RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Lumut I


__ADS_3

"Masih belum ada tanda-tandanya?!" Bentak seorang gadis dengan wajahnya yang sangat marah.


"Be-belum ada.. Yang Mulia.. karena kekurangan informasi tentangnya, kami sama sekali tidak dapat menemukan orang yang anda maksud" Jelas seorang paruh baya.


"Dia itu Raja Kalian! kenapa bahkan satu informasi saja tidak kalian miliki?! Apa jangan-jangan itu karena makhluk hijau itu?" Tanya gadis itu dengan nada mengancam.


"Ya-Yang Mulia.. makhluk yang anda maksud itu.. adalah Ayah anda.."


"SIAPA YANG MENGATAKAN LUMUT SEPERTI ITU AYAHKU?!!" Teriak gadis itu sambil menatap penuh aura membunuh pada pria paruh baya dihadapannya.


"Vencer Arsias? DARI MANA DATANGNYA LUMUT INI DAN MEREBUT POSISI AYAHKU HAH?!"


"Sudah 2000 Tahun kalian menghalangiku untuk membunuhnya, satu tahun lagi dan jika kalian masih menghalangiku maka jangan salahkan aku atas kehancuran Benua ini!" Bentak gadis itu lagi kemudian berbalik badan dan pergi menjauh dari pria paruh baya itu.


"Yang Mulia.. sebenarnya apa yang anda pikirkan, Paduka Vencer adalah Ayah anda, mengapa Yang Mulia mengatakan sebaliknya..."


——————


*Brak!!


Suara pintu terbuka dengan kasar menggema sampai kedalam ruangan dan mengejutkan seorang wanita tua didalamnya.


Seorang gadis dengan gaun hitam dan beberapa hiasan ungu dan putih disekitarannya, masuk kedalam ruangan dengan wajah kusut.


"No-Nona kenapa wajah anda terlihat seperti itu, apa yang terjadi diluar sana?" Tanya wanita tua itu sambil berjalan menuju sang gadis.


"...Yvier..."


Gadis itu mengeluarkan setetes air mata, namun sebelum jatuh ia langsung mengusapnya dan memasang senyuman.


"Nona.. apa ini masalah paduka lagi? bukankah beliau mengatakan agar kita menunggu saja.. kenapa anda terus bersikeras untuk mencarinya?" Tanya Wanita tua itu yang sebenarnya adalah Yvier Zeis.


"Bagaimana mungkin aku bisa menunggu? ini sudah 2000 Tahun sejak lumut itu mengaku-ngaku sebagai Raja Iblis Tirani, bahkan dia mencari penerusnya lewat akademi, bukankah itu terdengar konyol?" Keluh gadis itu mengembung kan pipinya.


"Huft.., tahun ini paduka bereinkarnasi jadi sebaiknya nona bersabar, hanya waktu yang dapat kita andalkan saat ini" Ujar Yvier menatap sedih pada gadis itu.


"Yvier..."


"Nona.. anda adalah putri kesayangan paduka, tidak mungkin dia akan mengabaikan anda dan membiarkan ini terus berlanjut"

__ADS_1


"Selain itu.. kakak anda juga sering mengatakannya bukan? 'Cukup Awasi dan Waspada'." Kata Yvier dengan tenang.


"Um.. akan aku ingat, aku tau kakak juga merasakan hal yang sama jadi aku tidak akan mempersulitnya" Balas Gadis itu dengan tegas, kini wajahnya kembali cerah.


"Apa itu berarti sebelumnya anda belum mengingatnya?" Lanjut Yvier menggoda gadis itu.


"Duh.. Yvier..." Wajah gadis itu kembali cemberut.


"Hahaha.. baiklah-baiklah saya tidak akan melakukannya lagi"


...----------------...


...DEVIL KING OF TYRANY...


...----------------...


*Tap..Tap..Tap..


Wilayah barat, tempat dimana para Iblis Bangsawan dari Kerajaan Neraka dan Manusia Bangsawan yang berasal dari Delsgade tinggal bersama.


Berbagi budaya dan saling menjalin hubungan persahabatan dan kepercayaan.


Mau itu darah Campuran ataupun darah Murni, mereka semua sama sekali tidak luput dari perubahan ini, hanya para darah Leluhur yang sama sekali tidak terpengaruh.


Benar, mereka yang menerima setetes darah Zovarein akan tetap pada sifat dan kelakuannya sampai mati, bahkan sihir pengubah kepribadian pun tidak akan mempengaruhi mereka.


...•°•...


...°•°...


"Kepala keluarga, siapa sebenarnya pemuda itu kenapa anda membiarkan nya berkeliaran dengan bebas, bahkan sampai membunuh orang-orang kita?!" Bentak seorang Tetua.


"Benar, anda bahkan membunuh putra anda sendiri demi dirinya, apa anda bahkan sudah kehilangan hati?" Ucap seorang Wanita menatap Ameth dengan serius.


Sementara Ameth sendiri tidak memperdulikan pendapat mereka, ia hanya mendengar dari telinga kiri dan membuangnya lewat telinga kanan.


"Kalian akan tau bulan depan ketika semua anggota keluarga dikumpulkan, sebelum itu sebaiknya kalian memutuskan hubungan kalian dengan beberapa orang yang terlihat aneh dan mencurigakan dikediaman ataupun diluar kediaman" Balas Ameth acuh tak acuh.


"Kenapa bahkan anda menuruti keinginan tidak masuk akalnya itu?" Tanya seorang pria paruh baya.

__ADS_1


"Tidak masuk akal? apakah kalian benar-benar mengatakan perintahnya tidak masuk akal?" Ameth menatap semua orang dengan niat membunuh.


"Kau pikir siapa yang selama ini menghambat pertumbuhan keluarga kita? Manusia!, aku berbicara tentang mereka yang berhati busuk!"


"Apakah kalian pernah membaca sejarah? Iblis itu kejam saat diperalat dan kalian? bahkan kalian dengan senang hati memberikan diri kalian untuk mereka manfaatkan!"


"Apa kalian bahkan masih Iblis? dengan sikap dan sifat kalian yang bahkan tidak mencerminkan Iblis, bagiamana kalian bisa mengatakan hal seperti itu kepadaku?"


Mereka semua terdiam, tidak ada yang dapat membalas karena semua orang tau bahwa yang dikatakan Ameth adalah benar.


Semuanya dimulai sejak manusia mulai tersebar disetiap tempat dibarat, itu sekitar 500 Tahun lalu dimana semua orang masih memiliki setengah sifat Iblis mereka yang masih bertahan.


Namun sejak kedatangan manusia hanya sedikit dari mereka yang masih memiliki sifat kejam ini, satu-persatu mereka mulai menyerupai manusia bahkan ada yang dapat dikatakan sebagai Manusia berwujud Iblis.


Dunia bawah, perbudakan, penindasan dan sebagainya mulai diperlakukan sejak kedatangan mereka.


Perdagangan Ilegal, Korupsi, Penurunan pengetahuan dan banyak hal buruk lainnya mulai terjadi diwilayah Iblis, dan semua itu terjadi sejak kedatangan Manusia.


Mereka menyadarinya namun tidak pernah merubahnya ataupun menganggu alirannya, mereka menjalaninya seperti kelakuan buruk itu sudah biasa bagi Iblis.


"Aku tidak ingin ada yang masih meributkan masalah ini, satu bulan lagi dan semua akan berubah, semua pertanyaan kalian akan terjawab dan kalian akan tercerahkan"


"Aku masih akan mengurus beberapa hal, jika aku masih melihat kalian mendebatkan masalah ini lebih jauh, maka jangan salahkan aku jika menjadi jahat!"


Ameth pun pergi setelah mengatakan semua yang ada dipikirannya, meskipun 3 menit berlalu sejak ia pergi namun masih belum ada dari para petinggi keluarga Gaios yang berbicara.


Mereka seakan tidak tau harus membahas apa, pergi kemana dan melakukan apa.


Banyak yang memiliki hubungan dengan orang-orang yang terlihat aneh dan mencurigakan, banyak juga yang memiliki hubungan dengan orang yang perilakunya bahkan sangat buruk.


Jika mereka ingin melakukan apa yang dikatakan Ameth, maka mereka harus mempersiapkan diri dan membawa penyihir serta pejuang terbaik mereka bersama


Orang mencurigakan pasti memiliki sesuatu dibalik sakunya dan orang berperilaku buruk pasti akan sangat ganas jika dalam suasana hati yang buruk.


"Apakah kalian ingin melakukannya?"


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya ada seorang pria paruh baya yang membuka suara.


"Jika putranya saja bahkan tidak dipedulikannya lalu terbunuh, bagaimana dengan kita hah? dari pada mati lebih baik aku melakukan apa yang dia inginkan!" Beberapa Tetua sudah memikirkannya dan mereka langsung pergi untuk bersiap-siap.

__ADS_1


__ADS_2