RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Penyiksaan dan Keputusasaan


__ADS_3

Srak..Srakk..Srakk..


Kaneth langsung bangkit dari sofa tersebut dan berjalan kearah pintu ruangan dengan tergesa-gesa.


"Mau kemana kau?" Tanya Zovarein menatap aneh Kaneth.


"Apa lagi? tentu saja menyelamatkan mereka!" Kaneth menghentikan langkahnya dan menatap Zovarein saat mengatakan hal tersebut.


"Huh.. padahal kau yang berkata tidak akan mengurusi mereka lagi"


Kaneth yang mendengar hal tersebut langsung menundukkan kepalanya, bagaimanapun ia baru saja berkata bahwa tidak akan memperdulikan mereka, tetapi tetap saja ia adalah pahlawan. Jiwanya terus saja berkata untuk menyelamatkan Manusia, Tidak peduli apapun resikonya.


Zovarein yang melihat keraguan pada Kaneth langsung bangkit dari posisinya dan berjalan santai kearah Kaneth.


"Ayo kesana.. mungkin setelah ini kau tidak perlu memperingatkan mereka lagi karena Shin sedang melakukan sebuah pertunjukan" Ujar Zovarein membuat Kaneth sedikit curiga.


Pasalnya setiap Zovarein dan bawahannya ingin bersenang-senang... mereka akan sangat menikmati saat melihat seseorang yang mengalami Gangguan mental seperti Makhluk hidup yang Disiksa sampai memohon untuk dibunuh, Membunuh satu-persatu tawanannya hingga merasakan keputus-asaan dan ada beberapa hal lainnya seperti menekan musuhnya dengan Aura Membunuh hingga menjadi Gila.


Kaneth mengetahui semua itu karena pernah menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri, Sekutunya atau lebih tepatnya teman-teman penghianat yang menghianati dirinya saat peperangan dengan Zovarein adalah salah satu korbannya.


———————


"Lihat mereka baru saja akan memasuki gerbang" Ucap Zovarein menatap pasukan penyihir diluar gerbang istananya.


Kini Zovarein dan Kaneth sedang berada diatas tembok besar yang mengelilingi Istana Neraka, dari sana mereka dapat melihat dengan jelas pertunjukan dihadapan mereka.


Beberapa saat kemudian semua pasukan itu berhenti dan mulai terjatuh ketanah sampai memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka.


Kaneth sedikit bingung dengan situasi tersebut dan menanyakanjya pada Zovarein.


"Kenapa mereka berhenti dan mulai terjatuh? apa kau melakukan sesuatu kepada mereka?" Tanya Kaneth tanpa mengalihkan pandangannya dari pasukan penyihir itu.


"Itu ulah Rakyatku" Balas Zovarein membuat Kaneth mengerutkan keningnya.


"Lihat, Penduduk Istanaku berhenti beraktifitas dan mulai menatap sinis kearah Pasukan itu sambil mengeluarkan Aura kegelapan mereka yang mencekam" Jelas Zovarein membuat Kaneth tercengang.


"Rakyat biasa menekan Prajurit?" Ucapnya dalam hati kemudian melirik ke arah penduduk Iblis.

__ADS_1


Seperti perkataan Zovarein, mereka semua berhenti beraktifitas dan menatap ke arah Gerbang dengan Wajah datar tanpa ekspresi serta menatap sinis ke arah pasukan itu.


"Kekuatan Iblis terlemah Istanaku setara dengan 16 Prajurit Kekaisaran Azhesia, tidak heran mereka sampai muntah darah begitu" Ucap Zovarein lagi dan kali ini Keneth membulatkan matanya dengan mulut terbuka lebar seakan tidak percaya dengan perkataan Zovarein.


"Mari kita lihat apa yang akan dilakukan Shin, Memberi Keputusasaan kah? atau mungkin penyiksaan... Hehe"


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


Brakk!!!..


"Ahhkkk!!!"


Shin mengangkat tangan kanan Jelia dan mematahkannya dengan satu gerakan, suara teriakan yang sangat menyedihkan pun terdengar sampai keseluruh penjuruh Istana.


Tongkat yang dipegang Jeliapun langsung diinjak oleh Shin sampai hancur saat Tongkat tersebut jatuh ketanah.


Semua pasukan penyihir bergidik ngeri saat melihat Shin mematahkan tangan Pemimpin mereka "Apa aku juga akan seperti itu?" Pikir mereka dalam hati.


"Aaaaarrghhhh! Aaaahhhkkk!!!"


Kali ini Shin mencabut Tangan kiri Jelia dengan menariknya secara perlahan sampai putus, darah Jelia Bercucuran sampai membuat genangan dibawahnya.


Sayangnya penderitaannya belum berakhir, kini Shin memulihkan kembali kedua tangan Jelia dengan sihir regenerasi hingga tangannya yang putus tersambung lagi dan tangan kanannya yang patah kembali seperti semula.


Setelah itu seperti sebelumnya, kini tangan kirinya yang dipatahkan dan tangan kanannya yang di cabut, sungguh pemandangan yang mengerikan bagi Pasukan Penyihir itu.


Selama 15 Menit Hal tersebut terus terjadi secara berulang kali tanpa ada jeda sedikitpun, Mulai dari tangan, kaki dan kali ini tubuhnya akan dikuliti dengan pisau tumpul.


Teriakan Jelia tidak pernah berhenti terdengar selama 15 Menit itu, bahkan para penduduk yang tadinya menatap datar ke arah Gerbang, kini mereka semua tersenyum puas melihat Jelia yang disiksa habis-habisan.


Sedangkan Pasukan penyihir langsung terkena gangguan mental, Tidak banyak orang yang berteriak sambil menutup telinganya karena sudah tidak tahan, ada juga yang merasakan keputusasaan hingga terduduk lemas dengan tatapan kosong sambil melihat penyiksaan dihadapannya.


"Heeii... bukankah itu agak..." Kaneth merinding saat menyaksikan pertunjukan yang dimaksud Zovarein.

__ADS_1


Saat ia melihat tangan Jelia yang di cabut begitu saja seperti menyabut padi, ia secara tidak sadar langsung memegang tengannya sendiri.


Sruukk!!!


"Aahhhkk...Haaaaaahhhkkk!!! Khaaaaahhkk!!"


Matanya di tusuk dengan pisau tumpul itu, darah mengalir sangat deras dari matanya dan kembali membentuk genangan baru dibawahnya.


Shin mencabut pisau tersebut dan kembali meregenerasi mata Jelia dan terus menusuknya seperti itu.


Agar Jelia dapat terus merasakan sakit, Shin mengaktifkan sihir yang membuat kesadaran dan rasa sakit yang dialami Jelia terus ada.


"Shin baik sekali yah.. padahal kalau itu aku, Mdencabik-cabik tubuhnya sambil meregenerasi secara terus-menerus akan sangat menyenangkan"


!!!... Kaneth langsung menjauh dari Zovarein sebanyak 3 langkah saat mendengar hal tersebut.


Sedangkan Zovarein yang melihat Kaneth menjauh hanya dapat tertawa dalam hatinya karena tidak ingin menarik perhatian semua orang.


Kini Jelia sudah berada diambang batasnya, Jelia terus berharap Ayunan Pisau yang mengarah padanya itu dapat membunuh dirinya namun kenyataan tidak semudah yang ia harapkan.


Setelah 15 Menit berlalu, kini semua penduduk Istana Neraka sudah kembali beraktifitas, 'terus berdiri ditempat sambil menatap makhluk rendahan disiksa juga sedikit membosankan' pikir mereka.


Whus!! Brak!!


Shin melempar tubuh Jelia ke arah pasukannya seperti melempar kertas, tidak ada rasa bersalah ataupun penyesalan bagi Shin karena sudah menyiksa Jelia.


Yang ada dia malah bersyukur, karena setelah sekian lama akhirnya ada Mainan baru yang berani menyerang Istana Neraka.


"Bawa dia! aku tidak mengenal pemimpin kalian itu dan aku tidak peduli dengan kalian sama sekali, dalam 2 menit jika kalian belum beranjak dari sini... Satu-persatu kalian akan bernasib sama seperti dia!" Ucap Shin menunjuk Jelia yang terkapar di atas tanah tepat dihadapan pasukannya.


Dengan cepat mereka semua langsung berlari terbirit-birit menjauhi Gerbang istana Neraka, tidak lupa mereka mengangkat tubuh Jelia dan dibawa bersama untuk kabur.


"Siaal!! Ka-kabur!!" Teriak mereka semua.


Dengan sekuat tenaga mereka terus berlari dan berlari hingga akhirnya tiba di perbatasan, dengan segera mereka merapal sihir terbang dan langsung melesat ke arah kekaisaran Azhesia.


——————

__ADS_1


"Huh...Pertunjukan yang hebat, yah walaupun agak sedikit kurang sih dibagian akhirnya" Keluh Zovarein sambil menghela nafas.


"Kurang apanya? Bahkan aku baru tau ada penyiksaan semengerikan itu!" Bantah Kaneth dengan tubuh yang sedikit gemetaran karena kejadian barusan masih terukir jelas dikepalanya.


__ADS_2