RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Wanita Misterius


__ADS_3

Selama satu bulan penuh Zovarein masih tetap berada diwilayah barat Kerajaan Neraka, meski tidak mendapat banyak manfaat nyatanya Shin selalu mendapat kabar baik mengenai pecahan kekuatan Zovarein dalam satu bulan ini.


Selain itu keadaan di Kediaman Utama Keluarga Gaios terlihat lebih suram dari biasanya, jika sebelumnya itu sudah terlihat sepi dan hanya beberapa pelayan saja yang terlihat berkeliaran, maka sekarang benar-benar tidak ada seorangpun yang terlihat.


Jika dilihat dari luar, maka kediaman yang sangat besar ini akan terlihat seperti bangunan kosong tak berpenghuni, hanya lampu yang menyala dimalam hari saja yang dapat menjadi bukti, bahwa tempat ini berpenghuni.


Didalam ruangannya Zovarein seperti biasanya hanya menatap keluar dari jendela sambil menikmati secangkir teh, kegiatannya dalam sebulan ini hanya berusaha untuk mengingat masa lalu meski sebenarnya mustahil.


Masa lalu yang sedang kita bicarakan adalah saat-saat ketika Zovarein melatih kekuatannya, menumpuknya kemudian mengembangkannya secara bertahap, hanya 3% dari semua itu yang dapat ia ingat dan masih belum berkembang hingga saat ini karena satu pecahan pun belum ia dapatkan


"Aku penasaran seberapa kuat Raja Iblis palsu ini," Ia menyesap secangkir teh ditangannya. "Jika hanya sebatas tingkatan penyihir belaka, maka aku tidak perlu menghawatirkan makhluk ini, tapi melihat kekuatannya yang dapat mencakup ingatan semua orang..."


Ia tampak resah, sebenarnya jika Zovarein mendapat 2 pecahan dari kekuatannya, maka ia tidak perlu khawatir tentang Vencer sama sekali, hanya saja untuk mendapat satu pecahan membutuhkan beberapa usaha yang dapat dibilang merepotkan.


"Menyelinap kedalam akademi itu memang tidak sulit, sebenarnya itu sangat mudah, tapi entah mengapa dua Minggu lalu saat aku berusaha untuk masuk, insting ku berkata kalau itu berbahaya."


"Sementara jika aku pergi ke Kerajaan lain, membutuhkan waktu yang cukup lama karena Gate tidak dapat menjangkau bahkan ke kerajaan sebelah, selain itu Kerajaan lain lebih ketat penjagaannya dari Kerajaan Neraka ini."


"Huh..."


Pemuda itu menghela nafas berat, entah mengapa IQ nya juga menurun karena ingatannya yang tidak lengkap, dulu masalah sesederhana ini bukan sesuatu yang sulit baginya.


Disaat ia sedang berfikir, terdengar suara keributan dari luar ruangannya atau lebih tepatnya dari ruangan sebelah.


"Kalau tidak salah itu adalah ruang tengah," Zovarein menoleh pada pintu ruangannya. "Lebih baik aku memeriksanya, lagi pula aku sama sekali tidak memiliki kegiatan disini."

__ADS_1


Ia segera beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangannya menuju ruangan sebelah atau lebih tepatnya ruangan tengah, dimana tempat tersebut sebenarnya adalah ruangan berkumpulnya anggot keluarga Gaios.


"Benar juga, kalau tidak salah aku pernah meminta Ameth untuk mengumpulkan semua anggota keluarganya dalam satu bulan, sepertinya keributan ini tentang hal tersebut." Zovarein menebak-nebak.


Sesampainya didepan pintu ruangan, Zovarein dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan, dari dari pembicaraan itu terdengar beberapa hal yang membuat Zovarein, mengerutkan keningnya.


(Didalam ruangan)


"Kakak bilang anak itu terbunuh? siapa yang membunuhnya, kita harus segera membalas!" Seorang pria berpenampilan layaknya seseorang berumur 35 tahun membentak.


"Lupakan saja, meskipun kau mengetahuinya itu tidak akan merubah apapun, ini adalah kesalahannya sendiri karena masih menjalankan bisnis sampah itu disaat aku sudah memperingatinya." Balasan itu berasal dari seorang wanita.


"Tidak akan merubah apapun? Kakak, kau sendiri tau jika wanita misterius itu meminta kita untuk menjaganya apapun yang terjadi, dan kau baru saja berkata..."


"Cukup, kau masih saja membahas wanita yang tidak jelas asal-usulnya itu? tanpa ada keuntungan apapun kau memaksaku untuk mengadopsinya, sedangkan kau sendiri asik dengan duniamu, jadi kau sama sekali tidak berhak menyalahkan ku atas Kematiannya!" Ameth memotong perkataan pria itu dengan marah.


"Kakak..." Nada suara pria itu bergetar, dia sebenarnya sudah sangat geram dengan balasan Ameth terhadap masalah tersebut.


"Sudah aku bilang lupakan anak sampah itu, kenapa kau terus saja membahasnya, apa jangan-jangan dia anak haram mu? sebentar lagi para anggota keluarga yang lain akan datang, persiapkan dirimu dengan pakaian rapi!" Ameth bangkit dari kursinya kemudian berjalan menuju pintu keluar.


"Cih.. dasar wanita bodoh!" Pria itu bergumam kecil dengan kesal, kemudian berjalan kearah pintu keluar lain yang berlawanan dari arah Ameth berjalan.


——————


Seperti yang dikatakan Ameth, beberapa menit setelah mereka berdiskusi, seorang prajurit penjaga gerbang datang menghadap Ameth dan melaporkan, bahwa ada banyak anggota keluarga Gaios cabang yang datang dengan tujuan yang sama.

__ADS_1


"Suruh mereka masuk keruangan rapat!" Ameth memberi perintah.


"Baik!" Penjaga itu membungkuk hormat, kemudian pergi dari ruangan kerja Ameth.


"Mereka sudah sampai ya," Ameth bergumam kemudian melihat keluar dari jendela. "Setidaknya mereka semua benar-benar datang, dan tidak ada yang absen."


Ia kemudian keluar dari ruangan itu menuju ruangan yang ia siapkan khusus untuk Zovarein.


"Yang Mulia, semua anggota keluarga telah berkumpul" Ameth tidak membuka pintu, melainkan berbicara dari luar ruangan sambil membungkuk hormat kearah pintu ruangan.


"Ya" Zovarein hanya membalas singkat, namun Ameth tidak mraah sama sekali, ia hanya berbalik kemudian pergi menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang cukup rapi.


Sementara para penghuni kediaman Gaios sedang bersiap-siap, Zovarein malah sedang bersantai didalam ruangannya tanpa memperdulikan masalah pakaiannya, ia masih akan tetap memakai kemeja ungu gelap dengan celana panjang hitam yang ia gunakan sekarang.


"Mereka lebih banyak dari perkiraan ku ya," Zovarein menatap kerumunan orang yang sedang berjalan memasuki Kediaman Gaios, dari jendela ruangannya. "Setidaknya ada tiga ratus Iblis?"


Ia melupakan hal tersebut kemudian beranjak dari kursinya menuju pintu ruangannya.


Ketika ia membuka pintu itu, ia melihat ada banyak sekali orang yang sedang berdesakan memasuki ruangan tengah kediaman itu, mereka semua adalah Iblis berdarah murni, meskipun ada beberapa yang berdarah campuran.


"Ribut sekali ya.." Zovarein menatap aneh kegaduhan dihadapannya.


Bahkan setelah ia membuka pintu ruangannya yang cukup besar itu, sama sekali tidak menarik perhatian para Iblis tersebut, mereka masih tetap berdesakan didepan pintu masuk ruangan tengah, tanpa memperdulikan kehadirannya.


"Ini, sepertinya akan sangat lama." Zovarein menghela nafas.

__ADS_1


Ia tidak ingin mencolok jadi dia kembali masuk kedalam ruangannya, untuk memperhatikan para Iblis diluar yang masih berdesakan untuk masuk kedalam kediaman Gaios.


"Paduka, setidaknya menurut perkiraan saya, semua ini akan berakhir dalam waktu beberapa jam!" Shin mengucapkan kalimat yang tidak ingin didengar oleh Tuannya itu, saat dirinya baru muncul dari dalam kegelapan.


__ADS_2