RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Arc 3:Dewa dan Roh


__ADS_3


"Ribuan tahun berlalu dan tembok penghalang itu masih belum menghilang, entah apa yang sedang dilakukan para Iblis itu." Seorang pria tua berambut putih, mata biru secerah langit, dengan jubah putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya tengah menatap keluar jendela ruangannya.


"Kenapa anda bertanya hal seperti itu?" Seorang dengan jubah biru bertanya dari belakangnya.


"Dengan Raja mereka yang sudah mati, apa yang bisa dilakukan para Iblis itu? selama ini mereka selalu bergantung kepadanya, mungkin saja mereka sudah melemah sekarang." Pria tua tersebut menjawab dengan tenang.


Pria berjubah biru disebelahnya menatap pria tua tersebut dengan penuh arti, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan pria tua tersebut.


"Kalau misalnya mereka benar-benar melemah, apa yang akan anda lakukan? menyerang mereka?" Pria berjubah biru bertanya lagi.


"Jangan mengatakan hal yang bodoh, aku masih waras." Pria tua tersebut tertawa kecil saat mengatakannya.


"Apa yang anda bicarakan?" Ia bertanya lagi.


"Begini ya Lyon, kau sudah pernah membaca catatan sejarah U-C di perpustakaan Istana bukan?" Pria tua itu bertanya pada pria berjubah biru dibelakangnya tanpa menoleh.


"Tentu saja aku membacanya, tapi yang berada didalam buku itu sama sekali tidak masuk akal, bagaimana mungkin ada seorang Iblis yang dapat meluluhlantakkan seluruh U-C? ceritanya terlalu dilebih-lebihkan." Lyon berkata sambil menghela nafas kecewa.


Mendengar perkataan Lyon pria tua itu tersenyum kecut dan segera memukul pelan kepalanya.


Tukk..


"Sakit, A-apa yang ayah lakukan!? apa aku ada salah?" Lyon tidak lagi berbicara dengan sopan.


"Kau anak bodoh, kau pikir sudah berapa juta tahun Ayahmu ini hidup, dengan pengetahuan mu yang sebatas di Wilayah Dewa ini kau berkata kalau kekuatannya dilebih-lebihkan?" Pria tua itu berkata dengan marah.


"Bukankah itu kebenarannya? bahkan kekuatan Ayah tidak akan bisa melakukan hal seperti itu! apalagi Iblis yang tidak punya hati!" Lyon berteriak kesal.

__ADS_1


"Huh, kenapa lah aku punya anak sebodoh dan seangkuh dirimu, kakak-kakak mu bahkan sudah melihat kekuatan Iblis itu, dan kau menolak pengalaman mereka? Ayahmu ini sendiri sudah bertarung dengannya dan hanya bertahan dalam satu tatapan, jangan menjadi terlalu tinggi hati hanya karena dapat mengalahkan semua teman seangkatan mu." Pria tua itu menatap lekat pada Lyon.


"Ayah sudah terlalu tua, dengan fakta bahwa dia mati saja sudah dipastikan kalau Iblis itu benar-benar lemah." Lyon mempertahankan pemikirannya dan langsung pergi dari ruangan agar tidak mendengar ocehan Ayahnya lagi.


"Mati ya, kalau ia benar-benar mati mungkin aku akan mengatakan hal yang sama, tapi apa kau tahu nak? kalau dengan membunuhnya atau membuatnya mati dapat memusnahkannya, sudah lama Wilayah Dewa merebut Wilayah Iblis." Pria tua itu berbicara sendiri sambil menatap tembok hitam yang sangat jauh.


"Entah kapan tembok itu akan menghilang." Pria tua itu menghela nafas.


...----------------...


"Benar-benar Ayah yang sangat bodoh, bagaimana mungkin Iblis yang kejam dan tidak punya pikiran bisa melakukan semua itu? aku bersumpah akan memakan kotoran jika itu benar-benar terjadi!" Ucapnya dengan serius.


JDAARRR!!!


Petir di langit terdengar sangat keras menyambar ke segala arah seakan menjawab sumpah yang dilontarkan Lyon.


"Mustahil, sumpah langit menerima kata-kata yang aku katakan dengan nada bercanda? tapi yah, karena Iblis tidak mungkin melakukan hal itu, sudah pasti aku tidak akan terkena hukumannya." Lyon tidak memusingkan kejadian sebelumnya dan terus berjalan.


"Lyon, berapa kali paman harus berkata kalau nama paman itu Dewa Keseimbangan, dan bukan Dewa timbangan huh?!" Secara tiba-tiba pria tua tersebut sudah berada di belakang Lyon dan mencengkeram kepalanya dengan sedikit kuat.


"Sa-sakit hentikan paman, aku hanya bercanda saja! itu menyakitkan tolong!" Lyon berteriak kesakitan sambil berusaha melepaskan tangan pamannya dari kepalanya.


"Cih, dasar anak nakal, kali ini apa yang kau perbuat huh?" Dewa keseimbangan bertanya setelah melepas cengkramannya.


"Bukan apa-apa, aku hanya sedikit bertengkar dengan Ayah." Lyon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa?" Ia bertanya.


Kemudian Lyon menjelaskan apa yang ia bicarakan dengan Ayahnya sebelum ia tiba disana, saat mendengar cerita Lyon seketika Dewa keseimbangan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Kenapa kau menganggap itu di lebih-lebihkan? itu sungguh benar adanya." Dewa Keseimbangan berkata dengan tegas.


"Tidak, lebih baik jangan bercanda paman." Lyon berkata dengan kesal.


"Hm? sejak kapan kau jadi anak sombong seperti ini huh? apa kau ingin mati?" Dewa keseimbangan menatapnya dengan tajam.


"Bu-bukan seperti itu, bukan berarti aku sombong sehingga tidak mempercayainya, namun sudah jelas sekali itu hanya tipuan saja agar menakuti anak kecil!" Lyon berkata dengan tegas.


"Dasar bodoh, hanya karena kau menang melawan seluruh teman seangkatan mu kau menjadi sangat tinggi hati seperti ini, entah pergi kemana keponakan kesayangan ku." Dewa Kehidupan menghela nafas kecewa.


"Apa maksudnya itu?" Lyon bertanya.


"Entahlah, Dewa itu selalu diajarkan untuk rendah hati dan kau sudah melanggarnya, Dewa itu selalu diajarkan untuk jujur dan kau menolaknya, Dewa selalu diajarkan untuk belajar dari leluhurnya tapi kau tidak memperdulikannya, kalau bukan tinggi hati dan sombong lalu apa alasanmu melakukan itu semua?" Dewa Kehidupan berkata dengan menatap tajam pada Lyon.


"Kau tidak pernah melakukan semua itu!" Lyon membantah dengan keras.


"Kau melakukannya barusan." Dewa Kehidupan membelakangi Lyon.


"Tidak, aku sama sekali tidak melakukannya! paman pasti salah!" Lyon membantah lagi.


"Kalau kau tidak melakukannya lalu kenapa kau menolak kekuatan Iblis yang sangat kuat? kalau kau tidak melakukannya lalu kenapa kau berkata kalau cerita kejujuran dari Dewa Sejarah adalah kisah untuk menakuti anak-anak?! Kalau kau tidak melakukannya lalu kenapa kau membantah perkataan ayahmu yang seorang Raja Dewa sekaligus leluhur seluruh Dewa kalau Iblis itu sangat kuat? apakah kau menjadi dewasa hanya untuk menjadi bodoh? kalau menang iya maka pergilah dari Istana, Dewa bodoh dan pembangkang sepertimu sama sekali tidak dibutuhkan!" Dewa Kehidupan berkata dan membentak dengan marah kemudian pergi dari sana dengan langkah berat karen sudah sangat marah.


Tidak pernah sekalipun mereka mengajarkan Kesombongan pada keturunan mereka, lalu mengapa ada orang seperti itu disini? dan seorang Anak Raja Dewa?


"Kalau bukan ada yang menghasutnya sudah pasti ada sesuatu yang mengubah cara pikirnya, akan ku selidiki, kalau benar ada yang membuatnya jadi seperti itu, akan kuberikan dia kepada Raja Iblis Tirani! Penjara dunia Dewa terlalu baik, orang seperti itu harus masuk ke Penjara Neraka!" Dewa keseimbangan pun menghilang dari sana dan memulai penyelidikan.


Sementara itu Lyon yang ditinggal disana mematung dan tidak bergerak sama sekali karena terlalu syok, baru kali ini ia dimarahi seperti itu.


"Aku akan mengingat penghinaan ini!"

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2