RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kerajaan Aizel


__ADS_3

"Shin. Kau sudah bereinkarnasi 500 Tahun sebelumnya bukan? Apakah ada pergerakan yang terlihat mencurigakan pada Kerajaan lain selain Kerajaan Neraka?" Zovarein bertanya, ia sudah berkali-kali mencari keberadaan Vencer dengan semua informasi yang ia dapat. Tetapi tidak satupun yang mengarah pada tujuannya.


Sementara Shin yang ditanya Zovarein saat ini sedang berfikir, ia menutup matanya seperti sedang mencari sesuatu didalam kepalanya.


"Ada beberapa yang terlihat mencurigakan, tetapi saya sudah menyelidiki semuanya, namun tidak ada yang berhubungan dengan Vencer Paduka!" Jawab Shin dengan tegas, ia sama sekali tidak ingin memberikan harapan kosong pada Tuannya dengan memberikan informasi yang tidak lengkap.


"Begitu, kau sudah menyelidikinya ya." Zovarein kembali memeriksa tumpukan kertas dihadapannya.


Saat ini kedua Tuan dan Pelayan itu sedang berada di Kediaman Utama Keluarga Gaios seperti sebelumnya, selama sepuluh hari mereka tinggal di rumah kedua orang tua Zovarein, hingga akhirnya mereka kembali ketempat ini.


"Kita akan pergi ke Kerajaan Aizel, persiapkan dirimu sebelum kita berangkat, dan juga jangan lupa untuk menyiapkan Topeng atau apapun yang dapat menyembunyikan identitasmu." Ucap Zovarein mengakhiri apa yang ia lakukan saat ini.


"Baik!" Jawab Shin sambil menundukkan kepalanya.


Hingga satu jam kemudian, setelah selesai mempersiapkan diri dan urusan mereka. Zovarein dan Shin pergi ke Kerajaan Aizel dengan menggunakan Gate, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai kesana.


"Hm? Ada apa dengan kerajaan ini, sama sekali tidak ada yang menjaga gerbang masuk Ibukotanya." Zovarein memperhatikan gerbang masuk, yang sama sekali tidak dijaga oleh prajurit kerajaan. Hal tersebut membuat semua orang bebas masuk maupun keluar dari kerajaan tanpa pemeriksaan.


"Hei Shin, siapa Raja Iblis Aizel saat ini?" Zovarein melirik Shin yang berdiri dibelakangnya.


"Kartz Axrets, Keturunan pertama dari Raja Iblis Aizel sebelumnya, Dezain Axrets. Itu sudah 300 Tahun lalu Paduka." Jawab Shin dengan hormat.


"Situa kapak itu pensiun? yang benar saja, padahal dia baru menjadi Raja Iblis Aizel selama 10.336 Tahun." Zovarein tersentak, ia sangat kenal dengan iblis bernama Dezain ini, sehingga menurutnya tidak mungkin iblis tersebut sudah pensiun.


Setelah berbincang cukup lama, Zovarein menaikkan penutup kepala jubahnya hingga wajahnya tidak terlihat lagi, sedangkan Shin mengenakan sebuah topeng putih polos untuk menutupi wajahnya.


Kemudian mereka berjalan menuju gerbang masuk ibukota Kerajaan Aizel dengan tenang, sama sekali tidak ada hambatan ketika mereka menuju kesana, kecuali sesudah sampai disana, mereka dihambat oleh beberapa bandit.


"Serahkan semua harta yang kalian miliki baru kalian boleh memasuki Ibukota dengan tenang." Salah satu dari para bandit itu menodongkan ujung tombaknya pada Zovarein.

__ADS_1


"Kalau aku tidak mau?" Zovarein bertanya dengan dingin.


"Haha, mudah saja, kau tidak akan bisa melihat hari esok! yang berarti kau akan Mati! disini!" Bandit itu menyeringai licik, dari pakaian mereka yang sudah terkena bercak darah, sepertinya para bandit itu sudah membunuh banyak orang yang tidak menuruti perkataan mereka. Ujung mata tombak yang diarahkan pada Zovarein dan Shin saja sudah berbau amis.


"Kalau begitu aku menolak." Ucap Zovarein dengan lantang tanpa keraguan sedikitpun. Hal tersebut membuat beberapa orang yang berada disana merasa kasihan dengan Zovarein dan Shin karena membuat pilihan yang salah.


"Sepertinya dia akan mati, sayang sekali padahal ia masih muda."


"Kau benar, aku punya putra yang seumuran dengannya, dan aku jadi tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tuanya nanti ketika mengetahui anaknya sudah mati."


Semetara orang disekitar merasa kasihan, para bandit tersebut malah tersenyum lebar seperti menemukan mainan baru.


"Kalau begitu matilah!" Bandit yang menodongkan tombak itu mendorong tombaknya menuju leher Zovarein dengan sekuat tenaga.


*Trang!!


Sementara bandit yang memegang tombak tersebut memucat, belum pernah sekalipun ia melihat tombak yang menyentuh kulit seseorang dapat menghasilkan suara seperti itu, namun ia tidak berputus asa dan kembali menarik tombaknya kemudian mendorongnya kembali untuk menusuk dada Zovarein.


*Trang!!


Kembali terdengar suara besi yang berbenturan saat ujung tombak tersebut menabrak dada Zovarein. Itu sangat tidak masuk akal, jika hanya sekali saja maka semua orang akan berfikir kalau itu hanya halusinasi mereka saja, tapi ini sudah kedua kalinya.


"Kau pikir sampah seperti itu bisa menembus kulitku?" Zovarein menggenggam mata tombak tersebut dengan tangan kanannya, kemudian menghancurkannya dengan sedikit tenaga.


"Para bandit memang tidak ahli dalam memilih senjata yah, padahal ada banyak bahan yang berkualitas bagus, tapi kalian malah menggunakan besi biasa."


Semua orang terkejut tidak terkecuali para bandit, tidak pernah terdengar ada seseorang yang dapat menghancurkan mata tombak yang tajam hanya dengan genggaman tangan. Meskipun itu besi biasa, pasti tangan seseorang tersebut akan mengalami luka, tapi Zovarein sama sekali tidak mendapati luka ditangannya setelah menghancurkan mata tombak tersebut, sehingga membuat para bandit yang berada dihadapannya bergidik.


"Shin, lakukan dengan cepat!" Ucap Zovarein dengan dingin.

__ADS_1


"Siap laksanakan Paduka!" Balas Shin setelah menghilang, kemudian muncul dihadapan bandit yang menodongkan senjata pada Tuannya.


*BLASHH!!


Dengan sekali tinjuan tangan kosong, Shin menghancurkan kepala bandit tersebut hingga menjadi kabut darah beserta tubuhnya. Setelah mengurus satu, Shin menghilang kemudian muncul dihadapan bandit lainnya dengan kepalan tangan yang sudah siap untuk meninju kedepan.


*BLASHH!!


Sekali lagi ia hanya membutuhkan satu pukulan untuk menjadikan satu bandit menjadi Kabut darah.


Kejadian tersebut terjadi berulang kali selama beberapa menit, hingga akhirnya tidak satupun bandit yang tersisa di gerbang masuk Kerajaan Aizel.


"Saya tidak meninggalkan satu orang pun yang kabur paduka!" Ucap Shin yang mendadak muncul dibelakang Zovarein sambil membungkukkan badannya.


"Kerja bagus."


Kemudian mereka berdua melewati gerbang masuk tanpa ada satu orang pun yang menghalangi mereka, tentu tidak ada orang yang begitu bodoh untuk mengantarkan nyawa mereka setelah melihat kejadian barusan.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka melihat sebuah penginapan bernama Iblis tertidur, namanya cukup aneh menurut Zovarein tapi ia sama sekali tidak memperdulikannya.


Saat mereka masuk terdengar suara lonceng kecil yang cukup nyaring.


"Selamat datang di penginapan Iblis Tertidur!" Seorang wanita yang berada dimeja resepsionis menyapa dengan hangat.


"Kami ingin memesan dua kamar paling bagus Nona, apakah masih ada?" Shin maju untuk menyelesaikan urusan pembayaran karena ia tidak ingin merepotkan tuannya dengan masalah seperti itu.


"Tentu ada Tuan, 5 Koin Perak untuk satu malamnya." Jawab wanita tersebut dengan sopan.


"Kami akan menginap selama lima hari." Ucap Shin sambil menyerahkan kantung kecil berisi 25 Koin Perak.

__ADS_1


__ADS_2