RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Asosiasi Pembunuh


__ADS_3

"Paduka, saya sudah mengumpulkan beberapa informasi terkait dengan pembunuh yang dikirim oleh Asosiasi Pembunuh." Shin muncul dari dalam kegelapan kemudian berlutut kepada Zovarein yang sedang menyatat beberapa hal.


"Kau sudah mengumpulkannya?" Zovarein menghentikan tangannya yang sedang menulis, kemudian menatap Shin dengan lekat.


"Benar Paduka, Asosiasi Pembunuh di Kerajaan Jatuh adalah satu cabang dari ratusan cabang di banyak Kerajaan di Benua Iblis, bukan hanya di Kerajaan Iblis saja, mereka juga berada di Kerajaan ras lain seperti Hutan Dark Elf, Kerajaan Dark Dwarf, Kerajaan Dark Ogre, dan berbagai Kerajaan lainnya, dan setelah saya menyelidikinya lagi, Asosiasi mereka sama sekali tidak diizinkan untuk membuat cabangnya di Kerajaan Neraka." Ucap Shin dengan perlahan agar terdengar jelas.


"Tidak diketahui apa alasannya tapi, sepertinya Nona muda yang melakukannya untuk menjaga Kondisi Kerajaan Neraka yang sebelumnya sudah hancur tidak menjadi lebih buruk lagi. Misi untuk membunuh anda diberi nama dengan Misi Membunuh seorang Bocah tidak tau diri, yang memberikan misi tersebut adalah seorang pria berpenampilan serba hitam dengan aura racun tipis disekelilingnya, tidak diketahui identitasnya siapa, tapi saya rasa anda sudah bisa menebaknya sendiri." Shin menutup laporannya kemudian menundukkan kepalanya


"Kerja bagus Shin dengan ini kita bisa menemukan pelakunya tanpa ada kesalahpahaman." Ucap Zovarein sambil tersenyum puas.


"Terima kasih atas pujiannya paduka, tapi ini masih belum seberapa dibandingkan dengan cara kerja saya di masa lalu." Kata Shin merendah.


"Lalu, si pria berpenampilan serba hitam ini sekarang berada dimana?" Zovarein bertanya setelah beberapa detik berlalu.


"Meski informasinya tidak terlalu akurat tapi, beberapa hari yang lalu ia terlihat sedang berada di Kerajaan Dark Dwarf untuk membuat masalah, ia telah menghancurkan beberapa desa Orge dengan makhluk racun buatannya dan membunuh banyak kehidupan untuk eksperimennya, untung saja salah satu murid anda, nona Yurina berada ditempat kejadian sehingga Kerajaan Dwarf tidak menjadi korban penyerangan tersebut." Jelas Shin.


"Begitu, jadi tujuan pria itu selanjutnya?" Tanya Zovarein.


"Kemungkinan menghancurkan Kerajaan Jatuh, karena asosiasi tersebut gagal membunuh anda ia pun menjadi sangat marah dan berencana untuk memusnahkan Kerajaan Jatuh dari peta, kemarin ada seorang dari Asosiasi Pembunuh yang datang ke Kerajaan Neraka, saya tidak tau apa tujuannya tapi, agar ia tidak membuat masalah saya sudah mengurungnya dibawah tanah seperti temannya yang satu lagi." Ujar Shin sambil membungkuk.


"Begitu, benar juga Shin, katanya Myro sudah menemukan sebuah pecahan, bisa kau ambilkan untukku?" Zovarein bertanya.


"Tentu saja Paduka, serahkan kepada saya." Shin berlutut kemudian menyatu dengan kegelapan.


...----------------...

__ADS_1


"Jadi ini kerajaan jatuh, dulu tidak ada kerajaan bernama jatuh di wilayah ini, sepertinya baru di dirikan beberapa tahun lalu, dan ternyata cukup besar juga, Ibukotanya." Zovarein tiba di kerajaan Jatuh setelah melesat dengan cepat selama beberapa jam menuju barat, bagaimanapun ia sama sekali belum pernah kesini sehingga sihir teleportasi nya tidak dapat ia gunakan.


Zovarein sedikit kagum dengan kerajaan tersebut, karena bukan hanya Iblis tapi ras lain juga hidup berdampingan di kerajaan ini dengan damai, meski nama kerajaannya seperti itu ternyata keadaan kerajaannya itu sangat terbalik dengan namanya, karena disini sangatlah makmur.


Sejauh mata memandang tidak ada deskiriminasi yang terjadi antar ras, semuanya hidup dengan tenang tanpa memperdulikan perbedaan mereka.


Tentu jika hanya dilihat dari luar akan seperti itu.


Jika dilihat lebih dalam lagi, hasilnya akan sangat berbeda.


Pembunuh berkeliaran di setiap tempat, organisasi gelap memerintah dari bawah tanah secara diam-diam, bangsawan yang terlihat baik diluar namun kenyataannya tidak seperti itu, para pengemis yang terlihat menyedihkan namun sebenarnya adalah seorang mata-mata.


Sungguh berbeda dengan tampilan luarnya, jika Zovarein tidak dapat mendeteksi kekuatan dan niat seseorang maka ia pasti sudah tertipu dengan semua topeng mereka.


Setelah masuk secara diam-diam, Zovarein berjalan dengan tenang menuju sebuah tempat seperti bar yang sangat sepi pengunjungnya.


Namun ia tidak menerobos masuk kedalam markas rahasia mereka karena tujuannya kemari bukan untuk mengacau, melainkan melihat sesuatu yang menarik yang akan segera terjadi.


Setelah menunggu beberapa menit, seorang berpakaian serba hitam memasuki bar tersebut, ketika melihat pria tersebut semua orang disana langsung mencoba menekannya menggunakan aura membunuh, sepertinya mereka sangat membenci pria ini, pikir Zovarein.


Namun tentu saja ia mengetahui alasan mereka membenci pria itu, tentu karena pria itu adalah orang yang berkata akan memusnahkan Asosiasi Pembunuh beserta kerajaan Jatuh dengan tangannya sendiri.


"Wah, wah, wah, aku baru tiba seperti ini langsung disambut oleh tatapan tajam semua orang, ada apa sebenarnya ya?" Pria itu tersenyum licik dari balik tudungnya.


"Berhenti mengatakan omong kosong tidak jelas mu, karena kau sudah berani datang kemari maka, aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit, berterima kasihlah." Seorang Pria berotot dengan aura membunuh paling pekat disana berkata dengan acuh.

__ADS_1


"Wah, aku takut sekali," Pria itu tertawa.


"Jangan sombong kau dasar makhluk yang tidak jelas asal-usulnya!" Pria berotot itu meraih pedangnya kemudian menebas kedepan dengan sangat cepat menuju leher pria berpakaian hitam tersebut.


Namun pria berpakaian hitam itu sama sekali tidak bergerak yang membuat pria berotot itu semakin yakin kalau ia dapat membunuh pria dihadapannya dengan mudah, namun kejadian selanjutnya sangat mengejutkan nya.


*Tang...


Itu adalah suara besi yang berbenturan, perdanya benar-benar mengenai leher pria tersebut namun tidak merobeknya dan hanya menghasilkan suara benturan besi.


"Hei, benda tajam seperti ini sama sekali bukan mainan, kau tau?" Pria berpakaian hitam itu menurunkan tudungnya dan menampakkan wajahnya yang sedang tersenyum lebar dengan raut wajah yang sangat mengerikan.


Bahkan pria berotot itu sama sekali tidak dapat bergerak ketika melihat wajahnya.


*Brakk..


Pria berpakaian hitam tersebut menghancurkan pedang yang menyentuh lehernya tanpa menyentuh sama sekali, semua orang yang melihat hal tersebut sangat terkejut, karena selama ini belum pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya.


"Racun itu ya, tidak hanya menghancurkan tubuh makhluk hidup, ia juga dapat menghancurkan dan memusnahkan benda mati, Kau menyerang ku secara langsung tanpa mengetahui kekuatanku sungguh ceroboh sekali ya." Pria berpakaian hitam itu tertawa.


Beberapa saat kemudian tangannya bergerak dan menyentuh pundak pria berotot itu, sesuatu yang terlihat seperti cairan berwarna hijau langsung keluar dari tangannya dan masuk kedalam tubuh pria berotot itu dari pundaknya.


Beberapa detik kemudian, pria berotot itu merasakan hal aneh pada tubuhnya, namun ia masih belum dapat bergerak sama sekali, hingga dua detik kemudian ia merasa kalau ia semakin jatuh kebawah, ia terus kebawah bahkan sampai setara dengan kaki pria berpakaian hitam tersebut, perlahan kesadarannya menghilang kemudian ia mati dalam hitungan detik.


"Sihir racun pelelehan "

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2