RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Maaf...


__ADS_3

"Venuz!, Celi!, Kak Zova sudah pulang lho!" Gadis itu sedikit berteriak dihadapan pintu tersebut.


Tak lama kemudian pintu itu terbuka secara perlahan, dan menampakkan seorang gadis dan pemuda yang memiliki senyum cerah di wajah mereka.


""Selamat datang kak Zova!""


Tanpa menunggu jawaban pria itu, mereka berdua langsung berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat sambil tertawa senang.


"Aku pulang, bagaimana kabar kalian?" Pria itu bertanya sambil mengacak-acak rambut mereka berdua.


"Bahagia! Karena kakak sudah pulang!" Pemuda itu menjawab.


"Sangat senang! Karena kakak sudah kembali!" Gadis itu menyambung.


"Memangnya sebelum aku kembali kalian tidak bahagia?" Pria itu mengerutkan keningnya karena mencurigai sesuatu.


"Apa yang kakak bicarakan? Kami selalu bahagia selama ada kakak dan Ibu, tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak dan masuklah, kami sudah menyiapkan sesuatu!" Ucap pemuda itu dengan senyum lebar.


Sementara pria itu hanya menatap penasaran ke arah Venuz selama beberapa detik, kemudian kembali tersenyum dan masuk kedalam ruangan.


'Jika saja Ayah Sialan itu berani mengganggu mereka, aku tidak akan ragu lagi!' Ia berteriak dalam hati.


Saat sampai didalam rumah, ia dapat melihat berbagai macam makanan kesukaannya yang tertata dengan rapi diatas meja, ia tersenyum melihat hal tersebut kemudian duduk disalah satu kursi dimeja, dan diikuti oleh adik-adiknya.


"Ulang tahun ke berapa ini? Lima Milyar tahun?" Venuzdasia berfikir keras.

__ADS_1


"Lebih tepatnya 5.987.991.300 Tahun!" Lucy tersenyum.


"Kak Lucy hebat, bagaimana caramu dapat mengingat umur kak Zova seakurat itu?" Celia bertanya dengan antusias.


"Tentu saja karena aku menyayangi nya, tidak ada yang tidak mungkin selama aku berusaha!" Ia terlihat sangat bangga.


"Kamu terlihat bangga seperti itu, padahal sebenarnya Ibu yang memberitahumu bukan?" Venuzdasia tersenyum kecil kearah Lucy.


"Ah.. soal itu..." Lucy menolehkan kepalanya ke samping seakan tidak mendengar perkataan kakaknya.


"Yah sudah-sudah, aku sendiri tidak menghitung umurku tapi kalian malah memperdebatkannya." Pria itu tersenyum canggung.


"Apa yang kakak bicarakan? Hari ini adalah ulang tahunmu lho! Acara yang hanya dapat kita lakukan sekali dalam ratusan tahun! Tidak mungkin kami tidak memperdebatkannya." Lucy menggembungkan pipinya.


"Benar-benar, kita harus berterima kasih kepada Ibu karena mengingat umur kakak dengan baik." Sambung Celia.


"Kalian semua..." Pria itu tidak dapat berkata-kata.


"Kalau begitu mari kita mulai acaranya!"


~Brakk~


Pintu ruangan itu didobrak dan terlihat seorang pria paruh baya, dengan wajah kusut dan sebilah pedang ditangannya, berdiri di pecahan pintu yang sudah hancur.


Ratusan ribu prajurit berzirah lengkap juga terlihat mulai memadati seliruh ruangan yang membiat keempat bersaudara itu marah.

__ADS_1


"Apa maksudnya ini Regizo." Pria itu menatap tajam pada pria paruh baya yang ia panggil Regizo tersebut.


"Zovarein, lama tidak bertemu, atau mungkin aku harus mengucapkan selamat tinggal? Karena sebentar lagi kau akan di eksekusi oleh Ayahmu sendiri di ruang tahta." Regizo tersenyum mengejek saat mengatakan hal tersebut.


"Mimpi apa kau disiang bolong seperti ini dasar pak tua?!" Venuzdasia mendengus marah.


Pria paruh baya itu hanya tersenyum kemudian berkata. "Jaga bicaramu dasar Iblis rendahan, makhluk kotor seperti mu hanya merusak pemandangan di Creati Mun ini!" Pria paruh baya itu membentak marah, kemudian menatap Zovarein dengan senyum mengejek.


"Beruntungnya Sang Pencipta memberikan perintah langsung kepadaku agar menangkap mu dan membawamu menuju ruang tahta, kau tau apa yang maha besar katakan saat menberi perintah itu?" Regizo terkekeh kecil.


"Eksekusi ditempat jika melawan!" Ia berteriak senang, Kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah Zovarein. "Siksa Raja Iblis bodoh ini terlebih dahulu, meskipun dia tidak melawan aku akan membunuhnya disini!" Ia tertawa jahat.


Seketika itu juga ratusan ribu prajurit tersebut menyerbu ke arah Zovarein tanpa memperdulikan Lucy, Celia, dan Venuzdasia, karena tugas mereka hanya menyiksa target saja yaitu Zovarein.


...———...


Sekilas Trailer Raja Iblis Mother's Love, Bagi yang penasaran sejak beberapa bulan terakhir, atau chapter yang berjudul "New Past Story'!!"


Mohon maaf karena aku menundanya selama ini, Minggu depan aku akan meng-upload Past Story' tersebut sebagai permintaan maaf atas kesalahan saya sebagai author yang sudah berjanji.


Alasannya mungkin karena beberapa bulan lalu sampai Minggu kemarin, saya sedang memiliki kesibukan yang sangat banyak, dan kebetulan Minggu kemarin saya sedang sakit.


bahkan cerita Raja Iblis saja sudah Hiatus dalam beberapa bulan dan begitu juga dengan cerita lainnya.


jadi sekian info dari saya Nova, maaf atas kesalahan yang saya perbuat, dan semoga kalian menikmati Past Story' Selanjutnya.

__ADS_1


Sampai jumpa..


...—To Be Continued —...


__ADS_2