RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Siksaan


__ADS_3

"Sudah lama ya aku tidak di marahi seperti ini, didunia ini hanya kau satu-satunya yang berani melakukan itu." Zovarein berkata sambil tertawa kecil, ia berusaha untuk berdiri namun karena tenaganya sudah terkuras habis ia malah jatuh dan tergeletak lemah dilantai dengan LayNova yang masih memeluknya.


"Kenapa kau tertawa?! setelah melakukan semua itu... setelah melakukan semua itu tanpa kekuatan aslimu, kau mungkin saja akan mati dasar bodoh!" LayNova membentaknya dengan keras, namun wajahnya masih saja menempel di dada Zovarein.


"Tapi aku baik-baik saja, lihat?" Zovarein berusaha mengangkat tangan kanannya sekuat tenaga namun tidak berhasil, tangan itu kembali jatuh dengan keras dan membuat lantai dibawahnya retak.


"Oi oi, aku ingat lantai itu terbuat dari Azantian, bagaimana bisa ayah membuatnya retak dengan sangat mudah seperti itu?" Elgard berbisik pada dua saudarinya yang juga merasa heran dengan hal itu.


"Tentu saja karena Ayah itu kuat!" Ucap Rurina yang membuat kedua kakaknya itu terdiam.


"Baik-baik saja? kau yang bisa dibunuh dengan mudah saat ini kau bilang baik-baik saja?!" LayNova langsung menatapnya dengan tajam.


"Tidak mungkin kalian semua yang ada disini berniat membunuhku bukan?" Tanya Zovarein yang membuat wajah LayNova semakin dingin.


Dengan tubuh kecil dan wajah anak-anak, LayNova sama sekali tidak bisa membuat Zovarein takut seperti dulu, malah wajahnya yang terlihat sangat marah itu membuat Zovarein sangat senang karena wajah istrinya terlalu Imut untuk ditakuti.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu? minta di hajar hah?" LayNova memukul-mukul wajah Zovarein dengan tangan kecilnya.


"Adu-aduh itu sakit, hentikan."


Namun LayNova sama sekali tidak berhenti dan terus memukuli Zovarein sampai ia puas, meskipun sebenarnya Zovarein tidak merasakan sakit sama sekali.


"Akan kubuat kau menyesal karena sudah berbuat ceroboh seperti ini!" Ucap LayNova, kemudian ditangan kanannya keluar sebuah bola cahaya putih yang bersinar dengan terang.


"Nova, kau tidak berniat menyiksaku bukan?" Tanya Zovarein yang sudah gemetaran, meskipun elemen cahaya tidak dapat melukainya namun itu dapat membuatnya merasakan panas seperti terbakar.


"Niat ku memang seperti itu." Jawab LayNova dengan dingin sambil mendekatkan Bola cahaya tersebut ke tubuh Zovarein.


"Didepan Anak-anak?" Tanya Zovarein lagi.


"Tidak masalah, ini termasuk peringatan kepada mereka kalau berani membuat Ibunya marah." Jawab LayNova lagi dengan senyuman mengerikan diwajahnya, yang membuat ketiga anaknya merinding saat mendengsr perkataanya.


"Tidak.. hentikan, aku tidak akan melakukannya lagi jadi... henti... Aaaahhhhkkkk!!"

__ADS_1


...----------------...


"Rasakan itu." Ucap LayNova sambil tersenyum setelah selesai menyiksa Zovarein dalam satu jam penuh tanpa henti.


"Ibu menakutkan, hei apa Ibu sering memarahi kalian seperti itu?" Yvier bertanya karena ia sangat jarang bertemu LayNova dulu.


"Tidak, kalau Ibu marah sebenarnya lebih menakutkan dari itu, beruntung kekuatan Ibu belum pulih seutuhnya atau Ayah tidak akan selamat." Jawab Elgard sambil gemetaran ketika mengingat masa lalu.


"Yang benar saja..." Yvier juga ikut merinding.


"Anak-anak." Ucap LayNova secara tiba-tiba.


"Baik! ada apa Ibu?!" Jawab mereka bertiga bersamaan, karena takut membuatnya marah.


"Kenapa kalian sekaku itu? kalian tidak merindukan Ibu?" LayNova membentangkan tangannya seakan meminta untuk dipeluk.


Setelah memastikan kalau Ibu mereka tidak marah lagi, mereka langsung berlari ke pelukan LayNova, atau lebih tepatnya memeluk nya dari tiga arah karena tubuh LayNova yang kecil.


"Adik-adikku tentu lebih penting dari pada Kerajaan ku, jadi aku disini untuk menjaga mereka dari Lumut menjijikkan, Kerajaan ku tidak akan hancur hanya karena aku meninggalkannya sebentar." Jawab Yvier dengan tenang.


"Lumut?" LayNova mengerutkan alisnya.


"Yang Zeania maksud itu Venenum Modic si Dewa Racun, atau identitasnya sekarang adalah Vencer Arsias, ia meracuni pikir seluruh rakyat untuk menjadi Raja Iblis Tirani Palsu dan berkuasa di Benua Iblis." Zovarein yang sudah merasa cukup baik menjawab pertanyaan LayNova.


"kenapa Venenum ada di Benua Iblis dan bukannya di Wilayah Dewa?" LayNova bertanya.


"Mungkin karena saat Velzana menyerang, ia sedang berada di benua Iblis dan terjebak di benua ini karena Tembok Hitam yang aku ciptakan." Jawab Zovarein.


"Dia tidak melakukan sesuatu yang buruk pada kalian bukan?" Tanya LayNova sambil menatap ketiga anaknya itu.


"Tidak juga, hanya saja ia selalu datang kemari dan mengaku-ngaku sebagai Ayah, jadi kami mengusirnya dari sini dengan keras, setelah itu dia masih tidak menyerah dan mengirim anaknya kemari dan mengaku-ngaku sebagai Ayah lagi, lantas kami menghajarnya sambil babak belur." Jawab Elgard dengan tersenyum lebar seakan ia menikmati disaat mengajar Tyras dengan tangannya.


"Jadi dimana anaknya itulah sekarang?" Tanya LayNova yang sudah sangat penasaran.

__ADS_1


"Ayah membawanya kemari, jadi kami menahannya di penjara neraka, kalau Ibu ingin melihatnya maka aku akan mengantar Ibu." Rurina terlihat bersemangat saat mengatakan hal tersebut.


"Kalau begitu langsung saja, tangan ku sudah sangat gatal." Ucap LayNova sambil membayangkan apa yang akan ia lakukan kepada Tyras karena sudah berani bermain-main dengan anak-anaknya.


Setelah mereka bertiga pergi, Zovarein masih saja berada diruangan itu dengan terkapar tanpa tenaga untuk berdiri, ia merasa diabaikan namun ia tidak mempermasalahkannya selama Istrinya dapat kembali.


"Shin, bantu aku menuju kamarku." Ucap Zovarein dengan suara lirih.


Disebelahnya Shin langsung muncul dari kegelapan dengan posisi berlutut. "Siap laksanakan paduka." Ucap Shin kemudian membantu Zovarein untuk berdiri dan membawanya menuju kamar Utama.


...----------------...


Di penjara neraka saat ini LayNova bersama ketiga anaknya sudah berada dihadapan kurungan Tyras, anak Dewa itu tampak ketakutan saat melihat senyum Elgard yang mengerikan, ia sudah cukup merasakan trauma saat disiksa habis-habisan olehnya.


Ia berfikir kalau Elgard akan kembali menyimsanya jadi ia segera pergi ke bagian terdalam kurungan, namun hal yang berbeda terjadi, ia tidak melihat Elgard masuk, ia hanya melihat seorang gadis kecil yang cukup imut masuk kedalam kurungan sambil tersenyum cerah.


"Si-siapa kau? cepat keluar dari sini sebelum aku membunuhmu!" Ancam Tyras kepada LayNova yang terus berjalan mendekat kearahnya.


"Kubilang jangan mendekat!" Ia melemparkan bola racun menuju LayNova, disaat ia berfikir kalau LayNova akan mati dengan serangan itu, hal mengejutkan terjadi.


"" LayNova mengarahkan tangan kirinya pada bola racun tersebut, sesaat kemudian ketika racun tersebut akan mengenai tangannya, dari telapak tangannya yang kecil muncul sebuah lubang hitam yang langsung menyerap seluruh bola racun itu tanpa sisa.


Melihat racunnya dengan mudah di hisap oleh gadis kecil itu, Tyras semakin gemetar ketakutan karena baru kali ini ia melihat hal seperti itu.


"Sekarang, terimalah hukuman mu karena sudah berani membuat masalah di Kekaisaran Neraka." LayNova mengangkat tangan kirinya keatas sambil menatap Tyras dengan dingin.


"Tapi aku sudah menerimanya kemarin..." Tyras mencoba untuk menghentikan gadis tersebut.


"Itu kemarin bukan sekarang." LayNova berkata sambil tersenyum mengerikan yang membuat Tyras semakin ketakutan.


""


...—To Be Continued—...

__ADS_1


__ADS_2