RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Velzana Thorias Vs Delzogade Defense


__ADS_3

"Aku sudah menunggumu Velzana! "


*Whaam!!


Kubah Hitam legam dengan aura kegelapan pekat menyelimuti 4Dunia dalam hitungan detik. Beberapa saat kemudian kubah transparan lainnya muncul secara perlahan didalam kubah Hitam dan menyelimuti 4Dunia.


*Whuung!!!


Bunyi berdengung dilangit itu semakin keras sampai mengguncangkan seluruh daratan 4Dunia. Perlahan dari kejauhan terlihat cahaya kecil yang diselimuti aura kemerahan, melesat dengan kecepatan tinggi menuju 4Dunia.


*Whoooshh!!


*Baamm!!!


Cahaya itu menabrak Kubah Hitam hingga menghasilkan percikan yang menyebar ke segala arah, bunyi gesekan yang membengkak-kan telinga pun terdengar, hingga membuat semua orang menutup sepasang telinga mereka.


"Kuat.. bahkan aku harus bersusah payah hanya untuk mempertahankan Vue Castein, demi melemahkan kekuatannya! Sejak kapan dia sekuat ini sial?!!"


Zovarein terus mengalirkan energi sihirnya kepada kubah hitam itu dengan extrim, ia terus menerus melakukan hal itu hingga pada akhirnya dengan perlahan cahaya itu mulai memudar beserta aura merahnya pun lenyap, dan memunculkan seorang Pria Muda dengan pakaian serba merah gelap, matanya yang tajam terus menatap lekat pada kubah dihadapannya.


Mendadak Pria itu berteriak menyuarakan sesuatu yang membuat semua orang terkejut saat mendengarnya.


"Adiikk!! aku ingin masuk! kenapa tidak kau buka Bola busuk yang menyebalkan ini dan menyambut kedatangan kakakmu huh?!" Teriaknya sambil menyeringai.


Namun setelah beberapa saat ia menunggu dan tidak ada jawaban sama sekali, keningnya mulai mengerut.


"Diabaikan yah.. Apakah Aku Harus Menghancurkan Bola Busuk Ini Baru Kau Mau Menyambutku?!!"


Teriaknya sekali lagi. Namun setelah menunggu beberapa menit dan sama sekali tidak ada jawaban, ia yang sudah lelah menahan amarahnya langsung mengayunkan tangannya yang diselimuti Api Hitam dan mulai memukul keras Kubah dihadapannya.


*BAMM!!!!


*BAMM!!!


*Duaarrr!!!


Dengan Kecepatan tangan yang bahkan tidak dapat dilihat oleh Mata Iblis Penghancur sekalipun, ia terus memukul kubah hitam itu sambil mengucapkan kalimat basa-basi yang paling dibenci oleh Zovarein.


"Zova!! aku tahu Energi Sihirmu terkuras hanya untuk mempertahankan bola busuk ini! Ayolah! jangan membuat pertarungan kita tertunda hanya karena Bola Ini!"


*Baam!!!


*Duaarr!


*Dumm!!!


Suara Ledakan terus mengguncang 4Dunia dan membuat Zovarein kewalahan, Energi Sihir yang ia miliki harus terkuras dengan cepat hanya untuk mempertahankan Kubah Hitam itu.


Sebenarnya Ia bisa saja membuka Kubah tersebut dan bertarung satu lawan satu dengan kakaknya, namun ia masih belum tahu tujuan pasti Velzana datang ke 4Dunia.


Jika kakaknya mengincar dirinya maka Ia bisa menggiring Velzana ke semesta lain agar tidak menghancurkan 4Dunia, namun jika Kakaknya mengincar 4Dunia maka ia tidak bisa membuka Kubah itu atau kekacauan akan terjadi dimana-mana.


Dan jika kakaknya mengincar Dirinya dan 4Dunia, maka seperti di dalam mimpinya, ia harus segera melenyapkan Velzana sebelum kakaknya itu Meluluhlantakan 4Dunia.


Pertarungan yang merugikan kedua bilah pihak. Selama beberapa jam, Velzana terus mengayunkan tangannya dengan sangat cepat tanpa henti dan jeda.


Perut Zovarein juga mulai penuh karena terus diisi oleh Ramuan Pemulih Energi Sihir, ia terus meneguk paling tidak 7 botol per setengah Energi Sihirnya yang terkuras, dan itu telah ia lakukan sebanyak 3 kali sejak Velzana memukul Kubah Hitam itu.


Sementara Velzana yang berada diluar kubah, ia juga tidak kalah lelah dengan Zovarein, memukul dengan kecepatan cahaya dan tanpa henti tentu menguras stamina yang banyak.


Meskipun ia sangat kesal dengan kubah jelek itu, namun saat mengingat bahwa ia akan segera bertarung melawan adiknya ketika kubah itu hancur, membuat semangatnya yang tadinya membara kini semakin menjadi-jadi.


Sudah seperempat energi sihirnya terkuras, dan itu semua ia salurkan pada stamina dan fisiknya untuk memperkuat serangan serta dapat bertahan lebih lama.

__ADS_1


...----------------...


...STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


Satu jam berlalu dan pukulan super cepat Velzana hanya menghasilkan retakan kecil pada Kubah Hitam itu, Velzana tersenyum kecut saat melihat pukulan andalannya sama sekali tidak berdampak pada Kubah jelek dihadapannya.


Dirinya pun mulai menghentikan ayunan tangannya dan terbang agak menjauh dari kubah itu. Setelah berjarak 1267 Meter, ia pun mulai memasang kuda-kudanya dan mengatur pernafasannya dengan tenang secara perlahan.


*Blushh!!


*Blaarrr!!!


Tangannya langsung diselimuti oleh Api Hitam yang terus membesar, hingga membentuk Kepalan Besar berwarna Hitam yang menyelimuti kedua tangannya.


Melihat Velzana mulai mengeksekusi teknik andalannya, Zovarein langsung memanggil salah satu bawahannya.


"Gleoir! Sekarang!!"


*Bzzzztt!!


*Zraaatt!!


Gleoir dan pasukannya muncul dibelakang Zovarein, mereka langsung membuat busur listrik dari sihir elemen mereka dan mulai menarik talinya secara perlahan.


Tiga anak panah listrik keunguan tercipta saat mereka menarik tali busur mereka masing-masing, sedangkan busur Gleoir sendiri menciptakan lima anak panah sekaligus


"Lepas!!" Teriak Gleoir.


*Zlasshh!!!


*Zlasshh!!!


*Zlasshh!!!


Satu anak panah melesat tepat kearah dada kirinya, karena tidak dapat menghindar, ia memukul anak panah listrik itu agar tidak menganggu lonjakan energi dalam tubuhnya.


Namun berbeda dengan yang ia prediksi, anak panah listrik itu justru merambat kedalam tubuhnya hingga mengacaukan lonjakan energi didalam tubuhnya.


"Aahhkkk!! Sia-lan!!"


*Whushh!!


Perlahan Kepalan Api Hitam ditangannya memudar dan memunculkan lengan aslinya, tangan kanannya langsung membuka penyimpanan dimensi dan mengambil sebuah jarum kecil dari sana.


*Jlebb!!


Ia menusukkan jarum itu ke bahunya dan mulai duduk bersila sambil menutup matanya. Perlahan Energinya yang kacau mulai stabil setelah beberapa menit.


Namun belum ia menuntaskan pekerjaannya, Zovarein kembali berteriak, menyerukan sebuah nama yang terdengar familiar di telinga Velzana.


"Shin!!!"


Dari Kegelapan, Shin bersama Gargantua diikuti oleh pasukan pedang Iblisnya, muncul disebelah Zovarein sambil memegang dua bilah pedang tingkat tertinggi, ditangan mereka masing-masing.


*Whuung!!


Pedang mereka bergetar dan menghasilkan dengungan yang lumayan nyaring, pedang-pedang tersebut mulai melayang dan meninggalkan tangan Shin dan pasukannya.


"I-itu bukan sihir.. semacam kekuatan alami yah... lumayan juga si Shin kep*rat itu !" Ucap Velzana dalam hatinya, sambil memperhatikan yang dilakukan eh Shin dan pasukannya.


"Pasukan bersiaapp!!!"

__ADS_1


*Sraakk!!


Semua orang termasuk Shin mulai mempersiapkan diri mereka dan mengunci Velzana sebagai target mereka.


"Luncurkan!!!"


*Whusshh!!


*Whuung!!


*Zlasshh!!


*Broomm!!!


Ratusan pedang kualitas tertinggi dengan elemen pendukung yang berbeda-beda, melesat kearah Velzana dengan sangat cepat.


Velzana yang terlalu fokus pada pemulihan energinya sampai lupa bahwa pedang berkecepatan tinggi melesat padanya.


Tujuh detik sebelum sebilah pedang mengenai wajahnya, ia langsung menciptakan Sihir Pelindung yang tidak sempurna karena kekurangan fokus dalam membayangkan struktur pendukung pelindung itu.


Beberapa pedang dapat dihalangi oleh pelindung, namun satu atau dua pedang dengan Element suci dapat menembus pelindung tidak sempurna, buatannya hingga menggores pipi serta lengannya.


"CK.. Sialan, kalau seperti ini energi sihirku bisa habis sebelum bertarung dengan Anak Haram itu !!" Keluhnya sambil menatap kubah hitam itu dengan lekat.


"Kalian yang memaksaku!! Belum sempat ia mengucap nama sihir, beberapa serangan api hitam langsung melesat kearahnya dengan sangat cepat."Kau terlalu banyak mengoceh Velzana! walaupun kau tidak dapat melihatku atau mendengarku! tetapi aku dapat melihat dan mendengar apa yang kau lakukan dan katakan sialan! "*Tang!!!*Tang!!!*Tang!!!Suara mekanis yang nyaring terdengar dari Menara Kastil Delzogade, perlahan hampir semua menara tinggi disana bertransformasi menjadi meriam modern yang sangat menawan.Zovarein sendiri sangat kaget saat melihat bentuk menara yang seharusnya berubah menjadi tongkat sihir, kini menjadi meriam sihir yang pernah ia lihat pada komik yang pernah ia baca dibumi."Ah.. Terserahlah!! "*Blaar!!*Blarr!!*Blarr!!Belasan meriam itu menembakkan sihir Api Hitam dan Api Putih tingkat tinggi dari moncongnya dan terkunci pada Velzana.*Duarr!!*Duarr!!*Duarr!!Api Hitam dan Putih pertama itu mengenai Pelindung tidak sempurna buatan Velzana dan menghancurkannya pada tembakan pertama dan kedua. Tembakan ketiga, keempat dan seterusnya langsung mengenai tubuhnya dengan telak, sampai ia memuntahkan beberapa teguk darah."Aarrghh!!! Uhuukk!! Uhuk!! si-sialan!!... padahal aku masih menahan diri, adikkku memang hebat, tanpa ampun dan langsung menyerang dengan kekuatan penuh, sejak kapan kau meniru prinsip ku huh?""[Sejak Kau Melesat Ke 4Dunia 2 Tahun lalu]" Balas Zovarein dengan telepati yang membuat senyum mengerikan Velzana mengembang."HAHAHA!! JIKA KAU MAU PERTARUNGAN SEPERTI ITU! MAKA AKAN KULADENI KAU ZOVAREIN!!""[Seharusnya dari awal kau seperti itu IDI0T!!]" Balas Zovarein menekankan kata Idi0t dengan aura membunuh.


Belum sempat ia mengucap nama sihir, beberapa serangan api hitam langsung melesat kearahnya dengan sangat cepat.


"Kau terlalu banyak mengoceh Velzana! walaupun kau tidak dapat melihatku atau mendengarku! tetapi aku dapat melihat dan mendengar apa yang kau lakukan dan katakan sialan! "


*Tang!!!


*Tang!!!


*Tang!!!


Suara mekanis yang nyaring terdengar dari Menara Kastil Delzogade, perlahan hampir semua menara tinggi disana bertransformasi menjadi meriam modern yang sangat menawan.


Zovarein sendiri sangat kaget saat melihat bentuk menara yang seharusnya berubah menjadi tongkat sihir, kini menjadi meriam sihir yang pernah ia lihat pada komik yang pernah ia baca dibumi.


"Ah.. Terserahlah!! "


*Blaar!!


*Blarr!!


*Blarr!!


Belasan meriam itu menembakkan sihir Api Hitam dan Api Putih tingkat tinggi dari moncongnya dan terkunci pada Velzana.


*Duarr!!


*Duarr!!


*Duarr!!


Api Hitam dan Putih pertama itu mengenai Pelindung tidak sempurna buatan Velzana dan menghancurkannya pada tembakan pertama dan kedua. Tembakan ketiga, keempat dan seterusnya langsung mengenai tubuhnya dengan telak, sampai ia memuntahkan beberapa teguk darah.


"Aarrghh!!! Uhuukk!! Uhuk!! si-sialan!!... padahal aku masih menahan diri, adikkku memang hebat, tanpa ampun dan langsung menyerang dengan kekuatan penuh, sejak kapan kau meniru prinsip ku huh?"


"[Sejak Kau Melesat Ke 4Dunia 2 Tahun lalu]" Balas Zovarein dengan telepati yang membuat senyum mengerikan Velzana mengembang.


"HAHAHA!! JIKA KAU MAU PERTARUNGAN SEPERTI ITU! MAKA AKAN KULADENI KAU ZOVAREIN!!"

__ADS_1


"[Seharusnya dari awal kau seperti itu IDI0T!!]" Balas Zovarein menekankan kata Idi0t dengan aura membunuh.


__ADS_2