
*BLASHH!!
"Arrghhh, panas! panas! kulitku terbakar!" pria berpakaian serba hitam sebelumnya berteriak dengan keras.
*Bamm!!
Kepalanya dipukul dengan keras hingga ia melayang dengan sangat cepat dan menabrak dinding dengan keras, ia memuntahkan seteguk darah dan tubuhnya menjadi sangat lemah.
"Rendahan, ternyata kau seorang Dark Elf bodoh dan tidak tahu diri, sungguh mengesalkan rasanya melihat serangga sepertimu dengan beraninya mencoba membunuh Tuanku dimalam hari yang tenang dan disaat kami sedang mendengar ucapan dari Paduka, sadari posisimu sampah!"
Shin dengan penuh amarah membentak sambil menatap tajam pada pria tersebut, berbeda dengan Shin yang mempunyai ketenangan dan wajah dingin disebelah Zovarein setiap saat, kini wajahnya berkerut dan menjadi sangat menyeramkan dengan mata iblis penghancurnya yang terus merusak ruang disekitar.
"Si-siapa kau? kenapa kau membawaku kesini dan memukulku? apa aku pernah berbuat salah kepadamu?" Pria itu berkata sambil gemetaran dan diselimuti ketakutan, ia sama sekali tidak mengerti mengapa ia bisa berhadapan dengan iblis mengerikan dihadapannya
"Berbuat salah? ah benar juga kau tidak memiliki salah denganku ..." Shin menurunkan tangannya membuat pria itu menghela nafas lega.
"Tapi, karena kau sudah berani berniat membunuh Tuanku dengan kekuatan lemah mu itu, kau sama saja dengan meremehkan Tuanku! dan sama saja dengan kau yang merendahkan ku sebagai bawahannya! karena itu aku harus membunuhmu disini." Ucap Shin dengan dingin sambil menatap tajam padanya, ia terus memberikan tekanan yang sangat kuat bahkan sampai membuat pria itu hampir saja pingsan.
"Tapi berbahagialah, Tuanku adalah orang yang bermurah hati sehingga kau akan diberikan kesempatan hidup." Shin berjalan mendekatinya.
"Be-benarkah? kalau begitu syukurl- "
"Itupun kalau kau dapat memberikan jawaban yang memuaskan, karena sebentar lagi aku akan memberikan sebuah pelayanan yang sangat menyenangkan kepadamu, tenang saja ini sama sekali tidak sakit." Shin tersenyum kejam sambil tertawa jahat yang membuat pria itu semakin ketakutan.
""
...----------------...
*Tok Tok Tok
__ADS_1
"Masuklah." Ucap Zovarein, kemudian pintu ruangan tersebut dibukan dan masuklah Shin dengan wajah dinginnya menatap penuh hormat pada Zovarein.
"Paduka, saya telah menyelesaikan tugas dengan baik tanpa ada masalah berarti." Ucap Shin sambil berlutut.
"Kerja bagus, saatnya melaporkan hasil interogasi mu." Ucap Zovarein kemudian menatap lekat pada Shin.
"Baik! dari hasil interogasi saya pria itu adalah seroang Dark Elf dari hutan kematian bernama Gelias, ia berasal dari Guild pembunuh dan menerima misi membunuh seorang pemuda atau lebih tepatnya Paduka, tidak diketahui dari siapa misi tersebut jadi saya akan menyelediki nya lebih lanjut." Lapor Shin dengan ringkas.
"Dark Elf dari Asosiasi Pembunuh ya, berarti sama dengan Aca Gaios di Kerajaan Jatuh. kau bisa menyelidikinya di kerajaan jatuh terlebih dahulu, kemudian cari siapa yang memberi misi sampai ke akarnya, meskipun kita sudah bisa menebaknya tapi, kita harus memastikannya terlebih dahulu, kau mengerti?" Ujar Zovarein.
"Baik, saya akan segera kembali!" Kemudian ia menjadi seberkas cahaya dan lenyap.
"Huh, menebak yah, tapi tetap saja harus dipastikan agar tidak salah sasaran." Kemudian ia menutup jendela dan pergi dari ruangan tersebut.
...----------------...
"Gelias? anak baru itu? kalau tidak salah ia menerima misi membunuh seorang pemuda di Kerajaan Neraka beberapa Minggu lalu, apa kau punya urusan dengannya? kalau mau kami bisa membantumu untuk mencarinya." Ujar Salah seorang dari mereka.
"Ah, terima kasih atas informasinya dan tawarannya tapi maaf, aku memang memiliki urusan dengannya tapi bersifat pribadi jadi ... "
"Begitu ya, kalau begitu apa boleh buat, kalau sudah ketemu dengan Galias beritahu kami ya!" Ucapnya yang dibalas anggukan oleh seseorang tersebut.
"Kerajaan Neraka yah, kalau begitu kenapa ia tidak kembali setelah beberapa Minggu? bukankah ini sudah terlalu lama." Ucapnya kemudian bersiap-siap untuk berangkat menuju Kerajaan Neraka.
...----------------...
Didalam kegelapan yang begitu mencekam, tidak ada satupun makhluk hidup yang berkeliaran disini, hanya ada aura kematian dan racun yang pekat memenuhi udara, sehingga siapapun yang datang ketempat ini pasti akan segera mati jika lemah.
Dan ditempat seperti itu terlihatlah seorang pria berpakaian hitam dengan aura racun tipis, dan wajah menyeramkan, sambil tersenyum ia berkata "Aku pulang." padahal tidak ada seorang pun disana selain dirinya.
__ADS_1
Namun di kegelapan itu mendadak muncul seseorang dengan tinggi 2 meter, berpakaian serba hijau dan sepasang tanduk palsu dikepalanya, wajahnya terlihat cukup mirip dengan seseorang beraura racun tersebut.
"Selamat datang, bagaimana dengan tugasmu? apakah sudah selesai?" Tanya seorang berpakaian hijau tersebut sambil menyeringai.
"Tentu Ayah, tidak satupun tugas dari anda yang pernah saya lakukan berakhir dalam kegagalan, seorang Dark Elf mengambil tugasnya, ia adalah Pembunuh Malam Ahli, jadi tidak akan sulit baginya untuk membunuh pemuda itu." Ucapnya dengan bangga.
"Haha, kau memang tidak pernah mengecewakanku, untuk masalah kedua bocah itu sebaiknya kita lupakan saja, mereka tidak akan pernah mengakui mu, aku sendiri sama sekali tidak mengerti kenapa racun ku tidak mempengaruhi mereka." Ucap Pria berpakaian hijau tersebut dengan kesal.
"Kemungkinan karena mereka mewarisi darah Raja Iblis Zovarein, Ayah sendiri tidak lupa kan kalau si Zovarein itu kebal 99% terhadap racun, mungkin saja kekuatannya itu juga diwariskan pada keturunannya." Ucap pria berpakaian hitam tersebut.
"Itu memang mungkin saja tapi, tidak mungkin sampai 99% pasti ada sesuatu yang lain sehingga racunku tidak berpengaruh." Ia berfikir keras.
Mereka berdua terdiam karena tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan mereka, mereka telah memikirkan ini selama bertahun-tahun dan masih belum menemukan jawabannya, meskipun seperti itu mereka sama sekali tidak ingin menyerah demi tujuan mereka.
"Apa mungkin Zovarein Thorias sudah bangkit?" Ucap pria berpakaian hitam tersebut.
"Tidak, itu sama sekali tidak mungkin, sihir Reinkarnasi adalah sihir yang bahkan Penyihir Agung sekalipun tidak dapat melakukannya, ia hanyalah seorang iblis rendahan, jadi tidak mungkin ia bangkit kembali, pasti para bawahannya yang melakukan hal ini." Ucap pria berpakaian hijau tersebut sambil tersenyum jahat
"Bawahannya? bukankah mereka juga terpengaruh oleh racun Ayah?" Ia bertanya dengan keheranan.
"Memang iya tapi tidak seluruhnya, ada beberapa dari mereka yang mewarisi darahnya, itu adalah sihir khusus buatannya, sehingga bawahannya yang mewarisi darahnya pasti tidak terpengaruh oleh racunku, mereka pasti mendapat tugas dari Zovarein itu untuk melindungi keturunannya." Ucapnya sambil berjalan menjauh.
"Jadi apa yang harus aku lakukan Ayah?" Tanya pria berpakaian hitam tersebut.
"Buru mereka, kejar dan bunuh, setelah 2000 tahun kekuatan mereka pasti menurun karena tidak bersama Tuannya sehingga kau sendiri pasti akan mudah untuk membunuh mereka, kau bisa melakukannya bukan?" Tanya Pria berpakaian hijau tersebut dengan dingin.
"Tentu saja Ayah, aku tidak akan mengecewakan mu!"
...—To Be Continued—...
__ADS_1