RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Persiapan Perang


__ADS_3

Zaman Mitos: 40.000 Tahun yang lalu di era mitologi. Manusia, Roh, Iblis dan Dewa hidup didunia yang sama.


Segalanya berubah ketika Manusia, Roh dan Dewa bersatu demi memusnahkan Ras iblis dari dunia, hal tersebut telah sukses membuat Raja dari para Iblis murka.


Negara para Manusia dibinasakan, hutan yang dihuni para Roh dibakar menjadi abu, para Dewa-Dewi pun dibunuh, Terdapat sesosok Raja Iblis yang ditakuti.


Dia menaklukkan makhluk lain dengan Kekejaman yang luar biasa, dan yang berani menentangnya hanya akan dimusnahkan. Namanya adalah Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias.


Zaman Ajaib: Era damai yang datang setelah Zaman Mitos dan konflik menghilang.


Era Damai ini tercipta setelah Raja Iblis yang ditakuti mengorbankan dirinya demi mengakhiri perselisihan yang tidak ia inginkan.


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Akhirnya dia telah bereinkarnasi, tidak sabar rasanya ingin bertemu dengannya- tetapi sebelum ia berkumpul dengan keluarganya aku tidak boleh menggangu untuk sementara waktu" Ucap Seorang Manusia sambil memandangi langit.


"Tuan Pahlawan kenapa anda diam saja disana!.. apakah ada sesuatu yang menganggu pikiran anda?" Tanya seorang prajurit yang kebetulan sedang berpatroli di area tersebut.


Sejenak ia melupakan apa yang baru saja ia pikirkan dan mengalihkan pandangannya pada prajurit itu, "Aku hanya teringat beberapa hal saja jangan khawatir" Balasnya dengan senyuman hangat terlukis diwajahnya.


"Begitukah? Maaf karena telah mengganggu waktu anda kalau begitu saya permisi" dengan cepat prajurit tersebut kembali berpatroli karena rasa penasarannya telah terobati.


["Kaneth cepat kembali! sesuatu yang gawat telah terjadi!"] Sebuah pesan mental dari Gurunya terdengar dikepalanya, dengan segera ia menuju Akademi Sihir tempat gurunya berada.


Setelah sampai di Akademi ia langsung bergegas menuju Ruangan Penelitian Akademi.


Cahaya keunguan terlihat disela-sela pintu ruangan membuat Kaneth khawatir tentang gurunya, setelah sampai didepan ruangan ia langsung membuka pintu dengan kasar dan menemukan Gurunya terduduk lemas disudut ruangan.


"Guru! apa yang terjadi?" Tanya Kaneth yang mulai panik.


Beberapa saat kemudian Gurunya menunjuk sebuah Bola Kristal di tengah-tengah ruangan, dengan segera Kaneth memeriksa Bola Kristal tersebut.


!!!... Ekspresi wajahnya berubah pucat dan langsung mundur beberapa langkah dari Bola Kristal tersebut.


"I..ini, Mustahil!!... Tidak!! Tidak!! Muasalnya telah Lenyap Ratusan tahun lalu!.... kenapa dia... Kenapa dia bisa Bangkit?!" Teriak Kaneth dengan kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


"Guru tolong buka Gerbang Teleportasi menuju Planet Delsgade! Kita harus meminta Bantuan Raja Iblis Tirani!" Ujar Kaneth membuat wajah gurunya sedikit dipenuhi harapan.


"Dia sudah bereinkarnasi?" Tanya Gurunya untuk memastikan perkataan Muridnya.


"Ya... Lonjakan Tekanan Energi Sihir Yang amat besar dapat aku rasakan dari Istana miliknya!" Ujar Kaneth yang tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi.


Dengan segera Destian yaitu guru Kaneth berlari menuju Gerbang Teleportasi Akademi Sihir dikuti Kaneth dari belakang.


"Aku butuh sekitar 7 menit untuk menulis huruf sihirnya, jarak perjalananmu kali ini adalah 0,00149306 Tahun Cahaya dari Dunia ini Menuju Planet Delsgade, dalam rentang waktu tersebut segera kirim Pesan Sihir kepada Ratu Roh Agung dan .... kurasa para Dewa itu tidak akan mau memberikan bantuan untuk hal seperti ini lupakan saja" Ujar Destian Mencibir Dewa di dunia mereka.


Tidak terasa 7 menit telah berlalu dan Gerbang Sihir menuju Planet Delsgade telah selesai dirancang.


"Kalau begitu Guru... Aku pergi dulu!" Ujarnya yang kemudian memasuki gerbang Teleportasi tersebut.


***


"Rurina.. kapan katanya ibumu akan kembali? aku sudah merindukannya...." Ujar Zovarein yang sudah tidak tahan lagi, sejak kemarin dia selalu memiliki firasat buruk yang tak kunjung hilang.


"Duh... Ayah tidak sabaran sekali.. sudah kukatakan itu rahasia Hehe.."


Beberapa menit kemudian seorang prajurit memberitahukan pada Zovarein dari gerbang teleportasi terlihat seorang manusia dengan pakaian yang mencolok dengan sebuah pedang di pinggangnya.


"Orang itu dimana saat ini?!" Tanya Zovarein dengan antusias membuat prajurit tersebut sedikit gemetaran dan langsung memberitahukan bahwa manusia tersebut masih berada di gerbang teleportasi seperti menuggu seseorang.


°


°


°


"Kaneth apa yang kau lakukan disana?" Ujar Zovarein yang mendadak muncul disebelah Gerbang teleportasi.


"Akhirnya kau datang!... ada sesuatu hal yang sangat serius ingin kuberitahukan kepadamu... kita tidak memiliki banyak waktu!" Ucap Kaneth sambil memegang bahu Zovarein dengan tangan yang sedikit bergetar.


"Ya..Yama Telah Bangkit!"


!!!... Rasa keterkejutan tidak dapat disembunyikan oleh Zovarein... Wajahnya memucat, tangannya bergetar dan Mata Iblis Penghancurnya Aktif secara tidak sengaja.


"Aku tidak ingin pertempuran terjadi di 4 Dunia seperti dulu.. sekarang dimana dia berada?" Ujar Zovarein yang langsung mempercayai perkataan Kaneth karena tidak mungkin ia bercanda disituasi seperti ini.

__ADS_1


"Catastrophic Disaster.. Planet Bencana, Kebangkitannya belum sempurna..... tetapi ia sudah mendapat 78% Kekuatannya! kita harus bergegas sebelum ia mendapatkan seluruh kekuatannya!"


Tanpa basa-basi Zovarein langsung memanggil 10 Muridnya dengan Pesan Sihir, dalam sekejap 10 Orang muridnya berlutut di belakang Zovarein.


"Persiapkan diri kalian! Kita akan berperang!" Ujar Zovarein secara mendadak membuat para muridnya sedikit kebingungan, dari pada bertanya hal yang tidak-tidak mereka langsung mempersiapkan perlengkapan perang milik mereka dikediaman masing-masing.


"Sepertinya ini akan sangat sulit"


"Apa maksudmu?" Tanya Kaneth sambil menatap Zovarein.


"Kekuatanku baru pulih sekitar 83%... hah, Mungkin aku harus berkorban lagi kah?" Ujar Zovarein membuat Kaneth mengerutkan keningnya.


"Jangan berkata seperti itu! padahal kau baru saja bangkit dan sekarang ingin mati lagi?" Dengan tatapan serius Kaneth memegang pundak Zovarein seakan ingin menangis... tidak ingin kehilangan sahabatnya itu untuk kedua kalinya.."


"Pfftt Hahaha.. tenang saja itu hanya untuk keadaan darurat saja... kalau dia bisa dikalahkan tanpa sihir itu maka aku tidak akan mati seperti dulu lagi"


"Sial.. kau dulu juga berkata demikian saat akan berperang melawannya" keluh Kaneth dalam hati


Melihat Wajah Kaneth yang tak kunjung mengubah ekspresinya membuat Zovarein sedikit kesal.. dengan segera ia mengambil beberapa botol ramuan dari Penyimpanan Dimensinya.


"Lihat.. Aku punya beberapa botol Ramuan pemulih Energi Sihir jadi kau tidak perlu khawatir aku akan seceroboh dulu.. hehe..."


. . . .


"Kalau bisa aku ingin kau tetap hidup.." Gumam Kaneth yang masih terdengar oleh Zovarein.


Whoshh!!.. tiba-tiba 10 Orang dengan Jubah Hitam bercorak tengkorak muncul dihadapan Zovarein sambil berlutut. "Guru kami sudah selesai mempersiapkan perlengkapan perang milik kami!" Ujar mereka secara bersamaan.


"Testoraia Ambil Ini" Ucap Zovarein sambil melemparkan beberapa Kristal Penyegelan.


"Kalau teman baikmu terluka parah gunakan Peliharaanku yang berada didalam kristal itu" lanjutnya.


Sejenak Testoraia melirik makhluk seperti apa yang berada didalam kristal tersebut namun wajahnya langsung berubah pucat saat mengetahui isi dari kristal tersebut.


"Gu-guru.. Aku tidak yakin bisa mengendalikan Makhluk seperti ini" Ujar Testoraia dengan keraguan dibenaknya.


"Tenang saja.. aku sudah memberitahunya untuk mengikuti perintahmu setelah keluar dari kristal itu" Ujar Zovarein membuat keraguan Testoraia perlahan menghilang.


"Huh.. Kuatkan tekad kalian karena kita akan Melawan Dewa Iblis.." Ucap Zovarein membuat para muridnya sedikit merinding tetapi tidak ada yang berani mengeluh.

__ADS_1


Melihat muridnya sudah membulatkan tekad membuat Zovarein mengeluarkan senyuman puas miliknya.


...""...


__ADS_2