RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Iblis Kejam


__ADS_3

"Paduka, Yang mulia Ratu Neraka beserta Nyonya Nova telah sampai di Istana Iblis menggunakan Gerbang Teleportasi dan saat ini mereka sedang menunggu anda di Ruangan Santai" Lapor Shin yang muncul secara tiba-tiba disebelah Zovarein.


"Begituk... Ruangan Santai? sejak kapan ada ruangan seperti itu di Istana ini?" Tanya Zovarein dengan raut wajah bingung.


"13 Tahun sejak Ratu Rurina menjadi penerus anda, beliau telah mengubah kamar Kaisar Elgard menjadi ruangan santai" Jawab Shin membuat Zovarein menggelengkan kepalanya.


"Aku tau Elgard tidak bisa melawan adiknya tapi tidak kusangka sampai seperti ini..."


"Baiklah aku akan kesana, katakan dalam 3 menit aku akan segera menemui mereka" Ujar Zovarein dengan nada Malas.


Shin langsung pergi setelah diberi perintah oleh Zovarein.


"Untuk hari ini cukup sampai disini saja, lain kali kau bisa datang jika ada waktu luang... selain itu kau harus menolong manusia di perbatasan itu dan memberikan mereka peringatan untuk tidak melakukan hal bodoh" Ujar Zovarein dan dibalas dengan anggukan oleh Kaneth.


"Ya dari awal ini juga salahku karena tidak menceritakan kebenaran sesungguhnya dari pertempuran itu" Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Pintu Ruangan.


"Kalau begitu aku pergi, lain kali aku akan datang jika ada kesempatan" Ia kemudian membuka pintu dengan sihir teleportasi sehingga pintu tersebut memiliki fungsi yang sama dengan Gerbang Teleportasi, setelah ia memasukinya pintu tersebut langsung tertutup dengan perlahan dan sosok Kaneth langsung berpindah ke ruangannya di Istana Kekaisaran Azhesia.


"Um.. benar juga.... Shin!"


"Saya Disini Paduka!" Ucapnya sambil berlutut.


"Ambil Artefak yang digunakan Yurina dulu di perbatasan, itu sudah tidak dibutuhkan karena pengganggu itu sudah kubereskan beberapa hari lalu" Perintahnya dan langsung dilaksanakan oleh Shin.


"Kamar Elgard yah.. dia punya banyak ruangan di kekaisaran iblis jadi sepertinya tidak masalah jika kamarnya diubah..."


***


"Aku sangat menyukai ruangan ini, cat merah gelap dengan lantai dari batu terindah dan terkeras di wilayah iblis sangat menyegarkan mata" Ujar Rurina sambil memandangi ruangan santai yang ia dekorasi sendiri.


"Apa kamu tidak merasa kasihan pada kakak mu? ini kamar miliknya lho, Ibu merasa sedikit kasihan padanya walaupun sudah bertahun-tahun lamanya" Ujar Nova sambil mengingat betapa tak berdayanya Elgard saat melihat kamarnya diubah adiknya.

__ADS_1


"Tenang saja Ibu, dia punya banyak kamar di Istananya sendiri... lagi pula siapa suruh kamarnya begitu nyaman untuk dijadikan tempat bersantai" Ucap Rurina tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Whoom!.... Gate terbuka tepat di dalam ruangan santai dan memunculkan seorang Zovarein dari dalamnya.


"Benar-benar ruangan santai..." Gumam Zovarein sambil memandangi ruangan tersebut.


Dinding bercat merah gelap dengan lantai batu terindah di wilayah iblis, berbagai bunga yang langka dan kolam berukuran seperempat ruangan.


"Ayaahh!!!" Saut Rurina yang langsung beranjak dari kursi santainya dan berlari kearah Zovarein lalu memeluknya.


"Hei.. ruangan ini terlihat indah, apa kau yang mendekornya?" Tanya Zovarein melirik kearah Rurina yang masih memeluknya.


"Tentu saja! Kamar kakak sangat cocok untuk membuat ruangan ini dan dia tidak keberatan sama sekali jadi aku mengubahnya!" Ujar Rurina menyombongkan dirinya seperti biasa dengan mata bersinar-sinar.


"Tidak keberatan...."


"Zova kemari... cuacanya sangat bagus untuk bersantai jangan sampai kau melewatkannya!" Ujar Nova dari Kursi santainya.


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


Beberapa hari kemudian....


"Apa maksud ucapanmu itu Kaneth!" Bentak Kizoe yang tidak percaya dengan ucapan Kaneth.


"Seperti yang Anda dengar barusan, Raja Iblis Tirani yang mengalahkan Yama dan itu tidak hanya 1 melainkan 200 Yama sekaligus" Ujar Kaneth dengan nada Malas karena sudah muak dengan Kaisar bodoh dihadapannya.


"Tidak mungkin!.... Apa mungkin kau telah dicuci otak oleh para Iblis kejam itu?! Sial!! Padahal kau adalah harapan manusia... Kalau seperti ini Dunia Manusia aka..."

__ADS_1


Plakk!!!!... Kaneth menampar wajah Kizoe dengan sangat keras, emosinya sudah tidak terbendung lagi hingga akhirnya ia meminum ramuan penenang agar dirinya tetap tenang.


"Ku tau kau itu sangat benci terhadap Iblis tetapi apa maksud perkataan mu barusan huh?!" Teriak Kaneth dihadapan Kizoe.


"Iblis Kejam? Kehancuran Manusia? Hei.. dengar ini baik-baik... Di 4 Dunia ini bukan cuma Iblis dan manusia saja yang berada di dalamnya tapi ada banyak sekali!" Ujar Kaneth dengan dingin, ia menatap Kizoe dengan tatapan jijik hingga Kaisar bodoh itu merinding ketakutan.


Kizoe ingin memanggil penjaga diluar ruangan tapi sayangnya ia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.


"Kekuatan Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias itu sangat besar, lalu mengapa ia harus mengurusi manusia seperti kita?.... Hutan Roh, Dunia Dewa, Gunung Naga..... ada banyak jenis makhluk hidup yang lebih unggul dari manusia yang dapat ia kuasai lalu kenapa ia harus repot-repot mengurusi kita apa kau tidak pernah memikirkan hal itu?" Lanjut Kaneth dengan Aura Dominasi nya membuat Kizoe semakin tertekan.


Beberapa kali ia hampir pingsan tetapi tubuhnya langsung dipukul dengan keras oleh Kaneth hingga kesadarannya tetap ada dan terus merasakan penyiksaan itu.


"Iblis kejam? apa kau terus berfikir bahwa kau tidak lebih mengerikan dari pada mereka? Perbudakan, Korupsi, Penindasan... dan ada banyak hal kejam lain yang telah kau lakukan dan 3 hal tadi sama sekali tidak dilakukan di Dunia Iblis apa kau tau itu?"


Kizoe semakin merasakan ketakutan yang luar biasa hingga akhirnya Kaneth menghentikan penyiksaan itu dan merapal sihir Regenerasi pada Kizoe.


"Aku memang pahlawan tetapi itu hanya gelar, aku tetaplah manusia dan tidak lebih dari itu... sudah beberapa kali aku pergi ke Dunia Iblis dan melihat keadaan disekitar sana, Aku menyaksikan sendiri kebaikan mereka dan itu lebih tulus dibanding Sandiwara yang terus kalian lakukan"


Kaneth kemudian berjalan kepintu ruangan dan memegang gagangnya, "Jika kau masih ingin tetap hidup damai, aku sarankan untuk membersihkan bangsawan bodoh di wilayahmu sendiri dari pada mengurusi Iblis yang tak seharusnya kau Ganggu Ayah!" Ia membuka pintu dihadapannya dan langsung keluar dari ruangan meninggalkan Kizoe yang masih terduduk lemas di lantai sudut ruangan.


"Aku... kenapa ini terjadi, apa aku sudah membuat kesalahan?" Tanya Kizoe pada dirinya sendiri, air matanya mengalir dengan perlahan dan akhirnya membasahi wajahnya.


"Aku baru tau Iblis memiliki Kasih sayang... padahal dibuku sejarah kerajaan hanya tertulis kekejaman yang dilakukan oleh Raja dari para Iblis..."


°


°


°


"Ah.. gawat aku tidak boleh seperti ini.... air mata? aku yang baru saja membentak ayahku sendiri?... haha.. Sial.... Ketenangan adalah segalanya

__ADS_1


Kaneth merapal sihir penenang pada dirinya sendiri, namun air matanya tetap saja mengalir... Kemudian ia menyadari bahwa ini adalah pertama kali dirinya berani melakukan hal tersebut pada ayahnya sendiri....


__ADS_2