
"Anak kecil seperti dirimu mengaku sebagai Raja Iblis Tirani? jangan sombong kau!" Venenum berteriak karena sudah kehilangan akalnya.
Tubuhnya mencair menjadi cairan hijau menjijikkan dan langsung melarikan diri dengan sangat cepat, tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kalau Raja Iblis Tirani yang asli masih hidup, dan menjadi anak kecil.
Meskipun menjadi anak kecil Venenum sama sekali tidak ingin meremehkannya karena anak kecil tersebut adalah seorang Raja Iblis Tirani yang sudah hidup selama jutaan tahun, seorang monster yang menguasai seluruh Alam semesta Eternity, Seorang kejam yang melakukan pembantaian di keempat benua, seorang Iblis yang menghancurkan musuh-musuhnya!
Dewa baru seperti dirinya tidak mungkin merelakan nyawanya dan berhadapan dengan orang seperti itu, jika ia berani maka seluruh Dewa akan menertawainya karena kebodohannya, bahkan Raja Dewa mati ditangan Iblis tersebut apalagi dirinya!
Setelah perjuangannya yang sangat menantang, ia dapat kabur dari Ibukota Kekaisaran Neraka, saat ini ia sedang berdiam diri di sebuah sungai untuk menenangkan dirinya.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, apa mungkin ia bereinkarnasi? tidak Raja Dewa saja tidak dapat bereinkarnasi, apa lagi Iblis sepertinya, pasti ia kehabisan kekuatannya lalu menjadi anak kecil seperti itu adalah akibatnya, tapi kenapa ia harus bersembunyi selama 2000 tahun dan baru muncul sekarang?!" Venenum benar-benar sakit kepala saat ini.
"Pemikiranmu memang benar, namun ada sesuatu yang salah."
Terdengar suara seseorang dari belakangnya, tanpa ragu ia segera mengeluarkan gumpalan racun dari tangannya dan membentuk gumpalan tersebut menyerupai sebuah pedang pendek.
Ia menusuk kebelakang dengan sekuat tenaga dan berharap orang dibelakangnya segera mati, namun hal tersebut sama sekali tidak terjadi.
Pedang racunnya ditahan oleh sebuah dinding transparan yang membuatnya tidak dapat menusuk targetnya, tanpa menunda lagi ia segera menjauh dari seseorang tersebut.
"Raja Iblis Tirani memang hebat, kau bisa mengikuti diriku kemari sambil menyembunyikan hawa keberadaan mu dengan baik, gelar mu bukan hanya nama saja ya!" Venenum menatap seorang pemuda berjubah hitam dihadapannya dengan tajam, ia sangat waspada dengannya.
"Meskipun kau memujiku seperti itu kematian mu tetap sudah dipastikan, tenang saja Dewa kehidupan tidak akan mau membantu Dewa busuk sepertimu, jadi kau bisa mati dengan tenang tanpa berharap lebih." Zovarein berkata dengan dingin.
"Nama Yang Mulia Dewa Kehidupan bukan sesuatu yang boleh kau ucapkan secara sembarangan dasar Iblis Terkutuk! aku berubah pikiran, aku akan membunuhmu karena sudah berani merendahkan Yang Mulia!" Venenum membulatkan tekadnya.
"Dasar bodoh." Zovarein bergumam kecil.
"Kekuatan Dewa menyertaiku, segala tindakanku akan ku pertanggungjawabkan tanpa penghianatan, Racun adalah kekuatanku dan selalu melindungi ku, terima ini!" Venenum meneriakkan mantra sihirnya.
Dari dalam tanah cairan busuk yang sangat bau keluar dan melelehkan segala yang ia sentuh, cairan tersebut semakin banyak dan berkumpul pada satu tempat membentuk sebuah kubus yang sangat besar hanya dalam 2 detik.
"Lenyaplah!" Venenum berteriak.
Kubus cairan busuk tersebut segera jatuh dan menjadi lautan racun yang sangat mengerikan, segala yang ia lewati akan lenyap dan tidak bersisa.
__ADS_1
Melihat lautan racun mendekati dirinya Zovarein tetap tenang dan sama sekali tidak panik. "Jadi itu Mare Liquescens, sihir racun terkuat yang sangat terkenal 4000 Tahun lalu, sayangnya sihirmu sama sekali tidak ada perkembangannya, dulu dan sekarang tidak bertahan kuat sama sekali." Zovarein berkata seperti menilai lautan racun yang terus mendekatinya dengan cepat.
"Omong kosong apa yang kau bicarakan? yah aku sama sekali tidak peduli, Matilah dengan tenang dan jangan hidup lagi dasar Iblis Terkutuk!" Vencer berkata sambil tertawa keras.
"Kau benar-benar sangat bodoh ya." Zovarein menggelengkan kepalanya.
"" Gumamnya.
Whushhh!!!
Lautan racun tersebut menguap seperti air yang mendidih, hanya dalam beberapa detik sebelum menyentuh kaki Zovarein, Lautan Racun tersebut telah lenyap dan meninggalkan seperempat Hutan Iblis yang telah tiada.
"Tidak mungkin! apa yang terjadi?!" Vencer menatap tidak percaya.
"Setelah melihatnya dengan mata kepalamu sendiri, kau masih mempertanyakannya? Dewa itu ternyata sanga bodoh ya." Ucap Zovarein memprovokasi.
"Apa kau bilang?! Kubunuh kau!" Venenum melesat dengan cepat menuju Zovarein.
"Bukankah kau sudah mengatakan itu sebelumnya?" Zovarein tertawa kecil.
"Diam!" Venenum membentak, ia me ngangkat tangan kanannya, dari telapak tangannya keluar gumpalan racun yang langsung membentuk sebuah pedang besar.
Venenum menebas secara vertikal dengan sangat cepat, namun pedang besar racunnya ditahan oleh sebuah pedang besar kegelapan yang sangat pekat, pedang tersebut mendorong Venenum menjauh hingga terlempar 10 meter kebelakang dengan keras.
Tidak menyerah sampai disana, ia kembali berlari menuju Zovarein dengan raut wajah yang sangat marah.
"Teknik pedang dewa, jurus keempat, Kehancuran Alam!"
Venenum menebas secara horizontal namun masih ditahan oleh pedang hitam Zovarein dengan baik, namun kali ini Zovarein tidak hanya bertahan, ia langsung menarik kerah baju Venenum kemudian memegang wajahnya dan menghempaskan tubuhnya ketanah dengan sangat keras.
Ia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, kepalanya terasa sangat sakit dan tubuhnya sama sekali tidak dapat digerakkan, ia menatap wajah Zovarein dengan penuh amarah.
"Le-paskan!" Ia berusaha memberontak.
"Mana mungkin aku melakukannya dasar bodoh, ternyata kalian para dewa benar-benar bodoh ya." Zovarein menyeringai.
__ADS_1
"Tidak akan kubiarkan kau menghina Dewa lebih jauh la-"
Venenum terdiam, wajah Zovarein yang sebelumnya tersenyum seakan mempermainkannya langsung menjadi sangat dingin, mata merah darah Zovarein langsung menjadi ungu menyala dan menatap penuh niat membunuh pada Venenum.
"Mungkin Tuanmu belum memberitahukannya tapi, aku itu orang yang sangat benci mendengar orang berteriak kepadaku, kau tau?" Zovarein berucap dengan dingin, hingga membuat Venenum hampir pingsan karena ketakutan.
"Baiklah, aku tidak akan membunuhmu." Ucap Zovarein mengubah raut wajahnya menjadi biasa.
Saat itu kebahagiaan langsung memenuhi hati Vencer namun perkataan Zovarein selanjut ya langsung menjatuhkan harapannya.
"Tapi kau akan di kurung didalam penjara Neraka lantai terbawah, kau tidak akan bisa mati, kau hanya akan menerima siksaan yang bahkan lebih menakutkan dari pada kematian di sana!" Zovarein tertawa.
Kini keputusasaan langsung menyelimuti hati Venenum, meski ia tidak tahu apa yang ada pada lantai terbawah, namun ia yakin hidupnya akan sangat tersiksa disana.
"Ampuni ak-"
Plakk!!
Zovarein menampar wajahnya dengan keras.
"Memangnya kapan aku membiarkanmu berbicara huh? Shin! segera bawa makhluk bodoh ini ke tempatnya!" Zovarein berucap dengan tegas.
"Baik paduka!" Shin muncul dari balik kegelapan dan berlutut di hadapan Zovarein.
Tanpa menunggu lagi, ia langsung menjalankan tugasnya, dan membawa Venenum Modic menuju lantai terbawah penjara neraka, dan mengurungnya disana.
"Siksaan untuk musuh adalah kemurahan hatiku, Raja Iblis Tirani Yang Sesungguhnya adalah diriku!"
...______________________...
...•°•...
...Arc 2: Raja Iblis Tirani Yang Sesungguhnya...
...°•°...
__ADS_1
...End...