RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Keluarga Gaios II


__ADS_3

Tetua Nect adalah salah satu dari belasan orang dengan kekuatan setara penyihir tingkat 3 di wilayah barat, meski hanya bayang-bayang ia masih dapat melihat bahwa tangan kanan Zovarein menampar wajah pria paruh baya tadi dengan kuat dan sangat cepat!


Kesadaran pria paruh baya itu telah hilang dan tubuhnya tergeletak lemah di lantai dengan beberapa teguk darah yang ia muntahkan dari mulutnya.


Beberapa giginya terlempar sampai kemeja pertemuan dan sebagian lagi tertancap didinding dengan sangat akurat.


"Dia Mati..." Ucap Tetua Nect dengan pelan.


Semua tercengang dan tidak ada yang dapat percaya dengan kejadian barusan apalagi dengan perkataan tetua Nect.


Namun semuanya nyata dan pria paruh baya itu telah mati, kepalanya bahkan retak dan memuncrat kan darah dengan deras, dengan keadaannya yang seperti itu tidak ada lagi yang dapat menyangkal fakta kematiannya.


"Sudah aku katakan daging mati sepertinya tidak perlu berbicara namun ia tetap keras kepala, dia bahkan ingin mempercepat prosesnya dengan mendatangiku.."


"Jadi.. aku harus mengabulkan keinginannya bukan?.."


?!!


Semua orang bergidik, Zovarein tetap pada ekspresi datarnya namun bekas darah ditelapak tangannya terus menetes dari belakang badannya kelantai.


Setiap tetesan darah yang jatuh membuat udara disekitar mereka menjadi sangat dingin bahkan untuk membuka mulut saja lebih susah dari pada mengangkat tumpukan Azantian.


"A-apa yang kau inginkan?!.. kenapa kau melakukan hal itu!" Ucap Tetua Nect bergetar, keangkuhan nya menghilang seketika dan digantikan dengan rasa takut yang sangat luar biasa.


"Um?.. hanya berkunjung saja tidak lebih, diutara aku sudah menjadi kepala keluarga cabang jadi tidak masalah bukan aku datang kemari?"


"Selain itu.."


Zovarein melirik kesemua orang diruangan, tatapan tajam dan mendominasinya membuat semua orang langsung menundukkan kepala mereka dan tidak ada yang berani mengangkatnya walau hanya seinci.


"..Aku mendengar pembicaraan kalian tadi dan itu kedengaran nya menarik.."


Zovarein berjalan kedepan dan memutari ruangan kemudian melihat-lihat kearah lukisan yang terpajang di dinding.


Banyak lukisan aneh dan tidak ada nilainya sama sekali yang terpajang disana, meskipun gambarnya lumayan indah namun tidak ada efek sihirnya sama sekali.


"Aku penasaran kenapa tidak ada pasokan sumber daya dikediaman Gaios yang ada diutara dari kediaman Utama dibarat, jadi aku datang kemari..."


!!!


Semua orang merasakan lutut mereka sangat lemas untuk berdiri sekarang.


Kepala keluarga cabang Utara? mereka semua sangat kebingungan dan sangat ketakutan disaat yang bersamaan.


Kalau pemuda itu datang sebagai kepala keluarga cabang dengan alasan berkunjung mereka tidak akan mempermasalahkannya sama sekali, namun tujuannya datang kemari telah membuat mereka ingin pingsan.


"Jadi.. cuma karena disana tidak ada jenius yang terlahir kalian memutuskan pasokannya?"


*Bukk!!


Beberapa langsung terjatuh dan terduduk lemah dilantai dengan bunyi gedebuk.

__ADS_1


"Apakah aku akan segera dibunuh ?!" Pertanyaan tersebut berputar dikepala mereka.


"Kau!! Kau hanya Kepala Keluarga Cabang yang setara dengan prajurit biasa disini! apa hakmu mengajukan pertanyaan seperti itu?!!" Bentak tetua Nect dengan keras.


Sedetik setelah mengajukan pertanyaan itu, ia langsung berkeringat dingin dan menyesali perbuatannya.


"Um.. benarkah? apakah kedudukan kepala cabang lebih rendah dari prajurit biasa keluarga utama?"


Zovarein menyipitkan matanya dan menatap penuh dengan niat membunuh kearah tetua Nect.


"Bawa aku keruangan Kepala Keluarga Sekarang!" Ucapnya dengan tenang.


"Beraninya Kau-!!"


*PLAKK!!


"Aku tidak butuh balasanmu, mengatarku keruangan itu adalah kesempatan hidupmu setelah membentaku, apakah kau yakin membuangnya?"


?!!


Tetua Nect tidak membalas, sekarang ia tidak memiliki keberanian yang tersisa untuk membalas ucapan pemuda dihadapannya meskipun hanya beberapa kata.


Dua gigi taringnya tertancap dengan mantap didinding dan meninggalkan retakan kecil, sedangkan mulutnya dipenuhi darah dan pipinya memiliki bekas lima jari berwarna merah.


"Pergi!" Bentak Zovarein.


*Tap..Tap..Tap..


Tetua Nect langsung berlari sekuat tenaga menuju ruangan kepala keluarga dengan Zovarein mengikuti dibelakangnya.


Lima menit kemudian....


*BAMM!!


Pintu ruangan kepala keluarga dibuka dengan kasar dan Tetua Nect terlempar masuk hingga menabrak meja kerja diruangan.


Ameth Gaios, Kepala Keluarga Gaios Utama dan satu dari sembilan penyihir tingkat 7 yang tersisa sejak 2000 Tahun lalu.


Ia sedang mengerjakan beberapa dokumen diruangannya dengan sangat nyaman hingga pintu ruangannya yang lumayan besar itu terbuka dengan kasar sampai reta,k dan memunculkan Tetua keluarganya yang menabrak meja kerjanya dengan keras.


"Sialan! Orang Bodoh mana yang berani melakukan ini dikediaman Utama Gaios?!!" Teriaknya marah.


*Tap..Tap..Tap..


Suara langkah kaki yang berasal dari luar ruangan terdengar sangat nyaring kedalam ruangannya, setiap langkah membuat hati Ameth bergetar, ia tidak tahu alasannya namun ia sama sekali tidak akan mentolerir siapapun yang berani melakukan hal seperti itu pada Tetua keluarganya!


.


"..Ameth.."


!!!

__ADS_1


Jantung Ameth serasa ingin lompat dari mulutnya saat mendengar suara yang tidak asing barusan, ia merasa mengenal suara tersebut namun tidak dapat mengingatnya.


Hingga....


"..Aku Zovarein Thorias yang berani melakukan hal itu dikediaman Utama Gaios, apa kau punya keluhan?.."


...----------------...


...DEVIL KING OF TYRANY...


...----------------...


Wajah Ameth langsung berubah cerah saat melihat pemuda yang sedang berdiri dipintu ruangannya, namun dalam beberapa detik kemudian wajah cerah itu langsung menjadi seputih kertas.


Ameth sangat pucat sekarang saat mengingat ia membentak pemuda yang sedang berdiri dipintu ruangannya


"Ya..Yang Mulia..." Ucapnya dengan nada bergetar.


?!!


Tetua Nect yang mendengar perkataan Kepala Keluarga juga langsung memucat, kenapa ia memanggil kepala cabang itu sebagai Yang Mulia dan lagi dengan nada bergetar?


Meskipun ia sangat ingin membunuh pemuda yang membuat ia melayang barusan, namun ketika mendengar kepala keluarga memanggil pemuda itu sebagai Yang Mulia langsung membuat keinginannya lenyap digantikan dengan rasa takut.


"Aku si-sialan dan ORANG BODOH yang berani melakukan itu, lalu apa yang akan kau lakukan kepadaku? AMETH..."


*Glegg...


Ameth menelan ludahnya dengan kasar sampai terdengar dengan jelas, wajahnya sendiri sudah kehilangan warna dan tubuhnya dibasahi keringat dingin.


Ia berharap bisa mati sekarang juga namun ia tidak dapat melakukannya dihadapannya Tuannya sendiri!


Ameth Gaios adalah bawahan setia Zovarein yang menerima setetes darahnya, ia adalah seorang Iblis berdarah leluhur dan sangat dihormati dimanapun ia berada dan dengan setetes darah dari Zovarein, ia dapat hidup selama 10.000 Tahun lamanya.


Semua itu tidak akan ia terima jika tidak menjadi bawahan langsung Zovarein dan sekarang? ia mengatakan Tuannya sebagai orang bodoh.


Meskipun tidak sengaja namun ia tetap merasa layak untuk mati sekarang.


"Ya-Yang Mulia Raja Iblis Tirani... Tuan Zovarein Thorias, ha-hamba.. hamba bersalah dan layak dihukum mati!!" Ucapnya langsung bersujud dikaki Zovarein.


Zovarein tidak melihatnya, ia hanya menginjak kan kakinya dikepala Ameth hingga mendorong kepala itu sampai masuk kedalam lantai.


"Setelah 2000 tahun ternyata kau juga tertular penyakit sifat manusia ini.. aku sangat heran, apakah disekitaran sini ada manusia sehingga kalian meniru sifat mereka?"


"Tidak.. kau tidak perlu menjawabnya karena aku sudah lama merasakan kehadiran busuk itu.."


Zovarein berjalan kearah meja kerja dan duduk di kursinya, ia menatap Ameth yang masih bersujud dengan kepala masuk kedalam lantai dan tidak bergerak sama sekali.


"Kemari..." Ucap Zovarein singkat.


Ameth langsung mengangkat kepalanya namun tidak berdiri dan berjalan seperti anjing menuju kehadapan Zovarein.

__ADS_1


"Panggil semua anggota keluarga Gaios termasuk keluarga cabang yang tersebar di seluruh wilayah kerajaan Neraka dan Kerajaan lainnya kemari"


"Waktumu hanya 1 bulan, jika kau melakukannya dengan baik aku bisa melupakan niatku untuk meluluhlantahkan keluarga ini" Ucap Zovarein dengan santai.


__ADS_2