RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kembali


__ADS_3

"Huh, sudah yang ke berapa kali ini? setiap hari selalu saja ada yang mengincar nyawaku." Keluh Yurina sambil menatap kolam racun yang cukup besar ditempat Serigala racun tadi terkena serangannya.


Seperti yang dikatakannya sudah lebih dari puluhan kali nyawanya diincar oleh seseorang, dan setiap serangan selalu menggunakan racun yang sama sekali tidak berpengaruh kepadanya hingga membuatnya menjadi sangat kesal.


"Tapi yah, racun kali ini sepertinya lebih kuat dari yang sebelumnya, andai aku tidak langsung bertindak tadi mungkin saja orang-orang ini sudah mati dalam hitungan detik." Ucap Yurina sambil menatap semua orang yang sedang bersorak kepadanya.


"Dewi menyelamatkan kita!"


"Puja sang Dewi!"


Teriak mereka dengan wajah yang fanatik, andai mereka tahu kalau Dewi yang mereka sebut itu adalah seorang Iblis yang sangat kejam dan haus darah, mungkin mereka tidak akan menyorakinya seperti itu.


Yurina sendiri merasa tidak nyaman ketika melihat semua orang itu memujanya dengan wajah aneh dan menakutkan, sehingga ia berubah menjadi seberkas cahaya dan lenyap dari pandangan semua orang.


Ia muncul didekat kolam racun tersebut dengan wajah kusut, meskipun ia kebal dengan racun tetap saja baunya sangat menyengat hingga membuatnya ingin muntah.


Beberapa partikel kecil mulai berkumpul di jari telunjuknya kemudian ia mengoleskan partikel tersebut dibawah hidungnya, dan membuat penciumannya menjadi segar kembali hingga ia tidak mencium bau menyengat lagi.


"Haaah akhirnya aku bisa bernafas dengan lega, kenapa semua racunnya sangat bau!? mengesalkan sekali!" Yurina berteriak marah.


Setelah itu ia mendekati kolam tersebut dan menyalurkan energi sihirnya kedalam racun selama beberapa menit sebelum akhirnya mengangguk.


"Mayat Barberias, Akar Rafluis, Kepala manusia, Zat MA, Kaki Jercribe, Jantung Usca, Darah Ogre, dan urine Cerberus, bahan-bahan pembuatannya sangat aneh dan menjijikkan yah." Yurina ingin muntah saat membayangkan semua bahan itu.


"Huh, lebih baik aku pergi ke Kerajaan Neraka, sudah lama sekali sejak aku bertemu dengan Nona." Kemudian Yurina menjadi seberkas cahaya dan lenyap dari sana.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian setelah Yurina lenyap, seorang berpakaian serba hitam keluar dari persembunyiannya dengan wajah marah, ia sangat kesal karena setiap rencananya selalu saja gagal hanya untuk membunuh seorang wanita.


"Lihat saja, akan aku buat racun yang bahkan tidak dapat kau tahan dengan kekebalan 89% mu itu!" Ia menggeram kemudian pergi dari sana dengan cepat.


...----------------...


Setelah terbang selama beberapa hari, Yurina akhirnya sampai di Kerajaan Neraka dengan selamat tanpa ada yang menghalanginya seperti sebelumnya.


Ia berjalan masuk kedalam gerbang masuk Ibukota dengan perasaan senang, namun ketika ia sudah melewati gerbang masuk, sebuah perasaan familiar dapat ia rasakan di barat, meskipun ia tidak tau apa itu sebenarnya, ia berusaha untuk merasakannya dengan lebih jelas.


Namun sekuat apapun ia berusaha tidak ada perkembangan sama sekali, sehingga ia hanya menghela nafas kemudian kembali berjalan menuju Istana Kerajaan Neraka.


"Meskipun agak mencurigakan tapi, aku rasa perasaan itu bukan sesuatu yang berbahaya, jadi lebih baik aku memeriksanya nanti, untuk sekarang aku harus bertemu dengan Nona terlebih dahulu." Ucap Yurina dengan santai.


Setelah ia berjalan selama beberapa jam, ia akhirnya sampai didepan gerbang masuk Istana, setelah menunjukkan kartu identitasnya dan mengatakan tujuannya pada penjaga gerbang, ia diijinkan masuk dengan mudah tanpa masalah.


"Kau boleh masuk." Terdengar suara seorang gadis dari dalam.


Kemudian Yurina masuk kedalam ruangan setelah diijinkan, didalam sana ia dapat melihat seorang gadis dengan gaun hitam yang sangat anggun, rambut putih yang sangat terurus dan halus, serta wajah yang sangat indah, disebelahnya ada seorang Wanita dengan pakaian seperti pelayan, namun sebenarnya ia bukan pelayan sama sekali.


"Sudah lama ya Yurina, apa kau sehat-sehat saja?" Tanya Gadis itu tanpa menoleh sama sekali.


"Saya sehat-sehat saja Nona Rurina terima kasih atas perhatian anda, dengan kekuatan saya sekarang ini, sangat sedikit orang yang dapat menggores kulit saya di benua iblis jadi anda tidak perlu khawatir." Ucapnya sambil membungkuk.


"Begitu, kalau begitu syukurlah, lalu apa yang ingin kau laporkan?" Rurina menghentikan tangannya yang sedang menulis dan menoleh pada Yurina.

__ADS_1


"Nona, belakangan ini ada beberapa kejadian aneh di benua Iblis, seperti Monster Racun tingkat Mitos yang muncul secara mendadak di Kerajaan Dark ElderDwarf, Pohon Racun tingkat Legendaris yang mematikan Hutan Iblis di barat, bahkan ada beberapa lainnya sepeti Serigala Racun yang menyerang Kerajaan Jatuh." Ucap Yurina membuat Rurina sedikit tertarik.


"Lalu? kenapa kau melaporkan hal seperti itu kepadaku, bukankah kau bisa menyelesaikannya sendiri tanpa masalah?" Tanya Rurina.


"Jika itu tidak mengincar apapun maka saya akan bertindak dengan mudah tapi, semua hal yang saya sebutkan tadi selalu mengincar saya, bahkan saya yakin teman seperguruan saya yang lain juga sedang diincar sesuatu yang sama." Yurina menegakkan badannya. "Karena di Benua Iblis hanya anda seorang yang dapat menghubungi saudara saya yang lain, saya berniat untuk meminta tolong kepada nona untuk memanggil semua saudara saya ke Kerajaan Neraka." Ucap Yurina sambil berlutut membuat Rurina merasa sedikit aneh.


"Bukankah kalau aku memanggil mereka kesini, Kerajaan Neraka akan menjadi sasaran para monster racun itu?" Tanya Rurina sambil menatap lekat pada Yurina.


"Saya telah mempertimbangkan semuanya dengan hati-hati Nona, kekuatan monster racun yang menyerang hanya sebatas Mitos saja, tidak ada yang setingkat Dewa sehingga anda tidak perlu khawatir, Guru sudah melindungi Kerajaan Neraka dengan sihir pelindung Mutakhir yang bahkan tidak dapat dihancurkan oleh saudara Guru, yaitu Velzana itu sendiri, saat penyerangan 2000 Tahun lalu." Ucap Yurina dengan penuh keyakinan membuat Rurina tidak ragu lagi.


"Baiklah, akan ku panggil mereka semua, kau harus beristirahat dulu karena sudah jauh jauh datang kemari, dan juga kenapa kau menjadi sangat kaku seperti itu? aku jadi merasa tidak nyaman." Rurina tertawa kecil.


"Ah, maaf Nona karena sudah lama tidak bertemu saya menjadi seperti ini." Yurina segera berdiri dengan panik.


"Yah, aku tidak marah, hanya saja melihatmu seperti itu membuatku teringat masa lalu." Ucap Rurina membuat Yurina juga merasakan hal yang sama.


"Sudah-sudah jangan ingat sesuatu yang sudah berlalu, aku juga sedang sibuk aku akan berbicara dengan mu lagi nanti."


"Baik, saya akan mencari topik yang bagus, saya permisi." Yurina membungkuk kemudian pergi dari ruangan dengan tergesa-gesa.


"Yvier, aku tidak pernah melihat Yurina yang segugup itu, apa kau tau sesuatu?" Tanya Rurina kembali menulis.


"Entahlah Nona, seingat saya Yurina hanya pernah bertingkah seperti itu dihadapan Yang Mulia." Jawab Yvier membuat Rurina menatapnya dengan aneh.


"Hah?"

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2