RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Penglihatan Masa Depan


__ADS_3

"Jadi bagaimana tanggapan anda dengan tindakan bodoh para manusia rendahan itu?" Tanya Shin tangan kanan dari Zovarein.


"Ya.. haha entahlah, antara membunuh Rajanya sebagai peringatan atau membunuh seluruh pasukannya untuk menebar keputusasaan... mana yang menurutmu pilihan terbaik Kaneth?" Ucapnya melirik Kaneth yang sedang duduk dihadapannya.


Dia terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, entah mengapa walaupun dia berada dipihak manusia dia sama sekali tidak membantu mereka dalam peperangan.


"Bukankah itu terlalu kejam? mereka adalah makhluk yang kekuatannya luar biasa berbeda sangat-sangat jauh denganmu, selain itu aku adalah pahlawan... walaupun aku sedikit tidak menyukai perilaku mereka tetapi tugasku adalah untuk melindungi mereka!" Ujar Kaneth tanpa ragu sedikitpun walau dihadapan seorang Raja Iblis.


"Haaahh.. merepotkan sekali, kalau begitu bagaimana jika Kaki dan Tangan mereka ku potong lalu Tubuhnya aku pulangkan kerumah mereka masing-masing?" Ucap Zovarein sambil menghela Nafas.


Fuuushh!!! Kaneth menyemburkan teh yang ia minum saat mendengar perkataan itu.


"Huek... Kenapa malah semakin kejam?! hahh... hahh..."


"Menurutku itu malah lebih bersahabat, mereka masih hidup bukan? dengan begitu keluarga mereka tidak akan merasa kehilangan" Ujar Zovarein dengan ekspresi polosnya.


"Ta-tapi ka-kalau seperti itu a-apa gunanya mereka hidup jika tanpa Tangan dan Kaki?" Tanya Kaneth dengan tubuh yang gemetaran sambil menaruh cangkir tehnya perlahan.


"Ehh.. apa populasi ramuan regenerasi sudah lenyap dari 4 Dunia sampai luka seperti itu saja tidak dapat disembuhkan?" Tanyanya dengan ekspresi polosnya.


"Jangan menganggap sebotol ramuan seperti makhluk hidup, populasi apanya? bukankah kau sendiri yang sudah membunuh 80% ahli ramuan di 4 Dunia Ratusan tahun lalu?!" Teriak Kaneth sambil menatap kesal Zovarein.


"Em.. benar juga aku sudah membunuh mereka semua... jeritan mereka terdengar merdu saat kupotong tubuh mereka secara perlahan-"


"Zovarein Thorias!" BAMM!!! dia memukul meja dihadapannya dengan ekspresi geram.


"Tenangkan dirimu aku hanya bercanda, Shin jika seluruh pasukan Azhesia sudah sampai di perbatasan langsung sebarkan asap pelumpuh ini" Ujar Zovarein memberikan Karung berisi Botol Asap Pelumpuh.


"Baik akan saya laksanakan!" Balasnya sambil memasukkan Karung tersebut ke penyimpanan dimensinya.


"Kalau melumpuhkan mereka untuk beberapa jam saja tidak masalah bukan?" Tanya Zovarein menatap Kaneth yang hanya dibalas dengan anggukan.


Setelah itu Shin pergi ke perbatasan 4 Dunia antara Dunia Manusia dan Dunia Iblis, Ia menunggu dari siang, sore, malam sampai akhirnya fajar menyingsing.


Srak..Srak..Srak... Hentakan kaki dari pasukan Kekaisaran Azhesia terdengar dari kejauhan, Shin yang mendengar itu langsung mengeluarkan Karung yang diberikan Zovarein kepadanya.


"Sihir Iblis pemanggilan bawahan "


BAMM!.. Sebuah Cahaya Merah yang terlihat mecolok muncul dari langit dan menabrak Tanah dihadapan Shin.


Saat cahaya tersebut memudar, Sesosok Raksasa Batu seukuran gerbang perbatasan mulai menunjukkan dirinya dengan mata merah bersinar dan gambar tengkorak tepat di bagian tengah punggungnya.


"Sebenarnya aku sendirian sudah bisa melakukan hal ini, tetapi karena beliau lupa memberikan Sihir ketahanan racun pada Saya maka terima karung ini dan lemparkan kearah lautan manusia itu!" Ujar Shin.


°


°


"Haacyuuhh!!!" Zovarein bersin saat sedang berbicara dengan Kaneth.


"Aku baru tau kalau Raja Iblis bisa terserang penyakit haha..." Ejek Kaneth sambil tertawa.


"Ini tidak lucu sama sekali... pasti ada orang yang sedang membicarakan ku!"

__ADS_1


°


°


Saat Gardest hendak menyentuh karung tersebut, ukurannya langsung berubah menjadi seukuran tubuhnya tidak hanya itu Botol berisi Asap Pelumpuh juga berubah menjadi besar.


Dengan segera ia terbang keatas lautan para prajurit itu dan menjatuhkan seluruh isi dari karung.


Shin yang melihat hal itu langsung membuka lebar-lebar mulutnya.


"Maafkan hamba paduka karena sudah menyalahkan anda atas kebodohan diri saya sendiri... padahal saya bisa terbang tetapi saya melupakannya dan malah menyalahkan anda..... saya sungguh memohon maaf!!" Ucapnya tanpa ada jeda sambil bersujud.


°


°


"Haacyuuhh!!!" Sekali lagi Zovarein bersin membuat Kaneth terheran-heran, ia langsung mengambil sebotol ramuan dari penyimpanan dimensinya.


"Ini Ramuan Penyembuh segala penyakit" Ujar Kaneth memberika sebotol ramuan pada Zovarein.


"..... Kau minta dibunuh hah?"


°


°


Trang!!! Tas!! Botol Raksasa jatuh dari langit dan pecah saat menabrak Baju zirah para prajurit Kekaisaran Azhesia, Asap berwarna jingga langsung menyebar keseluruh penjuruh.


Asap tersebut tidak hanya melumpuhkan tubuh tapi juga pita suara mereka, karena tidak bisa mengeluarkan suara mereka hanya bisa mengeluh dalam hati mereka sambil menyalahkan kesialan mereka serta memaki Iblis yang mereka tebak telah melakukan hal tersebut pada mereka.


Sayangnya belum sampai satu menit secara perlahan seluruh tubuh mereka langsung merasakan gatal yang hebat.


***


...Ingin menggaruk tubuh yang gatal tetapi tubuh mereka lumpuh, ingin berteriak namun suara mereka tidak dapat keluar....


...•...


...|—Sungguh penyiksaan—|...


...•...


...Ingin menyesal tetapi sudah terlambat, Ingin mati demi mengakhiri siksaan namun tidak seorang pun yang dapat mereka mintai tolong,...


...•...


...|–Sungguh Keputusasaan–|...


...•...


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...

__ADS_1


...----------------...


"Paduka saya sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan!" Ujar Shin yang langsung muncul disebelah Zovarein sambil berlutut.


"Kerja bagus Shin, apa kau menginginkan sesuatu sebagai hadiah?" Tanya Zovarein membuat Shin langsung menundukkan kepalanya.


"Sungguh kehormatan bisa menerima hadiah dari anda namun menerima pujian dari anda sudah cukup membuat saya sangat bahagia" Ujar Shin tanpa ada kebohongan disetiap kata-katanya.


"Yah sudah kuduga kau pasti akan mengatakan hal itu... Ini Ambil!" Ujar Zovarein sambil mengambil sesuatu dari Penyimpanan dimensinya dan menyerahkannya pada Shin.


"Se-sebuah Kristal Reinkarnasi?!" Teriak Shin dalam hatinya karena sangkin terkejutnya namun ia tetap berusaha untuk menyembunyikan keterkejutannya.


"Pa-paduka... ha-hadiah ini terlalu berlebihan untuk membersihkan ribuan serangga saja" Ujar Shin membuat Kaneth mengerutkan keningnya.


"Tidak apa.. kau tidak mahir dalam sihir Muasal bukan? jika suatu saat aku harus mati lagi.. saat aku lahir kembali aku tetap ingin kau sebagai tangan kananku" Ujar Zovarein membuat Shin terharu dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Jika hal tersebut adalah keinginan anda akan saya terima dengan penuh kehormatan! dengan ini saya bersumpah ^Dikehidupan selanjutnya dan seterusnya sampai selamanya Kesetiaan hamba hanya ada untuk melayani Anda!^"


***


Setelah berbicara beberapa hal dengan Zovarein, Shin pun meninggalkan ruangan agar tidak mengganggu waktu Tuannya dan Tamunya lebih lama lagi.


"Jadi apa rencanamu untuk kedepannya?" Tanya Kaneth setelah melihat kepergian Shin dari ruangan.


"Bertahan hidup..." Jawabnya dengan singkat.


Mendengar jawaban yang tidak jelas itu membuat Kaneth mengerutkan keningnya.


"Dengan kekuatanmu yang sangat luar biasa itu apa bencana yang dapat membuat dirimu mengatakan hal yang sering diucapkan oleh seorang pejuang yang hampir mendekati akhir hayat?" Tanya Kaneth menatap aneh Zovarein.


"Kau tau.. hidup adalah kebohongan yang sangat indah... benar benar indah setiap orang terus mempertahankan hidup mereka agar dapat menikmati segala sesuatu yang ada didunia" Ujar Zovarein dengan raut wajah sedih.


Kaneth yang melihat ekspresi itu tidak bisa berkata apa-apa, "ia tidak sedang bercanda.. apa ada sesuatu yang mengganggu hatinya?" Ucapnya dalam hati.


"Lalu Kematian adalah Kebenaran yang sangat menyakitkan, menakutkan dan sangat mengerikan, Setiap Makhluk hidup menghindarinya..." Lanjutnya sambil menatap langit, kali ini raut wajah sedihnya semakin mendalam seakan ingin menangis.


"Kekuatan pun juga memiliki konsep yang sama, dengan Kekuatan kau bisa memiliki segalanya... tetapi sebagai bayarannya banyak hal berharga yang akan direnggut darimu... apa gunanya memiliki segalanya jika kau tidak bersama orang terkasih" Kali ini dia mengeluarkan air mata.


"H-hei dari tadi apa yang sedang kau bicara...."


"Aku baru saja melihat sebuah ramalan.... kau tau bukan? setiap 10 Tahun sekali aku dapat melihat kejadian dimasa depan selama 30 menit dalam satu detik"


"Ya aku tau.. lalu apa masa depan seperti apa yang kau lihat?" Tanya Kaneth sambil menatap serius kearah Zovarein.


Ia terdiam selama beberapa saat sebelum menjawabnya.


"Seseorang dengan kekuatan setengah lebih kuat dariku datang ke Alam semesta ini dari Alam semesta lain..." Jawabnya membuat rasa penasaran Kaneth meningkat.


"Kau tau apa yang ia lakukan?....."


Kaneth hanya menggelengkan kepalanya karena tidak bisa menebak dan membayangkan sesuatu yang mengerikan seperti itu.


..."Keluargaku dibantai habis olehnya di depan mataku sendiri"...

__ADS_1


__ADS_2