RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Keturunan Raja


__ADS_3

"Heh!" Orang tua itu menyeringai, ia tidak menyangka akan semudah ini untuk memprovokasi mereka.


Pada lima detik pertama, semua petugas menembakkan peluru mereka ke arah orang tua tersebut, bersamaan dengan para petugas, robot disekitar juga ikut melepaskan tembakan mereka sedetik lebih lama.


Namun tidak peduli itu lebih cepat atau lambat, orang tua itu dapat melihat semuanya dengan sangat jelas!


"Inilah alasan kenapa aku lebih memilih pedang..." Orang tua itu bergumam.


Dengan pergerakan yang stabil, insting yang kuat, kecepatan dalam mengayun pedang dan prediksi yang tepat, orang tua itu dapat menebas seluruh peluru yang terarah padanya dalam waktu singkat.


Hal ini mengejutkan seluruh orang yang berada ditempat kejadian, mereka tidak pernah berfikir bahwa besi berkarat akan dapat menahan sebuah peluru yang lintasannya bahkan hampir tidak dapat dilihat oleh mata.


"Pak tua, kau ternyata cukup terampil ya, tapi sayang sekali karena senjata ini tidak hanya dapat menembak satu kali saja, dasar idiot!" Salah satu petugas itu tersenyum lebar.


Namun Rekasi yang diberikan oleh orang tua itu justru sangat biasa, dengan wajah datarnya ia bahkan dapat membuat para petugas itu menjadi lebih kesana dari sebelumnya.


"Dasar Tua peyot!" petugas itu berteriak kesal.


Sekali lagi seluruh petugas dan robot menembak secara bersamaan, namun kali ini mereka menembak secara beruntun dan tidak berhenti meski hanya sekali.


Namun lagi-lagi semuanya tidak berjalan sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, seluruh peluru yang mereka tembakkan dapat dengan mudah ditebas oleh orang tua itu tanpa ada satupun yang mengenai dirinya.


"Itu mustahil! pasti kau menggunakan semacam sihir dasar curang!" Petugas itu berkata sambil terus menembak.


Bahkan hingga peluru terakhir mereka, tak satupun yang berhasil mengenainya bahkan hanya untuk menggores tubuh orang tua itu, pakaiannya juga tidak lecet sedikit pun yang membuat para petugas itu merinding.


"Kau pikir sedang berada dimana dasar bocah tanpa sopan santun, ini adalah dunia pedang dan sihir lalu dari mananya aku yang dapat dikatakan curang? sekarang siapa yang idiot disini?" Orang tua itu berkata dengan penuh penghinaan.


Sekarang semuanya gemetar ketakutan, tidak ada yang berani membalas perkataan orang tua itu selama ia masih menggenggam pedangnya yang diselimuti aura kebiruan.


Tentu saja robot yang sejak awal tidak memiliki akal sehat dan pikiran sama sekali tidak mengerti apa itu rasa takut.

__ADS_1


Sekali lagi bahkan tanpa diperintah oleh pemiliknya, mereka menembak secara bersamaan ke arah orang tua itu. Namun bahkan sebelum peluruh kelima ditembakkan, seluruh robot itu sudah terbelah menjadi dua dan berhenti berfungsi.


"Yah, entah apa gunanya kalian membuat mesin-mesin aneh yang sama sekali tidak berguna seperti ini..." Orang tua itu berdecak kesal.


Ia mendekati seluruh petugas itu selangkah demi selangkah, aura pedang ditangannya juga berubah menjadi merah, entah apa perbedaannya dengan yang biru sebelumnya, namun para petugas itu tahu kalau itu bukanlah sesuatu yang baik.


"Jadi, bagaimana kalian ingin mati?" Orang tua itu menyeringai sambil menatap semua orang yang sedang ketakutan terhadap dirinya.


Pada saat orang tua itu akan memenggal kepala pemimpin para petugas tersebut, dari kejauhan terdengar suara mendesis yang cukup halus.


Orang tua itu cukup penasaran kemudian menoleh ke atas, ia melihat sebuah misil berkecepatan tinggi sedang melesat ke arahnya.


"Ini gawat!" Orang tua itu terlihat panik, ia tidak pernah menyangka bahwa orang-orang yang memburunya sampai se niat ini! bahkan mereka rela mengorbankan teman mereka sendiri!


Dengan sigap ia segera menyarungkan kembali pedangnya, kemudian menutup matanya dan menanti kematian yang akan segera mendatanginya.


Namun disaat ia sedang menanti kematian itu, terdengar sebuah suara yang sangat berkarisma dari atas langit.


Ia menjentikkan jarinya kemudian sebuah kubah kecil transparan menutupi orang tua itu sepenuhnya.


Beberapa saat setelah kubah terbentuk, misil yang jatuh dari langit langsung menabrak kubah kecil dan meledakkan segala yang berada disekitarnya. Bahkan sekumpulan petugas itu sama sekali tidak dapat selamat dari sana karena tidak memiliki persiapan apapun.


Setelah seluruh api menghilang, kubah itu secara perlahan menghilang kemudian menampakkan orang tua yang sedang berdiri menancapkan pedangnya ditanah, sambil menutup matanya dan bersiap akan segala hal yang akan menimpanya.


Namun ketika ia membuka matanya, ia sangat terkejut dan tak dapat berkata-kata karena seluruh tempat disekitarnya telah hancur kecuali tempat ia berpijak, ia tak dapat mempercayai keajaiban yang sedang terjadi padanya ini.


Ketika ia sedang menatap kesekitar, ia dapat merasakan jejak sejumlah energi sihir disekitarnya.


Kini ia tahu bahwa itu sama sekali bukanlah keajaiban melainkan seseorang sedang membantunya agar tidak terkena ledakan misil tersebut.


"Siapapun anda saya saya sangat berterima kasih kepada mu karena sudah menyelamatkan hidup saya." Pria tua itu bergumam sambil membungkuk, kemudian ia menarik pedangnya dari tanah dan bersiap untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Namun saat ia akan melangkah, sebuah suara yang sangat berkarisma segera menghentikannya.


"Siapa yang mengizinkan dirimu untuk pergi?"


Pria tua itu menegang, ia tidak pernah merasakan energi yang sekuat ini sebelumnya, bahkan jika itu adalah leluhurnya sendiri, mereka sama sekali tidak sebanding dengan seseorang yang sedang berdiri di belakangnya.


Orang tua itu bahkan tidak berani menoleh kebelakang, bahkan jika itu hanya melirik sekilas saja.


"Tuan yang terhormat, mohon maaf atas kelancangan saya sebelumnya, dan selain itu saya sangat berterima kasih atas bantuan anda." Orang tua itu berkata dengan gugup.


"Kenapa kau berfikir kalau yang membantumu itu adalah aku?" Zovarein menatapnya dengan penasaran.


"Mudah saja tuan, selain anda tidak ada orang lain yang memiliki energi sihir disekitar sini." Orang tua itu masih tidak dapat menenangkan diri.


"Begitu, lalu kenapa kau membelakangi ku seperti itu? apakah kau merasa bahwa aku sama sekali tidak layak untuk berbicara empat mata denganmu?" Zovarein dengan saja memperkuat auranya, yang membuat orang tua itu semakin panik dan segera berbalik badan.


Begitu ia ingin berbicara, ia sangat terkejut ketika melihat Zovarein sama sekali tidak berdiri diatas tanah, melainkan melayang di udara!


"Sial..." Orang tua itu tidak dapat menahan keterkejutan-Nya lagi, ia tidak pernah menyangka bahwa seseorang yang menyelamatkan dirinya ternyata bisa terbang, dan ia sama sekali bukan manusia melainkan Iblis!


"Ada apa? apa wajahku sejelek itu untuk membuatmu terdiam?" Zovarein menyeringai.


"Ti-tidak, saya hanya terkejut karena mengetahui bahwa anda sebenarnya Iblis, ini tidak terduga sama sekali." Orang tua itu berusaha untuk tersenyum ramah.


"Yah, aku sebenarnya tidak ingin berbasa-basi jadi langsung ke intinya saja." Zovarein menatap orang tua itu dengan serius.


Melihat bahwa Zovarein memiliki keperluan dengannya, orang tua itu segera menjadi lebih gugup dari sebelumnya, ia takut jika nanti ia salah menjawab pertanyaan Iblis tersebut.


"Hei... kenapa keturunan Raja sepertimu bisa menjadi seperti sekarang ini?"


...—To Be Continued —...

__ADS_1


__ADS_2