuran, nama dan pemiliknya telah berubah"
Disepanjang jalan dan disetiap kediaman yang ia lewati, tidak sekalipun Zovarein berhenti mengeluhkan tempat-tempat yang berubah.
*Tap...
"Siapa sangka aku telah sampai diperbatasan Wilayah Timur dan Selatan... benar-benar tidak ada tempat yang kukenali di bagian tengah Wilayah Timur.."
Zovarein agak sedikit ragu untuk memasuki Wilayah Selatan dan alasannya sederhana, selama puluhan ribu tahun Wilayah Selatan adalah tempat dimana Iblis bar-bar tinggal.
Berandalan, preman, perampok, bandit, koruptor, Iblis gila dan lain sebagainya tinggal diwilayah selatan ini, Anehnya mereka dapat hidup rukun, meskipun diluar wilayah selatan mereka sangat liar namun ketika berada diwilayah selatan mereka akan menjadi kucing manis berpakaian perampok.
Sangat lucu melihat tingkah mereka saat berada diwilayah selatan, namun pemikiran itu lenyap dari benak Zovarein ketika menyadari, bahwa selama 2000 tahun ini ada banyak hal yang berubah.
Itu tidak menutupi kemungkinan adanya perubahan besar pada wilayah ini, misalnya saja...
*BAAMM!!!
*DUARR!!!
Seperti itu misalnya, baru saja terjadi ledakan persis dihadapan Zovarein, bukan ledakan sihir melainkan ledakan bahan peledak.
"Hei anak muda yang disana!" Teriak seseorang dari balik asap yang mulai memudar.
?!! Zovarein menunjuk dirinya sendiri.
"Ya aku berbicara denganmu! dari pakaian yang kau kenakan sepertinya dirimu seorang bangsawan, cepat serahkan semua hartamu! jika tidak...."
Asap yang memudar itu mulai menampakkan seorang pria berotot dan berbadan besar, wajahnya yang memiliki luka goresan pada pipinya membuat wajah buruknya itu semakin jelek dan menyeramkan.
"Jika tidak... Apa?" Zovarein bertanya balik.
"Apa lagi? tentu saja aku akan membunuhmu! namun jika kau menuruti perkataan ku barusan akan beda ceritanya..." Jawab pria itu dengan seringaian licik diwajahnya.
__ADS_1
"Begitu rupanya, kau tipe yang seperti itu ya.. sepertinya wilayah ini telah berubah seutuhnya..." Gumam Zovarein.
"Baiklah akan kuberikan..."
*Whush!!
Zovarein menghilang dari tempatnya dan muncul dihadapan pria besar tadi, dengan kepalan tangannya yang sudah berada dalam jarak 56 Centimeter dari wajah pria itu.
"...Kematian yang singkat tentunya!" Lanjut Zovarein.
*BAMM!!!
*BLASHH!!
Kepala pria itu terkena pukulan telak dari tinju Zovarein hingga kepalanya berubah menjadi kabut darah.
*Buk!!
Tubuh besar tak bernyawa itu langsung terjatuh dan menabrak jalan dengan keras hingga menghasilkan retakan besar, tubuh besar itu juga masuk beberapa centimeter kedalamnya, darah yang bercucuran tepat dibagian lehernya telah membuat pemandangan mengerikan itu menjadi suatu hiburan tersendiri bagi Zovarein.
Untungnya perbatasan Timur dan Selatan itu sangat sepi, bahkan saat ini, hanya ada Zovarein beserta tubuh besar itu disana.
Ia kembali melanjutkan langkahnya masuk lebih dalam lagi kewilayah selatan, dengan senyuman puas tampak diwajahnya.
"Sepertinya.. aku bisa membunuh beberapa orang disini.. haha"
...----------------...
...----------------...
*Tap...Tap...Tap...
Semakin Zovarein masuk kedalam wilayah itu, semakin banyak pula Iblis yang berkeliaran, tidak satupun dari mereka yang memiliki rasa hormat ataupun takut.
Ketika melihat Zovarein dari kejauhan, mereka hanya berfikir bahwa ada mainan baru yang satang dengan sendirinya, namun ketika Zovarein sudah berjarak 34 meter dari mereka, tidak satupun dari anggota kelompok perampok itu yang memalingkan mata darinya.
"Bercak darah?.. apa pemuda itu baru saja membunuh seseorang?" Tanya salah satu dari mereka.
"Itu tidak mungkin coba kau lihat lebih teliti lagi, bahkan pakaiannya masih utuh dan hanya bekas darah saja yang membasahinya, pasti ia baru saja melarikan diri" Balas seseorang disebelahnya dengan cepat.
"Ah.. benar juga, aku baru menyadari kalau pakaiannya itu sangat bagus" Balas orang disebelahnya lagi
"Begitu kah? menurutku pakaian yang kugunakan ini biasa-biasa saja..."
__ADS_1
!!!
Secara tiba-tiba, Zovarein sudah berada di sebelah orang yang berkata bahwa pakaiannya sangat bagus barusan, dengan senyum smirk terlukis diwajahnya, Zovarein langsung menjauh dari mereka semua yang masih tidak bergerak karena terkejut, butuh sekitar 34 detik sebelum mereka akhirnya tersadar.
"Dia.. bagaimana pemuda itu melakukannya?" Tanya pemimpin kelompok itu, sambil menatap tidak percaya pada punggung Zovarein yang semakin menjauh.
Sedangkan Zovarein sendiri merasa kesal karena kelompok itu tidak mengejarnya, ia sudah berharap akan diserang secara bersamaan oleh kelompok itu, sehingga dirinya dapat memuaskan rasa bosannya dengan membunuh mereka semua, namun karena tidak ada yang mengejar, maka Zovarein hanya bisa pasrah dan melanjutkan perjalanannya.
"Ck.. membosankan, padahal biasanya kelompok-kelompok seperti itu akan marah kalau dipermainkan seperti tadi.."
Dengan rasa kesal tersebut ia kembali menelusuri jalan setapak dihadapannya, sebahagian mansion ataupun rumah yang cukup besar biasanya akan menjadi markas dari kelompok besar, sedangkan rumah-rumah kecil dan beberapa bangunan yang hampir rubuh, akan menjadi markas dari kelompok kecil atau bahkan pengemis.
Sama sekali tidak ada Bangsawan dan Rakyat biasa, hidup mereka seperti tidak beraturan dan tidak ada yang peduli dengan hal itu.
"Padahal tempat ini dulu sama saja dengan wilayah lainnya" Gumam Zovarein memperhatikan sekelilingnya.
Memang benar, bahwa wilayah selatan hampir sama dengan wilayah lainnya, karena yang membedakan hanya jenis penduduk yang tinggal diwilayah itu saja.
Namun sekarang perbedaan itu jelas terlihat lebih besar, tempat kumuh yang seharusnya dibersihkan setiap bulan, kini telah menjadi pembuangan sampah yang menggunung dan tidak ada yang berniat untuk membersihkan sampah-sampah itu.
"Huh.. kenapa sifat para Iblis ini jadi seperti manusia di benua sebelah.." Keluh Zovarein sekali lagi.
""
*Whuummnn...
Pegunungan sampah itu langsung lenyap seperti tidak pernah ada disana sebelumnya, meskipun masih ada jejak pembusukan pada lantai dan dinding tempat itu, Zovarein hanya menggunakan Elemen Air dan menghapus semua kotoran dan jejak pembusukan disana.
""
*Brakk...
*Blurrrr...
Berbagai macam tempat yang rusak akibat pegunungan sampah tadi, secara perlahan mulai kembali seperti semula dan bahkan jauh lebih bersih dari tempat yang masih utuh.
"Pemandangan yang lumayan indah, aku ingat disini dulunya ada sebuah Pantiasuhan, sepertinya bangunan itu telah digusur" Ada sedikit rasa kecewa pada nada bicara Zovarein saat mengucap kalimat itu.
Setelah melihat-lihat tempat itu sekali lagi, Zovarein kembali menelusuri jalan setapak dihadapannya, kini ia melewati banyak mansion besar meskipun ada rasa tertarik untuk memporak-porandakan kediaman itu, namun ia tetap menahan diri agar tidak terlalu mencolok.
Hanya beberapa bandit, perampok dan pengemis yang ia temui disetiap jalan, meskipun agak merepotkan namun ia tetap mengatasinya dengan mudah.
Hingga akhirnya ia tiba disebuah Mansion yang lebih besar dari Mansion lain disepanjang perjalanan yang ia lewati, pada gerbang Mansion itu tertulis....
__ADS_1
"Markas Iblis Merah...." Kalimat itu tertulis dengan tinta merah pada papan dihadapan Zovarein.
"Pfftt.. Nama apa itu? apakah mereka sungguh Iblis berwarna merah? aku tidak bisa membayangkan tubuh serta wajah mereka menjadi seperti tomat"