RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kembalinya Sang Ayah


__ADS_3

"Huh.. selesai- 10% sudah terkumpul dan 15 hari sudah berlalu, yah walaupun diluar hanya 5 hari sih.. tapi aku baru menyadari hal ini.. sepertinya sebagian sikap dan perilaku saat aku menjadi Thori Zova masih tersisa.. huh merepotkan" Keluhnya sambil menghela nafas.


Ia bangkit dari posisi duduknya dan mengembalikan semua barang yang ada disana kembali ke Penyimpanan Dimensi miliknya.


Zovarein menggunakan sihir pembersih untuk menghilangkan semua keringat, kotoran, serta bau yang ada ditubuhnya hingga bersih seperti baru selesai mandi.


Kemeja ungu gelap, Celana Hitam panjang beserta Jubah hitam bercorak tengkorak ia keluarkan dari Sihir Ruang miliknya.


Dengan segera ia mengenakan Kemeja beserta Jubah tersebut dan menyimpan pakaian yang ia gunakan dibumi sebelumnya ke Penyimpanan Dimensinya sebagai kenangan.


"Aku berniat mengembalikan waktu disini menjadi normal tapi, sebagai tempat latihan sepertinya ruangan ini bagus, akan ku perluas nanti setelah urusanku selesai" Ujarnya, kemudian ia menggunakan Gate untuk keluar dari Ruangan tersebut karena tidak tau pintu keluarnya dimana.


"Aku baru ingat kalau sebelumnya ruangan itu tidak pernah ada disana sebelumnya.. sepertinya itu baru dibuat sejak aku memberikan Kristal Ingatanku kepada Elgard " Ujarnya dalam hati kemudian segera pergi ke ruangan kerja Elgard.


Ia menaikkan penutup kepalanya seperti yang dulu sering ia lakukan lalu menggunakan sedikit Aura Raja Iblisnya agar tidak ada yang menghadangnya saat menuju ruang kerja Elgard.


Ia menggunakan Gate untuk berpindah keruangan dulu tempat ia dirawat oleh Elgard, dari sana Zovarein langsung pergi menuju tempat ia mengintip Elgard saat menonton pertempuran di gerbang kerajaan.


Beberapa pelayan yang melewati Zovarein saat sedang bekerja merasakan tekanan yang sangat kuat saat menatap mata merah milik Zova.


Mereka melewatinya begitu saja tanpa menanyakan identitasnya ataupun tujuannya karena takut menyinggung orang yang salah, merekapun langsung kabur begitu saja.


Setelah beberapa menit berjalan, Zovarein akhirnya tiba didepan pintu ruangan itu.


"Aku merasakan beberapa kehadiran disini.. hm?, Rurina juga disini.. tidak kusangka satu-satunya putriku datang ketempat ini"


*CKlak..


Gagang pintu ruangan berputar dan pintu mulai terbuka secara perlahan tanpa ada ketukan, beberapa orang yang ada disana meningkatkan kewaspadaan mereka saat merasakan ada Aura aneh yang masuk ketika pintu ruangan itu bergeser secara perlahan.


Saat pintu tersebut sepenuhnya terbuka, sosok dengan Jubah hitam bercorak tengkorak dan penutup kepala terlihat berdiri diluar ruangan.


"Siapa Kau Apa kau tidak tahu sedang berada dimana?!" Teriak seorang Mentri karena panik.


"Yang Mulia tolong tetap waspada, ada yang aneh dari orang itu!" Ujar Syliane Komandan Sihir Kekaisaran Iblis yang saat itu sedang berbicara beberapa hal dengan Elgard dan beberapa petinggi Kekaisaran lainnya.


Syliane langsung mengambil sikap membelakangi Elgard sambil menatap tajam pada sosok berjubah hitam itu.


"Apa yang kau bicarakan? Kenapa aku harus waspada dengan Ayahku sendiri!.. "


"Ap-!!!"


Perkataan itu sukses membuat semua orang diruangan itu kelabakan, mereka mulai memperhatikan sosok diluar ruangan itu dengan teliti.


"Ayah Sepertinya Kau sudah selesai-"


"Ayah!!"


Saut Rurina memotong perkataan Elgard, sambil berlari kegirangan kearah Zovarein dan langsung memeluknya dengan erat.


Tanpa Rurina sadari, air mata telah membasahi wajahnya, walaupun dibumi ia sudah sering memperhatikan Ayahnya, namun saat bertemu secara langsung, perasaan senang yang ia rasakan dulu kini berubah menjadi kebahagian dan rindu yang begitu mendalam.


"..Rurina! Ayah sangat merindukanmu sayang!" Ucapnya sambil membalas pelukan Rurina.

__ADS_1


"Ya! aku juga sangat merindukan Ayah! tidak ada yang lebih merindukanmu daripada aku!" Ucapnya dengan senyum bahagia terpancar diwajahnya.


Elgard yang melihat hal itu hanya bisa berdiam diri ditempat nya, ingin dirinya melakukan hal yang sama tetapi saat ini dia sedang berada dihadapan para bawahannya.


"Elgard, maaf aku tidak sempat berbincang denganmu sebelum memulihkan diri..kau merindukanku juga bukan? kemari nak"


Zovarein melihat Elgard terlihat cemburu saat melihat dirinya memeluk Adiknya, ia juga sadar kalau ada rasa malu pada hati Elgard ketika Elgard secara tidak sadar hampir saja mengikuti kelakuan adiknya.


Beruntung para bawahannya terlalu fokus untuk menatap dirinya, dan tidak terlalu memperhatikan Elgard.


"Huh.. kau baru saja kembali dan langsung pergi, padahal aku sangat ingin memelukmu saat itu dasar Ayah bodoh!" Ujar Elgard sambil berjalan dan langsung memeluk Zovarein.


Beberapa Petinggi Istana dan Komandan yang berada disana membuka mulut mereka lebar-lebar dan menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.


Raja Iblis Sekaligus Kaisar Kekaisaran Iblis Elgard Thorias dan adiknya Ratu Neraka Rurina Thorias yang terkenal dengan Kekejaman serta kebengisannya sedang tersenyum dan berbicara dengan nada lembut serta memeluk seseorang yang terlihat asing dimata mereka.


"Hm? Ibu kalian ada dimana? kupikir dia akan datang kesini setelah merasakan Aura yang ku hasilkan seminggu lalu"


Elgard melonggarkan pelukannya dan menatap penuh arti pada Zovarein dan mulai menjelaskan.


"Itu, Ibu sedang melakukan sebuah percobaan di Planet Bencana jadi.. aura Ayah mungkin tidak sampai kepadanya..." balas Elgard melepas pelukannya.


"Hm.. ya, yang penting dia baik-baik saja, walaupun planet bencana itu berbahaya, tetapi setelah ratusan tahun, pasti dirinya juga sudah bertambah kuat"


"Ayah Kau baru saja kembali tanpa makan selama 5 hari apa kau ingin memakan sesuatu?" Tanya Rurina dengan mata yang bersinar-sinar.


"Benar juga.. " Zovarein terlihat berfikir.


"Ya tentu saja, aku akan memasakkan apapun yang ayah inginkan! Ayo kedapur Istana!"


Rurina langsung menarik tangan Zovarein menuju dapur Istana Kekaisaran Iblis, dengan senyum bahagia yang sudah lama tidak ia perlihatkan.


Elgard menyaksikan senyum bahagia yang ditunjukkan oleh adiknya hingga membuat dirinya tidak tega menahan ayahnya lebih lama diruangan tersebut, ia hanya bisa pasrah dan kembali menuju tempat duduknya.


"Baiklah.. maaf karena telah memotong pembicaraan kita, Lanjutkan Laporan yang kau ucapkan tadi dari awal Syliane" Ujar Elgard yang kembali menggunakan wajah seriusnya membuat semua orang yang ada disana merinding.


"Ba-baik Yang Mulia!"


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


Setelah berjalan selama 4 menit akhirnya mereka telah sampai di dapur Istana.


"Ayah silahkan duduk disini, aku akan segera memasakkan Makanan yang Ayah inginkan!.." Ujarnya dengan bahagia.


Melihat putrinya yang begitu senang, membuat dirinya merasa bersalah karena telah meninggalkannya Ratusan tahun lalu, ia merasa tidak berhak menerima senyuman hangat tersebut tetapi apa yang bisa dia perbuat?, setidaknya demi putrinya ia hanya bisa membalasnya dengan senyuman juga.


"Hm♪ hm♪" Terdengar suara Rurina yang bersenandung saat sedang memasak.


Terkadang ia mengingat sosok yang sangat ia Cintai saat mendengar senandungan Putrinya yang sangat mirip dengan suara ibunya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Rurina kembali dengan Semangkuk Sup Daging Kelinci Iblis yang baru saja dimasak olehnya.


"Ini Ayah silahkan dinikmati!"


Rurina menatap Ayahnya dengan rasa puas, saat melihat ayahnya meminum sup buatannya dan memakan daging kelinci iblis dengan lahap.


*Sluurpp...


"Uwah.. Sup buatanmu selalu yang terbaik, bahkan rasanya lebih enak dari ratusan tahun lalu" Ujar Zovarein.


"Tentu saja.. Aku adalah Putri dari Ratu paling kejam dengan skill memasak paling luar biasa di Dunia! Hehe.." ujar Rurina menyombongkan dirinya.


"Benar juga bagaimana keadaan 4Dunia? apakah baik-baik saja selama Ayah tidak disana?"


"Hm.. tentu saja semuanya baik dengan aku sebagai Ratunya! Karena Aku adalah Putri dari Raja Iblis paling ditakuti didunia! Hahaha" Ujar Rurina sekali lagi menyombongkan dirinya sendiri.


"Aku menanyakan keadaannya lho putriku.. huh, yah biarlah selama semuanya baik-baik saja aku tidak perlu menghawatirkan 4Dunia untuk saat ini "


Selama beberapa jam itu, mereka terus berbincang-bincang tentang hal yang dialami oleh Rurina selama Zovarein tidak ada disisinya.


Tak pernah ia sangka putri yang dulunya sangat manja kepadanya telah menjadi orang paling dihormati dan disegani di berbagai dunia dan tempat-tempat asing.


Mulai dari menaklukkan beberapa Ras, lalu menaklukkan berbagai wilayah, lanjut ke benua dan akhirnya ia menyelamatkan sebuah planet yang ia namai sendiri menjadi Infinity World atau Planet Infinity setelah ia diangkat sebagai WolrdMaster.


Kemudian Rurina membunuh beberapa penghianat Wilayah Iblis, Memerangi Ras Naga yang sangat arogan, hingga akhirnya dirinya diangkat menjadi Ratu Istana Neraka yang paling dihormati dengan berbagai pencapaian lainnya.


Semua ia lakukan dengan kerja keras, tidak pernah sekalipun terlintas dipikirannya untuk menyerah.


"Lalu apakah Putri Ayah ini sudah memiliki Kekasih?" Tanya Zovarein membuat Rurina sedikit malu untuk menjawabnya.


"Umurku baru 1450 Tahun Ayah.. aku tidak berniat mencari pasangan sebelum menjadi dewasa!" Ujarnya dengan wajah yang sedikit memerah.


"Begitu.. tapi tidak ada salahnya lho mencari jodoh dari sekarang, namun kalau itu keputusan yang telah kau tetapkan, maka ayah tidak mempermasalahkannya.


"Lagi pula jalanmu masih panjang! banyak cobaan yang akan kau hadapi, selain keluargamu kau juga membutuhkan sosok yang berharga untuk kau lindungi nantinya" Ujar Zova sambil mengelus kepala putrinya.


"Tapi kenapa kau menyembunyikan umurmu jadi 1000 tahun lebih muda? apakah kau baru saja kembali dari wilayah manusia?" Lanjutnya.


"Ya.. tadi kakak memintaku untuk menyelidiki seseorang yang terlihat mencurigakan di Kekaisaran Belfuze, menurut kakak Kaisarnya sedang dikendalikan seseorang dan berniat untuk menyerang Kekaisaran Iblis" Balas Rurina.


"Situa Bangka itu dikendalikan?"


"Ti-tidak.. Urion Belfuze telah turun dari tahktanya dan digantikan oleh Cucunya Edward Belfuze 47 tahun lalu.


"Begitu.. benar juga, tidak mungkin Urion dikendalikan oleh seseorang.. habisnya dia adalah Penyihir Agung terkuat di wilayah manusia yang membawa Kekaisaran itu pada masa kejayaannya"


["Ayah Ada sesuatu yang ingin kubahas diruangan rapat, apakah Ayah sedang sibuk?"] Ujar Elgard melalui telepati.


["Aku punya banyak waktu Luang, aku akan segera kesana bersama adikmu"]


["Baiklah aku menunggu kehadiran Ayah diruang rapat Kekaisaran"]


Setelah berbicara secara telepati dengan Elgard, Zovarein mengajak Rurina menuju ruang rapat Kekaisaran Iblis karena ada sesuatu yang penting untuk dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2