
"Aarrrghh!!...ti-tidak kusangka, kalau efek buruknya.. haahh... akan sesakit ini..."
Velzana yang sedang bertukar serangan dengan Zovarein mendadak memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Zovarein sebenarnya cukup penasaran dengan hal itu namun ia mengabaikannya dan langsung menerjang Velzana dengan Pedang Hitam-Putih nya.
*Trang!!!
"Kau tidak sabaran sekali yah... hehe"
Velzana mengusap darah di dagunya dan mulai memfokuskan dirinya pada pertarungan dengan Zovarein.
*Trang!!!
*Blarrr!!!
*Bzzttt!!
*Duarr!!!
Kekacauan besar terjadi saat serangan mereka mengenai satu sama lain, jika meleset maka ledakan yang sangat besar akan segera memborbardir suatu tempat dan memusnahkan semuanya dalam radius 47 Kilometer, kadang itu menjadi 36 Kilometer dan bisa juga sampai 176 Kilometer.
Begitu banyak pasukan dari Hutan Roh, Dunia Dewa, Negara Manusia dan ras lainnya yang ingin menghentikan pertarungan mereka.
Namum dalam jarak 12 Kilometer dari pertarungan, jika ada yang memberanikan diri untuk maju lebih jauh, dalam sekejap dirinya akan berubah menjadi kabut darah.
Melihat hal itu tentu membuat nyali mereka menciut, mereka hanya bisa menonton dari kejauhan dan melihat berbagai tempat hancur karena ulah Zovarein dan Velzana.
Dewa Kehidupan, Ratu Roh bahkan Kaneth sendiri saat ini tengah berdiskusi mengenai pertarungan itu.
"Jadi maksudmu, dia bukan dari Galaksi ini?" Tanya Dewa Kehidupan yang masih sedikit ragu dengan informasi yang baru saja ia dengar.
"Ya, dia juga pernah berkata kepadaku, kalau serangan ini akan menghancurkan setengah dari 4Dunia, namun ia berjanji untuk meminimalisir kerusakannya karena sudah mengetahui beberapa tempat yang akan terkena imbas dari pertarungan mereka" Jelas Kaneth.
"Artinya kita tidak bisa berbuat apa-apa yah..."
"Huh..." Mereka menghela nafas bersamaan.
*Dumm!!!
*Dumm!!!
*Duarr!!!
"Lihat itu, mereka mulai mengarah kemari" Ujar Jelia yang berada disebelah Kaneth, sambil menunjuk kearah jendela dihadapan mereka.
"Katanya Istana Kekaisaran Azhesia juga akan hancur, mari kita segera mengungsi" Ucap Kaneth sambil beranjak dari kursinya dan diikuti semua orang disana.
...----------------...
...STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
__ADS_1
*Deg!!
*Deg!!
?!!
IntiMuasal Zovarein retak, detak jantungnya menjadi sangat cepat dan pada wajahnya mulai mengalir Air Mata darah.
Ia menggunakan
*Singg!!!
*Dbam!!
Zovarein mendarat ditanah dengan wajah pucat, matanya yang kosong menatap kearah depan seperti patung dan sama sekali tidak bergerak.
"..Dia.. Mati? .."
*DUAARR!!!
Mendadak Aura Kegelapan pekat yang sangat mencekam meledak keluar dari dalam IntiMuasal-nya.
Langit yang sebelumnya berwarna biru cerah mendadak berubah menjadi Hitam tanpa ada pencahayaan sedikitpun, hanya Obor dan Lentera disetiap rumah yang dapat menerangi kegelapan itu.
Seperti suasananya seluruh makhluk hidup di-4Dunia kini mulai terjatuh pingsan dengan tubuh bergetar, bagi makhluk berkekuatan jiwa yang lemah, mereka akan langsung berubah menjadi kabut darah, dan bagi mereka yang cukup kuat langsung terbaring lemah ditempat mereka berdiri sebelumnya.
Gaya Gravitasi di 4Dunia mulai meningkat sampai semua bagunan dengan pondasi yang lemah langsung roboh seketika.
Velzana sendiri langsung kehilangan setengah kekuatannya, namun ia tidak terkena semua efek dari Aura Kegelapan Zovarein seperti makhluk hidup lain.
!!!
Beberapa detik saat ia bertanya-tanya tentang keadaan itu, salah satu Clonenya yang memiliki 20% kekuatan aslinya melaporkan bahwa mereka telah membunuh Istri Zovarein yaitu LayNova Gruciuna, keturunan dari Tangan Kanan kesembilan Sang pencipta.
Mendadak ia tertawa keras bahkan sampai terdengar keseluruh penjuruh, ia menggunakan Qi miliknya untuk memperkuat suaranya.
dirinya-pun tersenyum lebar dan mulai menyeringai, ia berjalan mendekat pada Zovarein sambil memancing emosi adiknya itu berkali-kali, dengan menceritakan bagaimana Istri tercintanya itu mati dengan perjuangan yang luar biasa.
Namun berbeda dengan ekspektasi nya, Zovarein bahkan tidak bergeming dari tempatnya, kepalanya perlahan mulai menunduk dengan tangannya yang menggenggam erat pedangnya.
*Whuumm!!
Auranya mulai menghilang, kegelapan yang tadinya menutupi langit mulai berubah menjadi langit kebiruan yang cerah.
Satu hal yang tidak berubah adalah, Zovarein masih tetap pada posisinya, namun tidak dengan Velzana yang mulai merinding ketakutan.
Jubah hitam bercorak tengkorak yang selalu digunakan Zovarein mulai mengeluarkan Aura Kegelapan yang pekat, pedangnya mulai berubah menjadi putih seutuhnya dan Matanya yang mereka bertukar warna menjadi Ungu gelap menyala dan terus menatap penuh kebencian pada Velzana.
*Slashh!!!
!!!
"Huh ?... sejak kapan dia ?!"
__ADS_1
*Wuungg!!!
*Bamm!!!
Zovarein menghilang dari tempatnya, tidak sampai satu tarikan nafas ia muncul dihadapan Velzana sambil menebas tubuh kakaknya itu dengan Aura Suci yang begitu tenang.
Rasa sakit terus menggerogoti dada Velzana yang terkena tebasan Pedang Ber-Aura suci milik Zovarein.
"Arrggghh!!! Elemen Suci Sialan!!!! Aahhkkk!!!!"
Ia terus menjerit kesakitan dan tubuhnya terus menggeliat ditanah seperti cacing kepanasan. Namun belum siksaan itu selesai, Zovarein muncul di sebelahnya dan menendang tubuh kakaknya itu keatas sampai melayang sejauh ratusan meter.
*Whushh!!
*BAAM!!!
*Duaarr!!!
Zovarein sekali lagi muncul disebelah Velzana dan menendang keras tubuh kakaknya itu kebawah hingga menghantam tanah dengan kuat, sampai menghancurkan wilayah disekitarnya dan menciptakan kawah sebesar 179 Meter.
"Coouughh!!"
Velzana memuntahkan seteguk darah, wajahnya kini pucat pasi, ia menatap penuh selidik pada Zovarein yang mulai berjalan kearahnya dengan langkah berat sampai menghancurkan pijakannya.
"Ja-jadi ini kekuatan penuhnya... kastil raksasa itu juga menghilang, apa dia menyerapnya !!??"
Velzana terus mengumpat dalam hati, ia sama sekali tidak memperhitungkan Kastil tersebut karena ia sama sekali tidak merasakan kejanggalan pada bangunan itu, tapi sekarang? ia mulai menyesalinya.
"Jika kau bertarung dengan kekuatan penuh, maka aku juga akan melakukannya!"
""
*Siingg!!
Dari kejauhan terdengar suara mendesing yang sangat mengganggu dan terus melesat kearah pertarungan, makhluk yang menghasilkan suara itu adalah para Kloningan Velzana yang sebelumnya menerobos masuk ke Delzogade.
*Boomm!!!
Satu Klon meledak menjadi kabut darah karena tidak sempat menghindar dari serangan mendadak dari Zovarein.
Sedangkan Kloningan yang lain mulai masuk kedalam tubuh Velzana hingga menghasilkan Aura merah yang begitu panas.
Lukanya perlahan pulih bersamaan dengan kekuatannya namun staminanya tetap terkuras setengahnya, ia mulai mengambil kedua pedang merah darahnya yang tidak jauh dari tempatnya tergeletak sekarang.
*Blarr!!!
Api Merah mulai membakar kedua pedang itu, sedangkan tubuhnya mulai berubah menjadi Api Hitam sepenuhnya.
Kini ia terlihat seperti Api Hitam berwujud Iblis, dengan kedua Api Merah berwujud pedang ditangannya.
Sebuah Cahaya Hitam sebesar mata terukir jelas pada wajahnya, dan garis putih tipis dibawah matanya mulai membentuk sebuah senyuman mengejek.
Sementara itu Zovarein masih berjalan dengan tenang menuju Velzana, Wajahnya yang datar dengan tatapan membunuh yang kuat, terus melihat perubahan Velzana seakan dirinya ingin segera menyiram lautan air suci pada Api itu.
__ADS_1
"Mari Segera Akhiri Ini!"
*BOOMM!!!