RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Pertempuran di Planet Bencana


__ADS_3

...|]4 Dunia Manusia, Roh, Iblis dan Dewa[|...


"Guru apa bantuan dari Ratu Roh Agung Sudah tiba?" Ujar Kaneth yang keluar dari bersama Zovarein dan Muridnya.


"Kaneth.. akhirnya kau kembali, Ratu Roh Agung sendiri yang datang bersama 5 Roh Agung dan beberapa bawahannya, saat ini mereka sedang berada di Ruang Penelitian...." Balasnya sambil menatap orang yang keluar dari gerbang hitam bersama Kaneth.


"Syukurlah.. dengan begini semuanya sudah berkumpul" Ia segera pergi menuju Ruang Penelitian dimana Ratu Roh Agung berada.


Setibanya disana Kaneth mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum membukanya dengan pelan.


"Anda sudah tiba Tuan Pahlawan Kaneth" Ujar Ratu Roh Agung yang langsung berdiri dari tempat duduknya setelah Kaneth memasuki Ruangan.


"Ya Terima Kasih Karena sudah Menerima Permintaan Saya Yang Mulia Ratu"


"Jika sesuatu yang berhubungan dengan Kedamaian Hutan Roh terjadi maka sudah sewajarnya saya ikut membantu, tidak perlu berterima Kasih"


Kaneth kemudian duduk di sebuah kursi tepat di sudut ruangan sambil menunggu kedatangan Zovarein yang masih belum masuk kedalam ruangan.


"Apa anda menunggu seseorang?" Tanya Ratu Roh Kepada Kaneth.


"Ya sebentar lagi dia akan datang, saat itu juga kita akan berangkat menuju Planet Catastrophic Disaster" Balas Kaneth sambil menatap pintu ruangan yang masih terbuka.


Seketika Aura yang mencekam terasa dari luar Ruangan Penelitian Akademi Sihir tersebut, Ratu Roh Agung dan bawahannya langsung meningkatkan kewaspadaan mereka.


"Jangan bilang dia datang sendiri kesini?" Ujar Ratu Roh yang merasakan Aura gelap dari luar Ruangan.


"Yang Mulia tolong tenang Yama masih berada di Catastrophic Disaster" Ujar Kaneth yang membuat Ratu Roh dan bawahannya sedikit bingung.


"Bisa anda lihat sendiri di Bola Kristal ini, Yama masih berada Di Catastrophic Disaster dan belum berpindah ke planet atau dunia maupun dimensi lain" Jelas Kaneth sambil memegang sebuah Bola Kristal seukuran kepala Manusia.


"Jadi siapa pemilik Aura kejam seperti ini kalau bukan Yama?" Tanya Ratu Roh yang belum menurunkan kewaspadaannya, ia sendiri sangat heran melihat ketenangan Kaneth disituasi yang sekarang ini.


Kaneth hanya bisa menghela nafas dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan itu.


"Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias!"


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Ap-!!" Ratu Roh Agung dan bawahannya tercengan mendengar nama yang keluar dari mulut Kaneth.

__ADS_1


"Sepertinya Suasana hatinya kurang baik, karena itulah ia melepaskan Auranya dengan tidak sengaja.. tolong dimaklumi" Ujar Kaneth dengan senyum kesal.


"Bukankah dia sudah mati? kenapa dia berada disini?" Ujar Ratu Roh yang kembali duduk di kursi sambil menatap serius kearah Kaneth.


"Dia Raja Iblis Tirani, Sihir Muasal seperti Reinkarnasi tidak terlalu sulit baginya" Jelas Kaneth.


Beberapa saat kemudian Zovarein memasuki Ruangan dengan para muridnya yang mengikuti dari belakang "Ada apa? kenapa kau melepas Auramu begitu saja tadi?" Tanya Kaneth sambil menatap penasaran kepada Zovarein.


"Bukan apa-apa.. selain itu kapan kita akan berangkat, aku siap kapan saja" Ujar Zovarein dengan wajah seriusnya.


"Segera setelah Guru selesai menyiapkan Gerbang Teleportasinya, kau tau sendirikan jarak 4 Dunia dengan Catastrophic Disaster berkali-kali lebih jauh daripada jarak Antara 4 Dunia dengan Kastelmu." Ujar Kaneth membuat Zovarein mengerutkan keningnya.


"Aku bisa membawa kita semua kesana dalam sekejap kenapa harus menunggu Gerbang Teleportasi selesai?"


Perkataan tersebut berhasil membuat Semua orang disana terkejut bukan main dan langsung menatap tidak percaya pada Zovarein.


"Tolong jangan bercanda Raja Iblis Zovarein! Jarak 4 Dunia dengan Catastrophic Disaster 0,07600719 Tahun Cahaya lho! sekuat apapun dirimu Energi Sihirmu tidak akan cukup!" Ucap Ratu Roh Agung yang tidak percaya pada ucapan Zovarein.


Zovarein sedikit tersinggung terhadap perkataan yang dilontarkan kepadanya, namun ia tetap berusaha setenang mungkin agar tidak mengundang masalah.


"Pengetahuan anda terlalu rendah kalau hal seperti itu saja anda tidak mengetahuinya, Saya baru saja bereinkarnasi.... yang berarti... Kekuatan saya 2 kali lebih kuat dari sebelum saya bereinkarnasi, jika anda seorang Ratu seharusnya hal tersebut tercatat dalam sejarah kuno Hutan Roh, dan untuk menambah sedikit informasi anda tentang saya"


"Hukum 10% setelah kebangkitan sama sekali tidak berlaku bagi saya" Zovarein menatap dingin kearah Ratu Roh dengan Mata Iblis Kehancurannya.


!!!... Ratu Roh terdiam seribu bahasa saat ditatap dengan Mata yang sangat menakutkan seperti itu, secara bersamaan ia langsung kembali duduk sambil mengatur pernafasannya.


""


Dalam sekejap semua orang yang ada diruangan menghilang dan langsung muncul dipermukaan Planet Catastrophic Disaster.


"Dia... Be-benar-benar bisa..." Ucap Ratu Roh terpatah-patah.


"Ayo pergi, kita tidak punya banyak wak...!!" Mendadak perkataan Zovarein terputus membuat sekua orang disana menatap dirinya dengan penasaran.


"Ada apa Zovarein?" Tanya Kaneth menghampiri Zovarein.


"Aku... boleh pergi deluan kan?" Ujar Zovarein dengan Matanya yang sudah berubah menjadi Warna Ungu gelap dan Mata Iblis penghancurnya yang aktif hingga memberi tekanan yang luar biasa bagi siapapun yang menatap mata tersebut.


Kaneth dan Ratu Roh Agung yang menatap mata tersebut seketika melihat dasar jurang kematian, mereka sama sekali tidak bisa berbicara dan hanya bisa menganggukkan kepala.


"Terima Kasih... "


Whoshh!!.. dalam sekejap suasana mencekam tersebut menghilang, Kaneth dan Ratu Roh Agung dapat bernafas lega setelah Zovarein pergi.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan Raja Iblis itu, sejenak aku merasa seperti berada di Jurang Kematian tadi.. Huh..." Ujar Ratu Roh mengatur nafasnya.


"Aku tidak tau.. tapi hanya satu hal yang kuingat pernah membuatnya jadi semurka itu" Ujar Kaneth sambil mengingat masa-masa saat mereka berperang dengan Iblis.


"Dan itu adalah?"


"Nyawa Keluarganya Terancam!"


°


°


°


"Jangan berharap untuk melihat hari esok jika kau berani menyentuhnya dengan Tangan Busukmu" ujar Zovarein sambil menatap sinis kearah Yama.


Wanita Iblis tersebut sangat kaget saat melihat dirinya masih hidup dan Yama tidak ada dihadapannya sama sekali, pandangannya langsung tertuju pada Zovarein yang memakai Jubah bercorak tengkorak dengan penutup kepala yang menyembunyikan rambutnya.


Mata Iblis Kehancurannya terlihat dengan jelas dari Balik Jubah tersebut karena hanya wajahnya saja yang terlihat. sedangkan seluruh tubuhnya ditutupi oleh jubah.


"Yo.. Mantan Dewa Iblis Yama! lama tidak bertemu apa kau merindukanku?" Ujar Zovarein dengan Nada Penekanan membuat Yama sedikit kesusahan untuk berdiri.


"Uhuk.. Uhuk.. Aku tidak pernah mengingat kekuatanmu sebesar ini! lagi pula bukankah seharusnya kau sudah mati!" Teriak Yama dan langsung menerjang Zovarein dengan Tombak Dewanya.


"Kau pikir dengan Membunuhku aku Akan Mati huh? kau perlu melihat kedalam jurang kematian lagi untuk memperluas wawasanmu tentang Akhir dari kehidupan... bagaimana tertarik untuk mencobanya?" Dengan Senyuman Mengerikan Zovarein menahan semua serangan yang dilancarkan kepadanya sambil memanas-manasi Lawannya.


"" Meteor dengan ukuran yang sangat besar keluar dari sebuah Lingkaran Sihir raksasa dilangit, Zovarein mengarahkan tangannya pada Yama memerintah meteor tersebut agar langsung menuju kearahnya.


"Baru bertarung langsung menggunakan Sihir tertinggi sialan! " Ombak air yang sangat besar muncul dari tanah dan langsung menabrak meteor tersebut dengan tekanan yang sangat tinggi.


Saat Yama lengah dan terlaku fokus pada meteor tersebut, Zovarein langsung menyatu dengan kegelapan dan berpindah kebayangan milik Yama.


"Sihir jebakan " Seketika Yama yang hendak terbang untuk menghindari meteor tidak dapat bergerak sama sekali.


"Sial.. apa yang terjadi, aku harus segera menjauh dari tempat ini!" Dengan panik Yama terus berusaha untuk bergerak, beberapa sihir anti jebakan ia gunakan namun tidak ada pengaruhnya sama sekali.


Secara tiba-tiba Zovarein muncul dari bawah tanah dan langsung berada dihadapan Yama.


"Kupikir Seekor Cacing besar keluar, apa yang kau lakukan kepadaku sialan!" Bentak Yama yang semakin panik saat Ombaknya hampir tidak dapat menahan Kejatuhan Meteor tersebut.


"Bukan apa-apa, aku hanya menaruh sihir dasar yang biasanya dipelajari Iblis muda berumur 9 Tahun di Akademi" Ucap Zovarein memancing Emosi Yama.


"Aneh sekali ya, apa kau memang selemah ini?.. atau jangan-jangan kau itu..."

__ADS_1


Zovarein menatap Yama dengan Mata Iblis Kehancuran miliknya dan memeriksa ingatannya.


..."Kau berasal dari dimensi lain?!"...


__ADS_2