
(Diperbatasan Wilayah barat)
Sebuah gedung bertingkat tiga yang lumayan besar terdapat dibagian sudut kota dengan suasana yang agak aneh mengelilinginya.
Gedung itu memiliki papan nama, namun tidak ada tulisan yang tercantum pada papan tersebut.
Diluar gerbang gedung itu...
"Apa ini tempatnya ya?" Zovarein menatap bangunan itu dengan teliti.
Sangat sedikit orang yang berkeliaran disekitaran bangunan bertingkat tiga tersebut, bahkan dindingnya yang berlumut dan retak sama sekali tidak diperbaiki.
Tentu Zovarein mengetahui alasannya, bahkan dia sangat tau bahwa bangunan bertingkat itu sama sekali tidak digunakan, yang berarti hanya hiasan.
Mata Iblis Kehancurannya aktif dan ia melirik kedalam tanah, senyuman kecilnya terbentuk ketika melihat berbagai aktifitas disana dengan jelas.
"Ketemu.." Zovarein menyeringai.
*Tap..Tap..Tap..
Ia melangkah masuk kedalam bangunan kosong tersebut, sekitar dua menit ia berkeliling mencari tangga untuk turun kebawah dan sama sekali tidak menemukannya.
"Sepertinya memang harus memakai itu ya.." Zovarein bergumam.
""
*Whushh!!
Gerbang hitam berbentuk lingkaran muncul dihadapan Zovarein, ketika ia melangkah masuk kedalam gerbang tersebut, dirinya sampai didalam sebuah ruangan yang cukup kecil, dengan tumpukan beberapa kotak kayu yang terlihat rapuh disekelilingnya.
"Gudang yang tidak terawat, sepertinya tempat ini memang buatan manusia." Ia memeriksa semua kotak tersebut dan hanya menemukan beberapa jasad Manusia yang dicampur dengan jasad Iblis, terdapat borgol dikedua tangan mereka semua.
"Niatnya aku tidak akan menghancurkan tempat ini jika tidak menjual budak Iblis, sepertinya itu tidak perlu yah..." Zovarein mengepalkan tangannya.
Zovarein keluar dari gudang itu dengan perasaan marah, saat berada diluar ia dapat melihat ribuan jeruji besi yang berjejer di sepanjang jalan.
Zovarein mengerutkan keningnya, ia berfikir jumlah budaknya hanya sekitar ratusan sebelum datang kemari, ternyata itu jauh lebih banyak dari dugaannya.
Ia berjalan melewati jeruji besi itu dengan sorot mata tajam yang menatap kedepan.
*Tap..Tap..Tap..
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat, suaranya terdengar bergiliran seperti ada beberapa orang yang sedang mendekat kearah Zovarein berdiri saat ini.
__ADS_1
Dengan cepat ia menyatu dengan kegelapan untuk bersembunyi, atau lebih tepatnya mencari informasi dari mulut musuh secara langsung.
"Tuan Kaien, dilantai dua ini hanya berisi budak manusia yang hampir tidak memiliki kekuatan sama sekali" Suara seorang pria paruh baya terdengar menggema ditempat itu.
"Lalu kenapa kau membawaku kemari, bukankah ada banyak ruangan bawah tanah yang berisi budak berkualitas dibawah?" Seorang pemuda yang disebut Kaien oleh pria tadi bertanya.
"Tentu saja ada banyak dibawah sana, namun saya memandu anda kelantai dua karena ini.." Pria itu menunjuk kedalam sebuah kurungan.
Ketika melihat isi dari kurungan tersebut, pemuda bernama Kaien itu langsung tersenyum aneh dengan air liur yang menetes.
"Begitu rupanya, karena hal ini ya.. perdagangan budak barat memang sangat baik dalam memilih barang dagangannya" Kaien mengusap air liurnya dan menatap penuh nafsu pada isi dari kurungan itu.
"Jangan hanya melihat hal itu terus Tuan Kaien, masih ada puluhan kurungan yang diisi dengan gadis muda juga disebelah sana, lebih baik melihat semuanya dulu baru memilih bukan?" Pria itu tertawa licik.
"Benarkah? kalau begitu tunjukkan semuanya kepadaku" Kaien terlihat bersemangat.
"Tentu saja dengan senang hati Tuan" Pria itu membalas dengan tenang.
Sementara Zovarein yang berada didalam kegelapan saat ini sedang menahan emosinya.
"Jadi ini hanya satu dari sekian banyak ruangan bawah tanah diperdagangan budak" Zovarein bergumam.
*Whushh!!
Ia terus bergerak dalam kegelapan menuju sebuah bangunan besar yang berada ditempat itu, dari kemegahannya Zovarein tau kalau tempat itu adalah tempat dimana pemilik perdagangan budak ini berada.
...----------------...
...----------------...
"Tuan muda keluarga Lysord disini?, siapa yang memandunya berkeliling?" Seorang pria yang terlihat berumur 34 Tahun bertanya dengan tegas, tentu umur yang sesungguhnya tidak semuda penampilannya.
"Itu adalah Rezef, dia langsung bergegas ketika melihat Tuan Muda Lysord datang" Seorang wanita berkacamata menjawab.
"Begitu, kalau memang benar maka tidak ada yang perlu dicemaskan, dia adalah profesional dalam bidang itu" Pria tersebut menyeruput secangkir teh.
"Apa masih ada tamu lain yang datang?" Pria itu bertanya setelah menghabiskan tehnya.
"Ada tetua dari keluarga Desier, Nona muda keluarga Bient, kepala keluarga Xavic dan..."
"Sudah cukup, mereka semua hanya keluarga rendah tidak perlu disebutkan" Pria itu memotong perkataan wanita tersebut sambil menghela nafas.
*Tok..Tok..Tok..
__ADS_1
Pintu ruangan itu diketuk.
"Masuk.." Ucap pria itu dengan keras.
*Cklak..
Pintu ruangan dibuka dan menampakkan seorang pemuda pendek, dengan bekas luka goresan dibawah matanya.
"Tuan, Kepala keluarga Gaios mengirimkan pesan" Pemuda itu berucap dengan sedikit ketidaksenangan pada nada bicaranya.
"Apa itu?" Pria itu bertanya.
"Anda disuruh untuk menghentikan bisnis ini dan segera pulang kerumah" Ujar Pemuda itu.
Pria itu mengerutkan kening dan berkata, "Cih.. ada-ada saja, aku pikir ada berita penting atau semacamnya," Pria itu mendengus kesal dan menatap tajam pada pemuda itu "Sampaikan kalau aku akan kembali besok, untuk bisnis ini tidak akan aku hentikan" Pria itu berucap dengan marah.
"Baik.." Pemuda itu menutup pintu dan segera pergi setelah mendegar ucapan Pria tersebut.
"Apanya yang menghentikan, padahal Ibu tidak pernah mempermasalahkan hal ini, kenapa sekarang dia malah bertindak sebaliknya?!" Pria itu menatap ke jendela dan melihat ribuan jeruji yang berjejeran didepan gedung tempat dimana ia sedang berada.
"Setelah aku sudah payah untuk mengumpulkan budak sebanyak ini dan dia ingin aku berhenti? aku ingin penjelasan yang memuaskan saat aku pulang nanti" Lanjutnya.
"Tuan, ada laporan baru yang saya lupakan tadi" Ucap wanita itu sambil memeriksa kertas-kertas yang berada ditangannya dengan cermat.
"Hah?" Pria itu mengalihkan pandangannya pada wanita itu.
"Sekitar dua menit yang lalu, ada seorang pemuda berjubah hitam yang terlihat mencurigakan masuk ke area permukaan" Ucap wanita itu.
"Hanya itu saja?" Pria itu bertanya.
"Tidak masih ada lagi, pemuda itu mengelilingi gedung dipermukaan selama beberapa saat sebelum ia menghilang secara tiba-tiba ketika dirinya memasuki lingkaran hitam di salah satu ruangan kosong pada bangunan dipermukaan" Wanita itu menyelesaikan laporannya.
"Menghilang?... apa kau yakin dia menghilang begitu saja?" Pria itu bertanya dengan kerutan di wajahnya.
"Saya tidak tahu, tapi penjaga di permukaan berkata demikian" Wanita itu menjawab.
Pria itu mendadak masuk kedalam mode berfikir, tangannya dilipat dengan matanya terpejam.
Dari penampilannya sudah tampak bahwa dirinya saat ini tidak dapat diganggu.
"Lingkaran hitam.. apa itu mungkin ? di zaman ini hanya Ibu yang punya kekuatan semacam itu, lalu siapa pemuda ini ?" Ia berfikir dengan sangat keras.
*DUAARR!!!
__ADS_1
Sebuah ledakan besar diluar mengguncang bangunan itu dengan sangat kuat, pria itu sampai terjatuh dari kursinya hingga membuat dirinya sangat kesal karena merasa terganggu.
"Siapa yang berani membuat masalah?!"