
*Boomm!!!
*Duaarr!!!
"Kyaaa!!!"
°"Apa Yang Terjadi? Komandan Siapa Yang Menyerang Kita?!"
•"Kalau kau bertanya padaku, aku Harus bertanya pada Siapa Sialan!?"
°°"Tidak perlu pikirkan hal itu! Kita Hanya harus Membantu Warga untuk mengungsi secepatnya!"
•°•"Baik!!!"
"Hahaha-Ahahahaa!!! Wahai Penduduk Semesta Eternity! Selamat Siang! Hari ini adalah Hari pertama kalinya kita bertemu dan juga untuk Terakhir kalinya!! Hahahaha!"
"CK.. Sudah Hentikan Kelakuanmu Itu Dasar Kakak Bodoh!!"
*Bluusssshh!!
*Blaarr!!!
Tinju Api hitam membara mengenai dada pria yang sejak tadi tertawa tanpa peringatan apapun dengan keras, ia terlempar sejauh ratusan meter hingga membentur tanah, dan menghasilkan kawah sedalam dan sebesar puluhan meter.
"Adududuh... lumayan sakit juga ya... hai Adik!.. Haha, Apakah kau tidak rindu pada kakakmu ini? sungguh salam pertemuan yang begitu indah..." Ucapnya dengan seringai menyeramkan.
"Ya Reuni yang sangat baik sampai aku ingin mengirimmu kembali pada si Tua Bangka Itu!" Balas Zovarein dengan wajah datar.
*Brakk!!
*Dumm!!"
Ia menendang tanah pijakannya dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju Zovarein dan mempersiapkan tinjunya sambil mengucap beberapa kata.
"Jahat sekali... kalau Ayah mendengarnya dia akan sedih sekali Lhooo!!!
*Baam!!!
Zovarein menahan serangan itu dengan punggung pergelangan tangannya yang diselimuti sihir pelindung hingga membuat ia terlempar beberapa meter.
Sekali lagi pria itu melesat dengan cepat kearah Zovarein dengan tinjunya yang diselimuti Cahaya Kemerahan.
"Cih! memangnya Si Sialan itu punya perasaan Huh?? "
*Bzzztt!!
*Zlasshh!!
*Trangg!!
"Pedang yang Bagus! apa namanya? setidaknya sebelum menjadi milikku, aku harus mengetahui namanya terlebih dahulu!"
"Dalam Mimpimu "
*Slaasshh!!!
__ADS_1
Pilar Listrik yang begitu tinggi muncul dari kekosongan dan menampar tubuh Pria itu hingga terlempar sangat jauh. Namun sebelum menyentuh tanah tubuhnya menghilang dan secara tiba-tiba muncul disebelah Zovarein dengan Api Hitam yang muncul di telapak tangannya.
"Sial!!" Keluh Zovarein menatap kecerobohannya.
"Matii!!!" Teriak Pria itu dengan lantang sambil mengarahkan tinjunya pada bahu Zovarein
*Blaarrr!!!"
...----------------...
...STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
(Satu Hari sebelum Penyerangan...)
"Tugas kalian sudah selesai?" Tanya Zovarein menatap tajam para bawahannya dengan penuh tekanan.
"Semua berjalan sesuai dengan yang anda inginkan!" Balas mereka bersamaan dengan tegas.
"Bagus.. kalau begitu segera pulihkan tenaga kalian yang terkuras dan berlatihlah selagi masih ada waktu, walaupun hanya mempengaruhi sedikit dari kekuatan kalian, setidaknya kekuatan yang kalian miliki dapat berkembang sebelum penyerangan!" Perintahnya dengan nada yang ditinggikan tinggi.
"Baik!" Balas mereka bersamaan dan berubah menjadi seberkas cahaya.
Setelah mereka semua pergi, suasana hening pun tercipta diruangan yang sangat besar itu. Zovarein yang sudah tidak memiliki rencana lain untuk dipersiapkan langsung duduk di kursinya dan menatap kosong pada Bola Kristal dihadapannya.
"Huh... Aku harap yang datang bukan si pengacau itu" Ia menatap lekat pada Bola Kristal itu dan terus memperhatikan gerak cahaya kecil yang terus menerobos dan menghancurkan semua halangannya.
"Kenapa aku punya keluarga sekacau ini sialan.. semua orang menginginkan posisiku tapi aku sudah muak berada diposisi ini. Dulu adikku menyerang tanpa pemberitahuan dan sekarang kakakku? jika itu musuhku aku mengerti tapi ini keluargaku sendiri. Sudah banyak yang kubunuh dan kulepaskan tetapi mereka masih belum berhenti juga, Sial!"
Ia memukul mejanya dengan keras hingga berlubang sampai kelantai bawah. "Ah... aku terlalu terbawah emosi, "
*Whumm!!
Lubang di meja dan lantai itu mulai utuh secara perlahan dengan cahaya kebiruan menyelimuti setiap pecahannya dan membentuk ulang bagian yang lenyap.
"Yvier!" Ucapnya memanggil nama seseorang.
"Anda membutuhkan sesuatu paduka?" Tanya seorang wanita tua yang muncul dari kegelapan.
*Whungg!!
Suara berdengung nyaring terdengar saat Zovarein mengeluarkan sebuah Kristal kecil berbentuk prisma dari penyimpanan dimensinya, dan memberikannya pada Yvier.
"Jika dalam pertempuran nanti aku tidak selamat, aku ingin kau mengurus keluargaku.. beberapa agenda yang ingin kulakukan dalam ratusan tahun kedepan ada pada Prisma Ingatan itu!"
Ucapan itu membuat hati Yvier sakit, walaupun ia bukanlah siapa-siapa bagi Tuannya, tetapi Iblis dihadapannya lah yang telah membantunya sampai ketitik yang ia capai saat ini.
"Tu-tuan..."
"Aku tahu apa yang ingin kau katakan, tetapi ini sudah menjadi keputusanku, setelah menggunakan Sihir Muasal Reinkarnasi sebanyak tiga kali secara berturut-turut, kini saat yang keempat aku akan bereinkarnasi setelah 2000 Tahun"
"Walaupun itu sangat lama, dan umurku yang sudah menyentuh 40.000 Tahun ini lenyap, tetapi ingatanku sebelum bereinkarnasi akan tetap ada walau hanya sedikit, dan sebagian lainnya akan menjadi pecahan dan berpencar di 4Dunia"
"Selain itu aku tidak bereinkarnasi di Galaksi Asing seperti sebelum-sebelumnya, Reinkarnasi yang ke empat ini aku akan lahir di 4Dunia ini seperti pada umumnya" Ucap Zovarein panjang lebar.
__ADS_1
"2000 Tahun...". Ucap Yvier dalam hatinya.
Yvier pun mengambil Prisma itu dan menaruhnya didalam Penyimpanan Dimensinya, setelah itu ia berlutut dan langsung berubah menjadi seberkas cahaya dan meninggalkan tempat itu.
"Hm...sungguh sebuah konspirasi.. ahh tidak!! kebiasaan ku saat dibumi masih belum hilang sepenuhnya sial!"
Ia beranjak dari ruangan itu dan pergi menuju menara paling tinggi yang ada di Kastil Delzogade. Drngam tatapan sedih ia melihat seluruh wilayah 4Dunia dengan jelas dari ketinggian itu.
"Mungkin akan ada sedikit perubahan rencana" Ucapnya sambil mengambil sebuah buku hitam pekat dari penyimpanan dimensinya.
"Grimoire Tembok Abadi Pemecah Jiwa, Grei Gais Igeria' sungguh sihir yang sangat berguna dan berbahaya" Ia meneteskan darahnya pada buku itu dan membukanya secara perlahan.
Halaman-perhalaman ia buka dan membaca keseluruhan isinya dengan serius dan tidak melewatkan satu katapun.
Waktu berlalu dan langit pagi yang cerah telah berubah menjadi langit malam yang gelap, disaat yang bersamaan Zovarein juga telah selesai membaca keseluruhan buku itu dan mengembalikannya pada penyimpanan dimensinya.
Ia mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada.
""
*Whushh!!
*Whaam!!
Tembok kecil hitam seukuran bola basket muncul di telapak tangan Zovarein dan berputar-putar secara perlahan.
"Jadi ini contoh kecilnya.. sungguh pertahanan yang tidak masuk akal" Ujar Zovarein menatap kagum tembok kecil ditangannya itu.
Ia memperhatikan setiap rinciannya dan sihir yang terikat pada tembok itu.
*Whuung!!
Ia menutup telapak tangannya dan kembali dan menghilangkan sihir itu.
"Dua Puluh Empat Jam, itu adalah waktu yang dia butuhkan untuk sampai kemari, Semua orang terlihat tenang seperti sesuatu yang akan mengancam hidup mereka, tidak akan pernah datang dan melenyapkan ketenangan yang mereka rasakan"
"Ketenangan sebelum badai mungkin cocok untuk mendeskripsikan nya, bahkan para dewa yang sudah mengetahui ancaman itu tidak terlihat gusar dan selalu tenang seperti biasa, apa mereka sudah merencanakan sesuatu?"
Dua puluh tiga jam....
Dua puluh satu jam...
Sembilan belas jam...
Enam belas jam...
Sepuluh jam...
Lima Jam....
Setengah Jam...
*Whuung!!!
Bunyi berdengung nyaring terdengar diagkasa dan terus melesat menuju 4Dunia dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Aku sudah menunggumu! "