
"Ini sudah semua?" Tanya Zovarein menatap Elgard.
"Benar ayah.. kita hanya perlu memindahkan mereka ke belakang istana Neraka saja sesuai rencana" Ucap Elgard membuat Zovarein terdiam beberapa saat sebelum membalas perkataan Elgard.
"Ubah rencana... aku akan memasukkan mereka semua ke dalam Cincin Ruang dan Waktuku" Kemudian ia mengambil sebuah cincin dengan permata hitam legam sebagai intinya.
Zovarein menyalin semua yang ada di Delsgade termasuk planet itu sendiri dan menciptakannya di dalam Cincin tersebut.
Shuuushh!!..
Semua makhluk hidup yang berada di depan Kekaisaran Iblis lenyap seketika dan langsung berada didalam Cincin Ruang dan Waktu milik Zovarein.
Disana ia memberhentikan waktu sehingga tidak ada seorangpun yang bergerak.
..."Huh.. baiklah, saatnya untuk menghancurkan planet ini"...
...----------------...
...THE STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
Brarr!! Brak!! Kruurkkkk Druar!!!
Semua bangunan, tumbuhan serta tanah yang ada disana ia hancurkan hanya dalam satu pukulan tepat pada tanah dibawahnya.
Duar!!
Semua tanah itu mengambang diangkasa karena Zovarein telah menonaktifkan gravitasi disana.
Seketika setelah semua Tanah itu menghilang, tampaklah Sebuah Kastel yang luar biasa besar berwarna Hitam sebagai warna utama dan Ungu gelap sebagai Warna kedua.
"Ini kedua kalinya Ayah melakukan ini.. sungguh pemandangan yang luar biasa... dari dulu aku penasaran siapa yang bisa membangun Kastel semegah dan sebesar itu" Ucap Elgard dalam hatinya.
Kemudian Zovarein memasukkan Kastel Tersebut kedalam Sihir Ruangnya.
Dengan segera Zovarein mengaktifkan menuju Istana Neraka dan langsung memasukinya bersama Elgard.
"Untuk sementara pakai kamar Ayah dulu" Ucap Zovarein yang hanya dibalas anggukan oleh Elgard. Saat Ayahnya mengungkit soal kamar, ia langsung teringat dengan Kamarnya yang diotak-atik oleh adiknya sendiri di Istana Neraka membuat dirinya jadi sedikit murung.
"Shin!" Panggil Zovarein dan langsung muncullah Iblis yang dipanggil dihadapannya dari kegelapan dan dengan segera ia berlutut.
"Anda membutuhkan sesuatu paduka?" Ujar Shin sambil menundukkan kepalanya.
Zovarein pun mengambil 6 Artefak yang sama seperti sebelumnya yaitu Artefak pelindung dan langsung ia berikan pada Shin.
Tanpa bertanya lagi Shin langsung menghilang dan segera mengerjakan tugas yang diberikan Zovarein padanya.
__ADS_1
"Kau pergilah terlebih dahulu, Ayah ada urusan sebentar di Penjara Neraka" Elgard mengangguk dan langsung pergi menuju ruang keluarga dimana Rurina dan Nova berada.
Sementara itu Zovarein langsung menggunakan sihir perpindahan ruang menuju Penjara Neraka.
Bam!!..
Aura yang sangat kuat langsung menekan semua orang dipenjara, semua langsung menatap kearah pintu masuk saat merasakan aura itu.
Tap...Tap....Tap...
Zovarein masuk dengan pelan, setiap langkahnya akan meningkatkan Aura yang ia keluarkan. Para Tahanan yang sebelumnya tidak terlalu peduli langsung jatuh tersungkur di lantai saat Aura Zovarein terus meningkat dan semakin menekan mereka.
"Cukup banyak kriminal disini, aku bahkan tidak yakin jika semua orang disini benar-benar melakukan sesuatu yang pantas untuk dipenjara" Perkataan itu berhasil membuat sebuah harapan pada para tahanan disana namun harapan itu langsung hancur saat mereka melihat senyuman yang begitu mengerikan Zovarein.
"Bukankah lebih bagus jika kalian di siksa lalu dibunuh?.. ku baca disini semua kejahatan kalian itu begitu mengerikan, dipenjara dengan kejahatan setinggi ini sungguh beruntung kalian yah...."
Zovarein pun kembali melanjutkan langkahnya dan berhenti didepan seorang Pria yang sedang duduk bersila didalam kurungannya.
"Kejahatan..hmm..... membunuh semua anggota keluarganya dan tetangganya, membunuh bangsawan Kelas atas yang sangat disegani semua orang, rencana pembunuhan pada Yang Mulia Ratu Neraka.."
Bam!!!
Kini aura Zovarein semakin kuat sebanyak tiga kali lipat dari sebelumnya, ia menatap sinis Iblis didalam kurungan dihadapannya sebelum ia kembali tenang setelah beberapa saat.
Namun tetap saja Auranya kembali seperti diawal sebelum ia marah.
Deg...
Deg...
Bugh!....
Pria yang sedari tadi diam ditempat langsung tergeletak tak bernyawa didalam kurungannya, semua orang yang menyaksikan itu langsung berkeringat dingin dan menatap penuh ketakutan pada Zovarein.
"Ha-hanya dengan menngatakan mati ia dapat membunuh... mengerikan!!, siapa sebenarnya dia!" Teriak mereka semua dalam hati.
Tap...Tap...Tap...
Zovarein pun terus melanjutkan langkahnya, ia menatap satu-persatu orang yang berada didalam kurungan yang ia lewati dengan seksama.
Tap... Ia berhenti disebuah Kurungan yang diisi oleh Seorang Iblis Pria bertubuh besar, ia terlihat tidak menghiraukan Zovarein sama sekali dan tetap memejamkan matanya seperti dan sebelum Zovarein datang.
"Nama.. Gargantua, Kejahatan.. menghina Kaisar Iblis atau Raja Iblis Tirani karena sama sekali tidak percaya dengan keberadaannya, Setiap hari tepat di didepan kerumunan orang ia mengatakan bahwa Semua kisah tentang Kaisar Iblis hanya bualan belaka..."
Zovarein menatap aneh papan dihadapannya. "Hanya karena itu dia dipenjara seumur hidup?" Ucap Zovarein dengan keras membuat semua orang menatap tajam kearahnya.
"Bahkan jika dia berkata bahwa aku itu adalah seorang Sampah aku sama sekali tidak peduli" Perkataan itu berhasil membuat semua orang terheran-heran, pasalnya mereka sama sekali tidak mendengar Zovarein membaca tentang penghinaan dirinya.
__ADS_1
Note:Belum sampai kabar kebangkitan Zovarein Thorias di Penjara Neraka.
Sampai setelah beberapa saat semua orang langsung terbelalak dan menatap tidak percaya kearah Zovarein.
"Hei kau!"
Zovarein memanggil Pria besar didalam kurungan tersebut, seketika pria itu membuka matanya dan menunjuk dirinya sendiri.
"Ya kau.. mulai hari ini kau bebas, aku tidak peduli kau mau menghinaku berapa kali.. tapi semua rakyatku sepertinya tidak terima akan hal itu, jadi kusarankan kau menghinaku didalam rumahmu saja ok?"
Pria tersebut langsung menatap aneh Zovarein.. alasannya ia menghina Kaisar Iblis sehingga ia dipenjara dan bukan menghina Iblis dihadapannya, mendengar Zovarein mengatakan dirinya menghina Iblis dihadapannya membuat dirinya tidak mengerti perkataan itu hingga akhirnya....
!!!... Zovarein mengeluarkan Aura Raja Iblisnya yang tertuju penuh pada Pria besar itu. "Cepat keluar... aku masih punya banyak urusan!" Ucap Zovarein membuat Pria besar itu berkeringat dingin.
Ia pun langsung keluar dari penjara dan pintu kurungan itu langsung di tutup oleh Zovarein.
"Paduka.. apakah Anda benar-benar Kaisar Iblis?" Tanya Gargantua dengan sedikit ragu-ragu.
"Ya.. Semua makhluk hidup di 4 Dunia sudah tau bahwa aku telah bangkit, sedangkan kalian yang berada ditempat terpencil seperti ini tidak akan mendapat informasi itu karena prajurit enggan untuk memasuki penjara ini"
Mendengar perkataan itu Gargantua langsung menatap mata Zovarein.. namun mata merah itu langsung berubah menjadi Ungu gelap ketika ia memandangnya.
Seketika ia langsung berada disebuah jurang yang sangat dalam... hanya kematian lah yang terlintas dalam pikirannya saat terus terjatuh dari jurang itu dan tidak berhenti sama sekali, sampai akhirnya Zovarein menonaktifkan mata Iblis Penghancurnya dan kesadarannya kembali pada tubuhnya.
Brak!!...
Gargantua langsung bersujud, ia mengutuk dirinya sendiri yang sejak dulu terus menghina nama Raja Iblis Tirani, setiap hari saat bangun pagi.. ia akan berkeliling di sekitar rumahnya untuk berteriak tidak jelas.
Ia terus menghina Raja Iblis Tirani disetiap langkahnya saat sedang berlari, dan saat ini... Iblis yang terus ia hina sedang berada dihadapannya, "Betapa Bodoh dan Idiotnya diriku kematian sepertinya terlalu baik, paling rendah mungkin aku akan disiksa habis-habisan dan aku akan menerimanya lapang dada"
Tanpa ia sadari Zovarein telah membaca pikirannya, ia mendengar semua perkataan Gargantua dari awal hingga akhir.
"Mau sampai kapan kau akan bersujud, aku tidak mempermasalahkan itu bukankah aku telah mengatakannya?" Ucap Zovarein dengan Wajah datar tidak berekspresi sama sekali.
Namun Gargantua tidak bergeming, Bangkan bergerak satu milimeter pun tidak, tanpa suara dan terus bersujud pada Zovarein dengan air mata yang bercucuran.
"Huh... Terserahlah" Iapun melanjutkan langkahnya untuk mengelilingi semua kurungan dilantai satu.
Namun setelah beberapa menit tidak ada yang menarik perhatiannya sama sekali. "Aku akan Kelantai -1, mungkin sekarang mereka menyebutnya dengan penjara bawah tanah ya?.. huh merepotkan" Iapun menuruni tangga dihadapannya dan sampai di lantai -1 dimana aura yang sangat panas memenuhi tempat itu.
Lebih tepatnya untuk penyiksaan hukuman tahanan level menengah.
Lantai pertama adalah tempat para tahanan berlevel rendah, lantai bawah tanah no 1 adalah tempat dimana tahanan level menengah, sedangkan lantai bawah tanah no 2 adalah tempat dimana tahanan berlevel tinggi.
Sedangkan untuk lantai bawah tanah no 3 adalah tempat dimana Tahanan berlevel Unforgivable berada.
"Tidak hanya Iblis kini Ada ras lain.. bahkan ada Manusia dan ras half atau lebih tepatnya Ras setengah manusia, sungguh aneh.."
__ADS_1