
Keesokan Harinya...
Sekitar 68.000 Iblis saat ini berdiri dengan tegap dihalaman kediaman Gaios, masih tersisa sekitar seperempat halaman lagi karena wilayah kediaman ini memang sangat luas.
"Kenapa kita berada disini?" (Prajurit 1)
"Entahlah mungkin mereka ingin berperang dengan kediaman lain?" (Prajurit 2)
"Tidak.. kalau memang ingin berperang, seharusnya kita disuruh memakai baju zirah, sedangkan saat ini kita hanya mengenakan seragam kediaman masing-masing" (Prajurit 3)
"Kau benar, aku jadi semakin penasaran saja"(Prajurit 2)
Satu-persatu dari mereka mulai mengutarakan pendapat masing-masing pada teman disebelah mereka, tidak ada yang diam dan tertib dibarisan, semua orang disana terus berbicara bahkan setelah 34 kepala keluarga bangsawan berdiri diatas panggung
"Ini.." Xeian Gaios menatap takjub dan tidak percaya pada pemandangan dihadapannya.
Bukan takjub pada jumlahnya melainkan keributannya, ada perasaan kesal dan marah yang bercampuran didalam kepalanya, ketika tidak satupun dari prajurit itu yang melirik kearah mereka.
"Biarkan saja, nanti sepulang dari sini akan kita beri pelajaran pada mereka satu-persatu" Afera Cyvan
"Benar.. untuk sekarang kita hanya perlu melihat apa yang akan dilakukan Yang Mulia dengan mereka" Giero Belz
Mereka semua mengangguk membenarkan perkataan Giero, namun hal itu hanya sementara sebelum mereka semua telah berubah menjadi merah.
10 Menit berlalu dan benar-benar sama-sekali tidak ada satupun dari prajurit itu yang menoleh bahkan hanya untuk melihat mereka.
Sedetik sebelum mereka akan berteriak, Zovarein langsung berada diantara ke-34 kepala keluarga itu, dirinya masih dengan ekspresi dingin dan tenang diwajahnya terus menatap merendahkan pada ke 68.000 prajurit beserta Aura Kegelapan yang bocor.
(Hening...)
Hanya dalam lima detik, seluruh prajurit terdiam dengan wajah pucat, dengan pergerakan yang patah-patah mereka semua menoleh kearah dimana ke-34 Kepala keluarga dan Zovarein berada.
"Kenapa kalian begitu menyedihkan bahkan sebelum aku menyiksa kalian?" Ucap Zovarein dengan energi sihir agar dapat didengar oleh seluruh prajurit itu.
Tidak ada yang berani untuk menjawab, bahkan walau dibarisan belakang wajah Zovarein terlihat kurang jelas, mereka sangat tau dari kalimat barusan bahwa dirinya sedang menunjukkan ekspresi dingin dan marah.
"Hanya untuk berdiri disini selama 10 Menit untuk menunggu kehadiranku, mengapa kalian bahkan tidak bisa tenang dalam kurun waktu itu?" Tanya Zovarein kini dengan nada penekanan.
__ADS_1
"Kepala keluarga kalian bahkan sudah berdiri disini sebelum diriku, dan kalian tidak memberi mereka wajah? setidaknya hanya untuk memberi salam? Sungguh.... setelah 2000 tahun sebenarnya apa yang kalian pelajari!!?"
*BAMM!!!
Zovarein mengeluarkan Aura Membunuhnya hingga membuat seluruh prajurit itu merinding ketakutan, mereka semua langsung menundukkan kepala dan tidak berani menatap langsung pada Zovarein.
"Karena kalian sudah begitu bersemangat dihari pertama... hukuman dan latihannya akan diperberat sepuluh kali lipat!" Ucapnya sambil tersenyum smirk.
...----------------...
...STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
"AAARRGGHHH!! Tolong a-aku, ku-mumohon jangan diteruskaaaannn!!! AAAHHKKK!!"
*Sraak!!!
"Tangan dan kakimu sudah putus, menariknya secara langsung memang sangat menyenangkan, apa lagi dengan suara merdu itu.. Ahh.. sungguh menenangkan,
*Whumm..
"Lakukan dengan benar, atau aku akan melakukan hal itu sebanyak apapun kau melakukan kesalahan!" Ucapnya dengan dingin membuat prajurit itu semakin pucat, trauma tak terbatas telah menggerogoti pikirannya.
"Ba-ba-ba... Baik!!!" Tanpa menunggu prajurit itu langsung kembali kebarisan.
"Itu adalah hukuman tingkat rendah, jika kalian berani membuatku marah seperti prajurit barusan..."
!!!
"Bersiaplah untuk menerima hukuman tingkat menengah! Hehe.."
*Sraak!!.. Sraakk!!... Sraakk!!...
Mereka semua langsung pergi dari barisan dan mulai berlatih seperti yang dicontohkan oleh Zovarein 5 Menit yang lalu.
'Jika hukuman tingkat rendah seperti itu, bagaimana dengan hukuman tingkat menengah?' pemikiran tersebut berhasil membuat mereka sama sekali tidak ingin membuat anak berumur satu bulan itu marah.
__ADS_1
"Pelatih Sadis!" Begitulah para prajurit itu menyebut Zovarein didalam hati mereka. Kini Zovarein mendapatkan julukan lamanya setelah 2000 tahun berlalu.
"Ayunkan lebih kuat lagi! kemana semangatmu? kalau seperti itu terus dirimu tidak akan pernah bisa mengetahui niat pedang sesungguhnya!"
"Penggunaan energi sihirmu berlebihan, keluarkan 13% dari yang biasanya kau pakai!"
"Apa-apaan dengan kualitas Energi Sihirmu itu! Cepat duduk bersila dibawah pohon sana, aku akan membantumu untuk memurnikannya nanti!"
"Sampah! 2000 tahun lalu bahkan anak kecil pun dapat membelah besi dalam satu ayunan! kemana harga dirimu sebagai remaja!"
Satu persatu mereka mulai dilatih oleh Zovarein, sesuai perkiraannya tidak ada Iblis berbakat dari ke-68.000 Iblis yang sedang dilatihnya.
Semua hanya pemalas, mereka harus diberi ketakutan untuk bergerak dan bekerja, hal tersebut bagaikan binatang yang tidak menurut dan harus dipukul agar dapat bergerak.
"... Aku berfikir, mungkin sebaiknya kita beri mereka dukungan dari pada pelajaran saat pulang nanti.." Xeian Gaios
"...Kau benar, aku takut mereka mengalami trauma dan tidak dapat bergerak dari kasur mereka walau hanya untuk makan.." Huisan Versia
Mereka semua mengangguk membenarkan perkataan Huisan, bagaimana-pun hukuman yang diberikan Zovarein kepada para prajurit itu terlalu berat menurut mereka.
Tangan mu ditarik begitu saja sampai putus? siapapun akan memilih tangannya ditebas lalu terpisah dari tubuhnya dari pada harus merasakan siksaan itu.
"Pejamkan matamu dan fokus pada alirannya, jika kau melakukan kesalahan walau hanya sekali akan kulumpuhkan IntiMuasalmu!" Ancam Zovarein pada prajurit yang sedang duduk bersila itu.
"Ba-Baik!!"
Prajurit itu mulai menutup matanya dan mulai fokus, sedangkan Zovarein berada dihadapannya sambil memegang kepala prajurit itu.
Energi sihir berwarna merah dengan hijau tua tercampur didalam IntiMuasalnya, saat pertama kali melihat ini Zovarein sama sekali tidak terkejut, karena prajurit dihadapannya adalah Iblis setengah Ular, sudah umum jika mereka memiliki kekuatan racun pada tubuhnya.
Namun Energi milik prajurit ini tidak beraturan, butuh sekitar 15 menit bagi Zovarein untuk mengembalikan kedua alirannya seperti semula.
Jika itu orang lain, mungkin akan butuh sekitar 3 hari, lantaran resiko pengembalian ini begitu tinggi, meleset disatu titik saja maka racun yang ada pada tubuh Iblis setengah Ular itu akan berpindah pada tubuh orang yang mengembalikan alirannya.
Zovarein sendiri memiliki kondisi khusus, dimana dirinya kebal terhadap racun apapun, sebenarnya tanpa menyentuh kepala prajurit itu ia dapat mengembalikan aliran kedua energi itu pada tempatnya, namun hal tersebut terlalu rumit.
"Kembali keposisimu tadi, lain kali jangan gunakan racunmu secara berlebihan agar tidak menganggu Energi Iblis didalam tubuhmu" Ucap Zovarein memberi saran.
__ADS_1
"Baik! Terima Kasih Banyak Yang Mulia!" Prajurit itu-pun bangkit dan mulai berlari menuju tempat ia berlatih sebelumnya.
Zovarein pun kembali menuju ke-34 Kepala keluarga yang masih berdiri ditempat mereka masing-masing, ia heran karena mereka tetap berdiri disana dan tidak duduk sama sekali, namun dirinya mengabaikan hal tersebut dan segera duduk di kursi paling besar yang ada diatas panggung kemudian menyeruput secangkir teh ditangannya.