
*Whushh!!
Zovarein muncul didalam ruangan pribadi, yang disiapkan oleh Cousio khusus untuk dirinya dimarkas bandit merah beberapa hari yang lalu.
"Shin!.."
*Whumm!!..
"Saya disini Paduka..." Ujar Shin yang muncul dari dalam kegelapan, dan langsung berlutut dihadapan Zovarein.
"Bagaimana dengan Pecahan Kristal yang aku ceritakan padamu beberapa hari yang lalu, apakah ada perkembangan dalam pencariannya?"
Zovarein bertanya dengan wajah dingin, sambil mengecek satu persatu tumpukan kertas dimeja kerjanya.
"Mohon maaf Paduka, mengenai hal tersebut.. bawahan ini sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun diseluruh wilayah Kerajaan Neraka!"
Dengan berat hati Shin mengatakan bahwa misinya masih belum ada perkembangan sedikitpun, jelas ia merasa tidak berguna karena hanya untuk menemukan pecahan saja, dirinya harus mengelilingi Kerajaan Neraka yang sangat besar itu sebanyak 20 kali dalam 1 Minggu.
Melihat ekspresi wajah tangan kanannya yang terlihat lesu tersebut membuat Zovarein sedikit mengerutkan keningnya.
"Kenapa dia jadi sebodoh ini ?"Pikir Zovarein.
"Jangan murung seperti itu, lagi pula pecahan itu tidak hanya tersebar di Benua Iblis melainkan di ke-empat Benua lainnya juga ada, yang kau jelajahi masih Ibukota Kekaisaran Neraka dan belum menelusuri kekaisaran dan kerajaan lainnya, selain itu masih ada banyak Hutan yang membentang luas seakan tidak berujung"
"Jika kau merasa tidak berguna hanya karena belum menemukan pecahan itu di Ibukota, maka untuk mencari di Kerajaan lain sepertinya kau sama sekali belum siap"
"Mau kau cari sekeras dan seteliti apapun di Ibukota ini, jika memang tidak ada ya tidak akan pernah ada"
"Lupakan semua interaksi yang pernah kau lakukan di Kerajaan ini kecuali disaat bersama keluargamu, sepertinya lingkungan hidupmu yang sekarang telah merusak jalan dan cara berfikirmu"
Zovarein berkata dengan panjang lebar. Mendapat pejelasan panjang lebar dari Tuannya langsung membuat Shin merasa seakan ditimpa oleh Ratusan Azantian yang bertumpuk.
"Mengapa aku tidak pernah memikirkan hal itu ?!" Tanda tanya besar muncul dibenak Shin.
Seperti yang diucapkan Zovarein, dengan sihir kenangan dirinya menghapus semua ingatan tentang interaksinya bersama penduduk kerajaan neraka selama 1500 Tahun silam, kecuali saat-saat bersama keluarganya yang baru.
*Bzzztt!
*Ctas!!
__ADS_1
Suara petir yang mendengung pelan, terdengar disekitaran Shin sebelum suara pecahan kaca yang lumayan nyaring terdengar, sejak saat itu Shin telah melupakan kenangan bersama seluruh penduduk kerajaan neraka, kecuali informasi yang ia dapat masih tetap ada di pikirannya.
Beberapa detik setelah fenomena tersebut, seperti telah tersadarkan raut wajah Shin berubah dari yang sebelumnya terlihat ramah kini menjadi ekspresi dingin seperti dirinya pada 2000 tahun lalu.
"Bagus..semua berjalan lancar, dan juga aku punya sebuah tugas yang lumayan rumit untukmu" Ucapnya menatap serius pada Shin.
"Ada beberapa sekte para Kultivator di Ibukota ini yang memiliki Artefak pembersih jiwa, mereka menyebutnya sebagai Kristal Jiwa"
"Kau harus mengumpulkan setidaknya 5 Artefak itu secara diam-diam dan jangan terlalu mencolok! engkau tidak perlu mengetahui alasan aku memerintahkan dirimu untuk mengambilnya" Lanjutnya.
"Baik! saya akan segera kembali!" Balas Shin singkat.
*Whush!!
Shin berubah menjadi seberkas cahaya dan mulai mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya.
"Meskipun para Kultivator itu tidak sekuat pada zamannya, namun tetap saja mereka memiliki Indra spiritual yang sangat mengerikan, semoga pada zaman ini kualitas jurus mereka itu telah menurun" Zovarein berharap.
Tentu saja ia mengharapkan hal tersebut, jika saja Shin membuat satu kesalahan kecil ketika menjalankan misinya, maka identitasnya akan segera terbongkar dan tidak ada jalan lain selain membuat keributan.
Zovarein tidak takut dengan membuat keributan dimana-mana, namun saat ini dirinya masih sangat lemah, dan ia juga tidak mau pihak kerajaan mencurigai para bawahannya termasuk dirinya, karena rencananya akan hancur jika sampai hal itu terjadi.
...----------------...
...----------------...
"Dengan ini selesai..." Ucap Zovarein meletakkan kertas terakhir.
Belakangan ini tidak ada hal yang menarik yang dapat menarik minatnya, jadi ia selalu menghabiskan waktunya sepanjang hari hanya untuk memulihkan kekuatannya dan menyelesaikan tumpukan kertas dimejanya.
Dan sekarang tumpukan kertas itu telah mencapai akhirnya, sehingga Zovarein memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Wilayah barat Kerajaan Neraka.
*Tap..Tap..Tap..
Zovarein terus melangkahkan kakinya hingga ia sampai digerbang depan markas bandit iblis merah, kebetulan iblis yang sedari tadi ia cari ada disana.
"Cousio.. aku akan melanjutkan perjalananku, tetap lakukan pekerjaanmu dengan benar sampai aku kembali" Ucapnya dingin kemudian beranjak dari sana tanpa menunggu jawaban dari Cousio.
Sementara Cousio sendiri sangat terkejut ketika melihat Zovarein keluar seperti hantu, sama sekali tidak ada suara dan secara tiba-tiba muncul disebelahnya lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
"Aku pikir akan mati karena terkejut.. hahh.. " Cousio menekan dadanya lalu mengatur nafasnya perlahan hingga kembali stabil.
Tidak ada yang menarik diwilayah selatan ketika ia menelusuri jalan setapak dihadapannya, meskipun masih ada beberapa orang bodoh yang menggertak dirinya, dia hanya menoleh pada orang tersebut untuk mengubahnya menjadi kabut darah dalam sekejap.
"Benar-benar wilayah sampah.. sejauh mata memandang hanya pegunungan sampah, mayat, puing bangunan dan bercak darah yang kutemukan" Keluh Zovarein.
"Hei kau sepertinya orang kaya, jika kau bersujud dan memberikan semua hartamu padaku, akan kupertimbangkan untuk membiarkanmu hidup" Ucap seorang pria yang secara fisik terlihat seperti berumur 43 Tahun.
Pria itu sedang berhadapan dengan Zovarein, ia memandang rendah pemuda dihadapannya itu seperti melihat semut yang sama sekali tidak penting.
Sementara kelompok pria itu yang tak jauh dibelakangnya hanya melihat dan tidak ikut campur, karena merasa hal seperti itu tidak perlu cuma untuk mengatasi semut.
Sayangnya Zovarein dalam suasana hati yang sangat buruk sekarang, tidak pernah ia merasa sekesal ini hanya karena Iblis bodoh.
"Hei kau tidak mendengarku?... jangan bilang kau sudah sangat ketakutan bahkan sebelum aku menyentuhmu?" Ucap pria itu sambil tertawa puas.
"Mati!"
*BLASHH!!
Keheningan terjadi, sekelompok perampok yang tadinya tertawa terbahak-bahak kini tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulut mereka.
Hanya mengatakan 'Mati' lalu seseorang mati tanpa mayat? siapapun pasti akan merasa ngeri ketika melihat itu.
Zovarein memandang kebawah dimana masih ada bekas darah dari pria yang berniat merampoknya tadi, ia sama sekali tidak tertarik untuk menyiksa para perampok itu karena menurutnya mereka tidak layak menerima kehormatan sebesar itu.
*Tap..Tap..Tap..
Zovarein kembali berjalan kedepan, sementara para perampok yang masih berkumpul dijalan setapak langsung merinding ketakutan, mereka ingin memberi jalan namun kaki mereka sama sekali tidak dapat digerakkan.
*Swhushh!!
Zovarein mengayunkan tangan kanannya dengan sangat pelan dari sebelah kiri menuju kekanan.
*BLASHH!!
*BLASHH!!
*BLASHH!!
__ADS_1
*BLASHH!!
Hanya dalam satu ayunan tangan, semua iblis yang menghalangi jalannya langsung berubah menjadi kabut darah, tempat itu berada diantara perumahan yang sangat sepi jadi suaranya dapat menggema hingga keseluruh tempat.