
Queliane Void, Seorang Iblis Wanita berumur 216 Tahun, Orang Biasa, Darah Campuran, Jenius tapi tidak dianggap, dan tinggal di Kerajaan Neraka.
Benar, dirinya adalah Ibu dari Zovarein Thorias pada Reinkarnasi ke-empat ini, ia sangat ahli dalam menggunakan sihir, kapasitas Energinya juga lebih banyak dari kebanyakan pemilik Darah Murni.
Sikapnya yang agak aneh itu membuat dirinya lumayan digemari oleh tetangganya, sayangnya ia lahir sebagai darah campuran dan berakhir tidak dianggap sama sekali walaupun dirinya sangat Jenius.
Saat ini Queliane sedang berada dikediaman Gaios, Keluarga Bangsawan pemilik Darah Murni yang sangat disegani banyak orang.
Ia berada dikediaman ini untuk menghadiri Acara Pernikahan Sahabatnya.
Xiene Gaios, seorang Wanita berumur 207 Tahun, dirinya pernah ditolong oleh Queliane saat tersesat di Hutan Iblis dan diserang banyak monster, sejak saat itu Xiene dan Queliane menjalin hubungan persahabatan.
Hari ini adalah hari pernikahan Xiene bersama pujaan hatinya, acara ini berlangsung agak lama karena begitu banyaknya tamu undangan.
"Ini.. entah kenapa perasaanku tidak enak..." Queliane merasa risau karena suasana disekitarnya mulai agak aneh.
(Beberapa menit sebelumnya...)
Saat ini tamu undangannya ada sekitar 28 Orang yang hadir dan jumlah itu semakin bertambah seiring waktu.
Pada awalnya mereka sama sekali tidak memperhatikan kehadiran seorang Darah Campuran didekat pengantin wanita, namun ketika tamu undangannya sudah mencapai ratusan, beberapa pasang mata mulai melirik kearah Queliane yang berada disebelah Xiene.
Queliane menyadari tatapan itu, namun ia tetap berusaha untuk bersikap biasa agar perhatian mereka tidak hanya tertuju padanya.
"Xiene apakah aku bisa undur diri? aku merasa tidak enak badan" Ucapnya sambil memegang tangannya.
"Ah.. tolong tunggu sebentar lagi yah, soalnya aku ingin memperkenalkan mu pada seseorang" Ucapnya sambil memasang ekspresi memohon.
Melihat wajah itu jelas dirinya tidak ingin membuat sahabatnya itu menangis dihari bahagia, satu sifat yang agak aneh dari Xiene adalah, jika dia sedih pasti akan langsung mengeluarkan air mata.
Dirinya seperti tidak bisa mengontrol kapan dirinya akan menangis.
"Tamunya semakin banyak.. perasaanku semakin buruk, aku ingin pulang.. sepertinya aku sedikit mengerti kenapa Zova memintaku untuk pulang jika ada kejadian seperti ini "
Dirinya semakin mengeratkan pegangannya, raut wajah kecemasan semakin terlihat pada wajahnya dan keringat dingin mulai membasahi punggungnya.
Sampai tiba-tiba...
"Semuanya... terima kasih karena sudah hadir diacara pernikahan ku, dihari yang sangat bahagia ini diriku begitu senang saat melihat teman-teman dan para kerabat dekat telah hadir"
__ADS_1
Kemudian ia melanjutkan salamnya itu, Queliane ingin memperhatikan setiap ucapan yang dilontarkan oleh sahabatnya, namun risau pada hatinya semakin menjadi-jadi ketika ucapan Xiene terhenti.
"Aku ingin memperkenalkan Sahabatku sekaligus penolongku saat tersesat di Hutan Iblis, dirinya begitu baik hati dan mempunyai bakat yang luar biasa"
?!!
Queliane mulai memperhatikan setiap ucapan Xiene, dia seperti melupakan kegelisahannya dan menatap penasaran kearah Sahabatnya itu.
"Sahabatku Queliane Void, aku mengundangmu untuk berdiri disisiku.." Ucapnya dengan senyum ramah.
"Ap-!! "
Queliane ingin meneriakkan kata 'Apa' saat namanya disebut, namun agar dirinya tidak semakin dipermalukan, dirinya hanya dapat mengumpat dalam hati.
Hal ini lah yang paling tidak disukainya yaitu berhadapan dengan bangsawan, terlebih lagi Rakyat biasa yang ada dikediaman itu hanya dirinya dan 5 orang lainnya berada dipojokan.
Ucapan Zova kini seperti diputar ulang dalam ingatannya, dan pada detik itu juga, dirinya mengerti bahwa harga dirinya akan segera hancur.
...----------------...
...STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
Saat ini Zovarein sedang berada diatas sebuah bangunan tinggi, yang bersebelahan dengan Kediaman Gaios dimana acara pernikahan itu dilangsungkan.
Ia memperhatikan setiap orang yang ada disana, sebagian dari mereka hanya berada ditingkat penyihir kelas 1, adapun yang paling tinggi adalah kepala keluarga Gaios, saat ini pria paruh baya itu berada pada tingkat Penyihir Kelas 2, entah apa yang membuat diri mereka sangat angkuh dengan kekuatan mereka yang seperti semut itu.
Zovarein dengan 3% kekuatannya telah menyamai kekuatan penyihir Kelas 6 di 2000 tahun lalu, jika saat ini ada penyihir kelas 6 diantara milliaran kehidupan pada kerajaan atau benua ini, mungkin perbedaan kekuatannya dengan Zovarein bagaikan Benua Manusia dengan Benua Iblis dimasa lalu, dirinya saat ini adalah makhluk terkuat yang ada di kerajaan itu, atau mungkin di benua itu.
——————
"Hm?.. ternyata ada Kultivator juga disini, aku pikir mereka akan terus berada dikediaman mereka dan melakukan Kultivasi tertutup, ternyata ada puluhan orang yang berani menampakkan diri"
Kultivator yang ia bicarakan adalah beberapa tamu undangan yang terlihat misterius, mereka berjumlah 34 orang dan saat ini tengah membaur dengan tamu lainnya.
"Oh iya.. leluhur dan Muridku kemana? biasanya mereka akan mendatangiku jika energiku terus bocor seperti ini, apa mungkin terjadi sesuatu?"
"Yah.. mungkin ini ada hubungannya dengan Raja Iblis Gadungan itu"
__ADS_1
Zovarein kembali mengalihkan perhatiannya kebawah, ia dapat melihat ibunya sedang berada disebelah pengantin wanita dengan tubuh yang gemetaran.
Jika orang lain mungkin tidak akan dapat melihatnya, namun berbeda dengan Zovarein yang sudah dapat menggunakan Mata Iblis penghancurnya.
"Huh.. padahal sudah kubilang agar segera pulang jika situasinya jadi seperti itu.. kenapa dia masih tetap duduk disana?"
Zovarein menebak-nebak alasan Ibunya tetap berada disana, sehingga beberapa menit kemudian, perhatiannya teralihkan oleh pengantin wanita yang sedang memasang wajah memohon kepada Ibunya.
"Begitu rupanya..."
Zovarein mulai menganalisa wanita yang sedang berbicara dengan Ibunya itu.
"Raut wajah itu... dia sedang bersandiwara? apa aku sedang bermimpi? bagaimana mungkin hal seperti ini terjadi didunia Iblis?"
Jelas ia terkejut, hubungan yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya jelas dilarang keras dibenua Iblis sejak Jutaan tahun lalu.
Sandiwara untuk menipu lawan berbicara biasanya hanya ada didunia manusia namun sekarang?
"Budaya bodoh itu sedang digunakan oleh seorang Iblis, dan lagi ia mengaku sebagai darah murni? Aku sampai tidak tau harus terkejut atau tertawa..."
Bahkan sifat yang sedang ditunjukkan oleh Pengantin wanita itu lebih rendah dari Darah Campuran yang selalu ditindas oleh darah murni seperti mereka.
"Aku jadi mengerti kenapa pihak kerajaan tidak menghukum para bajing*n ini, sandiwara itu jelas sudah merusak otak para Iblis"
"Ras Iblis dikenal dengan kejujurannya dan kesetiaannya, kini semua itu hancur hanya dalam 2000 Tahun, padahal julukan itu sudah ada sejak Aku belum datang ke 4Dunia"
Zovarein terus memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang ada di sekitaran acara itu, hingga sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi.
*PLAKK!!!
!!!
Ibunya yang sedari tadi berada diatas panggung ditampar keras oleh pengantin wanita, suara tamparan itu bahkan menggema sampai ketelinga Zovarein yang berada diatas gedung.
*Krrrttt...
Ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, matanya menandai semua orang yang ada di acara itu, dan otaknya mulai mengingat satu persatu wajah mereka.
"Tidak Bisa Dimaafkan!"
__ADS_1