RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Keluarga Gaios IV


__ADS_3

"No-nona Ameth!.. Kepala Keluarga mohon tunggu sebentar!..." Nect menyaut dari kejauhan.


Namun Ameth tidak memperdulikannya dan terus mengabaikannya, ia tetap berjalan menelusuri lorong kediaman itu menuju Aula utama dengan gerak kaki yang cepat.


"Kepala Keluarga!!" Teriak Nect sekali lagi.


Kali ini Ameth berhenti berjalan dan menengok kebelakang, Nect yang dipenuhi keringat dan wajahnya yang terlihat begitu pucat sedang berusaha untuk mengejar Ameth dengan nafasnya yang terengah-engah.


Cukup memprihatinkan namun Ameth tidak merasa kasihan kepadanya dan justru merasa marah, orang tua dibelakangnya telah membuat Tuannya marah dan dia yang terkena imbasnya.


Kalau bisa ia sangat ingin memukul wajah Nect sampai hancur namun ia tetaplah seorang tetua yang tidak mengetahui siapa tuannya, jadi ia memberi sedikit kesempatan kepadanya.


Nect akhirnya bisa menyusul dan saat ini sedang menarik nafas dengan perlahan sebanyak tujuh kali dihadapan Ameth.


"Apa?!.." Tanya Ameth acuh tak acuh.


Nect bergidik namun ia tetap berusaha untuk setenang mungkin, karena berhadapan dengan wanita yang sedang marah jelas sangat menyulitkan.


"Pemuda barusan..."


"Beliau!!" Bentak Ameth memotong ucapan Nect.


"Ba-baik!!.. Beliau yang berada diruangan kerja anda tadi, apakan benar dirinya adalah Raja Iblis Tira.."


"Tentu! dia adalah Tuanku dan aku jelas mengenalnya, apa kau meragukan kekuatan darahku?" Ucap Ameth sekali lagi memotong ucapan Nect dengan raut wajah kesal.


"Jadi.."


"Kalau sudah memastikan jangan bertanya lagi, cukup turuti perintahnya dan jangan membantah!" Bentak Ameth kemudian berbalik dan berjalan lagi.


Sementara Nect Gaios yang masih sedikit ragu tetap mengikuti Ameth dari belakang, ia sendiri tidak mengerti kenapa pikirannya selalu menolak fakta bahwa pemuda yang ia bawa keruang kerja tadi adalah Raja Iblis Tirani.


Namun keputusan kepala keluarga adalah mutlak, darah leluhur selalu mengarahkan pemiliknya pada sang majikan, jadi tidak ada alasan bagi Ameth untuk berbohong kepadanya.


"Zovarein Thorias.. jadi kalau dia memang Raja Iblis Tirani, Vencer Arsias itu siapa ya?"


———————


Aula Utama, setelah dua jam berlalu kini pada ruangan besar itu telah dipenuhi oleh seluruh kehidupan yang ada didalam kediaman Gaios.


Jika kau melihat dari luar maka Kediaman ini akan terlihat kosong seperti tidak ada siapapun didalamnya, semua orang benar-benar berkumpul di Aula ini.


Tepat di ujung ruangan pada bagian tengah terdapat dua kursi besar, namun yang berada disebelah terlihat lebih kecil dari pada yang ada ditengah.


Ameth memasuki ruangan.


Semua perhatian tertuju kepadanya dan semua orang menyambut kehadirannya, namun ada yang sedikit aneh dipenglihatan mereka semua.

__ADS_1


Dihadapan Ameth berdiri seorang pemuda berjubah hitam, Ameth terlihat seperti mengikuti pemuda itu menuju dua kursi besar yang ada diujung ruangan.


?!!


Semua orang terkejut, Ameth justru duduk di kursi yang terlihat lebih kecil dari yang ada ditengah, sementara pemuda itu duduk dikursi yang paling besar ditengah.


Tidak ada yang berbicara semua menjadi hening, apa maksudnya itu? kenapa kepala keluarga tidak duduk dikursi utama? siapa pemuda kurang ajar itu?


Banyak pertanyaan dan ejekan yang muncul dipikiran mereka namun tidak dipertunjukkan diluar, para petinggi yang berada diruangan rapat sebelumnya juga terlihat bingung.


Beberapa dari mereka geram dan ingin menurunkan pemuda itu, namun saat mengingat kekuatan yang dimiliki pemuda itu, nyali mereka menciut.


"Baiklah.. karena semua sampah ini sudah berkumpul, maka akan kita mulai pertemuannya"


...----------------...


...DEVIL KING OF TYRANY...


...----------------...


"Apa maksud perkataanmu itu Brengsek!"


"Turun dari kursi itu! dirimu sama sekali tidak layak!"


"Apa yang kau lakukan kepada Nona Ameth!!"


Banyak orang yang langsung berteriak-teriak dan menyerukan ejekan mereka saat Zovarein mengatakan mereka adalah sampah.


Tentu mereka tidak terima dengan hal itu, dan lagi kenapa kepala keluarga tidak menghentikan pemuda itu? banyak dari mereka yang memiliki pikiran yang sama.


"Para Iblis tidak tau diri ini..." Ameth ingin meledak karena marah.


Namun ia tetap menahan diri karena Zovarein belum mengatakan apapun kepadanya, ia melirik semua anggota keluarganya dengan tatapan membunuh seakan ingin memakan mereka hidup-hidup.


"..Ameth.."


?!!


Ameth melirik kearah Zovarein saat namanya dipanggil.


".. Disiplinkan keluarga bodohmu ini..." Perintahnya dengan wajah tenang dan datar.


"..Baik!.." Balas Ameth berdiri dari kursinya kemudian berlutut pada Zovarein dan langsung menatap penuh aura membunuh kepada semua orang diruangan.


!!


Seketika semuanya terdiam, tatapan membunuh dari Ameth membuat mereka sama sekali tidak berdaya, posisi berlutut Ameth juga membuat mereka terheran-heran.

__ADS_1


Hanya Nect seorang yang tidak berbicara sedari tadi dan tetap diam tanpa mengutarakan ejekannya.


"Siapa yang pertama kali berbicara tadi?!" Tanya Ameth dengan tatapan dingin menelusuri semua orang di aula.


Tidak ada yang mengaku dan tentu saja tidak ada yang berani, namun seorang pemuda yang terlihat berumur 18 Tahun diluarnya maju kedepan sambil menatap serius pada Ameth.


"Aku yang pertam..."


*BLASHH!!!


Pemuda itu menjadi kabut darah, semua orang tercengang dan siapapun tidak percaya apa yang barusan terjadi.


Ameth membunuh putranya sendiri? hanya karena putranya yang pertama kali mengutarakan ejekannya? Siapapun yang diruangan mengerti betapa kejamnya Ameth namun belum pernah seorangpun melihat seberapa kejam ia sebenarnya.


Hanya karena seorang pemuda Ameth membunuh putranya sendiri.


"


*SWUSHH!!


Kali ini semua orang tidak dapat mengalihkan pandangan mereka kearah lain selain pada segumpalan daging yang melayang dihadapan Zovarein.


Dari sel, organ, tulang, daging, kemudian kulit.


Tubuh Putra Ameth yang terbunuh barusan terbentuk ulang dari IntiMuasal-nya dan kembali hidup seperti tidak pernah menjadi kabut darah sebelumnya.


Yang anehnya ia langsung bersujud dihadapan Zovarein dengan wajah berseri-seri.


"Yang Mulia!... Hamba Coudia Gaios mengucapkan selamat atas kebangkitan anda!" Ucapnya.


"Mm.. lalu apa kau masih akan membunuhku?" Tanya Zovarein bercanda.


"Hamba tidak layak! mohon berikan hukuman mati atas perkataan yang hamba lontarkan sebelumnya!" Balasnya dengan serius.


"Kau sudah mati sekali dan itu telah menyadarkan mu sekaligus hukuman atas kelancanganmu, kembali pada tempat dudukmu!"


"Baik!"


Coudia bangkit dengan kepala yang masih tertunduk dan berjalan menuju kursinya dan duduk dengan tenang disana seakan tiada terjadi apapun sebelumnya.


Reaksi yang berkebalikan ini jelas membuat semua orang semakin tercengang, Sihir Yang Menghidupkan Orang Mati? Yang Mulia? Kelancangan? Kebangkitan?


Sejua orang ingin bertanya namun tetap saja tidak berani mengeluarkan suara.


Reaksi terkejut yang berlebihan ini dialami semua orang tidak terkecuali pada Nect, ia tau kalau Coudia yang paling mengagumi sang leluhur pendiri yaitu Raja Iblis Tirani Vencer Arsias dari semua saudaranya.


Namun ia baru saja menyebut pemuda itu Yang Mulia? dari mana Iblis 1466 Tahun ini mengetahui nya?

__ADS_1


__ADS_2