RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Gelisah


__ADS_3

"Keturunan Raja... a-apa yang sedang anda bicarakan? orang tua seperti saya menjadi keturunan dari manusia hebat seperti itu, sama sekali tidak mungkin tuan, anda jangan mengada-ada." Orang tua itu berkata dengan panik.


"Kau tidak bisa menipuku, aku mengenal ciri-ciri seluruh keturunan keluarga kekaisaran Azhesia, sebab akulah yang membantai mereka dimasa lalu." Kata Zovarein sambil menyeringai.


"Me-membantai mereka? mimpi apa anda disiang bolong seperti ini? meskipun anda Iblis yang kuat bukan berarti anda bisa membunuh leluhur kami yang sangat kuat dimasa lalu, selain itu yang membunuh leluhur kami adalah Raja kalian, Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias, jika Kekaisaran Neraka mengetahui kalau anda menyebar rumor palsu, maka anda bisa segera ditahan, apa anda tidak takut konsekuensinya?" Orang tua itu tertawa kecil, seakan dia sudah memenangkan pertarungan kata dengan Iblis itu.


"Kau sangat suka berbicara ya, kau bahkan menjelaskan seluruh kejadian dimasa lalu dengan sangat baik tanpa kesalahan, ternyata kau memang keluarga kekaisaran Azhesia, dan keturunan langsung dari Kaisar Belzef Azhe." Kata Zovarein sambil tersenyum kecil.


Orang tua itu terkejut, ia baru menyadari bahwa dirinya telah membongkar identitasnya sendiri hanya dengan menceritakan kisah masa lalu, sebab cerita itu hanya diturunkan secara turun-temurun oleh keluarga Azhesia kepada keturunannya.


"Ck.. kau menipuku ya, tapi tetap saja kau tidak akan selamat setelah ini, karena jika Kekaisaran Neraka tahu mereka pasti akan langsung menangkap mu karena telah menyalah gunakan nama Raja mereka." Orang tua itu menyeringai.


"Ternyata meskipun sudah berlalu ribuan tahun, sifat manusia masih sama saja ya... hah, sepertinya aku bahkan tidak perlu repot untuk pergi ke Kerajaan itu secara langsung, hanya darimu saja aku sudah dapat memastikannya." Zovarein berkata sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa yang sedang kau bicarakan?" Orang tua itu penasaran.


Mendengar pertanyaan orang tua itu, Zovarein pun tertawa kecil kemudian berkata. "Itu berarti manusia tidak akan menjadi ancaman bagi wilayah Iblis ku, apa kau sudah mengerti pak tua?"


!!!


Wajah orang tua itu seketika menjadi sangat pucat, ia tahu mata itu, ia sangat mengenalnya meskipun tidak pernah melihatnya.


Di buku yang ditulis oleh leluhur mereka, kisah yang diceritakan ayahnya secara langsung, bahkan dari sekian banyak buku sejarah Kekaisaran Azhesia, semuanya akan membahas mata tersebut!


Mata ungu terang dengan pupil hitam, bahkan rasa tertekan saat melihatnya secara langsung itu, hanya satu orang saja di alam semesta ini yang memilikinya!

__ADS_1


"Mungkinkah..." Orang tua itu gemetar ketakutan.


"Kalau begitu, selamat hidup dengan damai... yah, meskipun setelah ini kalian tidak akan memiliki kedamaian itu sendiri." Zovarein tersenyum smirk.


Ia mengayunkan tangan kanannya kesamping, kemudian seluruh laboratorium ataupun tempat penelitian yang dimiliki Kekaisaran Azhesia langsung hancur dan meledak dengan sangat hebat!


Semua tempat itu sudah ditandai oleh Zovarein saat ia sedang berkeliling di wilayah tersebut.


"Mungkin sekarang hanya Kekaisaran Azhesia, namun jika manusia masih mengabaikan peringatan ini dan terus membangun teknologi mereka, maka jangan salahkan aku untuk memusnahkan kalian dari U-C! Aku, Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias sangat menentang perkembangan kalian yang bahkan sudah diluar batas ini!" Zovarein berkata dengan dingin sambil memberikan sihir pada suaranya agar dapat didengar oleh seluruh manusia di Ibukota tersebut.


Kemudian ia menatap Orang tua itu sekali lagi, sebelum akhirnya ia pergi kembali menuju Wilayah Iblis.


Sementara itu di Ibukota Kekaisaran Azhesia, semua penduduk disana sudah berlarian kesana-kemari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari dampak ledakan tempat penelitian yang hancur secara tiba-tiba.


Tidak ada satupun dari manusia-manusia itu yang percaya kalau ratusan tempat penelitian, yang bahkan telah dipasangi pelindung berlapis-lapis dapat hancur secara bersamaan, bahkan seluruh peneliti yang ada didalamnya sama sekali tidak selamat meski hanya satu orang.


-Istana Kekaisaran Azhesia-


Saat ini semua petinggi Istana dibuat kerepotan dengan kejadian mengerikan yang baru saja terjadi di Ibukota mereka. Kaisar, Mentri, bahkan Jendral harus berusaha keras untuk menenangkan penduduk, serta mengamankan semua penelitian yang masih bisa di selamatkan.


"Serangan balasan ya, dan itu langsung menghancurkan semua tempat yang paling penting bagi kekaisaran!" Seorang pria paruh baya dengan mahkota diatas kepalanya bergumam dengan marah, ia mengepalkan tangannya dengan sangat erat hingga mengeluarkan suara.


"Yang mulia, bagaimana tindakan selanjutnya? meskipun kita ingin menyerang balik, sangat kecil kemungkinan kita bisa menang." Seorang jendral bertanya dengan tenang, meskipun seperti itu sebenarnya tidak satupun orang di ruangan ini yang masih tenang, semuanya gelisah, marah, dan bingung tak tahu harus melakukan apa.


"Bagaimana menurutmu Perdana menteri?" Pria paruh baya itu bertanya pada seorang yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Yang mulia, maaf jika perkataan saya membuat anda marah, tapi dari pada menyerang balik secara langsung, lebih baik kita meminta beberapa kerajaan di wilayah kita mengirimkan pasukan bantuan agar dapat memenangkan pertempuran. Kelemahan kita disini adalah kita sama sekali tidak mengetahui kekuatan musuh! belum lagi hanya seorang dari mereka yang datang ke wilayah kita saja, sudah dapat menghancurkan semua tempat penting di Ibukota. kemungkinan paling buruk adalah seluruh pasukan musuh memiliki kekuatan yang sama!" Perdana menteri menjelaskan.


~Brakk!!~


Seorang jendral memukul meja pertemuan, kemudian berdiri dan berteriak. "Apa anda meremehkan pasukan Kekaisaran, Perdana Mentri Ren?!" Jendral tersebut membentak.


"Jendral Ming, saya sama sekali tidak meremehkan pasukan Kekaisaran, tetapi bukti nyatanya sudah terjadi di Ibukota kita sendiri, seluruh barak di hancurkan dan tempat penelitian yang berharga di ledakkan, dan itu hanya dilakukan oleh satu orang!" Perdana Mentri membalas dengan cepat.


"Omong kosong! pada saat itu pasukan sama sekali belum bersiap sehingga mereka dapat dikalahkan dengan mudah, jika mereka sudah bersiap maka musuh tidak akan semudah itu untuk menang!" Jendral Ming membalas dengan marah.


"Itu lah yang sedang saya bicarakan disini, apa anda berfikir musuh akan membiarkan kita bersiap? tentu tidak! pernyataan anda barusan bahkan lebih bodoh, jika anda berada di pihak musuh apa anda akan membiarkan kami bersiap agar dapat melawan? bahkan remaja muda Kekaisaran pun tidak sebodoh anda!" Perdana Mentri membentak balik, ia juga dapat marah jika terus dibentak seperti itu.


Setelah mendengar perkataan perdana Mentri Ren, Jendral Ming segera terdiam kemudian duduk kembali di kursinya dengan tenang.


"Namun meskipun seperti itu, tidak mungkin musuh memiliki banyak orang dengan kekuatan mengerikan seperti itu, anda terlalu menilai lebih kekuatan Iblis perdana Mentri." Seorang jendral lain berkata dengan dingin.


"Ini hanya kemungkinan saja Jendral Yi, kita harus bersiap akan beberapa hal yang bahkan mustahil dimasa depan agar kita tidak mendapat kekalahan." Balas perdana Mentri dengan jelas.


"Yang mulia, saya menyarankan agar kita mengirim surat kepada seluruh kerajaan dibawah kita untuk mengirimkan 20.000.000 pasukan mereka ke wilayah kita untuk persiapan perang yang akan datang, kita tidak tahu kapan musuh akan menyerang jadi kita harus bersiap! selain itu kita harus mencari cara agar ras utama lain tidak ikut campur terhadap peperangan kita dengan Iblis!" Perdana Mentri berkata dengan nada rendah penuh hormat pada pria paruh baya disebelahnya.


"20.000.000 pasukan akan membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk sampai kemari, apalagi jika kerajaan paling Utara di kekaisaran kita mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama, apa kau yakin perdana mentri?" Tanya pria paruh baya yang dipanggil Yang mulai tersebut.


"Yang Mulia, anda boleh meragukan saya namun semua yang saya katakan demi kebaikan kekaisaran! kita harus bersiap akan segala kemungkinan yang ada bahkan jika itu mustahil, sebab kita sama sekali tidak mengetahui kekuatan pasti milik musuh! sebelumnya kita bahkan mengirim satu juta unit pasukan untuk menyerbu wilayah iblis, namun setelahnya kita tidak mendapat kabar apapun, yang berarti mereka semua sudah mati. Dari sana kita sudah dapat menemukan bahwa kekuatan musuh setidaknya sangat kuat sehingga dapat mengalahkan seluruh pasukan yang kita kirim hanya dalam waktu satu hari!" Perdana Mentri menjelaskan dengan tegas.


"Begitu, kalau menurutmu seperti itu maka aku tidak memiliki pertanyaan lain, kita akan melakukannya sesuai dengan yang direncanakan Perdana Mentri, apa ada yang keberatan?" Pria paruh baya itu bertanya dengan tegas.

__ADS_1


Setelah mengetahui tidak ada yang keberatan, maka ia segera mengangguk kemudian berkata kepada Perdana Mentri Ren untuk segera melaksanakan pekerjaannya.


...—To Be Continued —...


__ADS_2