
*Dummb!!!
*Dbam!!!
*Duarr!!!
Saat diluar sedang terjadi pertarungan sengit antara Zovarein dan Velzana, disisi lain tepat di-dalam Istana Neraka, Nova, Elgard, Rurina dan seluruh penduduk Istana, sedang berusaha untuk menenangkan satu-sama lain.
Getaran akibat serangan yang terus berlangsung, terus menerpa Seluruh Wilayah Iblis, tak terkecuali 3 Wilayah lainnya.
"Ibu apa yang terjadi diluar?"
Mendengar pertanyaan putrinya, Nova hanya bisa menjawab kalau Ayahnya sedang bertarung dengan seseorang.
Tanpa ragu Elgard dan juga Rurina langsung berkata ingin membantu Ayah mereka bertarung, namun sebelum mereka beranjak, Nova berkata pelan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan dipertempuran itu.
"..tapi Ibu! aku khawatir dengan Ayah! aku tidak mau dia pergi lagi..." Ucapnya dengan air mata yang mulai menetes.
".. jangan halangi aku ibu, aku...aku..." Air matanya kini mulai membasahi wajahnya.
"..Rurina benar Ibu, aku ingin membantu... tidak, aku akan membantu Ayah!" Ujar Elgard dengan lantang.
"..Rurina... Elgard..."
"...Ayah kalian saja sudah kesulitan bagaimana dengan kalian nanti? Ibu juga ingin membantu dirinya... maaf jika kata-kata ibu sangat menyakitkan namun, kalian berdua hanya akan menjadi beban.."
Nova pun mulai mendekat pada kedua buah hatinya itu dan memeluknya, di-dalam hatinya Nova merasa sangat sedih karena tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu suaminya, ia tidak ingin menjadi wanita lemah, yang hanya bisa menangis jika dalam kesulitan.
Namun apa yang bisa dia perbuat, dirinya bahkan sangat rapuh.. meskipun dapat dikatakan paling kuat diantara Iblis yang pernah ada, namun jika dibandingkan dengan Zovarein, Kekuatannya bagaikan 4Dunia dan Alam Semesta Eternity.
"Mengapa aku selemah ini..."
...----------------...
...STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
*Whushh!!
*Dummb!!!
Velzana yang mulai pulih secara perlahan, terus melepaskan serangan yang mematikan pada kubah dihadapannya, ia sangat geram karena baru pertama kali dirinya melihat ada pelindung yang sangat keras seperti kubah itu.
"Kau memaksaku sekali lagi ya.. "
*Shasshh!!
*Trang!!
*Trang!!
Dalam sekejap dari dalam tubuh Velzana, keluar beberapa bayangan hitam yang langsung menerjang ke arah kubah itu, dengan sebilah pedang hitam menyala pada tangan mereka.
*Tssskkk!!!
Suara gesekan yang sangat keras terdengar saat puluhan pedang itu menghantam kubah hitam. Dengan serentak mereka mulai mengangkat pedang hitam keatas sekali lagi dan menghantamkan pedang hitam mereka ke-kubah hitam itu untuk kedua kalinya.
Alhasil terjadi retakan di-setiap tempat dikubah hitam yang terkena benturan dari pedang musuh, melihat hal itu wajah kusut Velzana mulai berubah senang.
"Kenapa aku tidak melakukan ini dari tadi?"
__ADS_1
Namun ia tidak mempermasalahkannya asal dapat menghancurkan bola busuk dihadapannya..
*WHUSH!!
"BAMM!!
*Ctass!!!
Velzana memukul keras Kubah Hitam dihadapannya dengan tangan yang diselimuti oleh api hitam, sungguh bahagia dirinya ketika melihat kubah jelek itu hancur berkeping-keping saat menerima pukulan terbaiknya.
"Bersiap lah ka...!!"
Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, ia langsung terkena pukulan telah dari tangan seseorang.
*Bukk!!!
*Bamm!!!
Tangan kanannya sempat menahan pukulan itu namun naas, tangan itu sudah berubah menjadi kabut darah, ia terlempar sejauh ratusan meter dan berputar-putar di angkasa.
"..Sialan... kau bahkan melakukan serangan mendadak seperti itu!.."
Velzana menatap tajam orang yang menghempas kan dirinya sambil meraba bahu kanannya yang terasa perih.
"Apakah aku harus memberi peringatan ketika memukul? seperti berteriak 'Hiyaa!!' begitu? kalau kau mengharapkannya maka buang jauh-jauh pemikiran bodoh itu, karena sampai kapanpun kau tidak akan menerima hal tersebut dariku"
*Zlashh!!!
Zovarein kembali melesat kearah Velzana dengan sebilah pedang hitam-putih ditangannya.
"Gerak dan Ruang, Penebasan Waktu!"
*Trang!!
Zovarein sendikit terkejut saat pedangnya didatngkis oleh Velzana, namun wajahnya tetap datar tanpa mengekpresikan -nya sedikitpun.
Zovarein memutar tubuhnya dan melakukan tebasan terbalik yang sangat cepat dan terarah pada leher Velzana.
*Trang!!
Sekali lagi Velzana menahan serangan itu dengan pedangnya.
"Kalau kau bisa bergerak, kenapa harus berpura-pura terkena sihir huh?"
Velzana hanya tersenyum saat Zovarein mengetahui bahwa dirinya sedang berpura-pura. Api Hitam mulai membakar tangan kirinya dan menjalar sampai ke tangan kanannya yang memegang pedang.
*Blaarr!!!
Zovarein langsung menghindar dengan melesat kebelakang. Hampir saja ia terkena serangan itu, walau tidak mematikan serangan barusan dapat menghisap habis energi sihirnya.
"Merepotkan.."
"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Velzana sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal.
*Trang!!
"Kau Jelek..." Balas Zovarein sambil mengeluarkan pedang yang lainnya dari penyimpanan dimensinya dan menyerang Velzana secara horizontal.
*Trang!!
*Tsskk!!!
__ADS_1
"Pujian mu aku terima!! 'Anggap itu sebagai hadiah atas ucapan mu itu adik!!' "
Bola Api kecil berwarna merah muncul dan langsung melesat kearah Zovarein, semakin mendekat bola itu semakin besar pula ukurannya dan saat ini, ukurannya mulai sebesar sebuah Mansion.
"Apanya yang Lubang Merah dasar Kakak bodoh! bahkan menamai jurusmu sendiri kau sangat payah!"
Zovarein menyelipkan tangan kanannya kebelakang dan mulai mengumpulkan Energi Spiritual yang cukup besar, sedangkan dengan tangan kirinya, ia menebas semua serangan kecil seperti cambuk api dan beberapa serangan elemen api lainnya.
Dengan perlahan, Zovarein mengarahkan tangan kanannya pada bola api yang semakin besar itu, setelah berjarak beberapa meter ia langsung mengeluarkan serangan balasan.
""
*Tes...
*Swurr!!!
Setetes Air keluar dari ujung jarinya dan mulai melesat kearah bola api itu dan memasukinya.
""
(Suara Air keluar dari dalam dan mulai Menyelimuti bola api)
^^^•^^^
^^^Catatan:Cara nulis efeknya gimana dah...^^^
^^^•^^^
Dalam beberapa tarikan nafas, Api besar itu mulai mengecil dan akhirnya padam saat berjarak 2 meter dihadapan Zovarein.
!!!
Velzana tercengang saat melihat Zovarein tidak ada ditempatnya, ia segera menoleh kesegala arah namun tidak menemukannya dimana-mana.
Perlahan bayangan hitam muncul di awah kaki Velzana dan membentuk sebilah pedang yang langsung menusuk Kakinya.
*Jleb!!
"Ap-!!... Ahhkk!!!"
Velzana menjerit kesakitan, jika itu hanya tertusuk maka ia tidak akan melakukan hal seperti itu, namun tusukan barusan dialiri Energi pengacau yang memutar balikkan aliran Energi Sihir didalam tubuhnya.
*Whuumm!!!
Bayangan itu menghilang, namun bilah pedang itu tidak ikut bersamanya dan masih tertancap di kakinya. tanpa menunggu lebih lama, Velzana langsung meraih bilah pedang itu dan menggenggamnya dengan keras sampai berbuah menjadi debu.
"..Apa-apan itu tadi.. aku tidak tahu jika sihir bayangan bisa sampai ketingkat itu.."
"Itu hanya Salam kedua.. bagaimana? apa kau menyukainya?" Ucap Zovarein yang mulai menampakkan dirinya dihadapan Velzana dalam jarak puluhan meter, sambil menunjukkan senyuman puas yang sangat menyeramkan miliknya.
"Ya... aku sangat menyukainya, tidak kusangka dia masih menahan diri saat melawanku, ku yakin dia bisa saja memutar balikkan seluruh energi dalam tubuhku sampai meledak, namun ia tidak melakukannya... apa dia meremehkanku?"
"Pemikirannya benar.. namun juga salah... jika bukan karena tubuh Phoenixmu, maka aku sudah meledakkannya sedari tadi. Jangan bilang kalau kau melupakan fungsi tubuhmu itu?' Tanya Zovarein dengan berlagak polos.
"CK.. baru kali ini aku merasa sangat bodoh karena melupakan kondisi khusus tubuhku sendiri, setelah mengetahui hal itu kau masih melakukan serangan tidak berguna seperti tadi, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" Tanya Velzana sambil menatap tajam Zovarein.
"Apa? Aku hanya ingin mendengar Teriakan Kesakitanmu.. ternyata suaranya sangat merdu, dan aku sangat ingin mendengarnya lagi"
!!! Mendengar jawaban itu, Velzana hanya dapat membulatkan matanya sambil menatap tidak percaya pada Iblis Dihadapannya.
"Oh iya.. a-aku lupa ka-kalau anak ini sedikit tidak normal.."
__ADS_1