RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Myro Anzeo


__ADS_3

"Dewa Racun? bocah itu selamat?" tanya Zovarein keheranan.


"Benar Yang Mulia, secara kebetulan saat ia melarikan diri dari wilayah dewa yang hancur ke wilayah iblis, tembok penghalang 4 dunia yang anda buat muncul sehingga ia tidak dapat kembali ke wilayah dewa, secara terpaksa ia pun menetap di benua ini demi mencari racun yang dapat melelehkan tembok penghalang tersebut." Ucapnya dengan wajah serius.


"Pfft,"


"Kenapa anda tertawa tuan Shin?" Tanya Dezain.


"Tidak, aku hanya merasa kalau si Dewa Racun ini begitu bodoh, Dewa Kehidupan saja tidak bisa menghancurkan tembok itu, dan dia malah berkata konyol seperti melelehkan tembok, kalau itu terbuat dari material padat mungkin aku akan mengerti tapi, tembok itu dibuat dengan energi sihir, Racun sama sekali tidak akan berpengaruh." Ujar Shin menjelaskan.


"Begitu rupanya,"


"Dezain, setelah merayakan kesembuhan keluargamu datanglah ke Ibukota Kekaisaran Neraka, pergilah ke wilayah barat di kediaman Gaios, aku ada beberapa urusan jadi aku akan segera pergi." Kata Zovarein menatap keluar jendela.


"Baik, saya mengerti Yang Mulia."


Zovarein mengangguk kemudian lenyap menjadi seberkas cahaya bersama Shin, dan muncul di luar Tembok Kerajaan Aizel.


"Selanjutnya apa yang akan Paduka lakukan?" Shin bertanya sambil berjalan mengikuti Zovarein dari belakang.


"Menuju keluarga Anzeo di wilayah Naga Kegelapan, setelah mendapat pecahan dari Dezain kekuatanku menjadi 9%, sangat cukup untuk menghancurkan sebuah planet." Ucap Zovarein yang merasakan energi sihirnya meluap.


"Apa mungkin, ada pecahan lainnya di wilayah Naga Kegelapan sehingga anda pergi kesana?" Tanya Shin memastikan.


"Entahlah, tujuan kita kesana hanya untuk memastikan apakah Myro Anzeo juga terpengaruh oleh racun pikiran Vencer, meskipun dia bawahan setia aku sama sekali belum pernah memberikannya darahku." Jelas Zovarein.

__ADS_1


"Begitu, tapi dia mungkin sudah sangat tua sehingga tidak bisa terbang lagi, umur Naga hanya bisa mencapai 9000 Tahun, sedangkan ia sekarang sepertinya sudah berumur 8988 Tahun." Ujar Shin.


"Yah, aku hanya perlu menambah umurnya, itu sama sekali bukan masalah." Balas Zovarein dengan santai.


"Kalau Paduka sampai mengatakan hal seperti itu, apa mungkin kekuatan pengendali kehidupan anda sudah kembali?" Tanya Shin.


"Ya, meskipun aku hanya bisa menambah 1000 tahun umur seseorang sih, kekuatanku yang sekarang sama sekali belum cukup untuk menggunakannya secara maksimal." Jawab Zovarein membuat Shin terkagum, karena dari semua sihir Zovarein, sihir pengendali kehidupan adalah sesuatu yang berbeda, kekuatan yang seharusnya hanya dimiliki Dewa kehidupan juga dimiliki oleh tuannya.


Berkat hal tersebut juga dulu ia bisa hidup sampai jutaan tahun menemani Tuannya, dari yang seharusnya umur iblis normal hanya sampai puluhan ribu tahun.


"hah nostalgia sekali rasanya." Ucap Zovarein sambil tersenyum.


"Apa yang anda maksud?" Tanya Shin.


"Berpetualang dan berpergian seperti ini, sebelum aku menjadi Raja Iblis di C-U, dulu aku adalah seorang petualang, mengingat saat-saat seperti itu rasanya sangat menenangkan, terutama disaat seperti ini." Ucap Zovarein.


"Benar, kekuatanku saat itu tidak sekuat diriku saat menjadi raja iblis, sehingga banyak sekali kesulitan yang terjadi, terutama saat para dewa ..." Zovarein berhenti bercerita.


"Ada apa Paduka?"


"Tidak, bukan apa-apa, cepat bergegas karena waktu kita juga terbatas." Ucapnya kemudian Zovarein melesat dengan sangat cepat dengan Shin yang mengikuti dari belakang dengan kecepatan yang sama.


Setengah jam mereka melesat dengan kecepatan 100Km/Menit, hingga akhirnya sampai di wilayah Naga Kegelapan, pada Wilayah Naga kegelapan terdapat ratusan kerajaan dan puluhan kekaisaran raksasa, bagaimana pun Ukuran Naga itu puluhan kali lebih besar dari pada Iblis dewasa, sehingga ukuran rumah serta kota mereka juga jauh lebih besar.


Dihadapan Zovarein dan Shin saat ini adalah sebuah Ibukota Naga yang sangat besar dengan tembok yang menjulang tinggi ke atas, pada tembok tersebut terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan Ibukota Myro kerajaan Naga Kegelapan.

__ADS_1


Di depan gerbang masuk terdapat dua ekor naga yang mengambil wujud Iblis agar dapat memeriksa pengunjung yang hendak memasuki Ibukota dengan lebih mudah.


Disana juga terdapat banyak sekali Iblis, Dark Elf, Chaos Dwarf maupun ras lainnya yang mengantri, sehingga Zovarein dan Shin hanya dapat pasrah untuk mengantri dibarisan paling belakang, bagaimana pun, tidak sama dengan Gerbang masuk Kerajaan Aizel yang sebelumnya dijaga oleh bandit, Gerbang masuk Kerajaan Naga Kegelapan ini dijaga langsung oleh prajurit kerajaan sehingga tidak masalah bila Zovarein dan Shin membayar untuk masuk.


Setelah mengantri beberapa menit akhirnya mereka berdua dapat masuk kedalam wilayah Ibukota Myro, tidak seperti kota atau ibukota lainnya di ibukota Myro ini sangat banyak makhluk raksasa yang dapat berjalan dengan bebas, baik itu Naga ataupun Giant sekalipun mereka tidak mengecilkan ukuran mereka hanya untuk berjalan di kota, meskipun seperti itu mereka sama sekali tidak menginjak makhluk kecil dibawah ataupun menghancurkan jalan karena Jalanan di Ibukota Naga sangatlah keras bahkan hampir sekuat Azantian.


"Paduka, sepertinya kekuatan tertinggi di Ras naga sangat berbeda dengan Iblis saat ini." Ucap Shin yang mewaspadai sekitarnya.


"Kau benar, diwilayah Iblis hanya ada Penyihir Ahli tingkat 7, Kesatria Kegelapan Ahli Tingkat 5, Pemanah Iblis Senior tingkat 2 serta kekuatan lainnya yang rata rata dibawah Ahli yang menjadi urutan terkuat, sedangkan para Naga ini rata-rata sudah mencapai Tingkatan diatas ahli. Sungguh, kenapa Iblis menjadi tertinggal sekarang?" Ucap Zovarein tersenyum pahit saat melihat kekuatan para naga disekitarnya.


"Paduka, apakah kita akan langsung menuju istana atau menelusuri Ibukota ini terlebih dahulu?" Tanya Shin.


"Kenapa harus repot-repot menelusuri Ibukota ini dan pergi ke Istana jika Raja nya sendiri sudah menuju kemari?" Kata Zovarein sambil tersenyum kecil, namun Shin sama sekali tidak mengerti dengan maksud Zovarein sebelum ia melihat ke atas Istana Naga Kegelapan, sesuai dengan arah yang dilihat Zovarein.


Diatas sana seekor naga yang sangat besar dengan sisik hitam yang terlihat sangat kuat, dan Mata merah menyala, sedang terbang sambil melirik ke arah mereka dengan Tajam.


"Nampaknya dia memerintahkan kita untuk pergi dari Ibukotanya, apa yang harus kita lakukan paduka?" Tanya Shin.


"Memerintahkan kita? memangnya dia pikir dia itu siapa hingga seberani itu," Kemudian Zovarein mengambil sebuah tombak hitam bercorak garis lurus dari penyimpanan dimensinya kemudian mengunci Naga tersebut sebagai targetnya. "Hanya seorang kadal sudah se angkuh itu Sadari posisimu!"


Kemudian Zovarein Melempar tombak tersebut menuju Naga yang sedang terbang diatas Istana itu, Zovarein sama sekali tidak menyalurkan sihir apapun pada Tombak tersebut yang membuat naga itu tersenyum mengejek dan sama sekali tidak menghindar.


Naga tersebut berpikir bahwa itu hanya sebuah tombak lemah tanpa sihir dan bagaimana mungkin itu bisa melukainya? tapi kejadian berikutnya membuat naga tersebut sangat terkejut.


Secara tiba-tiba tubuhnya langsung memiliki lubang yang cukup besar dan menampakkan dagingnya beserta darah yang sudah berjatuhan dengan sangat deras, ia sama sekali tidak mengerti bagaimana mungkin tubuhnya bisa berlubang bahkan sebelum tombak itu mencapai dirinya?

__ADS_1


Beberapa saat kemudian tubuhnya mulai melemah dan kekuatannya pun berkurang secara drastis, ia terjatuh dari ketinggian dan menabrak tanah dengan sangat keras hingga menghasilkan ledakan yang cukup menggemparkan seluruh penduduk Ibukota Myro.


__ADS_2