RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kehormatan


__ADS_3

"Muridku? kenapa kau menanyakan mereka Shin?" Zovarein merasa aneh.


"Bukan karena hal khusus tapi, anda tidak khawatir dengan mereka?" Shin bertanya.


"Aku tidak khawatir, lagi pula aku masih bisa merasakan IntiMuasal mereka yang masih hidup di U-C, meskipun tidak semua dari mereka berada di Benua Iblis, karena beberapa lainnya berada di benua yang berbeda." Jawab Zovarein sambil menyeruput secangkir teh darah ditangannya.


"Lalu bagaimana dengan para leluhur?" Shin bertanya lagi.


"Mereka masih berada di Delzogade, intinya berada didalam diriku," Zovarein meletakkan cangkirnya. " Shin, sebentar lagi Dezain sampai, antar di kemari agar tidak salah jalan." Perintah Zovarein.


"Baik, saya akan segera membawanya kemari." Kata Shin sambil membungkuk, kemudian ia menjadi seberkas cahaya dan lenyap.


"Huh, sudah cukup lama ya, mungkin aku akan menemui kedua anak itu besok." Ia menatap kearah Istana Kerajaan Neraka dengan senyuman kecil.


Saat ia sedang menatap keluar jendela, Shin dan Dezain muncul dibelakangnya secara tiba-tiba dari seberkas cahaya, kedua orang itu langsung berlutut saat melihat Zovarein.


"Dezain, bagaimana dengan keluargamu?" Tanya Zovarein tanpa menoleh.


"Berkat anda, mereka semua dapat hidup sehat sampai saat ini, saya Ucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya dari lubuk hati saya yang mulia!" Ucap Dezain dengan tulus.


"Begitu, kalau begitu baguslah," Kemudian ia melirik kearah mereka berdua. "Angkat kepala kalian." Ucap Zovarein dengan dingin.


Saat kedua orang itu mengangkat kepala mereka, tidak satupun dari mereka yang menyembunyikan rasa terkejut. Dihadapan mereka saat ini Zovarein mengaktifkan mata iblis penghancurnya dan dibelakangnya atau lebih tepatnya diluar jendela, terlihat seorang pria berpakaian serba hitam yang sedang melesat dengan cepat menuju Zovarein dengan sebilah pedang ditangannya.

__ADS_1


Namun Shin dan Dezain sama sekali tidak bertindak karena mereka tahu kalau Tuan mereka tidak selemah itu. Secara mendadak Zovarein menjentikkan jarinya kemudian pria yang beberapa meter lagi sampai pada Zovarein langsung muncul dihadapan mereka semua.


Pria itu tidak bergerak sama sekali dan hanya menatap bodoh kedepan, ia sama sekali tidak mengerti bagaimana ia bisa berada didalam ruangan secara tiba-tiba sementara sebelumnya ia masih berada diluar?


Namun beberapa saat kemudian ia menyadari kalau ruangan itu terlihat familiar, pedang ditangannya langsung ia lepas kemudian ia mengambil dua pisau beracun di punggungnya dan menusuk kebelakang.


*Tang!!


Suara besi yang berbenturan terdengar, pria itu terkejut setengah mati karena saat ini ia benar-benar menusuk tubuh orang dihadapannya dan tidak meleset, namun itu menghasilkan suara benturan besi dan tidak menembus? seberapa keras kulitnya? pikirnya.


Kemudian secara perlahan ia melihat keatas dan menemukan sepasang mata ungu menyala yang sedang menatap tajam kearahnya, ketika melihat mata tersebut pria itu merasa bahwa ia sedang berada di sebuah jurang yang sangat dalam, ia sama sekali tidak dapat melihat dasar dari jurang tersebut dan hanya terus terjatuh tanpa berhenti, ia sama sekali tidak mengerti bagaimana bisa ia berada di jurang secara tiba-tiba?


Sesaat kemudian ia kembali ke ruangan sebelumnya dengan sepasang mata ungu menyala yang masih menatap tajam dirinya,.


"Seorang sampah datang untuk membunuhku, tidak, ia datang hanya untuk mati ya, sungguh kejam Tuannya." Ucap Zovarein dengan dingin.


Zovarein mengarahkan tangan kanannya pada pria yang sedang terbaring pingsan tersebut kemudian berkata "".


Rantai hitam dengan aura kematian yang pekat langsung keluar dengan cepat dari telapak tangannya dan mengikat pria itu dengan kuat, meskipun kekuatan Zovarein belum sepenuhnya pulih, rantai ini masih tetap tidak dapat di hancurkan oleh siapapun karena di benua iblis saat ini tidak ada yang lebih kuat dari dirinya.


"Shin, bawa dia penjara neraka kemudian siksa dengan melepaskan Semut Iblis ke tubuhnya, lakukan sebanyak apapun, selama ia belum memberikan jawaban yang benar maka jangan berhenti menyiksanya." Zovarein berkata dengan acuh, namun saat Dezain mendengar perintah tersebut ia sempat menggigil, bagaimanapun siksaan Semut Iblis itu sangat kejam, lebih dari kematian itu sendiri.


Setelah Shin pergi Zovarein menatap Dezain dengan matanya yang sudah kembali menjadi merah darah.

__ADS_1


"Dezain, kalau kau dapat mengukur kekuatan Vencer maka seberapa kuat ia sekarang." Tanya Zovarein.


"Yang Mulia, disaat saya bertemu dengannya ia hanya memiliki kekuatan setingkat Penyihir Racun Mitos, meskipun kekuatan saya sudah menurun sampai tingkat ahli karena racunnya, tapi saya dapat melihatnya dengan pasti kalau ia hanya setingkat Mitos dan butuh beberapa tahun lagi agar menjadi tingkat Dunia." Jawab Dezain dengan hormat.


"Begitu, jadi yang bertemu denganmu hanya anaknya ya." Ucap Zovarein membuat Dezain kebingungan.


"Dezain, ukuran benua iblis itu tidaklah kecil, jika kau mengambil contoh bintang UY Scuti di ujung Alam Semesta Eternity sebagai contoh, maka kau membutuhkan 4 UY Scuti untuk membentuk benua iblis, yang berarti Benua Iblis sama dengan 4000 Dunia." Jelas Zovarein membuat Dezain terkejut, karena baru pertama kali ia mendengar hal ini.


"Vencer itu tidak memiliki kekuatan tingkat mitos, dari namanya saja kita sudah melihat seberapa besar kekuatannya, ia adalah Dewa, Ia disebut Dewa karena memiliki kekuatan tingkat Dewa, tidak mungkin seorang berkekuatan tingkat mitos meracuni pikiran seluruh makhluk di Benua Iblis bukan?" Ucap Zovarein membuat Dezain mulai mengerti dengan maksudnya menceritakan semua itu kepadanya.


"Kalau begitu Vencer yang selama ini berkeliaran di U-C adalah anaknya?" Dezain bertanya untuk memastikan.


"Bisa iya dan bisa tidak, yang penting untuk membunuh bocah racun ini aku harus memulihkan 2/10 kekuatanku, karena itulah aku membutuhkan pecahan yang tersebar diseluruh U-C." Jawab Zovarein.


"Apakah anda meminta saya datang kesini untuk mencari pecahan tersebut?" Tanya Dezain, namun Zovarein hanya menggelengkan kepalanya sehingga Dezain tidak bertanya lagi.


"Aku memintamu datang kemari untuk melindungi Ayah dan Ibuku di Reinkarnasi kali ini, aku bisa saja meminta bawahanku yang lain tapi mereka semua memiliki tugas dariku, aku tidak ingin mereka didatangi oleh pembunuh seperti yang barusan karena sepertinya musuh sudah mencari tahu identitasku." Ucap Zovarein membuat Dezain tegang.


"Yang Mulia, apakah saya benar-benar bisa menerima kehormatan untuk menjaga kedua orang tua anda?" Tanya Dezain untuk memastikan, bagaimanapun ini adalah tugas yang sangat besar, dan sebuah kehormatan yang sangat hebat, ini adalah pertama kalinya Dezain menerima tugas sepenting ini dari Zovarein karena yang biasanya menerima tugas seperti ini adalah para leluhur, sehingga ia merasa sangat bangga pada dirinya saat ini.


"Tentu saja, aku percayakan kedua orang tuaku kepadamu." Ucap Zovarein.


"Saya tidak akan mengecewakan anda!"

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2