
"Cepat aktifkan Kristal Perlindungan tingkat Menengah yang kita punya! Jangan buang-buang waktu Musuh semakin Dekat!" Teriak prajurit penjaga gerbang tersebut dengan rasa panik menyelimuti dirinya.
Srak..Srak..Srak terdengar suara langkah kaki seluruh prajurit yang baru bangun dari tidurnya dan langsung memakai armor serta bergegas menuju Gerbang Istana.
Whom!! Sebuah Pelindung tingkat menengah muncul dan menyelimuti seluruh wilayah Istana Kekaisaran setelah para prajurit mengaktifkan Kristal Pelindung Menengah dari Gerbang Istana.
"Mustahil.. Undead Menengah sebanyak itu?!"
"Cepat Kerahkan Wizard Terkuat yang kita miliki! Kebanyakan dari Para Undead itu adalah Skeleton!"
Mereka berusaha setenang mungkin agar dapat menangani bencana tersebut walaupun Rasa takut akan Kehilangan Pekerjaan dan kemarahan para Bangsawan menyelimuti diri mereka.
Benar.. bukannya takut akan kematian mereka hanya takut semakin dibenci oleh para Bangsawan, didalam hati mereka sudah menetapkan akan berkorban demi kekaisaran dan kesetiaan mereka sudah diuji berkali-kali hingga tidak perlu dipertanyakan.
Diatas gerbang Istana kekaisaran terbentuk sebuah lingkaran Teleportasi dan memunculkan Seorang Urion, seluruh prajurit yang sebelumnya panik menjadi lumayan tenang karena kehadirannya disana.
"Aneh sekali- mereka berjalan menuju kemari tanpa niat membunuh sama sekali, apa mungkin.. "
Trap..Trap..Trap.. Bam!.. Langkah para Undead tersebut terhenti setelah berjarak 100 Meter dari Gerbang Kekaisaran, semua prajurit termasuk Urion yang menyaksikan hal itu memiringkan kepala mereka.
Dari barisan belakang para Undead tersebut muncul 5 Undead Monster tingkat Tinggi yang segera berjalan menuju barisan terdepan.
"Aku akan menghampiri mereka, kalian jangan lunturkan kewaspadaan sedikitpun" Ujar Urion yang mulai mendekat kearah Undead tingkat tinggi itu.
"Apa kau Kaisar Kekaisaran Belfuze?" Tanya Undead yang berada ditengah.
"Ya bisa disebut seperti itu, kalau boleh tau apa yang kau inginkan dari kekaisaranku sampai berbaris dengan rapi didepannya seperti ini?"
. . . .
Terdapat jeda 10 detik sebelum Undead itu menjawab pertanyaannya "Kami hanya ingin menyampaikan Penawaran dari Tuan kami pada Kekaisaran kalian, dan kalau kalian menolak maka Prajurit Undead dibelakang ku akan langsung menyerang Istanamu" Ujar Undead tersebut dengan sedikit ancaman pada kata-katanya.
"Ya semua tergantung penawarannya, jika kami sanggup maka kami akan menerimanya" Balasnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tuan Kami hanya ingin Kalian Mengganti Nama Persatuan 16 Kerajaan dibawah perintah kalian itu agar tidak menggunakan Nama Dewa didalamnya" Ujarnya membuat Urion sedikit tidak mengerti pemikiran Tuan dari Undead tersebut.
"Ah.. Um- Eh... Memangnya kenapa kalau menggunakan Nama Dewa disana?" Tanya Urion.
"Tuanku berkata hal itu Sangat Menjijikkan apalagi jika Yang Menamainya dan menggunakan nama itu adalah Bangsawan Bodoh bermuka dua yang tidak mengetahui batasannya sendiri" Balas Undead itu.
"Yah kalau Penawarannya hanya hal sepele seperti itu maka kami bisa mempertimbangkannya"
__ADS_1
"Baiklah.. kalau begitu aku akan menarik mundur pasukanku, dan jika sampai 2 hari kedepan kalian masih belum mengubah namanya maka kami akan langsung menyerang dengan kekuatan penuh dan bukan setengah-setengah seperti prajurit lemah ini"
Whoosh!.. Seluruh pasukan Undead itu lenyap begitu saja setelah melakukan tugas yang diberikan oleh Tuannya.
...----------------...
...THE STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
"Ingin rasanya melenyapkan mereka untuk menghilangkan rasa bosanku tetapi kalau aku melakukannya maka keseimbangan di planet ini akan hancur.. Huh" Keluh Zovarein yang sedang berjalan-jalan ditaman bunga Kekaisaran Iblis.
"Guru merasa Bosan Lagi?" Tanya Argent Komandan Assassin Legendaris yang secara tiba-tiba muncul disebelah Zovarein.
"Ya tanganku terasa gatal.. Tapi Planet ini terlalu kecil untuk memuaskanku" Ucap Zovarein membuat Argent dan Yurina Terkekeh kecil.
"Kalau begitu anda mau berlatih tanding bersama kami di Dimensi buatan milik anda? setidaknya anda bisa menggunakan kekuatan penuh" Ujar Argent bersiap-siap untuk mengirim Pesan Batin pada seluruh Komandan Legendaris.
"Hmm.. baiklah Panggil mereka semua kesini! kita akan Bermain!" Ucap Zova dengan Semangat yang besar.
"Sesuai Keinginan anda!"
"Guru apa benar kau akan bermain dengan kami?" Ujar para Komandan Legendaris yang baru tiba disana.
"Benar.. jika kalian tidak ingin ikut bisa mengundurkan diri sekarang kok" Ujarnya dengan senyum mengejek.
Beberapa menit kemudian...
"Semuanya sudah berkumpul yah.. apa persiapan kalian sudah selesai?" Ujarnya melakukan beberapa pemanasan yang sebenarnya tidak diperlukan.
"Ya Kapan saja Guru Mulai kami sudah Siap!"
"Asal kalian tau Kekuatanku meningkat sebanyak 5% sejak aku bangkit.. yang berarti aku 2 kali lebih kuat dari kalian, Mulai!"
Whushh!! Dalam sekejap mereka menghilang dari tempat mereka berdiri sebelumnya.
Ting.. Trang!.. Tsskkk.. Jari-jari di tangan kanan Zovarein menangkis setiap tebasan pedang Hermes yang diarahkan kepadanya, sedangkan tangan kirinya sibuk menahan sihir yang ditembakkan Yurina dengan kecepatan dan akurasi yang sangat hebat.
Beberapa dari mereka berusaha mencari celah dari pertahanan Guru mereka tersebut.
'Penghancur Jantung! ' Slash!.. Argent menyerang titik buta gurunya dengan jurus andalan miliknya. Trang!!.. serangan itu mengenai Pelindung buatan Zovarein dan membuatnya tidak terluka sama sekali.
__ADS_1
Argent langsung menyatu dengan kegelapan setelah serangan pertamanya digagalkan, Kyle yang berjarak 27 meter diatas kepala Zovarein langsung memunculkan perisai sihirnya dan berusaha menjatuhkan Zovarein ketanah dengan mendorongnya menggunakan perisai berkecepatan tinggi.
Sebelum Perisai tersebut mengenainya ia berteleportasi kebelakang Kyle dan Memukul tubuh kerasnya dengan sangat cepat dan kuat hingga terpental sejauh 178 Meter.
"Apa itu benar-benar tubuh Ras Iblis hah?" Tanyanya dalam hati dengan tangannya yang sedikit bergetar seperti memukul armor besi yang luarbiasa keras.
Georgia tidak ingin membuang kesempata dan langsung melesat dengan tombaknya setelah melihat celah pada Zovarein, sayangnya hal tersebut hanya jebakan dan tanpa sadar dirinya telah terpental sejauh 265 Meter setelah mendapatkan Tendangan keras pada Perutnya.
'Tebasan 5 Dimensi!'. Sing!!.. Hermes melakukan tebasan jarak jauh dengan Kegelapan sebagai Elemen Pendukungnya, dengan cepat Zovarein menciptakan 5 Perisai Abadi berjejer kebelakang dengan Elemen Cahaya sebagai penopangnya untuk menahan Tebasan itu.
BOMM!! Empat Perisai hancur berturut-turut saat terkena tebasan tersebut dan berhenti saat menabrak perisai kelima tanpa ada goresan. "Lumayan juga!" Ucapnya dan dengan satu tarikan nafas sudah berada disebelah Hermes dan memberikan Pukulan Penghancur yang dapat menghancurkan Planet dalam sekali serang kepadanya.
BAMM!! Hermes menahan serangan itu menggunakan Pedang Pusakanya dan membuat dirinya terlempar sejauh Ratusan meter dari Zovarein.
Yurina mengeluarkan sebuah Grimoire bersampul Tengkorak dari penyimpanan dimensinya, ia membuka lembar perlembar isi dari Grimoire tersebut sampai menemukan sihir yang ia cari dan langsung menggunakan Sihir yang tercatat disana.
"Sihir tanah terkutuk Golem Penghancur!" Teriak Yurina dengan Lingkaran sihir yang amat besar mulai terbentuk dibawah kakinya.
Seketika 6 Golem Raksasa keluar dari Tanah yang dipijak oleh Zovarein, Plak!! Salah satu dari Golem tersebut menepuk Zovarein seperti nyamuk- namun bukannya Tubuh Zovarein yang hancur melainkan Tangannya.
DUAR!!! Tubuh Golem tersebut langsung hancur berkeping-keping setelah terkena Pukulan telak dari Zovarein pada Intinya, secara berturut-turut ia melakukan hal yang sama pada Golem lainnya.
Sementara itu Argent yang berada didalam kegelapan langsung muncul dari bayangan Zovarein dan berniat menyerang Kakinya, namun sayangnya Zovarein langsung menangkap tangan Argent dan menariknya dari Bayangan lalu menghempaskannya ketanah sampai terbatuk darah dan tidak bisa berdiri lagi.
"Wahai Api merah dan Api Biru, menyatulah dan jadilah kekuatanku.. Hell Fire!" Whoshh!! Api Hitam berbentuk Bola langsung terbentuk di udara sekitar Yurina dan menyerang Zovarein secara bertubi-tubi.
Zovarein terbang dengan kecepatan Tinggi menuju Yurina sambil menghindari semua Api Hitam yang tertuju padanya.
Panik saat Gurunya mendekat kearahnya ia langsung merapal sebuah mantra sihir pelindung, tapi sayangnya sebelum ia selesai merapal Zovarein sudah berada dihadapannya.
Sebuah Api putih yang sangat kecil terbentuk ditangannya, setelah mencapai jarak 5 meter dari Yurina, ia melempar api tersebut kearahnya dan dengan segara berteleportasi untuk menjauh dari sana.
"Gawat!! tidak akan sempat!" Keluh Yurina dalam hatinya.
BOMM!! Api tersebut meledak dan membesar diudara setelah mengenai Yurina.
Untungnya Jubah hitam yang ia pakai akan selalu melindungi dirinya dari serangan apapun selama ia memiliki Energi sihir, sayangnya Api tersebut padam tepat saat Energi sihirnya habis membuat Yurina berdecak kesal.
Ia Terjatuh dengan kecepatan tinggi dan menabrak Tanah dengan sangat keras dan menghasilkan kawah sekitar 17 Meter dengan ia berada ditengah-tengahnya.
"Lima Orang beres, dan sekarang tersisa Lima orang lagi, Fufu.. walaupun aku tidak menggunakan kekuatan penuh, setidaknya mereka cukup membuatku bersenang-senang, nanti akan kuberi beberapa hadiah sebagai ucapan terima kasih kepada mereka" Ucapnya dalam Hati.
__ADS_1