RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
LayNova Gruciuna


__ADS_3

*Trang!!


*Swhurr!!


20 menit yang lalu, klon Milik Velzana berhasil menerobos masuk dengan Fire Gate, tanpa peringatan apapun ke-20 Klon itu mulai menyerang kesegala arah sambil mencari target mereka.


Dan saat ini 7 Klon secara bersamaan tengah mengepung Nova beserta Elgard dan Rurina dari depan, kiri, dan kanan sekaligus. Dibelakang mereka adalah pintu masuk menuju bagian dalam Istana.


Setelah bertarung habis-habisan, Rurina yang sebelumnya terlalu memaksakan dirinya akhirnya terjatuh tak sadarkan diri, Elgard berada disisinya untuk merawat adiknya itu, sementara Nova terus menghadang siapapun yang mendekati mereka.


"Elgard bawa adikmu ke-inti Istana Neraka Cepat!!" Teriak Nova dengan panik.


"Tapi!.."


"Cepatlah!!" Bentaknya lagi.


Elgard hanya bisa menatap sedih pada Ibunya yang terus bertarung dengan musuh sambil melindungi mereka.


Tidak ingin menghambat ibunya lagi, Elgard langsung menggendong tubuh adiknya yang sedang terluka dan tak sadarkan diri itu ke-punggungnya, lalu melesat masuk kedalam Istana dan terus menjauh dari tempat itu dengan sekuat tenaganya yang tersisa.


"CK.. kejar mereka!" Teriak salah satu klon Velzana, yang langsung diikuti oleh klon yang lain.


""


*Grrrttt...


*Swushh!!


Mendadak lantai disekitar mereka bergetar dengan kencang seperti gempa dan dalam hitungan detik, sebuah penghalang tipis tak kasat mata keluar dari dalam tanah dan menembus lantai hingga menutup jalan masuk kedalam.


*Bzzztt!!


"Aarrghh!!!"


*Blashh!!!


Salah satu klon yang menabrak dinding itu terkena struman dari listrik dan seketika berubah menjadi kabut darah hanya dalam hitungan detik.


Klon-klon yang sebelumnya berniat masuk kedalam, langsung menghentikan niatan mereka dan menatap tajam pada Nova.


"Sialan... apa yang kau Lakukan!!!" Bentak klon disebelah kiri.


"Apa guna matamu jika sudah melihat namun masih bertanya!!"


Nova menggenggam pedang putih ditangannya dengan erat kemudian langsung melesat cepat kebelakang salah satu klon yang sedang meneliti penghalang itu.


*Slashhh!!


*Buk..


Karena terlalu fokus pada penghalang ia sampai lupa mengedarkan sihir pendeteksinya, kepala klon itu langsung terjatuh dan menggelinding dilantai.


Tidak berhenti sampai disana, Nova kembali menghilang dan langsung berada tepat dibelakang klon yang membentaknya tadi.


*Trang!!


"Trik yang sama tidak akan bekerja untuk kedua kalinya!!" Teriaknya dan memberi tanda pada 5 klon yang lain untuk menyerang bersama-sama.


*Slasshh!!


*Slashh!!


*Jleb!!


Kedua tangan klon yang menahan serangan Nova terjatuh, bersama dengan sebilah pedang putih menusuk IntiMuasal klon itu.


Nova yang berada dihadapan klon itu menghilang dan langsung berada dibelakangnya dengan tangan kanan memegang pedang yang menembus tubuh klon itu.

__ADS_1


"Naif sekali, kau sampai berfikir aku melakukan hal yang sama, aku tidak akan mendapat julukan Wanita Terkejam jika melakukan hal murahan seperti itu!!"


*Sraakk!!


*Whush!!


Sekali lagi ia menghilang dan terus muncul dititik buta klon-klon Velzana hingga akhirnya dalam beberapa jam, ia sudah membunuh lebih dari 7 Klon.


Kini Nafasnya tidak beraturan, ia mulai menenangkan dirinya dan mulai duduk bersila sambil memulihkan stamina dan energi sihirnya.


Nova yakin masih ada yang tersisa diluar sehingga ia tetap berada disana dan selagi memulihkan diri, ia berniat untuk mengedarkan sihir pendeteksinya guna mencari keberadaan klon yang lain.


!!!


Nova langsung berdiri dari posisi duduknya dan menatap tajam pada pintu masuk istana.


*Tap... braakk!!


*Tap... braakk!!


*Tap... braakk!!


Suara langkah kaki yang begitu berat sampai menghancurkan setiap lantai yang ia pijak, terdengar secara perlahan dan mengarah ketempat Nova berada.


"Ini... dia jauh lebih kuat dari kloningan sebelumnya, apa dia tubuh aslinya? tapi itu tidak mungkin.. karena suara ledakan diluar masih terasa "


Perlahan seorang Velzana dengan kedua pedang merah darah ditangannya muncul didepan pintu masuk, sorot matanya yang tajam terus melihat sekeliling seperti mencari sesuatu.


*Tap...


*Sring!!


Nova langsung menghunuskan pedangnya kearah sosok dihadapannya.


"Kau tubuh aslinya?" Tanya Nova pada sosok dihadapannya.


"Ck.. aku tidak menyangka akan bertarung dengan Kakak Iparku sendiri, mungkin ini akan jadi salam perpisahan apa dirimu tidak punya kata-kata terakhir?" Tanya Nova.


"Tidak terlalu penting, aku hanya ingin menyampaikan bahwa kau tidak akan benar-benar mati"


Perkataan itu berhasil membuat Nova mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti apa yang sedang diucapkan Velzana padanya, Nova kemudian bertanya tentang apa maksudnya mengatakan hal seperti itu padanya, namun jawaban yang ia terima membuat matanya menatap kosong kedepan dan air mata mulai mengalir diwajahnya dalam beberapa saat.


"Aku tidak mahir dalam sihir Muasal, dari sana kau tau apa maksudku bukan? tapi masalahnya bukan disana"


*Tap...


*Tap...


Ia berjalan secara perlahan kearah Nova, matanya yang tajam tadi kini berubah tenang, namun senyuman kecilnya masih tetap terlukis diwajahnya.


"Saat bertarung denganku, entah mengapa Zovarein terlihat lebih lemah dari yang seharusnya, aku terus memancingnya untuk mengeluarkan segenap kekuatannya namun ia tidak melakukannya, bukan... mungkin saja ia tidak bisa"


*Tap...


Ia berhenti dan dalam jarak 10 meter, mata merahnya yang tenang mulai berubah menjadi Tajam dan Kehitaman, lalu menatap lekat pada Nova.


"Untuk mencari jawabannya aku pergi kesini untuk mencari-cari penyebabnya dan akhirnya aku menemukan dirimu, hehe... sekali lagi kau tahu apa maksudku bukan?"


*Deg...


*Deg..


"...Tidak mungkin..." Nova menutup matanya dan memfokuskan kesadarannya untuk mencari sesuatu didalam dirinya.


!!!


Ia melihat sebuah pecahan muasal berwarna ungu, melayang-layang di sekitar muasalnya.

__ADS_1


"Kenapa dia harus berbuat senekat ini... "


Perlahan kesadarannya kembali pada tubuhnya dan menatap benci pada sosok dihadapannya, wajahnya kini mulai dibasahi oleh Air Mata.


*Tes...


"Aku tidak punya dendam padamu, tetapi aku harus bertarung sekuat tenaga walau hanya dapat melakukan perlawanan yang sia-sia!!"


*Whushh!!


Nova melesat dengan cepat sambil menebaskan pedangnya berkali-kali hingga menciptakan gelombang berwarna putih yang terus menerjang Velzana tanpa henti.


Velzana terus menangkis serangan itu dengan mudah, namun jumlahnya yang begitu banyak membuat ia sedikit kewalahan.


*Trang!!!


"Sifatmu itu, apa adikku yang mengajarkannya kepadamu? soalnya sejak kecil dia terus bertarung tanpa menyerah sedikitpun..."


*Ting!!


*Blarr!!!


Tanpa menjawab pertanyaan Velzana, Nova terus menyerang sosok dihadapannya dengan brutal, seluruh tubuhnya kini diselimuti oleh aura putih yang mengeluarkan energi kegelapan murni dengan ekstrim.


Tanduk kecilnya yang sebelumnya berwarna hitam, kini berubah menjadi putih keunguan dan mata iblis Penghancurnya terus mengeluarkan ilusi aktif yang memaksa lawannya untuk tertidur.


Velzana yang ditatap dengan mata itu merasakan kantuk yang luar biasa, namun dengan segera ia mengambil belati kecil dari penyimpanan dimensinya, dan menusukkan belati itu pada pahanya untuk menjaga kesadarannya.


"Penghancuran Batas ya... sebelum mati ternyata kau dapat memikirkan hal segila ini! sungguh mirip dengan si anak haram itu!"


*Trang!! Trang!!!


*Blarr!!!


"Mulutmu, tidak bisa berhenti mengoceh ya..." Ucap Nova dengan wajah datar.


"Uuu... Menakutkan..."


*Swhushh!!


Velzana menghilang dan muncul tepat dihadapan Nova dalam jarak 3 meter, dan dengan kaki kanannya yang sudah siap untuk menendang tubuh Nova.


*BAAM!!!


Velzana Menendang keras perut Nova hingga dirinya terlempar dan menabrak dinding dengan kuat sampai menghancurkannya.


"Coughhh!!... Uhukk!! Uhuukk!!"


Nova memuntahkan seteguk darah dari mulutnya bersamaan dengan Aura putih nya menghilang.


Kini tidak ada lagi yang dapat ia lakukan, beberapa menit lagi ia akan segera mati karena kehilangan energi sihir dengan sangat banyak hanya dalam waktu singkat.


Nova juga telah kehilangan banyak darah, tanpa ia sadari ternyata perut yang ditendang oleh Velzana langsung melubangi tubuhnya dengan sempurna.


"Aaa... kasihan sekali, adik Iparku yang manis harus mengalami hal seperti ini, aku jadi merasa sedikit kasihan.. hm? apa kau barusan mengatakan sesuatu?"


"...."


"Pfftt... benar juga kau sudah tidak memiliki tenaga, kejamnya diriku ini sampai tidak menyadarinya. Baiklah untuk mengurangi pederitaanmu, aku akan segera membunuhmu!!"


"Kalian yang diluar masuk!"


Ke-9 klon yang tersisa langsung masuk kedalam Istana untuk melihat saat-saat terakhir Nova, atau lebih tepatnya untuk melihat ia mati.


"Yah.. aku tidak sekejam adikku yang suka menyiksa, setidaknya kau dapat bersyukur karena aku sangat baik hati. Baiklah.. semoga dikehidupan keduamu, kau bisa hidup bahagia, Selamat Tinggal LayNova Gruciuna!"


*Slasshhh!!!

__ADS_1


__ADS_2